{"id":14377,"date":"2022-03-04T16:44:47","date_gmt":"2022-03-04T09:44:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/?p=5586"},"modified":"2022-03-04T16:44:47","modified_gmt":"2022-03-04T09:44:47","slug":"ketum-pp-muhammadiyah-hadiri-baitul-arqam-unisa-yogya-bahas-kepemimpinan-transformatif-profetik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/ketum-pp-muhammadiyah-hadiri-baitul-arqam-unisa-yogya-bahas-kepemimpinan-transformatif-profetik\/","title":{"rendered":"Ketum PP Muhammadiyah Hadiri Baitul Arqam UNISA Yogya, Bahas Kepemimpinan Transformatif Profetik"},"content":{"rendered":"\n<p>Ditengah kesibukan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir., M.Si., menyempatkan diri menghadiri Baitul Arqam Pimpinan Universitas \u2018Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta via&nbsp;<em>Zoom Meeting<\/em>, Jum\u2019at (04\/03). Menyampaikan materi \u201cKepemimpinan Transformatif Profetik\u201d, yang dimoderatori oleh Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag.,M.A, menjadikan tanya-jawab dengan peserta berlangsung hangat dan seru.<\/p>\n\n\n\n<p>Materi diawali oleh moderator bahwa krisis kepemimpinan saat ini sangat dirasakan. \u201cBanyak orang sekarang yang belum andil baik dalam pemikiran maupun kepemimpinan, gejala-gejalanya bisa dirasakan saat ini,\u201d jelas Muhammad Ikhwan. \u201cTentunya kegiatan hari ini di Unisa sangat menggunggah untuk kemajuan kedepannya,\u201d terus Muhammad Ikhwan. Pasca pengantar tersebut Haedar Nashir, melanjutkan dan masuk pembahasan materi kepemimpinan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pemaparannya&nbsp;&nbsp;Prof. Dr. KH. Haedar Nashir., M.Si., menjelaskan tugas pemimpin memberikan jalan serta memberikan arah untuk orang yang tersesat. Mampu memberikan solusi yang dianggap efektif. Fungsi pemimpin juga disebut&nbsp;<em>direct<\/em>&nbsp;yaitu memerintah dan melakukan sesuatu yang bersifat langsung. Dari berbagai konsep dasar seperti itu betapa pentingnya pemimpin itu. Ibarat kepala di tubuh kita.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKata pepatah \u2018ikan busuk dimulai dari kepala\u2019 artinya adalah baik buruknya sebuah bangsa, umat, lingkungan, komunitas, itu semua tergantung kepada pemimpinnya,\u201d jelas Haedar Nashir.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenal kepemimpinan transformatif yang berasal dari kata transform, yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan. Seorang pemimpin dengan tindakannya membawa kearah perubahan sejatinya itulah kepemimpinan transformatif. Kepemimpinan transformatif dan karismatik merupakan hal yang berbeda. Kepemimpinan karismatik adalah apa yang di konstruksikan oleh orang atau masyarakat sebagai karisma, sehingga dengan kata lain pemimpin tersebut biasa saja, namun oleh khalayak ramai ia di agung-agungkan. Tetapi baik pikiran maupun alamiah, kepemimpinan karismatik memiliki daya tarik kepada seseorang untuk mengikuti pemimpin tersebut dan memiliki daya untuk perilaku apa yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek dari kepemimpinan transformatif terdapat beberapa poin. Pertama, memiliki aspek kreatif yaitu pemimpin melakukan sesuatu diluar cara berfikir orang dalam hal berkarya yang mampu menghasilkan kreasi, orang yang mampu menciptakan hal baru. Kedua yaitu kepemimpinan yang inovatif yang mampu melahirkan terobosan baru dalam ide dan karya-karyanya. Ketiga yaitu kepemimpinan yang bisa melakukan&nbsp;<em>recovery<\/em>&nbsp;yaitu memperbarui. Contohnya di era pandemi saat ini mencoba melakukan perubahan baru. Keempat, adanya progress yaitu kemajuan yang bisa diukur. \u201cHarapannya di perguruan tinggi kita mampu mengembangkan 4 aspek kepemimpinan ini,\u201d tutur Haedar Nashir.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepemimpinan profetik merupakan kepemimpinan kenabian yang berorientasi pada nabi. Proyeksi dari ukhuwah, yaitu proyeksi dari apa yang dilakukan Nabi dalam memimpin dunia. Profesor Haedar juga menjelaskan bahwa ada dua substansi dalam hal tersebut, pertama, dalam menegakkan nilai-nilai agama Islam. Ada nilai metafisik dan nilai agama yang punya potensi Habluminallah dan Habluminannas.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada nilai pola perilaku yaitu bagaimana seseorang bertindak yang terpuji dan baik dan tidak berkata yang bersifat mudharat. Nilai ini mampu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga agama bukan hanya dogma ajaran tetapi mengaktual juga. Nabi membuktikan dengan menerapkan nilai-nilai agama Islam. \u201cHal ini bisa dibuktikan di Unisa dengan makna Islam dan Kemuhammadiyahan di jalankan, tidak hanya internalisasi tapi melimpahkan di institusional Unisa juga,\u201d lanjut Profesor Haedar.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang kedua,&nbsp;&nbsp;yaitu dimensi duniawi. Kepemimpinan Profetik juga mengurus Muammalah. Tidak benar ketika pengurus muslim menjadi anti dunia, harus diseimbangkan. Namun caranya berbeda dengan orang yang hanya berorientasi pada dunia. Harus memadukan urusan dunia dan akhirat. Kuncinya adalah Sidiq, Amanah, Tabliq, dan Fatonah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetiap pememimpin itu harus belajar termasuk belajar dari kesalahan dan harus membaca. Sebagai pemimpin perguruan tinggi ikuti perkembangan berita dari media sosial, dari buku, hasil penelitian, dan sebagainya untuk bahan belajar. Kepemimpinan profetik dimulai dari hal kecil sampai hal besar,\u201d Tutup Haedar Nashir.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-3 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/sites\/7\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-2-1030x579.jpeg\" alt=\"\" data-id=\"5587\" data-full-url=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/sites\/7\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-2.jpeg\" data-link=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/?attachment_id=5587\" class=\"wp-image-5587\" \/><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1030\" height=\"579\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/sites\/7\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-3-1030x579.jpeg\" alt=\"\" data-id=\"5588\" data-full-url=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/sites\/7\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-3.jpeg\" data-link=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/?attachment_id=5588\" class=\"wp-image-5588\" srcset=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-3-1030x579.jpeg 1030w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-3-300x169.jpeg 300w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-3-768x432.jpeg 768w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-3-705x397.jpeg 705w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-3.jpeg 1152w\" sizes=\"auto, (max-width: 1030px) 100vw, 1030px\" \/><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/sites\/7\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16-1030x579.jpeg\" alt=\"\" data-id=\"5589\" data-full-url=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/sites\/7\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2022-03-04-at-16.40.16.jpeg\" data-link=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/?attachment_id=5589\" class=\"wp-image-5589\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditengah kesibukan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir., M.Si., menyempatkan diri menghadiri Baitul Arqam Pimpinan Universitas \u2018Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta via&nbsp;Zoom Meeting, Jum\u2019at (04\/03). Menyampaikan materi \u201cKepemimpinan Transformatif Profetik\u201d, yang dimoderatori oleh Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag.,M.A, menjadikan tanya-jawab dengan peserta berlangsung hangat dan seru. Materi diawali oleh moderator bahwa krisis kepemimpinan saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":5588,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"slim_seo":{"title":"Ketum PP Muhammadiyah Hadiri Baitul Arqam UNISA Yogya, Bahas Kepemimpinan Transformatif Profetik - Universitas Aisyiyah Yogyakarta","description":"Ditengah kesibukan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir., M.Si., menyempatkan diri menghadiri Baitul Arqam Pimpinan Universitas \u2018"},"footnotes":""},"categories":[978],"tags":[],"class_list":["post-14377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14377"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14377\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}