{"id":15318,"date":"2023-10-23T10:07:20","date_gmt":"2023-10-23T03:07:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/?p=15318"},"modified":"2023-10-23T10:07:23","modified_gmt":"2023-10-23T03:07:23","slug":"aisyiyah-gandeng-kppa-gelar-workshop-bahas-isu-kekerasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/aisyiyah-gandeng-kppa-gelar-workshop-bahas-isu-kekerasan\/","title":{"rendered":"Peduli Soal Isu Kekerasan : PP `Aisyiyah Gandeng KPPA Gelar Workshop"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/aisyiyah.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">`Aisyiyah<\/a> merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang telah memasuki abad kedua, telah memperkuat komitmennya untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan publik serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebagai bagian dari upaya ini, Pimpinan Pusat <em>`Aisyiyah<\/em> (PPA) berkolaborasi dengan <em>Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak<\/em> (KPPA) dalam sebuah workshop pelatihan yang bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada tenaga kesehatan mengenai isu-isu kekerasan seksual. Workshop ini diadakan pada tanggal 21 hingga 22 Oktober 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutan ketua panitia workshop <em>Widyastuti, M. Hum<\/em>, mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah isu yang sangat serius dan meningkat secara signifikan, dengan peningkatan sebanyak 50 persen. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya serius dalam hal sosialisasi dan penanganan. Kerjasama antara PP `<em>Aisyiyah<\/em> dan <em>KPPA<\/em> bertujuan untuk mengatasi masalah kekerasan seksual dari sumbernya hingga penanganannya.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\">Dr. Warsiti, M.Kep.Sp.Mat, selaku ketua Majelis Kesehatan PP &#8216;Aisyiyah<\/a> menyoroti peran penting tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada korban kekerasan. Dia menjelaskan bahwa sering kali korban kekerasan tidak dapat atau terbatas dalam menyampaikan informasi kepada tenaga kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPara tenaga kesehatan perlu belajar bagaimana memberikan pelayanan yang lebih baik, termasuk pendampingan psikologis, untuk mendukung korban kekerasan. Tujuannya adalah agar tenaga kesehatan tidak hanya memulangkan pasien kekerasan begitu saja, tetapi juga dapat memberikan rujukan yang tepat,\u201d ujar Warsiti.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Sambutan Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak<\/em><em>, <\/em><em>Eni Widiyanti, SE., MPP., M.SE<\/em><em>,<\/em> menjelaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah kewajiban negara, dan harus ada <em>zero tolerance<\/em> terhadap kekerasan. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan sangat tinggi, dengan sekitar 1 dari 4 perempuan mengalami kekerasan selama hidupnya. Salah satu tantangan adalah memastikan bahwa data pelaporan kekerasan dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan bantuan kepada korban dan memberikan efek jera kepada pelaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Umum PP \u2018Aisyiyah, Salmah Orbayinah menyampaikan bahwa komitmen \u2018Aisyiyah untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual pada perempuan dan anak sudah menjadi perhatian sejak awal berdirinya. Komitmen ini diperkuat lagi dengan komitmen perempuan berkemajuan di Muktamar ke-48 \u2018Aisyiyah pada tahun 2022 yang salah satunya adalah tentang komitmen untuk peduli terhadap masalah kemanusiaan universal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak hanya kepekaan \u2018Aisyiyah pada persoalan dunia namun yang terpenting \u2018Aisyiyah berdiri dan hadir dalam isu-isu pembelaan kaum yang membutuhkan, salah satunya mereka yang menjadi korban kekerasan seksual,\u201d ucap Salmah. Workshop yang dihadiri 75 peserta yang sebagian dari perwakilan majelis kesehatan wilayah PP `Aisyiyah ini, merupakan langkah penting dalam upaya memerangi kekerasan seksual dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada tenaga kesehatan tentang pencegahan dan penanganan kasus tersebut. &#8216;Aisyiyah dan KPPA berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan perlindungan hak perempuan dan anak serta mendorong peran perempuan dalam pembangunan dan kebijakan publik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1030\" height=\"686\" data-id=\"15320\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-2-1030x686.jpg\" alt=\"isu kekerasan\" class=\"wp-image-15320\" srcset=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-2-1030x686.jpg 1030w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-2-705x470.jpg 705w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-2.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1030px) 100vw, 1030px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1030\" height=\"686\" data-id=\"15319\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-1-1030x686.jpg\" alt=\"isu kekerasan\" class=\"wp-image-15319\" srcset=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-1-1030x686.jpg 1030w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-1-705x470.jpg 705w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/10\/Isu-kekerasan-1.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1030px) 100vw, 1030px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>`Aisyiyah merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang telah memasuki abad kedua, telah memperkuat komitmennya untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan publik serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebagai bagian dari upaya ini, Pimpinan Pusat `Aisyiyah (PPA) berkolaborasi dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) dalam sebuah workshop pelatihan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"slim_seo":{"title":"Peduli Soal Isu Kekerasan : PP `Aisyiyah Gandeng KPPA Gelar Workshop - Universitas Aisyiyah Yogyakarta","description":"`Aisyiyah merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang telah memasuki abad kedua, telah memperkuat komitmennya untuk mendorong partisipasi perempua"},"footnotes":""},"categories":[107,978],"tags":[171,344,1004,207],"class_list":["post-15318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-news","tag-aisyiyah","tag-banggamenjadiunisa","tag-beunisa","tag-unisayogya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15321,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15318\/revisions\/15321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}