{"id":19085,"date":"2023-12-15T08:01:19","date_gmt":"2023-12-15T01:01:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/?p=19085"},"modified":"2023-12-15T08:01:44","modified_gmt":"2023-12-15T01:01:44","slug":"rekayasa-genetika-tanaman-dan-hewan-dalam-isla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/rekayasa-genetika-tanaman-dan-hewan-dalam-isla\/","title":{"rendered":"Integrasi Islam dan Sains : Rekayasa Genetika Tanaman dan Hewan dalam Islam"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Yogyakarta, 12 Desember 2023 \u2013 <\/strong>Kajian rutin yang diselenggarakan <a href=\"https:\/\/lppi.unisayogya.ac.id\">Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam<\/a> (LPPI) <a href=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\">UNISA Yogyakarta<\/a> pada seri ke 41 kali ini mengusung tema yang menarik yaitu \u201c<em>Rekayasa Genetika Tanaman dan Hewan Dalam Islam<\/em>\u201d membahas bagaimana di era modern seperti sekarang ini para ilmuawan mencoba merekayasa sel genetik pada tanaman dan hewan sehingga bisa merubah bentuk genetiknya tidak seperti aslinya, yang dapat mempengaruhi dari segi bentuk, warna, manfaat dan hal lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perekayasaan genetik pada tanaman dan hewan dilihat melalui kajian agama islam dan mencoba melihat adanya integrasi dan interkoneksi sains dengan Islam. Dalam dunia modern saat ini melakukan rekayasa genetik paling sering difungsikan pada bidang perkebunan dan perternakan. Namun, tidak menutup pada bidang-bidang lainya untuk juga melakukan rekayasa gentik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembahasan kajian kali ini dibawakan oleh Arif Bimantara, S.Pi., M.Biotech (Kaprodi S1 Bioteknologi UNISA Yogyakarta). Materi tersebut berdasarkan hasil penelitian bersama dengan dosen AIK UNISA yang disusun dalam buku <em>\u201cRekayasa Genetik Tanaman Dan Hewan Dalam Islam\u201d <\/em>&nbsp;yang akan segera diterbitkan. Dalam materinya beliau menjelaskan <em>\u201cAllah menciptakan makhluk didunia ini sangat sempurnah hingga bagian terkecil yang ada didalam setiap makhluknya, dan itu dibuktikan melalui pengamatan sains yang melihat kromosom dalam tubuh manusia tertata dan tersusun sedemikian rapih\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Genom manusia, memiliki kandungan 23 molekul DNA yang disebut sebagai kromosom. Setiap DNA mengandung 500.000 sampai 2,5 juta pasangan nukleotida. Ukuran molekul DNA ini panjangnya sampai 1.7 cm sampai 8.5 cm, jika dibentangkan rata-rata ukurannya hingga 5.cm. Tubuh manusia memiliki 37 triliun sel, maka jika suluruh DNA pada manusia diuraikan atau dibentangkan bisa sepanjang matahari hingga pluto. Maha kuasa Allah SWT. Mampu menyusun dengan sedemikian tersusun dan rapih dalam ciptaanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Rekayasa genetik sudah pernah dilakukan pada zaman Rasulullah SAW. yang dilakukan oleh para sahabatnya. Di antara buktinya adalah hadits dari Anas tentang mengawinkan kurma. Suatu ketika Nabi <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> melewati sahabatnya yang sedang mengawinkan kurma. Lalu beliau bertanya, \u201cApa ini?\u201d Para sahabat menjawab, \u201cDengan begini, kurma jadi baik, wahai Rasulullah!\u201d Beliau <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> lalu bersabda. <em>\u201cSeandainya kalian tidak melakukan seperti itu pun, niscaya kurma itu tetaplah bagus.\u201d<\/em> Setelah beliau berkata seperti itu, para sahabat tidak mengkawinkan kurma tersebut sehingga kualitas kurma yang menjadi jelek, lalu Nabi \u201cKenapa kurma itu bisa jadi jelek seperti ini?\u201d Kata mereka, \u201cWahai Rasulullah, Engkau telah berkata kepada kita begini dan begitu\u2026\u201d Kemudian beliau <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda, <em>\u201cKamu lebih mengetahui urusan duniamu.\u201d<\/em> (HR. Muslim, no. 2363)<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan penutup dalam kajian ini \u201cBahwa rekayasa genetika dalam islam diperbolehkan asal membawa manfaat untuk kemaslahatan umat dan tidak membawa ke mudharatan\u201d ujar Arif Bimantara S.Pi., M.Biotech<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian rutin seri ke-41 ini diharapkan menambah khazanah keilmuan untuk seluruh civitas akademika\u00a0 UNISA Yogyakarta dan mendorong agar semangat belajar dalam meraih ilmu dunia. <\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Rio Aditya Pratama, S.A.P<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1030\" height=\"1030\" data-id=\"19087\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1-1030x1030.jpg\" alt=\"rekayasa genetika\" class=\"wp-image-19087\" srcset=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1-1030x1030.jpg 1030w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1-80x80.jpg 80w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1-768x768.jpg 768w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1-36x36.jpg 36w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1-180x180.jpg 180w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1-705x705.jpg 705w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1.jpg 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1030px) 100vw, 1030px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1030\" height=\"1030\" data-id=\"19086\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1030x1030.jpg\" alt=\"rekayasa genetika\" class=\"wp-image-19086\" srcset=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-1030x1030.jpg 1030w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-80x80.jpg 80w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-768x768.jpg 768w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-36x36.jpg 36w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-180x180.jpg 180w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika-705x705.jpg 705w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-content\/uploads\/sites\/16\/2023\/12\/rekayasa-genetika.jpg 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1030px) 100vw, 1030px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 12 Desember 2023 \u2013 Kajian rutin yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UNISA Yogyakarta pada seri ke 41 kali ini mengusung tema yang menarik yaitu \u201cRekayasa Genetika Tanaman dan Hewan Dalam Islam\u201d membahas bagaimana di era modern seperti sekarang ini para ilmuawan mencoba merekayasa sel genetik pada tanaman dan hewan sehingga bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19086,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"slim_seo":{"title":"Integrasi Islam dan Sains : Rekayasa Genetika Tanaman dan Hewan dalam Islam - Universitas Aisyiyah Yogyakarta","description":"Yogyakarta, 12 Desember 2023 \u2013 Kajian rutin yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UNISA Yogyakarta pada seri ke 41 kali ini mengus"},"footnotes":""},"categories":[107,978],"tags":[171,344,1004,207],"class_list":["post-19085","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-news","tag-aisyiyah","tag-banggamenjadiunisa","tag-beunisa","tag-unisayogya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19085","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19085"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19085\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19088,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19085\/revisions\/19088"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19085"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19085"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19085"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}