BEM SAY Gelar Seminar Entreupreuneur

Guna memperkenalkan dunia usaha yang sesungguhnya kepada mahasiswa dan menyeimbangkan pola pikir dan pola kerja yang dinamis, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) menggelar Seminar Kewirausahaan, di Hall Kampus Terpadu SAY, Sabtu (21/11).

Menurut Ketua BEM SAY, Nesfu, Seminar yang bertemakan “BETTER LIFE WITH ACTION, 10 LANGKAH SUKSES USIA MUDA” merupakan salah satu kegiatan mahasiswa SAY yang diadakan sebagai praktik nyata mata kuliah dengan tujuan untuk memperluas wawasan dan menambah pengalaman serta meningkatkan kualitas belajar mengajar dalam mengaplikasikan praktik yang diajarkan dan dipelajari. Seminar yang bekerjasama dengan Indonesian Entrepreuneur Club ini harapannya peserta dapat memahami dan membandingkan secara langsung realitas kerja yang ada dilapangan dengan ilmu praktik dari apa yang telah diseminarkan dan dapat memperluas cakrawala berfikir mahasiswa.

SAY Juara Debat Ilmiah Tingkat Nasional

Satu lagi prestasi yang diukir STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) pada November 2015 ini, yaitu 3 Mahasiswa Kebidanan D3 berhasil meraih juara II tingkat nasional lomba debat ilmiah National Camp Midwifery Students Competition ( NCMSC) 2015, di Universitas Airlangga, (13-14/11) lalu.

Mengusung tema menurunkan angka kematian ibu dan bayi, 3 mahasiswa yang terdiri dari Nur Rochmah Tri Hidayati, Fetty Halimah dan Novia Tri Kurnia berjuang keras disetiap babaknya. Dimana kompetisi ini terdiri 4 babak yaitu babak pre eliminary, perempat final, semi final, dan final. Mereka mampu menyisihkan 10 perguruan tinggi lainnya.

Menurut Nur Rochmah Tri Hidayati, dengan mengikuti kompetisi ini mampu memotivasi diri untuk selalu belajar karena diluar sana banyak mahasiswa yang berpikir kritis dan harapannya mahasiswa SAY mampu bersaing dan berkompetisi ditingkat nasional. ‘’Setelah lulus nanti saya tidak mau menjadi bidan yang biasa-biasa saja, harus punya banyak prestasi dan menjadi bidan professional qurani’’, ujarnya.

Lomba Debat National Camp Midwifery Student Competition (NCMSC) merupakan kegiatan perlombaan tingkat nasional dibidang kebidanan yang menjadi salah satu program kerja departemen pendidikan dan profesi IKAMABI 2015. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan bidan yang memiliki kualitas dan profesionalitas dengan cara memacu semangat mahasiswa kebidanan dalam menyalurkan aspirasi dan gagasan dalam bentuk karya tulis ilmiah terhadap isu-isu yang terjadi serta dapat menelaah terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi kebidanan agar bermanfaat untuk pelayanan kesehatan bangsa Indonesia dan mampu aktif berkarya khususnya dalam bidang kebidanan.

Paduan Suara SAY Raih Juara II Festival PSM

Paduan suara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta yang bernama Melody ‘Aisyiyah ‘Voice (AVO) berhasil meraih juara II dalam acara Festival Paduan Suara Mahasiswa ( PSM) KOPERTIS Wilayah V, Jumat (13/11).

Festival PSM ini merupakan paduan suara yang ditujukan bagi paduan suara mahasiswa universitas-universitas yang berada di lingkungan kopertis wilayah V. Menyanyikan 3 buah lagu yaitu Indonesia Pusaka, Karena Cinta dan Lagu daerah Dompu, Paduan suara Melody AVO menang pada kategori Female Choir dan menyisihkan 10 perguruan tinggi.

Melalui festival ini diharapkan paduan suara Melody AVO dapat berkembang dan mencapai taraf yang lebih baik lagi.

Gedung Baru Hendaknya Dimanfaatkan Sebaik-Baiknya

Gedung baru ini merupakan milik umat dibawah pengelolaan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dan merupakan pencerminan dari gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang berkemajuan. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah , Dra Noordjanah Djohantini, MM., M.Si., saat acara penyerahan gedung baru kepada pihak STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Selasa(10/11).

Lebih lanjut Noordjanah menghimbau agar semua civitas akademika SAY memanfaatkan dan mengelola gedung ini dengan sebaik-baiknya.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat juga menghimbau agar kita semua merawat gedung ini sebaik-baiknya. Gedung ini kita manfaatkan dengan fasilitas yang baik dan bisa mendorong civitas akademika SAY untuk selalu meningkatkan mutu.

Dosen Garda Depan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Prevalensi penyalahguna yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2008 terdapat 1,99%, 2011 menjadi 2,32%, 2013 bertambah menjadi 2,56% dan 2015 terdapat 2,80% orang yang menyalahgunakan narkotika. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNNP DIY, KBP Soetarmono DS, SE., M.Si, pada acara dialog interaktif dalam rangka sosialisasi P4GN kepada dosen, di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Selasa (10/11).

Lebih lanjut Soetarmono menjelaskan bahwa penyebaran dan penyalahgunaan narkotika ini merupakan kejahatan lintas negara, kejahatan yang serius dan kejahatan yang terorganisir. Sasarannya kebanyakan adalah remaja. BNNP DIY berinisiatif untuk sosialisasi hal ini kepada para dosen. Karena dosen dianggap sebagai garda depan yang selalu berinteraksi dengan mahasiswa, sehingga bisa mengawasi dan mencegah bila ada mahasiswa yang menyalahgunakan narkoba. Lebih bagus lagi bila suatu kampus membentuk SATGAS Penyalahgunaan Narkoba, dibentuk semacam Unit Kegiatan Mahasiswa. Ini akan lebih intensif.

Sependapat dengan hal tersebut, Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.Sp.Mat mehatakan dose adalah pilihan yang tepat untuk sosialisasi ini karena sebagai motor penggerak proses bisnis di kampus. Kampus adalah tempat berkumpulnya para remaja yang sedang mengalami masa transisi untuk menuju fase mandiri. Jika menuju fase ini tidak difasilitasi dengan lingkungan yang kondusif , penyebaran narkotika sangat mudah sekali.Warsiti berharap kita harus lebih intensif dalam pencegahan narkoba ini.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh dosen-dosen dari seluruh STIKES yang ada DIY. Selain bapak Soetarmono, narasumber lain yaitu praktisi bidang rehabilitasi.

SAY Gelar Sholat Istisqa (Sholat Minta Turun Hujan)

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) menggelar Sholat Istisqa meminta turun hujan kepada Allah SWT di halaman Kampus Terpadu SAY, Rabu pagi (4/11). Sholat ini diikuti oleh seluruh civitas Akademik SAY baik dari pimpinan, dosen, maupun karyawan, dan mahasiswa. Sholat  Istisqa ini dipimpin oleh Iwan Setiawan, M.A .

Selain memimpin doa bersama untuk memohon agar segera diturunkan hujan, Iwan Setiawan menghimbau agar memperbanyak membaca istighfar untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan bencana kabut asap dan kekeringan yang terjadi di  Indonesia. Semoga bencana ini dapat segera berakhir dan masyarakat dapat kembali berkehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SAY.

Hadapi MEA Tingkatkan Kompetensi Bidan

Peningkatan kualitas lulusan dan kompetensi sumber daya manusia atau tenaga kesehatan, dari tenaga bidan dan keperawatan tidak bisa diabaikan, seIring menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Karenanya STIKES’Aisyiyah Yogyakarta berkomitmen untuk mutu layanan.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, M.Kep., Sp.Mat menyampaikan hal itu saat membuka Seminar dan Temu Alumni STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta yang tergabng dalam Keluarga Alumni Pendidikan Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta (KAPKAYO), di kampus terpadu, Sabtu (31/10).

Warsiti mengatakan, komitmen STIKES ‘Aisyiyah tersebut, salah satunya dengan meningkatkan kualitas sarana perkuliahan dan tenaga pengajarnya secara berkelanjutan. Bahkan pada tahun 2016 STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta siap menuju Universitas, serta semua program studinya terakreditasi A.

Seminar nasional turut menghadirkan Ketua PD IBI Nunik Endang Sunarsih, SST., SH., M.Sc. Ketua PPNI DIY Drs. Kirnantoro, SKM., M.Kes dengan keynote speaker anggota Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dra Susilaningsih Kuntowijoyo. Turut hadir pada seminar tersebut motivator dan Enterpreuneur, Dr., Ir Abdul Basit., M.Sc.

Nunik Endang Sunarsih mengatakan, sebagai tenaga kesehatan, keberadaan bidan berperan penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, sehingga dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan kewenangan dan Undang-Undang yang berlaku, serta selalu menjunjung tinggi kode etik profesi. (sumber: KR)

63% Persalinan Di Indonesia Ditolong Bidan

Di Indonesia terdapat 4,6 juta kelahiran pertahun dan 63% persalinan ditolong oleh bidan. Ini artinya peran bidan di Indonesia sangat penting. Kompetensi bidan harus senantiasa di tingkatkan. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pusat IBI, Laurensia Lawintono, M.Sc., saat memberikan materi Studium general untuk mahasiswa Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY), Senin (26/10).

Lebih lanjut Laurensia menjelaskan mengenai 9 kompetensi bidan antara lain pengetahuan & ketrampilan ilmu sosial budaya, komunikasi, kesehatan masyarakat, etika untuk memberi pelayanan bermutu untuk ibu , bayi dan keluarganya; pra konsepsi, keluarga berencana dan ginekologi; Asuhan dan konseling selama kehamilan; asuhan selama persalinan dan kelahiran; asuhan pada masa nifas dan menyusui; asuhan pada bayi baru lahir; asuhan pada bayi dan balita; kebidanan komunitas dan asuhan pada ibu dengan gangguan reproduksi.

Laurensia juga menjelaskan tentang sifat pelayanan bidan bermartabat yaitu setiap perempuan berhak bebas dari kerugian/cedera/penanganan yang tidak tepat dan berhak atas informasi, privasi dan kerahasisaan, diperlakukan secara hormat dan bermartabat dan sebagainya. Hal ini artinya para bidan diharapkan bisa merubah cara bekerja termasuk lingkup prakteknya. Bidan perlu praktek lebih berdasar bukti / Evidence Based Practice dan harus bermitra dengan perempuan serta tenaga kesehatan lainnya.

Studium General ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Kebidanan semester 1 dan 3. Kegiatan ini bersifat rutin terkait untuk pengenalan profesi Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di DIY serta menambah wacana kebidanan kepada mahasiswa. Materi kebijakan KIA disampaiakan oleh Dinas Kesehatan DIY.

Dosen Keperawatan SAY Meraih The Best Poster Presentation

Presentation Prevalensi gagal ginjal semakin naik dari tahun ke tahun. Penyebab gagal ginjal bisa disebabkan oleh 2 hal, yaitu: penyakit di ginjalnya itu sendiri dan disebabkan oleh penyakit penyerta yang lain. Penyakit penyerta nya antara lain: Hipertensi dan diabetes. Salah satu cara menjaga kelangsungan hidup penderita gagal ginjal kronik adalah dengan menjaga kestabilan sampah-sampah dalam tubuh, seperti BUN dan creatinin.

Hal tersebut dijelaskan oleh Dosen Ilmu Keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Dyah Candra Anita, S.Kep.,Ns., M.Sc., yang berhasil meraih Penghargaan sebagai The Best Poster Presentation pada acara The 2nd International Conference of Health Science (ICHS), di Hotel Inna Garuda 11 Oktober lalu.

Lebih lanjut Candra mengatakan bahwa poster yang diikutkan ke lomba ini mengkaji mengenai kadar ureum (Blod Urea Nitrogen) dan kadar creatinin dalam darah pada pasien gagal ginjal kronik dengan diabetes dan tanpa diabetes. ‘’ Penderita Gagal ginjal kronik dengan diabetes dan tanpa diabetes memiliki karakteristik tertentu. Dengan mencoba mengkaji dan membandingkan kadar BUN dan creatinin pada penderita GGK dengan diabetes dan tanpa diabetes, maka kita bisa merumuskan pola diit yang tepat bagi pasien.’’, jelasnya.

Penghargaan ini adalah bonus dari Allah. Tujuan Candra yang utama ingin mempublikasikan hasil karya penelitian. Beberapa Tips agar menjadi juara antara lain, saat meneliti dan membahas hasil penelitian ini mencoba memaksimalkan sumber literature-literature terbaru. Tips kedua, manuscript dibuat dengan lengkap dan detail, baik tabel data maupun pembahasan. Tips terakhir adalah: lakukan semua itu dengan cinta dan kesungguhan.

The 2nd International Conference of Health Science (ICHS) ini diikuti lebih dari 300 orang. Dengan peserta tersebar dari seluruh nusantara dan beberapa negara-negara di Asia, seperti Singapura, Thailand, Taiwan, dan lainnya.

SAY Gelar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim di Pasar Beringharjo

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) bersama Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menggelar deteksi dini kanker payudara dan leher rahim di selasar pasar Beringarjo, Minggu (25/10). Acara ini diikuti ratusan pedagang, buruh gendong dan pengunjung pasar Beringharjo.

Wakil Ketua Bidang Sumber Daya SAY, Yuli Isnaeni, M.Kep.,Sp.Kom., mengatakan, bakti sosial berupa edukasi kesehatan ini sengaja dilakukan karena kedua jenis kanker tersebut banyak menjangkiti kaum perempuan. Hingga kini, menurutnya kanker payudara dan leher rahim sering ditemukan sudah dalam kondisi stadium lanjut, sehingga kondisi akut tersebut menyulitkan pengobatan. Padahal, jika ditemukan sejak dini, kanker dapat disembuhkan.

Lebih lanjut Yuli mengatakan bahwa deteksi dini kanker payudara dan leher rahim harus terus digiatkan, sehingga angka kasus bisa ditekan. Apalagi kanker termasuk jenis penyakit ganas. Baksos dan edukasi kesehatan di pasar ini merupakan aplikasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.