{"id":18724,"date":"2022-07-20T08:22:23","date_gmt":"2022-07-20T01:22:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/?p=18724"},"modified":"2022-07-20T08:22:25","modified_gmt":"2022-07-20T01:22:25","slug":"dosen-unisa-yogyakarta-bersama-mahasiswa-usung-dahsat-sebagai-solusi-mengatasi-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/dosen-unisa-yogyakarta-bersama-mahasiswa-usung-dahsat-sebagai-solusi-mengatasi-stunting\/","title":{"rendered":"Dosen Unisa Yogyakarta Bersama Mahasiswa Usung \u201cDAHSAT\u201d sebagai solusi mengatasi Stunting"},"content":{"rendered":"\n<p>Apa itu Stunting?<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini sudah banyak yang membahas tentang Stunting. Namun apakah benar semua sudah mengetahui apa itu stunting? Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak. Gangguan tersebut disebabkan karena kekurang gizi dalam jangka waktu yang lama (kronis), yakni tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu prioritas pemerintah saat ini adalah penanganan stunting. Upaya yang sedang digencarkan di Indonesia merupakan bentuk pencegahan agar stunting tidak lagi terjadi. Oleh karena itu, perlu kerjasama dan kesadaran warga masyarakat akan pentingnya memutus mata rantai stunting. Kita berharap anak-anak Indonesia tanpa stunting akan tumbuh optimal, kreatif, cerdas, dan mampu bersaing secara global. Menurut Menkes RI, ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah stunting, yaitu perbaikan pemenuhan nutrisi, pola asuh anak, sanitasi lingkungan dan akses air bersih<strong>.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai salah satu upaya tersebut, Dosen <a href=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/\">Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta<\/a>, Ririn Wahyu Hidayati dari Program Studi Gizi melakukan pendampingan kader dan penyuluhan di Dusun Klaci I, Kelurahan Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diksanakan bersama dengan tim mahasiswa KKN Tematik Stunting Unisa Yogyakarta yang diketuai oleh Shafa Ramadhita dari Program Studi Gizi <a href=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/id\/\">Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta<\/a>. Kegiatan dilakukan selama satu bulan dari 13 Juni 2022 sampai 11 Juli 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan kegiatan \u201cDAHSAT\u201d (Dapur Sehat Atasi Stunting) tanggal 28 Juni 2022 bersama kader dan orang tua balita, khususnya balita yang terdiagnosa stunting.&nbsp; Hasil kegiatan ini selanjutnya dibuatlah <em>booklet<\/em> menu \u201cDAHSAT. Kegiatan selanjutnya adalah pendampingan kader posyandu dalam menerapkan prinsip 5 meja pada tanggal 4 Juli 2022 dan dilanjutkan praktik langsung pada saat pelaksanaan Posyandu tanggal 5 Juli 2022. Kegiatan dilakukan secara berkesinambungan dengan harapan informasi dapat langsung diterapkan oleh kader. \u201c<em>Kegiatan ini kami susun bersama mahasiswa KKN Unisa Yogyakarta, sedemikian rupa berurutan dengan harapan materi yang sudah disampaikan itu dapat langsung diaplikasikan<\/em>,\u201d ujar Ririn Wahyu Hidayati.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai tanggapan, Kepala Dusun Klaci I menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ririn Wahyu Hidayati dan tim KKN Tematik Stunting Unisa Yogyakarta yang telah memberikan kontribusi besar untuk para kader, dan masyarakat pada umumnya. Terutama dalam hal mengatasi <a href=\"https:\/\/suaraaisyiyah.id\/solusi-stunting-dalam-perspektif-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">stunting<\/a> di Dusun Klaci 1, yang berupa pendampingan kader posyandu, penyuluhan Kesehatan, mengembangkan menu hingga pembuatan <em>booklet<\/em>. \u201c<em>Alhamdulillah, terimakasih banyak ilmunya untuk masyarakat kami<\/em>, <em>InsyaAllah ini semua sangat bermanfaat untuk kami bisa berkembang lebih baik ke depannya<\/em>,\u201d ujarnya. Perlu digarisbawahi bahwa kondisi stunting tidak hanya secara estetik badan pendek saja, namun kondisi ini sangatlah berkaitan dengan kemampuan berfikir. Kondisi anak stunting, susunan syaraf otak tidak dapat berkembang optimal. Sedangkan otak sebagai pengatur kerja tubuh. Dapat dibayangkan, jika otak tidak berkembang dengan baik maka perintah yang disampaikan ke seluruh tubuh tidak akan tersampaikan dengan baik. Akibatnya tubuh akan tumbuh tidak optimal sesuai dengan usianya. Stunting menjadi PR bersama, kita pustus mata rantai stunting dari berbagai arah melalui \u201cDAHSAT\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/berita\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/sites\/5\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-07-20-at-08.08.11-773x1030.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-14648\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Stunting? Saat ini sudah banyak yang membahas tentang Stunting. Namun apakah benar semua sudah mengetahui apa itu stunting? Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak. Gangguan tersebut disebabkan karena kekurang gizi dalam jangka waktu yang lama (kronis), yakni tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Salah satu prioritas pemerintah saat ini adalah penanganan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":18725,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"slim_seo":{"title":"Dosen Unisa Yogyakarta Bersama Mahasiswa Usung \u201cDAHSAT\u201d sebagai solusi mengatasi Stunting - Universitas Aisyiyah Yogyakarta","description":"Apa itu Stunting? Saat ini sudah banyak yang membahas tentang Stunting. Namun apakah benar semua sudah mengetahui apa itu stunting? Stunting merupakan gangguan"},"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-18724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18726,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18724\/revisions\/18726"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}