Berikut Dokumen Skirining untuk Vaksinasi Covid-19 Dosis ke-2 di UNISA Yogyakarta.

SILAHKAN DOWNLOAD 2 (DUA) FILE DI BAWAH :

Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) mengirimkan lima belas mahasiswa untuk magang di Akademi Sepakbola Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (ASHW UMY). Selama ini, Unisa telah melalukan kerja sama dengan PSS Sleman untuk fisioterapi.

Lima belas mahasiswa Fisioterapi yang magang akan menjadi bagian dari PSHW UMY dalam menjalani Liga 3 dan Piala Suratin. “Dengan adanya fisioterapis, kami berharap kebugaran pemain akan terus terjaga,” jelas Koco Pramono, pelatih PSHW UMY.

Kerjasama ini sekaligus menunjukan soliditas Muhammadiyah – ‘Aisyiyah dalam pengembangan sepakbola.

Sumber : https://ashw.umy.ac.id/mahasiswa-fisioterapi-unisa-magang-di-ashw-umy/

5 Pemain Hizbul Wathan Football Club (HWFC) Jawa Timur yang akan berkompetisi di Liga 2 berkunjung ke Klinik Fisioterapi Universitas `Aisyiyah Yogyakarta untuk melakukan Screening, Rabu (22/09).

Setelah kemenangan telak 8-1 atas PS Satria Adikarta dalam laga persahabatan untuk persiapan perhelatan Liga 2, lima pemain HWFC mengalami sedikit gangguan di lututnya. Presiden HWFC Suli Da`im segera mengintruksikan kelima pemainya untuk melakukan screening ke klinik Fisioterapi Unisa Yogyakarta.

“Bersyukur kita mempunyai banyak jejaring di persyarikatan, salah satunya Unisa Yogyakarta ini yang bisa membantu pemain dalam penanganan cedera,” ucap Suli Da`im.

Mohammad Ali Jafar, S.Ftr.,Ftr. selaku dosen Fisoterapi Unisa Yogya menjelaskan dari 5 pemain yang datang melakukan screening, mengalami gangguan dibagian otot hamstring, akan tetapi tidak begitu parah dan dapat ditangani oleh tim fisioterapi dari Unisa Yogya.

Menurut Wimba Sutan salah satu pemain dari HWFC mengatakan setelah mendapatkan screening dari para fisioterapis Unisa Yogyakarta, merasakan berkurang sakit yang dialami pada otot bagian belakang paha.

“Sudah mendingan daripada tadi sebelum mendapatkan perawatan disini, dan sakitnya sudah agak berkurang,” tuturnya. Jafar berharap bukan kali ini saja HWFC datang ke Unisa Yogyakarta, akan tetapi nantinya akan ada kerjasama yang terjalin antara Unisa Yogyakarta dengan HWFC melalui fisioterapi ini.

Universitas `Aisyiyah Yogyakarta kembali menggelar prosesi wisuda Pascasarjana, Sarjana, Diploma secara Offline dan Online di Hall gedung B, Selasa (21/09).

Wisuda yang diikuti 369 wisudawan dan wisudawati dari 3 fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat selaku Rektor Unisa Yogyakarta mengatakan merasa bersukur dapat melaksanakan wisuda periode September 2020/2021 untuk pertama kali secara hybrid terbatas secara online dan secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk tetap melakukan pencegahan penyebaran covid-19, serta sekaligus  untuk memulai mengadaptasikan kebiasaan baru pada kegiatan wisuda periode ini,” ucap Warsiti.

Ketua Umum Pimpinan Pusat `Aisyiyah Dr. Hj. Siti Noordjanah Djohantini, M.M., M.Si. yang juga sekaligus ketua pembina harian Unisa Yogya dalam sambutanya menyampaikan berkat ikhtiar dan jerih payah para wisudawan dimasa kondisi pandemi seperti ini, tetap bisa menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa dan akhirnya dapat merasakan kebahagiaan di hari ini. “Dengan gelar yang sudah didapatkan hari ini, jangan lupa untuk selalu berucap syukur kepada Allah SWT, semoga menjadi bisa bermanfaat bagi diri sendiri juga bagi orang lain,” tutur Noordjanah.

Jum’at (17/9), kampus Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menjadi saksi Bedah Buku secara tatap muka pertama kali selama masa Pandemi ini. Bedah Buku “Deteksi Penyakit Sejak Dini”, yang ditulis oleh Dini Nuris Nuraini, S.Si., berhasil terselenggara berkat kerjasama antara DPRD DIY dan Dinas Perpustakaan & Arsip DIY yang menggandeng UNISA Yogyakarta. Menurut Syukron Arif Muttaqin, SE., selaku Anggota DPRD Provinsi DIY, menjelaskan UNISA Yogyakarta selaku Kampus Berwawasan Kesehatan, menjadi lokasi yang representatif untuk bedah buku ini, dimana merupakan kampus yang berbasis kesehatan.

            “Buku ini sebagai upaya pencegahan secara mandiri, serta media untuk sosialisasi kesehatan dan mendorong untuk meningkatkan minat baca buku,” jelas Warsiti,S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat., Rektor UNISA Yogyakarta dalam pembukaan bedah buku. Warsiti juga menegaskan untuk tetap bergerak di masa pandemi ini.

            Syukron menjelaskan dengan pola hidup yang luar biasa saat ini, instant, dan kurangnya bergerak atau berolahraga dari beberapa orang saat selama pandemi, maka dengan buku ini dapat memberikan pencerahan. Terlebih penjelasan yang tertulis di dalam buku mudah dipahami oleh masyrakat luas tentang tanda-tanda penyakit.

            dr.Miranti Dewi Pramaningtyas, M.Sc., yang mewakili penulis buku dalam bedah buku, memaparkan yang perlu digarisbawahi dalam buku Deteksi Penyakit Sejak Dini, bahwa buku tersebut bukanlah pengganti dokter, namun untuk deteksi dini. Maka, penulis pun juga menuliskan pada sampulnya jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan terhadap apapun hasilnya, jika ditemukan kejanggalan dari hasil deteksi, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

            Dosen dari UNISA Yogyakarta pun ikut ambil andil dalam acara bedah buku, yang diwakilkan oleh dr.Joko Murdiyanto. Joko memaparkan bahwa membuat buku seperti ini tidaklah mudah, ciptaan Allah SWT itu sangat kompleks dan sulit. Dalam buku tersebut juga disebutkan oleh penulis yang mengingatkan bahwa buku tersebut bukanlah pengganti dokter dan memberikan saran untuk segera konsultasi ke dokter jika ada sesuatu, hal tersebut sangat bagus. “Terimakasih kepada Ibu Dini Nuris Nuraini telah menuliskan buku ini,” tutup Joko.

            Setelah sekian lama tidak ada kegiatan offline, acara bedah buku ini pun dihadiri oleh Mahasiswa/i UNISA Yogyakarta  dan masyarakat umum dengan kapasitas maksimal 40 orang. Tentunya, seluruh peserta sangat mematuhi protokol kesehatan dengan tetap mengenakan masker dan menjaga jarak di dalam ruangan acara.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta mengadakan Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021 secara daring, Rabu (08/09).

Adapun seminar tersebut mengusung tema “Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Society 5.0 di era adaptasi kebiasaan baru”.

Seminar dibuka dengan sambutan Rektor UNISA Yogyakarta Warsiti, S.Kp., Sp.Mat. Ia mengatakan era Society 5.0 atau Super Smart Society merupakan sebuah konsep perkembangan masyarakat dimana manusia hidup berdampingan dengan teknologi.

“Peran Teknologi ditingkatkan untuk mempermudah manusia dalam berbagai aspek, mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain lain, menuju kualitas hidup masyarakat secara lebih baik,” ucapnya.

Selain Rektor Unisa Yogyakarta, Ketua Majelis dikti Pimpinan Pusat `Aisyiyah Prof. Dr. Ir. Siti Muslimah Widyastuti, M.Sc juga memberikan Keynote speech, dia mengatakan bahwa saat ini dunia pendidikan sedang mengalami masalah yang serius. Dengan perubahan Iptek yang sangat cepat dan kompleks, menuntut untuk lebih mempersiapkan secara matang dalam menghadapi perubahan dunia yang serba cepat ini. Belum lama ini Society 5.0 sedang hangat-hangatnya diperbincangkan.

“Era super smart society (society 5.0) sendiri diperkenalkan oleh Pemerintah Jepang pada tahun 2019, yang dibuat sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0, yang menyebabkan ketidakpastian yang kompleks dan ambigu (VUCA). Dikhawatirkan invansi tersebut dapat menggerus nilai-nilai karakter kemanusiaan yang dipertahankan selama ini,” tuturnya.

Seminar Nasional kali ini mengundang dua narasumber yaitu Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng selaku Plt Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Wantonoro, S.Kep., M.Kep., Sp.KMB., Ph.D sebagai penerima penghargaan Penulis Artikel Ilmiah Berkualitas Tinggi Bidang Kesehatan dan Obat Kemenristek BRIN Tahun 2020, yang juga merupakan Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta. Kegiatan Seminar Nasional ini dihadiri 550 peserta, selain itu juga dibarengi dengan soft launching Jurnal Pengabdian Masyarakat Hayina (Hasil Karya `Aisyiyah untuk Indonesia) oleh LPPM UNISA Yogyakarta.

Universitas Aisyiyah Yogyakarta Gelar Vaksinasi Untuk 6500 Orang Kerjasama dengan TNI POLRI

Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) kembali menggelar vaksinasi sebagai bentuk komitmen membantu pemerintah melakukan vaksinasi bagi masyarakat dan upaya memutus rantai penyebaran Covid 19. Kegiatan vaksinasi kali ini kerjasama dengan TNI POLRI dan Kementrian Kesehatan RI yang akan diselenggarakan pada 25-28 Agustus 2021.

Kegiatan vaksinasi dengan kuota 6500 peserta untuk dosis pertama  rencananya akan dikunjungi oleh Kapolri (Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si), Panglima TNI (Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP), Ketua Umum PP Muhammadiyah (Prof. Dr. Haedar Nashir) dan Ketua Umum PP Aisyiyah (Dr. Noordjannah Djohantini, MM., MSI).

Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk kontribusi nyata UNISA Yogyakarta untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 di DIY. Hal tersebut sebagai upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena Covid-19.

Lebih lanjut Warsiti mengatakan, dengan vaksinasi mendorong terbentuknya kekebalan kelompok  (herd immunity) yang pada akhirnya melindungi dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat secara menyeluruh, sehingga pada akhirnya dapat melangsungkan  aktivitas  pada masa adaptasi kebiasaan baru dan dapat meningkatkan produktivitas.

Vaksinasi yang ditujukan bagi mahasiswa, keluarga dosen & tenaga kependidikan Unisa Yogyakarta, pelajar SMA/SMK dan masyarakat umum di DIY ini didukung penuh oleh TNI POLRI, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Aisyiyah, Muhammadiyah Covid 19 Comman Center (MCCC), PWM DIY khususnya MPKU PWM DIY dan amal usaha kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah yang ada di DIY.  Tim vaksinator terdiri dari tim Unisa Yogyakarta, Dokkes Polda DIY, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah se DIY dan RS UAD.

Sebagai kontribusi dalam penanganan COVID-19, Unisa Yogyakarta juga berupaya bersama dengan pemerintah menyediakan ruang isolasi di asrama kampus Unisa Yogyakarta yang berlokasi di jl. Siliwangi Gamping Sleman. Warsiti  menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi yang baik antar pihak. “Unisa Yogyakarta tentu punya tanggung jawab untuk berperan serta menghadapi persoalan ini. Sehingga dengan kondisi yang sangat sulit ini, kita bisa mengatasi bersama,” katanya.

3 Tenaga Kependidikan UNISA Yogyakarta lolos Program Sertifikasi Kompetensi Teknis Dosen dan Tendik 2021 dari 3.381 orang pendaftar.

Sinta Maharani lolos skema Pranata Humas Penyelia, Basit Adhi Prabowo lolos skema Programmer Database, serta Dewi Rahmawati lolos skema Supervisor Pengadaan Penyeleksian dan Penempatan.

Jumlah calon peserta sertifikasi kompetensi dosen yang masuk ke tahap seleksi sebanyak 580 (lima ratus delapan puluh) orang, dari hasil seleksi dinyatakan lolos sebanyak 305 (tiga ratus lima) orang dosen.

Sementara itu untuk calon peserta sertifikasi kompetensi tenaga kependidikan (tendik) yang masuk ke tahap seleksi sebanyak 370 (tiga ratus tujuh puluh) orang, dan dari hasil seleksi dinyatakan lolos sebanyak 203 (dua ratus tiga) orang tendik.

Sehingga secara keseluruhan jumlah peserta penerima Program Sertifikasi Kompetensi Teknis Dosen dan Tendik Tahun 2021 sebanyak 508 (lima ratus delapan) peserta.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.

Kontributor : (Basit Adi Prabowo).

Dekontaminasi di LLDIKTI Wilayah V

Tim Satgas Covid-19 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, laksanakan dekontaminasi di kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Sabtu (16/1). Sebanyak empat orang dikerahkan untuk melakukan penyemprotan.

Penyemprotan dilaksanakan berdasarkan koordinasi antara LLDIKTI Wilayah V dengan UNISA Yogyakarta dalam mengantisipasi penularan Covid-19. Tim Satgas Covid-19 UNISA Yogyakarta disambut dengan hangat oleh stakeholderLLDIKTI Wilayah V, serta didampingi dalam proses dekontaminasi.

Kurang lebih 50 liter disinfektekan berhasil disemprotkan diseluruh sudut ruangan kantor LLDIKTI Wilayah V. Mulai dari halaman depan, Masjid, hingga ruang pertemuan.

Sebagai kampus berwawasan kesehatan, UNISA Yogyakarta berikhtiar akan tanggap dan gerak cepat dalam membantu menekan angka penularan Covid-19.

Pemimpin Muda Energik Dalam Webinar Nasional Administrasi Publik Unisa

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki energi dan semangat yang tinggi, serta tidak kalah dengan generasi sebelumnya dalam hal kepemimpinan. Inilah kesempatan besar para pemimpin bangsa untuk memanfaatkan daya ungkit kaum muda dalam kancah pemerintahan untuk menopang pembangunan nasional, apalagi permasalahan bangsa kita yang sedang dihadapi saat ini kian kompleks dan menantang.

Melihat hal tersebut Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta menggelar Webinar Nasional bertemakan Kiprah Pemimpin Muda di Masa Pandemi, Sabtu (9/1).

Sigit Purnomo Sa`id, S.AP Wakil Walikota Palu yang biasa kita kenal sebagai Pasha vokalis dari band Ungu, diundang sebagai narasumber dalam webinar nasional ini, dan juga Ketua Prodi Administrasi Publik Unisa Yogya Gerry Katon Mahendra, S.I.P., M.I.P.

Dekan FEISHum Unisa Yogya Mega Ardina,S.P, M.Sc. mengatakan peran pemimpin muda itu sangat besar karena pemimpin muda masih mempunyai semangat yang luar biasa, selain itu lebih melek teknologi, lebih kreatif dan inovatif. “Bersama bapak Sigit Purnomo dan bapak Gerry, kita akan mengetahui bagaimana para pemimpin muda ini menjadi agen of chance dimasa pandemi Covid-19 ini,” ucap Mega.

Gerry dalam paparanya menyampaikan faktor kepemimpinan sangat berpengaruh dalam mementukan arah kebijakan dalam mengatasi pandemi Covid-19, karena dapat berdampak kepada semua masyarakat yang ada. “Kita bisa lihat contohnya sebelum pemilu bulan Desember lalu bahwa pandemi ini trennya menurun, secara momentum bukan secara data ilmiah, dimana pemberitaan agak turun dan informasi tidak semasif biasanya,” ujar Gerry.

Kepemimpinan muda di masa pandemi yang dipaparkan oleh Sigit Purnomo mengutarakan bahwa pemimpin muda cenderung produktif, agresif dan juga mempunyai pemikiran baru, pemimpin pemipin yang tua atau yang usianya diatas 50 dan 60 juga sama, akan tetapi perbedaanya pemimpin muda memiliki energi yang lebih dibandingkan dengan pemimpin usia lanjut.

“Salah satu pemikiran pemimpin muda yaitu cara bertindak dan tanggap, harus berani bertanggung jawab dan berani mengambil resiko, karena seorang pemimpin tidak akan lari dari tanggung jawab,” ucap Sigit mengenai dirinya yang siap jadi orang pertama yang diberi vaksin.

Webinar Nasional yang diadakan melalui platform Zoom ini dihadiri 160 peserta, dan para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya kepada para narasumber mengenai tema yang ada dalam webinar.

(Adi Humas)