Foto seminar bk

Seminar Guru BK: Pendidikan Karakter Remaja

foto-seminar-bk

Remaja adalah suatu fase perkembangan yang dialami seseorang ketika memasuki usia 12-22 tahun.  Rentang usia tersebut dibagi dalam 3 tahap yaitu tahap awal, madya dan akhir. Ciri-ciri remaja sehat mental antara lain berpikir jernih, tidak merasa tertekan, sadar akan kemampuan diri sendiri dan sebagianya. Guru Bimbingan Konseling (BK) hendaknya paham akan karakter remaja karena siswa SMA merupakan remaja tahap madya.  Hal tersebut di paparkan oleh Ketua Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Ratna Yunita Setiyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog,  saat menjadi narasumber acara seminar Guru Bimbingan Konseling SMA/SMK/MA , di Universitas  ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Sabtu (19/11) lalu. Read more

4

UNISA Juara I International Photo Competition

5
Tim Mahasiswa Ilmu Keperawatan  Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil meraih juara I  Photo Competition dalam ajang International Nursing Student Symposium and Festival  (INSymposFest) yang digelar oleh Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI), 11-13 November lalu. Pada pengumuman yang disampaikan panitia tim mahasiswa UNISA yang terdiri dari Milla Annisa Nadyatama,  Juniar Ichsan dan Ghozzy Habibie meraih juara I dalam tema ‘’Portraits of Nursing Around The Globe’’. Read more

LP2M UNISA Gelar Klinik Proposal

1

Untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat serta membangun roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat berdasarkan keilmuan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar klinik proposal penelitian dan pengabdian masyarakat, Sabtu (12/11). Read more

Mahasiswa Kebidanan D3 Tingkatkan Kualitas Kesehatan Warga Ngampilan

2

Berdasarkan pengkajian data yang telah dilakukan mahasiswa DIII kebidanan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta di Kelurahan Ngampilan, didapatkan bahwa kurang lebih 50% dari warga kelurahan Ngampilan belum melakukan kebiasaan olahraga rutin setiap minggunya. Kesadaran masyarakat mengenai kesehatan masih rendah terlihat pada kebiasaan masyarakat apabila merasa tidak ada keluhan dalam tubuhnya.  Mereka yakin tubuhnya sudah sehat, padahal belum tentu seperti demikian. Read more

Prodi Ners Raih Rata-Rata Terbaik UKOMNAS

Program Studi Ners Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, meraih nilai rata-rata terbaik ke II Regional VIII  pada uji kompetensi nasional Ners periode Maret 2016.

Menurut Ketua Prodi Ilmu Keperawatan, Ruhyana, MAN., dalam Uji kompetensi tersebut, Prodi Ners UNISA berhasil meraih kelulusan 86%. Tahun depan diharapkan kelulusan mencapai 100%. Uji Kompetensi nasional ini sebagai upaya mencapai indikator kualitas mutu institusi. Read more

Alumni Bidan 'Aisyiyah Juara 1 Bidan Delima Nasional

Rahmi Hayati, SST.,  lulusan Bidan ‘Aisyiyah tahun 2003 berhasil meraih juara 1 Bidan Delima Nasional. Penghargaan  Bidan Delima Award ke-3 Tahun 2016 ini diterima saat Pertemuan Rakernas IBI di Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau (30/10). Read more

Kunjungan Temasek Foundation Singapura di UNISA

Temasek Foundation Singapore berkunjung ke Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Selasa (25/10). Mereka melakukan kunjungan dalam rangka untuk mengetahui impact nursing project di UNISA. Read more

UNISA Menggelar Studium General, Berjudul “Ilmu Keperawatan dan Teknologi Untuk Perawatan Manusia”

              Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan International Conference On Maternal, Child, and Family Health 2016 pada Rabu-Kamis 19-20 Oktober 2016. Sebagai fasilitas penunjang bagian dari International Conference, mahasiswa UNISA yang tidak menjadi peserta konferensi, mengikuti studium general (kuliah umum) dengan tema Ilmu Keperawatan dan Teknologi Dalam Pemanfaatannya Untuk Perawatan Manusia. Studium general dilaksanakan pukul 10.00 WIB di tempat terpisah dari konferensi internasional yaitu di Auditorium Gedung B, Kampus Terpadu UNISA. Studium general dihadiri oleh 350 mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan, khususnya kesehatan yaitu: S1 Ilmu Keperawatan, S1 Fisioterapi, D3 Kebidanan, dan D4 Bidan Pendidik. Narasumber utama stadium general adalah Prof. Dr. Tetsuya Tanioka dari Tokushima University (Jepang). Tetsuya memamparkan bahwa kebutuhan mesin pendukung aktifitas keperawatan semakin meningkat hingga hari ini, meskipun penggunaan teknologi robotic sudah digunakan manusia di beberapa hal.

                 Perkembangan zaman mempengaruhi percepatan perkembangan teknologi mesin dari analog ke digital. Teknologi digital tersebut kemudian berkembang menjadi mesin pembantu manusia yang kemudian disebut “humanoid robots”. Hal ini membuat para ilmuwan khususnya yang  berorientasi bisnis industri berlomba-lomba menciptakan robot yang mampu menjalankan program selayaknya manusia dalam kehidupan sehari-hari. Humanoid robot tersebut berkembang pesat dengan munculnya teknologi Artificial Intelligent (AI) yang dijadikan sebagai program komputer yang mampu meniru aktitifas manusia. Perkembangan ilmu keperawatan juga dipengaruhi perkembangan humanoid robots tersebut, hal ini berdasarkan pada fakta di lapangan muncul “Robot Perawat” yang bertugas sebagai perawat di Rumah Sakit dengan menjalankan tugas-tugas keperawatan seperti yang dilakukan perawat manusia. Robot Perawat di Jepang sudah mulai digunakan dalam praktek klinik medis di berbagai instansi kesehatan. Lain halnya dengan Indonesia, penggunaan Robot Perawat masih menjadi kontroversi. Robot Perawat masih perlu dikaji ulang tentunya dalam hal isu etika dan rasa empati buatan pada robot yang dianggap tidak bisa sepenuhnya memahami kondisi dan situasi pasien.

Icon

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Gelar Konferensi Internasional Tentang Kesehatan Ibu, Anak, dan Keluarga.

icon

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar konferensi pers pada hari Selasa 18 Oktober 2016 di Ruang Rektorat terkait acara International Conference On Maternal, Child, dan Family Health. Acara tersebut akan diadakan pada Rabu 19 Oktober 2016 – Kamis 20 Oktober 2016 dengan mengangkat tema “Strengthening Maternal, Child, and Family Wellbeing Through Bridging Research and Practice”.

Konferensi internasional ini terselenggara hasil kerjasama dengan Leeds University (United Kingdom), Tokushima University (Japan), dan Mahidol University (Thailand). Keynote speaker dalam konferensi internasional tentang kesehatan ibu, anak, dan keluarga menghadirkan 5 orang akademisi asing yaitu Prof. Linda McGowan, Dr. Khuldip Kaur Bharj, ODE , dan Dr. Janet Hirst dari Leeds University (UK). Prof. Dr. Tetsuya Tanioka dari Tokushima University (Japan). Dr. Porntip Cananub dari Mahidol University (Thailand). Selain keynote speaker dari luar negeri, UNISA juga menghadirkan keynote speaker nasional yaitu Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc, Ph.D dari Direktorat Jenderal Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Dirjen Kemenristek Dikti). Konferensi internasionak UNISA diselenggarakan selama 2 hari bertempat di Kampus Terpadu UNISA di Jl. Ring Road Barat No.63 Mlangi, Nogotirto, Sleman. Konferensi internasional ini diselenggarakan terbagi menjadi 5 klaster sub-tema yaitu: Medical and Health Education, Building Bridge To Ensure High Quality of Women’s Health and Wellbeing Care, Women’s Health and Wellbeing Matters, Child’s Health and Wellbeing Matters, dan Family’s Health and Wellbeing Matters.

International Conference merupakan program yang menitikberatkan pada kajian/penelitian secara intensif yang menyatukan peneliti, pengamat, dan mahasiswa dari seluruh kalangan nasional dan internasional dalam bidang kajian kesehatan ibu, anak, dan keluarga. Kegiatan ini memberikan peluang bagi peserta untuk menghadirkan kajian maupun penelitian dalam ruang lingkup akademik. Tidak hanya itu, diharapkan melalui konferensi ini akan terbuka hubungan kerjasama dan jejaring yang bersifat interdispliner antar pakar di bidang kesehatan baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

 

 

Img

Palliative Care Pada Keperawatan Jiwa

img_3465Definisi perawataan paliatif yang diberikan oleh WHO adalah sistem perawatan terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, dengan cara meringankan nyeri dan penderitaan lain, memberikan dukungan spiritual dan psikososial mulai saat diagnose ditegakkan sampai akhir hayat dan dukungan terhadap keluarga yang kehilangan/berduka. Perawatan Paliatif tidak berhenti setelah penderita meninggal, tetapi masih diteruskan dengan memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang berduka. Palliative Care adalah bentuk perawatan yang berkonsentrasi pada pengurangan keparahan gejala penyakit. Hal tersebut disampaikan olah Prof. Achir Yani S. Hamid, MN, DNSc (Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia) dalam kuliah pakar di Program  Studi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, (6/10). Read more