• Link to X
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
  • Link to Facebook
  • www.unisayogya.ac.id
  • Update Covid-19 Unisa Yogya
TELP.: (0274) 4469199; FAX.: (0274) 4469204
Berita-berita Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Home
  • Berita Utama
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / News2 / Haedar Sampaikan Pandangan Muhammadiyah Soal Rezimentasi Agama

Haedar Sampaikan Pandangan Muhammadiyah Soal Rezimentasi Agama

2022-11-08-4/0 Comments/in News/by

JAKARTA — Selain materi-materi utama, Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18-20 November mendatang juga akan fokus memperkuat dua program yaitu dakwah komunitas, konsep tadayun atau pandangan keagamaan dan materi isu-isu strategis aktual.

Demikian disampaikan Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara virtual pada Senin (7/11) di acara Media Gathering yang diadakan di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.

Haedar menuturkan bahwa Muktamar Muhammadiyah dilakukan secara sistematis. Materi-materi yang dibahas dalam Muktamar 48 sudah dikirimkan tiga bulan sebelum pelaksanaan.

Guru Besar Sosiologi ini menuturkan, bahwa penguatan program dakwah komunitas di muktamar ini kemanfaatannya bukan hanya dirasakan oleh warga Muhammadiyah dan umat Islam saja, tetapi juga bagi bangsa di tengah dinamika yang dihadapinya.

Dari kacamata Haedar, di abad 21 dengan kemajuan teknologi dan modernitas akan terjadi perubahan landskap dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya bangsa.

“Indonesia yang masyarakatnya punya budaya gotong royong dan relasi sosial masyarakatnya yang kuat akan tercerabut jika komunitas ini rentan. Maka Muhammadiyah akan memperkuat komunitas ini baik di pedesaan, perkotaan sampai tempat-tempat terjauh,” ucap Haedar.

Saat ini Muhammadiyah, mungkin menjadi satu-satunya organisasi yang memiliki jaringan yang luas, kuat dan akuntabel. Jaringan yang terstruktur dengan rapi mulai dari pusat sampai ranting ini menurutnya merupakan modal besar dalam memperkuat dakwah komunitas.

Kedua, Muktamar ke-48 Muhammadiyah juga akan memperkuat konsep tadayun atau memperkuat basis, jiwa atau alam pikiran dan praktek beragama yang menjadi sumber inspirasi bagi kemajuan. “Maka di Muktamar ini kita menyusun konsep besar sebagai tindak lanjut dari Islam Berkemajuan yang disebut dengan Risalah Islam yang Berkemajuan.” Imbuhnya.

Haedar menyadari bahwa terdapat masalah-masalah tertentu di umat beragama, sebagai mana masalah-masalah yang ada di entitas lain dengan berbagai afiliasi. Adanya politik identitas, kekerasan yang dikaitkan ke agama menjadi salah satu alasan disusunnya Risalah Islam yang Berkemajuan.

“Sesungguhnya juga bahwa ada di identitas lain itu ada banyak problem juga, hanya kita mungkin saat ini tidak membuka cakrawala itu saja,” imbuhnya.

“Kita ingin energi positif itu jauh lebih dikembangkan ketimbang energi negatif. Dan agama itu punya kekuatan dahsyat, dan dia merupakan sesuatu yang sakral untuk kita jadikan sebagai energi konstruktif, dan itulah Islam Berkemajuan,” lanjut Haedar.

Oleh karena itu dirinya mengajak kepada seluruh warga bangsa memenuhi ruang publik dengan energi positif. Dalam memajukan peradaban, negara harus bersatu dengan berbagai latarbelakang berbeda, dibalut dengan kekuatan agama, makan Indonesia akan menjadi kekuatan besar.

Terakhir atau yang ketiga dalah isu-isu strategis. Haedar menjelaskan bahwa isu strategis merupakan persoalan yang diambil dan Muhammadiyah memiliki kepentingan di dalamnya, untuk memberi solusi atas persoalan tersebut. Terkait isu strategis, Muhammadiyah bukan hanya mencoba melihat secara objektif dan jernih, tapi sudah menawarkan solusi, tidak hanya menemukan masalah.

“Satu diantaranya adalah tentang rezimentasi agama. Atau rezimentasi paham agama. Ini mungkin sesuatu yang baru ketika isunya tentang radikalisme agama, ekstrimisme agama, identitas politik agama dan lain sebagainya,”ungkapnya.

Rezimentasi agama, kata Haedar, merupakan masalah di mana agama secara bias dan subyektif lalu ingin disenyawakan dengan negara dan menjadi kekuatan negara. Menurutnya, hal itu berlawanan dengan ide dan cita-cita Indonesia sebagai Negara Pancasila Darul Adhi Wa Syahadah.MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA — Selain materi-materi utama, Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18-20 November mendatang juga akan fokus memperkuat dua program yaitu dakwah komunitas, konsep tadayun atau pandangan keagamaan dan materi isu-isu strategis aktual.

Demikian disampaikan Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara virtual pada Senin (7/11) di acara Media Gathering yang diadakan di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.

Haedar menuturkan bahwa Muktamar Muhammadiyah dilakukan secara sistematis. Materi-materi yang dibahas dalam Muktamar 48 sudah dikirimkan tiga bulan sebelum pelaksanaan.

Guru Besar Sosiologi ini menuturkan, bahwa penguatan program dakwah komunitas di muktamar ini kemanfaatannya bukan hanya dirasakan oleh warga Muhammadiyah dan umat Islam saja, tetapi juga bagi bangsa di tengah dinamika yang dihadapinya.

Dari kacamata Haedar, di abad 21 dengan kemajuan teknologi dan modernitas akan terjadi perubahan landskap dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya bangsa.

“Indonesia yang masyarakatnya punya budaya gotong royong dan relasi sosial masyarakatnya yang kuat akan tercerabut jika komunitas ini rentan. Maka Muhammadiyah akan memperkuat komunitas ini baik di pedesaan, perkotaan sampai tempat-tempat terjauh,” ucap Haedar.

Saat ini Muhammadiyah, mungkin menjadi satu-satunya organisasi yang memiliki jaringan yang luas, kuat dan akuntabel. Jaringan yang terstruktur dengan rapi mulai dari pusat sampai ranting ini menurutnya merupakan modal besar dalam memperkuat dakwah komunitas.

Kedua, Muktamar ke-48 Muhammadiyah juga akan memperkuat konsep tadayun atau memperkuat basis, jiwa atau alam pikiran dan praktek beragama yang menjadi sumber inspirasi bagi kemajuan. “Maka di Muktamar ini kita menyusun konsep besar sebagai tindak lanjut dari Islam Berkemajuan yang disebut dengan Risalah Islam yang Berkemajuan.” Imbuhnya.

Haedar menyadari bahwa terdapat masalah-masalah tertentu di umat beragama, sebagai mana masalah-masalah yang ada di entitas lain dengan berbagai afiliasi. Adanya politik identitas, kekerasan yang dikaitkan ke agama menjadi salah satu alasan disusunnya Risalah Islam yang Berkemajuan.

“Sesungguhnya juga bahwa ada di identitas lain itu ada banyak problem juga, hanya kita mungkin saat ini tidak membuka cakrawala itu saja,” imbuhnya.

“Kita ingin energi positif itu jauh lebih dikembangkan ketimbang energi negatif. Dan agama itu punya kekuatan dahsyat, dan dia merupakan sesuatu yang sakral untuk kita jadikan sebagai energi konstruktif, dan itulah Islam Berkemajuan,” lanjut Haedar.

Oleh karena itu dirinya mengajak kepada seluruh warga bangsa memenuhi ruang publik dengan energi positif. Dalam memajukan peradaban, negara harus bersatu dengan berbagai latarbelakang berbeda, dibalut dengan kekuatan agama, makan Indonesia akan menjadi kekuatan besar.

Terakhir atau yang ketiga dalah isu-isu strategis. Haedar menjelaskan bahwa isu strategis merupakan persoalan yang diambil dan Muhammadiyah memiliki kepentingan di dalamnya, untuk memberi solusi atas persoalan tersebut. Terkait isu strategis, Muhammadiyah bukan hanya mencoba melihat secara objektif dan jernih, tapi sudah menawarkan solusi, tidak hanya menemukan masalah.

“Satu diantaranya adalah tentang rezimentasi agama. Atau rezimentasi paham agama. Ini mungkin sesuatu yang baru ketika isunya tentang radikalisme agama, ekstrimisme agama, identitas politik agama dan lain sebagainya,”ungkapnya.

Rezimentasi agama, kata Haedar, merupakan masalah di mana agama secara bias dan subyektif lalu ingin disenyawakan dengan negara dan menjadi kekuatan negara. Menurutnya, hal itu berlawanan dengan ide dan cita-cita Indonesia sebagai Negara Pancasila Darul Adhi Wa Syahadah.

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share by Mail
0 0 https://www.unisayogya.ac.id/berita/wp-content/uploads/sites/5/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png 2022-11-08 09:18:572022-11-08 09:18:57Haedar Sampaikan Pandangan Muhammadiyah Soal Rezimentasi Agama
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X Logo X Logo Followon X RSS Feed Logo RSS Feed Logo Subscribeto RSS Feed

Facebook

Berita Terkini

  • Grassroot Football 1 579x1030
    UNISA Yogyakarta Dukung Pembinaan Atlet Sepakbola Usia Dini di Grassroot Football Festival2023-09-04-4 - 11:37 am
  • Humas Unisa 2 1030x579
    Humas UNISA Yogyakarta Raih Penghargaan MPKU Award 20232023-09-04-4 - 9:27 am
  • AMI 2023 3 1030x579
    Menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul : UNISA Yogyakarta Gelar AMI 20232023-08-31-4 - 10:02 am
  • Saxion University 3 1030x686
    UNISA Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah International Internship Program 20232023-08-30-4 - 2:20 pm
  • IMG
    Tingkatkan Peran Remaja Mencegah Stunting, UNISA Yogyakarta adakan  program  PEDE PENTING di PIK-R SAHAJA SMPN 1 Gamping2023-08-30-4 - 9:49 am

MEDIA SOSIAL

Selalu ikuti berita terbaru dari Unisa Yogya

Berita Terbaru

  • Grassroot Football 1 579x1030
    UNISA Yogyakarta Dukung Pembinaan Atlet Sepakbola Usia Dini di Grassroot Football Festival2023-09-04-4 - 11:37 am
  • Humas Unisa 2 1030x579
    Humas UNISA Yogyakarta Raih Penghargaan MPKU Award 20232023-09-04-4 - 9:27 am
  • AMI 2023 3 1030x579
    Menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul : UNISA Yogyakarta Gelar AMI 20232023-08-31-4 - 10:02 am
  • Saxion University 3 1030x686
    UNISA Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah International Internship Program 20232023-08-30-4 - 2:20 pm
  • IMG
    Tingkatkan Peran Remaja Mencegah Stunting, UNISA Yogyakarta adakan  program  PEDE PENTING di PIK-R SAHAJA SMPN 1 Gamping2023-08-30-4 - 9:49 am

Tag

aisyiyah alumni alumni unisa alumni unisa yogyakarta bangga jadi unisa bangga menajdi unisa bangga menjadi unisa banggamenjadiunisa banggamenjadi unisa beasiswa BEASISWA UNISA berita bidan info jogja kampus kebidanan kerja kesehatan kuliah kursus lowongan lowongan bidan lowongan kerja tenaga kesehatan lowongan nakes mahasiswa muhammadiyah nasional pelatihan pengalaman perawat pmb rekruitment rekrutmen sarjana sekolah seminar unisa UNISA YK unisa yogya unisayogya unisa yogyakarta universitas universitas aisyiyah yogyakarta
Unisa Yogya

Kampus Terpadu:

Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199, Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - powered by Enfold WordPress Theme
  • Link to X
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
  • Link to Facebook
Link to: Pertama Kali dalam Sejarah, Muktamar ke-48 Digelar secara Hybrid Link to: Pertama Kali dalam Sejarah, Muktamar ke-48 Digelar secara Hybrid Pertama Kali dalam Sejarah, Muktamar ke-48 Digelar secara Hybrid Link to: Isu Strategis Muktamar 48 Tegaskan Pandangan dan Posisi Muhammadiyah di Tahun Politik 2024 Link to: Isu Strategis Muktamar 48 Tegaskan Pandangan dan Posisi Muhammadiyah di Tahun Politik 2024 Unisa cetak lulusanIsu Strategis Muktamar 48 Tegaskan Pandangan dan Posisi Muhammadiyah di Tahun...
Scroll to top Scroll to top Scroll to top