International Manual Therapy Course

SAY akan mengadakan International Manual Therapy Course dengan Narasumber DR. Hussain Nasser, PT, MCTA (The Mulligan Concept Teacher`s Association) Mulligan Institute New Zealand. pada 30 Januari 2016 di kampus Terpadu SAY.

Mahasiswa SAY S1 Ilmu Keperawatan Program NERS Ikuti Ujian OSCIE

Prodi S1 Ilmu Keperawatan untuk meningkatkan kwalitas mahasiswa dalam penguasaan pemahaman dan praktik keislaman mengadakan uji komprehensif kompetensi Islami dengan format OSCIE (Objective Structured in Islamic values Examination). Ujian OSCIE ini dilaksanakan pada Hari Selasa dan Rabu 22-23 Desember 2015 diikuti oleh 108 mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan yang mengambil program Ners.

Yekti Satriyandari selaku Koordinator Keislaman yang bertindak sebagai ketua tim penguji menjelaskan tujuan dari OSCIE untuk Mahasiswa Ilmu Keperawatan yang mengambil Ners untuk mengikur penguasaan keislaman dalam bentuk praktik keagamaan. Ujian keislaman yang diuji adalah Membaca Al-Quran, Hafalan Juzz Amma, Wudhu, Tayamum,Sholat, Hafalan Doa-doa tema kesehatan, Rukti Jenazah dan Kultum.

Ery Khusnal MNS selaku Kaprodi S1 Ilmu Keperawatan berharap agar dengan adanya ujian OSCIE yang diadakan pada akhir kelulusan Ners mahasiswa bisa mengukur penguasaan pemahaman dan praktik keislamannya. Begitu juga dengan Prodi S1 Ilmu Keperawatan bisa mengevaluasi sejauh mana penguasaan mahasiswa terhadap materi keislaman yang selama kuliah diajarkan kepada mahasiswa.

Lulusan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) disiapkan menjadi tenaga kesehatan profesional yang memiliki ciri khusus. Salah satunya dalam implementasi nilai-nilai Islam saat menjalankan profesinya. Jadi untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam hal tersebut, semua mahasiswa wajib mengikuti ujian OSCIE.

Rakerpim Pimpinan Pusat Aisyiyah

Pimpinan Pusat Aisyiyah menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di Kampus terpadu STIKES `Aisyiyah Yogyakarta (SAY) sabtu – minggu (16-17/01), yang dihadiri oleh jajaran ketua, sekretaris dan bendahara PP `Aisyiyah hingga majelis dan lembaga yang berkantor di Yogyakarta.

Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum PP `Aisyiyah Dra. Siti Noordjannah Djohantini, MM, M.Si, tujuan diadakanya Rakerpim kali ini yaitu membangun strategi dan memperbaiki kinerja `Aisyiyah untuk lima tahun kedepan dalam mengawali abad kedua, selain sebagai ajang silaturrahmi ketua kepada para jajaran kepengurusan PP `Aisyiyah.

Adapun acara yang digelar selama dua hari itu untuk memaparkan program dari masing- masing majelis dan lembaga, rumusan Rakerpim difokuskan kepada program lintas majelis dan lembaga yang dimiliki oleh `Aisyiyah.

Para Ners STIKES Áisyiyah Yogyakarta Disiapkan Hadapi MEA

Perawat (ners) menjadi salah satu dari delapan profesi tenaga kesehatan yang bakal terdampak pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menyiapkan lulusannya untuk siap menghadapi persaingan dengan tenaga kerja asing.

”Lulusan STIKES Áisyiyah sudah siap menghadapi MEA,” kata Ketua STIKES Áisyiyah Yogyakarta , Warsiti, M,Kep.,Sp.Mat, selepas acara pengambilan sumpah dan pelantikan Ners Angkatan XVIII STIKES Áisyiyah Yogyakarta, Sabtu (16/1). Ada 108 lulusan tahun akademik 2015/2016 dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,85. Lulusan terbanyak dengan predikat cumlaude sebanyak 99 orang ( 91,67%).

Warsiti mengatakan, salah satu yang menjadi kunci keberhasilan dalam MEA adalah komunikasi. Karena itu, perihal kemampuan bahasa menjadi perhatian. Ia mengatakan, pembelajaran Bahasa Inggris dilakukan secara intensif. Fokus utamanya pada percakapan (conversation). Lulusan STIKES Áisyiyah disyaratkan memiliki hasil TOEFL minimal 450.

Lulusan STIKES Áisyiyah, menurut Warsiti, juga disiapkan untuk bisa menjadi kader persyarikatan yang nantinya diharapkan bisa menjadi penggerak di tengah masyarakat dimanapun mereka berada.

Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan ners, STIKES Áisyiyah Yogyakarta juga bekerjasama dengan Badan Kerjasama Penanggulangan Gawat Darurat Medik Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (BAKER PGDM PERS). Kerjasama ini berupa penyelenggaraan training penanganan kegawatdaruratan medis tingkat dasar. Dengan demikian seluruh ners angkatan ke-18 memiliki sertifikat berskala nasional dalam penanganan kegawatdaruratan medis dasar. Selain itu, para ners juga menjalani Objective Structured Competency in Islamic Values Examination (OSCIE). Ini merupakan ujian untuk mengukur kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan profesioanl.

Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Ners, Ery Khusnal, MNS, optimis lulusan STIKES Áisyiyah Yogyakarta siap menghadapi era MEA., baik dari sisi bahasa, akhlak, maupun kemampuan. Bahkan ia menilai, mereka sudah siap bekerja di luar negeri. Hanya saja menurut dia, selama ini untuk bertugas ke luar negeri masih banyak ang terkendala izin orang tua. Karena itu, ke depan ia mendorong ners STIKES Áisyiyah untuk kembali ke daerah asal dan membangun daerahnya masing-masing.(Republika)

Kunjungan PP Aisyiyah Bersama Global Fund

Senin (11/01) SAY mendapat kunjungan dari Global Fund dari Genewa Swiss, yang merupakan salah satu mitra dari Pimpinan Pusat `Aisyiyah dan bekerja sama dalam penanggulangan penyakit Tuberkulosis, kerjasama tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2009 sampai 2 tahun mendatang, adapun project TB `Aisyiyah ini di fokuskan pada kegiatan berbasis masyarakat yang akan melibatkan beberapa kader kader Aisyiyah diseluruh kabupaten dan propinsi di Indonesia.

Agenda dari kunjungan Global Fund di kampus terpadu SAY yang diwakili oleh Mrs. Gail Steckly, (Senior Fund Portfolio Manager High Impack Asia Department The Globalfund) bertujuan untuk menjalin Silaturrahmi dan mengajak bekerja sama untuk rencana kedepan, karena sebagai salah satu amal usaha Aisyiyah SAY memiliki mahasiswa yang akan menjadi kader kader Aisyiyah dan berasal dari seluruh Indonesia.

Ditemui dan disambut langsung diruang kerja ibu Warsiti, S.Kp., Sp.Mat selaku ketua SAY beserta Pimpinan Humas dan Kerjasama Internasional ibu Indriani, SKM,M.Sc dengan suasana ramah tamah penuh keakraban.

Penerimaan Mahasiswa Baru TA.2016/2017

Telah dibuka pendaftaran penerimaan Mahasiswa baru tahun ajaran 2016/2017.

Pendaftaran :

Gelombang 1 : 4 Januari – 27 Februari 2016

Gelombang 2 : 29 Februari – 30 April 2016

Gelombang 3 : 2 Mei – 3 September 2016

 

Program studi pilihan : S2 Ilmu Kebidanan (terakreditasi)

                                 S1 Ilmu Keperawatan (Akreditasi B)

                                 S1 Fisioterapi (Akreditasi B)

                                 D4 Bidan Pendidik (Akreditasi B)

                                 D4 Analis Kesehatan (Terakreditasi)

                                 D3 Kebidanan (Akreditasi B)

                                 D3 Teknik Radiodiagnostik & Radioterapi (Terakreditasi)

informasi Penmaru : pmb.say.ac.id

Lulusan Ners SAY Siap Bersaing di Era MEA

Lulusan Ners di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) harus siap bersaing dengan tenaga kesehatan lain dari negara luar. Hal tersebut disampaikan Ketua STIKES Áisyiyah Yogyakarta (SAY), Warsiti, M.Kep.,Sp.Mat pada pelepasan Ners, di Hall 4 Kampus SAY, Selasa (12/1).

Warsiti juga menjelaskan Ners dari SAY memiliki keunikan dan ciri khas yaitu profesional dan Qurani. Manfaatkan ciri khas tersebut sebagai modal untuk bersaing dengan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu lulusan dari SAY diharapkan menjadi kader Muhammadiyah dan Áisyiyah. ”Lulusan Ners ini berasal dari seluruh Indonesia, hendaknya mampu mewarnai Muhammadiyah dan Áisyiyah di masing-masing daerah”, tegas Warsiti.

Dalam acara ini disampaikan pula mengenai Keluarga Alumni Pendidikan Kesehatan Áisyiyah Yogyakarta (KAPKAYO) oleh Dr. Sri Handayani (alumni SPK Áisyiyah) kepada 105 calon Ners.

Alumni Harus Siap Kerja atau Wirausaha

Calon alumni sudah harus mempunyai pandangan dan rencana untuk mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha, apakah akan menjadi seorang karyawan dibidang kesehatan, pengusaha atau pekerjaan profesional lainnya di luar kompetensi yang dimiliki. Hal tersebut disampaikan tim pelatih dari Eureka Consultant, Muhammad Genta pada acara pembekalan alumni calon Ners STIKES Áisyiyah Yogyakarta, Selasa (12/1).

Lebih lanjut Genta menjelaskan dalam wawancara ada 3 hal yang dikomunikasikan yaitu identitas diri, motivasi diri, kecocokan diri. Dalam mengkomunikasikan ketiga hal tersebut harus dipersiapkan dengan sungguh sungguh, mulai dari persiapan mental persiapan fisik dan penampilan. Genta memberi contoh penampilan ada baiknya berbeda dengan para pelamar lain. ”Bila yang lain menggunakan hem rapi, untuk anda tambahkanlah dengan menggunakan dasi dan jas”, ujarnya.

Persiapan mental harus disiapkan dengan mempersiapkan materi atau CV yang anda miliki, tulislah kompetensi yang betul – betul anda kuasai. Berbicara lantang dan tegas. Tunjukkan dan jelaskan dengan spesifik apa yang membuat anda tertarik bekerja di instituti tersebut. Untuk wanita jangan memperlihatkan lekuk tubuh,pakailah busana yang simpel dan sopan, bila berkerudung gunakan yang simpel dan tidak mengganggu performa. Ada baiknya satu hari sebelum wawancara,datang ke tempat institusi tersebut dan perhatikan kebiasaan yang ada di institusi tersebut dalam hal berpakaian atau penampilan.

Pembekalan ini diikuti oleh semua calon Ners berjumlah 105 yang akan dilantik Sabtu mendatang.

Mahasiswa Ners SAY Ikuti Pelatihan PPGD

Sebanyak 110 mahasiswa ners STIKES Ásiyiyah Yogyakarta (SAY) mengikuti pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD), di kampus SAY, Desember 2015 lalu.

Menurut panitia kegiatan ini, Fahrika, S.Kep., Ns bahwa keadaan gawat darurat banyak terjadi di berbagai tempat fasilitas umum yang kadang-kadang tidak mempunyai fasilitas pelayanan life saving yang lengkap. Hal ini juga memerlukan persiapan untuk petugas, persiapan peralatan serta persiapan prosedur sehingga apabila terjadi kejadian kegawatdaruratan segera bisa dilakukan tindakan pertolongan.

Dengan latar belakang tersebut diatas maka diperlukan training Basic Live Support /PPGD dengan harapan dapat membekali diri untuk petugas yang bekerja pada tempat-tempat tersebut, sehingga apabila terjadi kondisi kegawatan petugas yang bersangkutan mampu melakukan penanganan life saving untuk mencegah kondisi yang lebih buruk lagi.

Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Pelaksanaannya dibagi menjadi 2 gelombang yaitu gelombang pertama tgl 2-6 Desember 2015 ( diikuti 40 peserta) dan gelombang kedua 16-20 Desember 2015 diikuti (78 peserta). Selain peserta dari SAY, pelatihan ini diikuti pula oleh 8 peserta dari Preceptor/ Clinical Instructure Rumah Sakit yang digunakan sebagai lahan praktik yaitu RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RSU PKU Muhammadiyah Bantul, RSUP Dr. Sardjito, RSUD Bantul, RSUD Wonossari, RSUD Wates, RSUD Muntilan dan RSJ Grhasia.

Beberapa materi pelatihan antara lain mengenai sistem PPGD, biomekanik trauma, inittial assesment, trauma abdoment, pengelolaan airway-breathing, shock dan pendarahan, trauma dada, luka bakar dan RJP. Materi-materi tersebut diberikan dalam bentuk teori dan praktik. Setelah pelatihan, mahasiswa yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat yang berlaku nasional maupun internasional.

Pelatihan ini bekerjasama dengan PUSBANKES 118 PERSI DIY (Pusat Siaga Bantuan Kesehatan 118 Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta).

Kunjungan Temasek Foundation Singapura di SAY

Temasek Foundation Singapore berkunjung ke STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY), Kamis (7/1). Mereka melakukan kunjungan dalam rangka untuk mengetahui impact nursing project di SAY.

Menurut Koordinator Kerjasama Internasional dan Humas, Indriani, M.Sc, kerjasama denga Temasek Foundation sudah di lakukan sejak dua tahun yang lalu dan implementasi programnya antara lain Training of Trainer (TOT) Nursing Program di Singapura. 12 Dosen SAY  serta praktisi kesehatan dari amal usaha Muhammadiyah lainnya telah dilatih dan diharapkan mampu mengimplementasikan di insitusi masing-masing. ”Kedatangan Temasek Foundation ke SAY adalah untuk mengetahui dampak implementasi program yang telah dilakukan secara berkesinambungan”, ujar Indri. ‘

”Selain itu harus dievalusi apakah dalam pelaksanaan program ada kendala atau tidak”, tambah Indri.

Setelah program TOT, rencananya Temasek Foundation akan mengadakan workshop sebagai tindak lanjut dari implementasi nursing program yang telah dijalankan pada April 2016 mendatang.