9 Mahasiswa NTUNHS Taiwan Mengikuti Summer Camp di STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta

Sebanyak 9 mahasiswa National Taipei University of Nursing and Health Sciences (NTUNHS) Taiwan mengikuti Summer Camps yang kedua kalinya di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta. Pertama adalah tahun 2012 lalu. Selama 10 hari, 5-14 Juli 2013 para peserta Summer Camps diperkenalkan mengenai sistem kesehatan di Indonesia, dan mereka dapat membandingkan dengan sistem kesehatan di Taiwan.

”Para mahasiswa dari NTUNHS ini akan melihat beberapa kasus yang menantang di negara kita khususnya Yogyakarta, terkait dengan kesehatan ibu dan anak, seperti kematian yang tinggi, penyakit menular dan sebagainya. Penyakit tersebut disebabkan oleh kurangnya nutrisi, sanitasi dan kebersihan yang memadai di masyarakat kami. Saya pikir masalah menjadi lebih rumit, sebagai dampak dari ketimpangan dan ketidakseimbangan fasilitas kesehatan dan petugas kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan”, kata Umu Hani, M.Kes, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dalam sambutannya menerima mahasiswa NTUNHS, di ruang pertemuan (5/7).

Lebih lanjut Umu menjelaskan, dengan adanya Nursing Summer Camps ini, membantu dalam meningkatkan perspektif STIKES ‘Aisyiyah dan jalinan kerjasama lebih global, luas, pluralistik dalam hal bahasa dan budaya pola pikir. Dengan bergabung dalam program ini akan meningkatkan pengetahuan dalam hal aspek keperawatan teoritis dan praktis yang mungkin tidak tersedia di Taiwan. Dan para mahasiswa NTUNHS mungkin menemukan pengalaman baru atau bahkan cara yang berbeda untuk dapat dibagikan dengan teman-teman mahasiswa keperawatan di Taiwan.

”Saya ingin semua orang belajar begitu banyak hal baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya, dan juga saya berharap semua peserta menikmati kunjungan di Yogyakarta ini”, tuturnya.

Dalam Summer Camps ini para mahasiswa NTUNHS mengikuti kuliah selama 3 hari dan melakasnakan praktikum di Puskesmas Piyungan dan berkunjung ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.  Di puskesmas mereka akan belajar/pelatihan mengenai manajemen terpadu balita sakit, sedangkan di rumah sakit mereka akan melakukan observasi terkait dengan asuhan keperawatan. Di samping itu mereka juga melaksanakan cultural trip ke Kraton Yogyakarta, Candi Borobudur dan menyaksikan ballet Ramayana di Candi Prambanan, Pantai Gunungkidul. Mereka juga mengikuti kursus membatik dan karawitan di Rumah Budaya Tembi .

Sementara itu, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta juga mengirimkan 11 mahasiswa untuk mengikuti overseas youths complementary therapy summer program di National Taipei University of Nursing and Health Sciences (NTUNHS) Taiwan ROC, 8-20 Juli 2013. Mereka belajar tentang beberapa jenis terapi kesehatan antara lain akupuntur, relaksasi dengan aromaterapi, culture tour dan visit ke beberapa rumah sakit di taiwan (hospital visit). Mellui kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu meningkatkan pengetahuan dan skill tentang kesehatan untuk menunjang profesinya kelak sebagai bidan dan perawat.

 

Pengumuman Pemenang Olimpiade Uji Kompetensi 2013

.

Tingkatkan Mutu Tenaga Kesehatan STIKES 'Aisyiyah Gelar Olimpiade Uji Kompetensi

Kebutuhan yang sangat penting bagi institusi pendidikan dan kebidanan saat ini adalah menghadapi uji kompetensi. Uji Kompetensi esensinya adalah untuk menjamin setiap profesi perawat dan bidan mempunyai kompetensi/standart yang sama. Kelulusan pertama (first taker) pada uji kompetensi ini adalah salah satu indikator kulitas mutu institusi. Lulus uji kompetensi menjamin lulusan untuk mendapatkan surat tanda registrasi (permenkes No. 161/Menkes/Per/I/2010).

Bertepatan dengan 50 tahun STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta ini, Program Studi Bidan Pendidik D4 ingin turut serta berpartisipasi terhadap keberhasilan uji kompetensi bagi lulusan keperawatan dan kebidanan melalui kegiatan olimpiade uji kompetensi. Dengan ini STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mengadakan ‘’Lomba Uji Kompetensi Tingkat Nasional’’

Dalam pembukaan olimpiade uji kompetensi di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Rabu (3/7), ketua MTKP yang diwakili oleh drg. Yuli Kusumastuti, M.Kes, menjelaskan bahwa olimpiade atau lomba ini merupakan ide baru dan baru pertama kali dilakukan oleh institusi pendidikan kesehatan yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. ”STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menjadi pelopor”, terangnya.

Harapannya dengan adanya olimpiade ini, uji kompetensi akan lebih memasyarakat dan muncul pemahamam di masyarakat khususnya tenaga kesehatan bahwa uji kompetensi ini bagian yang tidak terpisahkan dari tenaga kesehatan. Jadi hal ini jangan dijadikan sesuatu yang menakutkan melainkan untuk meningkatkan mutu tenaga kesehatan.

 Dinas Kesehatan Propinsi DIY juga mengucapkan selamat atas milad 50 th dan dengan adanya olimpiade ini diharapkan mampu memacu institusi pendidikan keseahatan agar lebih optimal mempersiapkan anak didiknya untuk uji kompetensi. Selain itu sebagai wahana komunikasi antar institusi kebidanan dan kepearawatan.

Pelaksanaan uji kompetensi sudah tidak bisa ditawar lagi oleh institusi keperawatan dan kebidanan. Pada tahun 2013 akan sudah dimulai pelaksanaan uji kompetensi. Untuk itu perlu dipersiapkan oleh institusi melalui berbagai upaya baik penyiapan sumber daya manusianya (dosen) dan penyiapan mahasiswa. Penyiapan antara lain melalui try out, latihan mandiri baik melalui Computer Based Test (CBT) maupun paper.

Kegiatan ini digelar pada Rabu-Kamis (3-4/7) 2013 di kampus terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Sejumlah 170 peserta ari seluruh Indonesia mengikuti olimpiade ini.Dan sebagai pemenangnya dari prodi Kebidanan, juara I STIKES ‘Aisyiyah Surakarta, juara II Akbid ‘Aisyiyah Banten, juara III STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Pemenang prodi Keperawatan, juara I STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, juara II PSIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, juara III PSIK Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Bakti Sosial Semarakan Milad STIKES Aisyiyah Yogakarta ke-50

Menyambut datangnya bulan Ramadan dan menyemarakan perhelatan milad 50 th, STIKES ‘Aisyiyah menggelar kegiatan bakti sosial di lingkungan sekitar kampus terpadu, pedukuhan Nogosaren, Ahad (31/7).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pelayanan kesehatan sebagai upaya preventif melalui pemeriksaan kesehatan gratis serta membantu warga untuk meningkatkan ekonomi lemah melalui pemberian sembilan bahan pokok (Sembako). Beberapa rangkaian kegiatan ini antara lain senam masal, pembagian sembako gratis, pelayanan kesehatan gratis melalui pemeriksaan tensi, gula darah dan kolesterol, serta pembagian tanaman obat keluarga.

Sekitar 100 warga nogasaren antusias mengikuti kegiatan ini. Harapannya, kesadaran warga untuk hidup sehat semakin meningkat, baik meningkat secara pribadi maupun lingkungannya serta Posyandu lansia semakin digalakan.

 

Olimpiade Uji Kompetensi Nasional

.