Berganti Nama, UNISAYOGYA Gelar Wisuda Pertama

Universitas ‘Áisyiyah Yogyakarta (UNISAYOGYA) untuk pertama kalinya menggelar wisuda selepas berganti nama dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Áisyiyah Yogyakarta, Kamis (31/3). Ada 171 lulusan yang ikut dalam wisuda tahun Akademik 2015/2016 ini.

Wisudawan tersebut terdiri atas 34 lulusan dari Program Studi (Prodi) Pasca Sarjana (S2) Kebidanan, 62 orang dari Prodi Kebidanan Diploma III, 35 orang dari Prodi Bidan Pendidik Diploma IV, 16 orang dari Prodi Ilmu Keperawatan S1, serta 24 orang dari Prodi Fisioterapi S1. ”Wisuda tahun ini semakin spesial karena wisuda kami yang pertama kali untuk Prodi Pasca Sarjana S2 Kebidanan, ujar Rektor UNISAYOGYA, Warsiti, S.Kp.,M. Kep.,Sp.Mat, dalam sambutannya saat acara wisuda di Kampus Terpadu UNISAYOGYA.

Kegiatan tersebut berlangsung selepas perubahan STIKES Áisyiyah menjadi UNISA berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 109/KPT/I/2016 tertanggal 10 Maret 2016. Dengan wisuda kali ini, total alumnus mencapai 8.871 orang.

Warsiti berpesan kepada para wisudawan untuk tidak sekedar memiliki kompetensi sesuai dengan profesi. Melainkan juga diharapkan bisa menjadi panutan, sekaligus sebagai kader persyarikatan Muhammadiyah ‘Aisyiyah yang mengemban amanah dakwah amar ma’ruf nahi munkar melalui profesi kesehatan. ”Jumlah yang sudah cukup besar ini semoga akan semakin memperkuat kemajuan UNISAYOGYA, kata dia.

Khusus untuk wisudawan Sarjana Keperawatan dan Sarjana Fisioterapi, masih harus mengikuti tahapan profesi selama setahun ke depan. Warsiti mengatakan, pendidikan profesi tersebut merupakan gambaran nyata karena akan menjalani interaksi langsung dengan pasien. ”Bersama pasien , anda belajar banyak tentang peran dan tanggung jawab profesi”, ujar dia. (Republika)

Berita Duka Cita

“Innalillahi Wainalilahi Rojiun..

Telah berpulang ke Rahmatullah dr. Erwin Santosa, Sp.A, M.Kes (Ketua MPKU PP Muhammadiyah, BPH Universitas `Aisyiyah Yogyakarta) hari ini Kamis, 31 Maret 2016 jam 14:00 WIB di RSIJ Cempaka Putih.

Semoga segala amal ibadah beliau di terima oleh ALLAH SWT dan bagi keluarga yang di tinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. amin…

Kami segenap keluarga besar Universitas `Aisyiyah Yogyakarta mengaturkan bela sungkawa yang sedalam- dalamnya.

Pimpinan Pusat Aisyiyah Gelar Dialog Bersama Menteri BUMN Tentang SDGs

Pimpinan Pusat Aisyiyah menggelar dialog bersama Menteri BUMN RI, Rini Mariani Soemarno, di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Jumat (18/3/2016).

Dialog tersebut bertajuk peran BUMN dalam mendorong perncapaian target Sustainability Development Goals (SDGs) 2016-2030 : sinergi dengan Aisyiyah.

Menurut Dra. Noordjannah Djohantini, MM., M.Si, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, “Untuk mencapai target SDGs, diperlukan sinergi antara pemerintah dengan organisasi masyarakat sipil termasuk ‘Aisyiyah.” Noordjannah menambahkan, bahwa BUMN melalui program CSR-nya juga memiliki tanggungjawab untuk menyukseskan pencapaian target SDGs. Sebagian agenda SDGs, ungkap Noordjannah, telah menjadi perhatian dan bidang garap ‘Aisyiyah secara nasional yang dijabarkan dalam program dan kegiatan Aisyiyah dari level Pusat sampai Level Ranting (tingkat desa).

‘Aisyiyah sendiri menyambut baik komitmen pemerintah untuk bersinergi dengan ‘Aisyiyah dalam pencapaian target SDGs. Guna mengawali sinergitas tersebut, diselenggarakanlah Dialog antara ‘Aisyiyah dengan Menteri BUMN RI, Rini Mariani Soemarno, yang akan menggandeng beberapa BUMN.

Sekitar 350 peserta menghadiri dialog ini, yaitu dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Majelis dan Lembaga Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah se DIY dan sebagian Jawa Tengah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, Pimpinan Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah, Pengurus Koperasi dan BMT, dan BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah), dan media.

16 Prodi Siap Sambut Calon Mahasiswa UNISA

Sejak diresmikan melalui Surat Keputusan (SK) oleh Kementrian Perguruan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemristek) pada 10 Maret 2016, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) siap membuka 3 fakultas dengan 16 program studi untuk calon mahasiswa. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UNISA, Warsiti, M.Kep., Sp.Mat. dalam konferensi pers yang digelar pada Jum’at (18/03) di UNISA Yogyakarta.  

“Pembukaan pendaftaran sudah dimulai. Dan kita sudah siap menerima (mahasiswa) untuk seluruh prodi karena sudah kita siapkan sejak lama. Kurikulum dan semuanya. September 2016, UNISA akan resmi memulai tahun ajaran pertama,” papar Warsiti.  

Warsiti menambahkan, kesiapan itu karena UNISA lahir dari Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Yogyakarata yang merupakan rintisan perguruan tinggi pertama oleh ‘Aisyiyah. Predikat tersebut didukung dengan rekam jejak UNISA saat berstatus stikes di mana mendapat penghargaan sebagai sekolah tinggi kesehatan terbaik seluruh Indonesia.  

“Prestasi akan terus kita upayakan. Sekarang sudah terakreditasi B. Semoga (setelah menjadi universitas) bisa menjadi universitas unggulan, berkiprah membangun bangsa dan bersinergi dengan program ‘Aisyiyah seperti yang disampaikan ketua umum,” tambah Warsiti.  

Adapun keenam belas program studi adalah Fakultas Ilmu Kesehatan terdiri dari S2 Ilmu Kebidanan, S1 Ilmu Keperawatan, S1 Fisioterapi, Program Profesi Ners, Program Profesi Fisioterapi, D4 Bidan Pendidik, D4 Analis Kesehatan, D3 Kebidanan, D3 Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi. Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Humaniora terdiri dari S1 Administrasi Publik, S1 Akuntansi, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Psikologi, S1 Manajemen. Fakultas Sains dan Teknologi terdiri dari S1 Arsitektur dan S1 Bioteknologi. (aisyiyah.or.id)

SAY Resmi Menjadi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) resmi beralih status menjadi UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA. Surat Keputusan (SK) Kemenristek Dikti No. 109/KPT/I/2016 diserahkan oleh Sekjend Kemenristek Dikti, Prof. Dr. Ainun Naim kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr.Haedar Nashir,M.Si.,  saat pembukaan rapat Koordinasi Nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di hotel Santika Semarang,  Jumat (11/3).

Menurut Pengurus PP ‘Aisyiyah, Shoimah Kastolani, 11 Maret 2016 penting untuk ‘Aisyiyah setalah 100 tahun ‘Aisyiyah berkiprah dan berkontribusi di persada Indonesia. Kini ‘Aisyiyah memiliki Universitas ‘Aisyiyah yang pertama. Sebagai Harakah Attanwir semoga ‘Aisyiyah terus memberikan pencerahan dan pencerdasan sebagai bhakti untuk bangsa menuju Indonesia berkemajuan, berdaulat, bermartabat dan berkeadilan.

Di Yogyakarta, Muhammadiyah mempunyai 3 Perguruan Tinggi dengan mutu pendidikan dan Akreditasi yang baik. Ketiga Perguruan Tinggi itu adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas ‘Aisyiyah.

Sebelumnya, berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Republik Indonesia No. 492.a/M/Kp/VIII/2015 tentang klasifikasi dan pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia tahun 2015, STIKES Aisyiyah Yogyakarta menempati urutan pertama di antara STIKES lainnya yang ada di Indonesia. Di antara jajaran 3.320 Perguruan Tinggi se-Indonesia, STIKES Aisyiyah Yogyakarta berada di 100 besar, yaitu di peringkat 72.

Peningkatan Mutu Dosen dalam penulisan Jurnal

Dalam rangka memenuhi peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 tahun 2014 tentang pedoman Akreditasi terbitan berkala ilmiah, maka jurnal kebidanan dan keperawatan ikut menyesuaikan diri dari yang semula versi cetak menjadi versi online. Dengan itu LP3M STIKES `Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan acara Workshop OJS (Open Journal System) di SAY, Sabtu (5/3).

Acara yang diselenggarakan oleh LP3M SAY ini mengundang bapak Tole Sutikno, M.Eng., Ph.D, selaku ketua penyunting Jurnal Telkomnika (UAD) sebagai narasumber, tujuan dan materi Workshop ini adalah untuk memberikan kemampuan kepada pengelola jurnal untuk menjalankan jurnal elektronik dengan menggunakan Open Journal System. Adapun materi pelatihan meliputi: setup jurnal online, editorial (menerima naskah, mengolah naskah, menerbitkan jurnal), submission artikel, dan review artikel. Pelatihan juga dilengkapi dengan materi tentang kebijakan akreditasi jurnal online, indexing jurnal online di lembaga-lembaga internasional seperti Scopus, DOAJ, Thompson Reuter, serta pendaftaran ke database Crossreff untuk mendapatkan DOI.

Kepala LP3M SAY, Sarwinanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat berharap dengan adanya perubahan ini, maka dianggap perlu diadakan sebuah workshop bagi para kontributor (penyumbang naskah/artikel ilmiah) dan bagi penyunting (editor) sehingga seluruh proses penerbitan jurnal dari mulai penerimaan naskah sampai terbitnya jurnal dapat dilakukan di dalam sistem ini. Untuk itu maka LP3M STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta sebagai unit yang mengelola jurnal kebidanan dan keperawatan, mengadakan workshop jurnal elektronik dengan menggunakan OJS (Open Journal System) bagi seluruh dosen baik sebagai kontributor maupun sebagai editor.

LP3M SAY Gelar Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional

Untuk meningkatkan pengetahuan tentang seluk beluk penulisan karya ilmiah khususnya jurnal yang terindeks Scopus, Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Ilmu (LP3M) STIKES Áisyiyah Yogyakarta menggelar Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional, di SAY, Sabtu (27/2).

Menurut narasumber pelatihan ini, Prof. Abdul Rohman, PH.d., M.Si., Apt., suatu hasil penelitian akan bermakna bila dikomersilkan, dipatenkan dan dipublikasikan. Dan jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria tertentu yaitu karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan; memiliki ISSN; ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Arab, Inggris, Prancis, Rusia, Spanyol dan Tiongkok); memiliki terbitan versi online; dewan redaksi (editorial board) adalah pakar dibidangnya paling sedikit berasal dari 4 negara; artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 terbitan paling sedikit penulisnya berasal dari 4 negara dan terindek oleh database internasional bereputasi: Web of Science, Scopus, Microsoft Academic Search atau laman ssuai dengan pertimbangan Ditjen Dikti.

Sementara itu Kepala Lp3M SAY, Sarwinanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan menulis jurnal berskala internasional di kalangan dosen SAY.

Sosialisasi Pengenalan Alat Baru Prodi Fisioterapi

Prodi S1 Fisioterapi memperkenalkan dan mensosialisasikan alat baru mereka kepada para dosen Fisioterapi dan dosen S2 serta D4 Kebidanan, adapun alat yang dimaksud yaitu Electromyogrpahy (EMG) dan Force pressure platform.

Fungsi untuk Myopressure sendiri yaitu merekam aktivitas kontraksi otot real time per microvolts, dan Force power dari tekanan pada tubuh dan otot saat analisa gerak/motion analysis untuk mampu merekam aktifitas kontraksi agar didapatkan evaluasi assessment pada masing- masing pasien secara real.

Tujuan pengenalan dan sosialisasi alat tersebut karena alat ini akan banyak digunakan untuk assessmen dalam clinical dan instrumen research yang berstandar global. Semua penelitian fisioterapi menggunakan alat ini untuk mendeteksi aktifitas kontraksi sehingga mampu dideteksi essential component, dan digunakan juga oleh program studi ilmu keperawatan dan kebidanan (prodi D4 dan S2) untuk research bersama dalam interprofesional education program.

Kedepanya dengan munculnya fasilitas Myopressure ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan prasarana penunjang penilitian sehingga SAY mampu bersaing baik ditingkat nasional maupun global.

SAY Kenalkan Alat Canggih Fisioterapi di Jogja Campus Expo

STIKES Áisyiyah Yogyakarta (SAY) mengenalkan alat canggih Fisioterapi EMG di Event Jogja Campus Expo yang digelar di Hartono Mall Yogyakarta, Jumat-Sabtu (26-27/2). Dalam kesempatan tersebut Ketua Kopertis Wilayah V Yogyakarta serta beberapa pejabat DIKPORA DIY berkunjung ke Stand SAY mencoba pemeriksaan EMG.

Menurut Ketua Program Studi Fisioterapi, Moh. Ali Imran, M.Fis alat tersebut adalah Electromyografi (EMG) yang fungsinya untuk mengetahui kekuatan otot dan gangguan gerak serta fungsi tubuh. Alat ini dibeli SAY untuk pembelajaran dan alat bantu penegakan diagnosis otot, saraf serta untuk tindakan fisioterapi.

Selain mengenalkan alat tersebut, pada expo ini SAY yang memiliki 7 program studi yaitu S2 Kebidanan, S1 Fisioterapi, S1 Ilmu Keperawatan, D4 Bidan Pendidik, D4 Analis Kesehatan, D3 Kebidanan dan D3 Teknik Radiodiagnostik Radioterapi juga melayani informasi penerimaan mahasiswa baru, pemeriksaan fisik umum, gula darah, pijat bayi dan konseling kesehatan.

Expo ini diikuti oleh 20 perguruan tinggi yang ada di DIY dan harapannya dapat menjadi rantai informasi tentang pendidikan di tingkat perguruan tinggi, menjadi wadah berbagi informasi mengenai keunggulan masing-masing perguruan tinggi sesuai minat dan bakat calon mahasiswa sehingga pada saat lulus memiliki potensi yang tepat dalam memasuki dunia kerja.

S2 Kebidanan SAY Gelar Seminar Nasional HTA

Pelayanan Kebidanan yang berkualitas dapat tercermin dari diterapkannya berbagai hasil penelitian dalam praktik pelayanan kesehatan. Health Technology Assessment (HTA) menjadi salah satu metode yang sangat berperan untuk menganalisa sejauh mana hasil penelitian kesehatan dapat diterapkan secara efektif dan efisien. Penerapan HTA dalam Kebidanan adalah bagaimana kita memahami hasil-hasil penelitian ataupun fenomena internasional dan merefleksi dengan kondisi di Indonesia di intergrasikan dengan nilai-nilai keislaman.

Berdasarkan hal tersebut, program studi S2 Kebidanan STIKES Áisyiyah Yogyakarta (SAY) menggelar Seminar Nasional Health Technology Assessment dalam Kebidanan, di kampus SAY, Rabu-Kamis (17-18/2).

Menurut Panitia seminar nasional ini, Dhesi Ari Astuti, M.Kes., melalui seminar HTA ini para peserta diharapkan memiliki pengetahuan lebih mengenai peran bidan dalam Health Technology Assessment, tantangan penelitian dalam HTA, intervensi hormonal dalam menurunkan angka kejadian sectio secaria, HTA dalam infertilitas dan ayat-ayat qauniyah dalam Kebidanan.