• Link to X
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
  • Link to Facebook
  • www.unisayogya.ac.id
  • Update Covid-19 Unisa Yogya
TELP.: (0274) 4469199; FAX.: (0274) 4469204
Berita-berita Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Home
  • Berita Utama
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / News2 / Isu Strategis Muktamar 48 Tegaskan Pandangan dan Posisi Muhammadiyah di...
Unisa cetak lulusan

Isu Strategis Muktamar 48 Tegaskan Pandangan dan Posisi Muhammadiyah di Tahun Politik 2024

2022-11-08-4/0 Comments/in News/by

JAKARTA– Menjelang tahun politik 2024, Muhammadiyah menegaskan posisinya dan pandangannya terhadap hal itu yang dituangkan ke dalam poin di dalam materi isu-isu strategis Muktamar ke-48 Muhammadiyah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam acara Media Gathering, Senin (7/11) di Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta menuturkan bahwa, masalah tahun politik 2024 tergabung dalam sembilan isu-isu strategis tentang kebangsaan.

Dalam isu suksesi kepemimpinan, Muhammadiyah memandang bahwa pemilu 2024 merupakan kontestasi yang krusial. Haedar berharap pada pemilu nanti ada suasana baru yang membedakannya dengan tahun 2019, dimana pemilu menyisakan ‘pertikaian’ yang seakan tak berujung.

“Apa sih suasana baru itu ? Pertama, kita tidak mengulangi lagi yang selama ini kita resahkan bersama, dan pembelahan politik,” ucapnya.

Menurut Haedar, cara agar kejadian serupa tidak terulang maka harus menghindari hal-hal yang membuatnya terbelah, misalnya seperti menghindarkan politisasi identitas agama, suku, ras dan golongan, bahkan ideologi tertentu. Hal-hal ini jika ditarik dalam urusan politik terlalu dalam akan menimbulkan pembelahan.

Cara selanjutnya adalah menghadirkan negara dengan segala kekuatan pranatanya, namun tidak ikut terlibat dalam kontestasi. “Ini penting agar kita tidak terlibat dalam subjektivikasi politik yang akhirnya ketika terjadi pembelahan menyebabkan negara tidak bisa menjadi kekuatan yang berwibawah,” ungkapnya.

Kewibawaan negara ini penting sebagai penengah atas terjadinya pembelahan yang menyebabkan ketidakseimbangan tubuh bangsa akibat polarisasi politik. Kewibawaan tersebut akan hilang jika negara ikut serta dalam kontestasi.

Selain itu, untuk mencegah kejadian pembelahan sebagaimana pemilu 2019, menurutnya kekuatan masyarakat seperti organisasi keagamaan, termasuk Muhammadiyah supaya menjaga jarak dari kontestasi itu. Terkait ini, Muhammadiyah konsisten berada pada posisinya menjaga jarak.

“Terakhir tentu kita ingin lahirnya para elit siapapun yang diusung partai manapun, baik di partai politik, di kekuatan-kekuatan masyarakat yang menjadi penyangga dari kontestasi, baik dari relawan maupun calon eksekutif betul-betul menjadi negarawan,” tuturnya.

“Saat ini menciptakan ruang publik untuk kontestasi 2024 itu adalah ajang para negarawan untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, di atas kepentingan diri, kelompok, kroni, dinasti dan orientasi kekuasaan yang tak berkesudahan,” tegas Haedar.

Menghadapi kontestasi politik 2024, Guru Besar Sosiologi ini mengingatkan tentang pentingnya persatuan bangsa yang satu paket dengan Bhineka Tunggal Ika. Dialektika antara perbedaan dan persatuan ini tidak mudah, oleh karena itu memerlukan manajemen.Isu Strategis Muktamar 48 Tegaskan Pandangan dan Posisi Muhammadiyah di Tahun Politik 2024

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA– Menjelang tahun politik 2024, Muhammadiyah menegaskan posisinya dan pandangannya terhadap hal itu yang dituangkan ke dalam poin di dalam materi isu-isu strategis Muktamar ke-48 Muhammadiyah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam acara Media Gathering, Senin (7/11) di Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta menuturkan bahwa, masalah tahun politik 2024 tergabung dalam sembilan isu-isu strategis tentang kebangsaan.

Dalam isu suksesi kepemimpinan, Muhammadiyah memandang bahwa pemilu 2024 merupakan kontestasi yang krusial. Haedar berharap pada pemilu nanti ada suasana baru yang membedakannya dengan tahun 2019, dimana pemilu menyisakan ‘pertikaian’ yang seakan tak berujung.

“Apa sih suasana baru itu ? Pertama, kita tidak mengulangi lagi yang selama ini kita resahkan bersama, dan pembelahan politik,” ucapnya.

Menurut Haedar, cara agar kejadian serupa tidak terulang maka harus menghindari hal-hal yang membuatnya terbelah, misalnya seperti menghindarkan politisasi identitas agama, suku, ras dan golongan, bahkan ideologi tertentu. Hal-hal ini jika ditarik dalam urusan politik terlalu dalam akan menimbulkan pembelahan.

Cara selanjutnya adalah menghadirkan negara dengan segala kekuatan pranatanya, namun tidak ikut terlibat dalam kontestasi. “Ini penting agar kita tidak terlibat dalam subjektivikasi politik yang akhirnya ketika terjadi pembelahan menyebabkan negara tidak bisa menjadi kekuatan yang berwibawah,” ungkapnya.

Kewibawaan negara ini penting sebagai penengah atas terjadinya pembelahan yang menyebabkan ketidakseimbangan tubuh bangsa akibat polarisasi politik. Kewibawaan tersebut akan hilang jika negara ikut serta dalam kontestasi.

Selain itu, untuk mencegah kejadian pembelahan sebagaimana pemilu 2019, menurutnya kekuatan masyarakat seperti organisasi keagamaan, termasuk Muhammadiyah supaya menjaga jarak dari kontestasi itu. Terkait ini, Muhammadiyah konsisten berada pada posisinya menjaga jarak.

“Terakhir tentu kita ingin lahirnya para elit siapapun yang diusung partai manapun, baik di partai politik, di kekuatan-kekuatan masyarakat yang menjadi penyangga dari kontestasi, baik dari relawan maupun calon eksekutif betul-betul menjadi negarawan,” tuturnya.

“Saat ini menciptakan ruang publik untuk kontestasi 2024 itu adalah ajang para negarawan untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, di atas kepentingan diri, kelompok, kroni, dinasti dan orientasi kekuasaan yang tak berkesudahan,” tegas Haedar.

Menghadapi kontestasi politik 2024, Guru Besar Sosiologi ini mengingatkan tentang pentingnya persatuan bangsa yang satu paket dengan Bhineka Tunggal Ika. Dialektika antara perbedaan dan persatuan ini tidak mudah, oleh karena itu memerlukan manajemen yang baik.

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share by Mail
https://www.unisayogya.ac.id/berita/wp-content/uploads/sites/5/2017/03/unisa-cetak-lulusan.jpg 775 1378 https://www.unisayogya.ac.id/berita/wp-content/uploads/sites/5/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png 2022-11-08 11:11:062022-11-08 11:11:06Isu Strategis Muktamar 48 Tegaskan Pandangan dan Posisi Muhammadiyah di Tahun Politik 2024
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X Logo X Logo Followon X RSS Feed Logo RSS Feed Logo Subscribeto RSS Feed

Facebook

Berita Terkini

  • Grassroot Football 1 579x1030
    UNISA Yogyakarta Dukung Pembinaan Atlet Sepakbola Usia Dini di Grassroot Football Festival2023-09-04-4 - 11:37 am
  • Humas Unisa 2 1030x579
    Humas UNISA Yogyakarta Raih Penghargaan MPKU Award 20232023-09-04-4 - 9:27 am
  • AMI 2023 3 1030x579
    Menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul : UNISA Yogyakarta Gelar AMI 20232023-08-31-4 - 10:02 am
  • Saxion University 3 1030x686
    UNISA Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah International Internship Program 20232023-08-30-4 - 2:20 pm
  • IMG
    Tingkatkan Peran Remaja Mencegah Stunting, UNISA Yogyakarta adakan  program  PEDE PENTING di PIK-R SAHAJA SMPN 1 Gamping2023-08-30-4 - 9:49 am

MEDIA SOSIAL

Selalu ikuti berita terbaru dari Unisa Yogya

Berita Terbaru

  • Grassroot Football 1 579x1030
    UNISA Yogyakarta Dukung Pembinaan Atlet Sepakbola Usia Dini di Grassroot Football Festival2023-09-04-4 - 11:37 am
  • Humas Unisa 2 1030x579
    Humas UNISA Yogyakarta Raih Penghargaan MPKU Award 20232023-09-04-4 - 9:27 am
  • AMI 2023 3 1030x579
    Menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul : UNISA Yogyakarta Gelar AMI 20232023-08-31-4 - 10:02 am
  • Saxion University 3 1030x686
    UNISA Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah International Internship Program 20232023-08-30-4 - 2:20 pm
  • IMG
    Tingkatkan Peran Remaja Mencegah Stunting, UNISA Yogyakarta adakan  program  PEDE PENTING di PIK-R SAHAJA SMPN 1 Gamping2023-08-30-4 - 9:49 am

Tag

aisyiyah alumni alumni unisa alumni unisa yogyakarta bangga jadi unisa bangga menajdi unisa bangga menjadi unisa banggamenjadiunisa banggamenjadi unisa beasiswa BEASISWA UNISA berita bidan info jogja kampus kebidanan kerja kesehatan kuliah kursus lowongan lowongan bidan lowongan kerja tenaga kesehatan lowongan nakes mahasiswa muhammadiyah nasional pelatihan pengalaman perawat pmb rekruitment rekrutmen sarjana sekolah seminar unisa UNISA YK unisa yogya unisayogya unisa yogyakarta universitas universitas aisyiyah yogyakarta
Unisa Yogya

Kampus Terpadu:

Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199, Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - powered by Enfold WordPress Theme
  • Link to X
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
  • Link to Facebook
Link to: Haedar Sampaikan Pandangan Muhammadiyah Soal Rezimentasi Agama Link to: Haedar Sampaikan Pandangan Muhammadiyah Soal Rezimentasi Agama Haedar Sampaikan Pandangan Muhammadiyah Soal Rezimentasi Agama Link to: 3 Alumni Ners Unisa Yogya Ikuti Magang Profesional Link to: 3 Alumni Ners Unisa Yogya Ikuti Magang Profesional 3 Alumni Ners Unisa Yogya Ikuti Magang Profesional
Scroll to top Scroll to top Scroll to top