SAY Peringati Cuci Tangan Se-Dunia di Kretek Bantul

Hari cuci tangan se dunia yang jatuh pada 15 Oktober 2015 lalu, diperingati oleh STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta di Kretek Bantul. Peringatan ini merupakan rangkaian kegiatan praktik komunitas mahasiswa Kebidanan DIV di Dusun Sruwuh, Desa Donotirto Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, (18/10).

Menuru Dosen Kebidanan DIV, selaku penanggung jawab kegiatan ini, Indriani, M.Sc., aksi cuci tangan dengan melibatkan seluruh masayarakat baik anak-anak maupun dewasa tujuannya untuk memberi pendidikan kebersihan dan kesehatan sejak usia dini. Kesadaran akan pentingya perilaku higienis dan sanitasi di Indonesia masih relatif sangat rendah. Kebiasaan yang sebenarnya sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun kerap disepelekan padahal berdampak besar pada kesehatan.

Lebih lanjut Indri berujar bahwa kebiasaan baik ini dapat mencegah penularan dan penyebaran berbagai penyakit menular dan penyakit berbasis lingkungan. Selain aksi cuci tangan, kegiatan lainnya yang digelar pada acara komunitas ini antara lain senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba untuk anak-anak (cuci tangan, menggambar, hafalan surat pendek), lomba voly dan lomba masak.

97% Mahasiswa Bidan dan 93 % Mahasiswa Ners SAY Lulus First Taker Ukomnas

Sebanyak 141 ( 97 %) mahasiswa kebidanan D3 Dan 41 (93 %) mahasiswa program pendidikan ners STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) lulus first taker uji kompetensi nasional (ukomnas). Surat Keputusan (SK) dengan nomor No: 215/Puk-Nas/X/2015 diterima SAY 12 Oktober 2015 lalu.

Menurut Ketua Program Studi Kebidanan D3, Anjarwati, M.PH., hasil ini merupakan usaha yang gigih dari mahasiswa dan seluruh dosen khususnya tim uji kompetensi program studi yang secara terstruktur melakukan pembekalan. Selain itu dukungan dari pimpinan SAY yang memberi kesempatan dan fasilitas untuk try out internal dengan model computer base test (CBT).Hasil yang diperoleh tahun ini sangat mengembirakan tetapi tentunya menjadi tantangan untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas lulusan. Harapanya semoga para lulusan D3 Kebidanan SAY dapat mengabdikan ilmunya untuk peningkatan kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, tujuan uji kompetensi untuk menghasilkan lulusan pendidikan kesehatan yang bermutu, menjamin keselamatan pasien, keselamatan tenaga kesehatan, kesetaraan mutu global, terpenuhinya standar mutu pelayanan kesehatan nasional dan menjadi syarat mendapatkan sertifikat kompetensi surat tanda registrasi (STR) dari Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) ”Uji kompetensi ini untuk membuat standar pelayanan yang sama di seluruh Indonesia. Jadi lulusan kebidanan dimanapun diharapkan mampu memberikan pelayanan yang terstandar dan berkualitas, dalam hal ini bidan memiliki posisi strategis dalam penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB),” jelas Anjarwati.

”Pada akhirnya, uji kompetensi sebagai tolak ukur bahwa tenaga kesehatan memiliki kompetensi sesuai dengan keahlian dan kewenanganya,” terangnya.

Ewang: Remaja Memiliki Kerentanan Tinggi

Masalah mengenai kesehatan reproduksi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pemahaman yang tepat mengenai kesehatan reproduksi mutlak diperlukan bagi para siswa disekolah. Untuk memenuhi akses informasi terhadap kesehatan reproduksi bagi remaja, penyelenggara pendidikan di sekolah merupakan tempat yang sangat strategis, karena dapat menjangkau remaja dalam jumlah yang besar, melalui pendidikan kesehatan reproduksi. Berdasarkan hal tersebut Kantor Kerjasama Internasional dan Humas (KKIH) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) menggelar Seminar Guru Bimbingan Konseling SMU se-DIY dan Jawa Tengah yang bertema ‘’Hypnolearning: Guru Sahabat Siswa dalam Upaya Pendidikan Reproduksi Remaja’’ di Hall 4 kampus terpadu, Selasa 13/10.

Menurut Ketua SAY, Warsiti, S.Kp.,M.Kep. Sp.Mat, saat ini banyak anak usia sekolah antara 14-16 tahun melahirkan bayi. Banyaknya siswi hamil di luar nikah harus dihentikan dengan menguatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi Guru BK.

Warsiti berharap seminar ini dapat memberikan pengetahuan guru BK di SMU. Sehingga para siswa memiliki wadah untuk konsultasi tentang reproduksi di sekolah.

Sementara itu PLT Kepala Sub Bina Ketahanan Remaja BKKBN DIY , Ewang Sewoko, S.Psi., MA, mengatakan remaja memiliki kerentanan tnggi. Mereka sangat mudah dipengaruhi teman sebaya yang sering mendorong untuk berbuat hal yang negatif. Misalnya, belum memiliki pacar didorong untuk mempunyai pacar. Setelah berpacaran didorong untuk berbuat diluar batas danterjadi hamil di luar nikah.

Sebagai solusi, lanjut Ewang, perlu menanamkan pengetahuan kesehatan reproduksi yang benar kepada remaja. Penguatan iman kepada remaja agar bisa membentengi. Selain itu juga meningkatkan jumlah pusat pelayanan kesehatan reproduksi dan memadahi.

Seminar yang diikuti 70 guru BK SMU ini juga menghadirkan pakar Hypnosis, Sudiharja, S.Kep.,MM. Menurutnya Hypnolearning merupakan cara untuk memberikan pengetahuan kespro atau lainnya melalui sugesti. Syarat-syarat sugesti antara lain menggunakan kalimat positif, tidak menggunakan kata-kata : kurang, tidak, bukan, jangan, arti tunggal, sederhana, tegas, dan jelas, berulangkali dan monoton, nada rendah tanpa dialek asing, disesuaikan dengan latar belakang pendidikan atau lingkungan, menimbulkan harapan nyata, sentuhan emosional, present tense – progressive, sepenuhnya mendukung klien bukan menjatuhkan.

Surveillance ISO 9001:2008 dan IWA 2:2007

Kegiatan Surveillance ISO 9001:2008 Dan IWA 2:2007 oleh BSI (British Standard Institution) secara resmi dibuka, di Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Kamis (8/10). Opening Meeting dihadiri oleh pimpinan, Program Studi dan unsur penunjang yang unitnya akan diaudit. Sebagai Auditor adalah Bapak Sholichin Dharmawan dan Bapak Danang Gunarto.

Menurut auditor dari BSI, bapak Danang mengatakan bahwa tujuan surveillance adalah untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang sudah dicanangkan telah dilaksanakan secara konsisten.

Sementara itu, Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti,S.Kp.,M.Kep.Sp.Mat menjelaskan bahwa audit mutu merupakan proses yang sistematis, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit dipenuhi. Jadi bukan untuk mencari-cari kesalahan atau investigasi, tetapi lebih pada upaya mendapatkan umpan balik sebagai masukan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai visi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta yaitu menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Terbaik di Indonesia Tahun 2016.

Audit dilaksanakan tanggal 8-9 Oktober 2015. Unit yang diaudit sebagai surveillance sebanyak 11 unit yaitu jajaran pimpinan, Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan, Program Studi Fisioterapi S1, Program Studi Bidan Pendidik D4, LP3M, BPTI, Pusat Pengembangan Bahasa, Akademik, Keuangan, Biro Sumber Daya, Kajian Islam dan Perkaderan.

PERPUSTAKAAN SAY TERIMA STUDY BANDING UPT PERPUSTAKAAN UMP

Rabu, 7 Oktober 2015, Perpustakaan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menerima kunjungan study banding dari UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kunjungan dipimpin oleh Kepala UPT Perpustakaan UMP (Dwi Indah Hayuningtyas, A.Md) beserta beberapa staff . Tujuan study banding kali ini lebih ditekankan dalam hal Akreditasi Perpustakaan. Salah satu alasannya karena Perpustakaan SAY sudah memperoleh nilai akreditasi A untuk akreditasi, pada Tahun 2014 yang lalu. Study banding juga dimaksudkan untuk sharing pengelolaan perpustakaan, dan penguatan kerja sama antar Perpustakaan Perguruan Tinggi, terlebih sama-sama di bawah naungan Muhammadiyah/’Aisyiyah.

Wakil Ketua I, Bidang Akademik SAY, Ismarwati, MPH, dalam sambutannya menyampaikan agar sesama Perpustakaan PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah) saling mendukung dan melengkapi. Bu Ismarwati juga menyampaikan bahwa latar belakang pendidikan pustakawan yang berijazah ilmu perpustakaan sangat penting dalam akreditasi, baik akreditasi Program Studi maupun Institusi. Beliau juga termasuk Tim Assesor Akreditasi, sehingga sangat faham akan pentingnya pustakawan yang mempunyai pendidikan S2 Ilmu Perpustakaan sebagai legal formal, yang diaplikasikan dalam praktik di perpustakaan. Kunjungan diterima tim Perpustakaan SAY yang dipimpin oleh Khairun Nisak, SIP, didampingi oleh Irkhamiyati, M. IP dan Lilik Layyina, SIP. Sementara petugas lainnya tetap memberikan layanan baik di Perpustakaan Kampus Terpadu, Kampus 1, dan Asrama. Kunjungan diakhiri dengan saling bertukar cendera mata dan berkeliling melihat kondisi Perpustakaan SAY. (by-Irkhamiyati-)

Klinik Pratama ‘Aisyiyah Sewugalur Diresmikan

Klinik Pratama ‘Aisyiyah Sewugalur diresmikan pada Jumat (25/9). Klinik ini merupakan perubahan nama dan bentuk dari RS PKU muhammadiyah Sewugalur yang telah berkiprah beberapa tahun yang lalu.

Menurut Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY), Warsiti, S.Kp.,M.Kep., Sp.Mat, Klinik ini dibentuk guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Karangsewu Sewugalur, Galur, Kulonprogo dan melakukan pembangunan di bidang kesehatan. Keberadaan klinik ini perlu dukungan dari masyarakat setempat, tokoh masyarakat, kelurahan, kecamatan dan sebagainya. Kedepan SAY sebagai pengelola dan seluruh tim Klinik Pratama ‘Aisyiyah akan berupaya proses perijinan ke BPJS, agar masyarakat sekitar yang kurang mampu, dapat pelayanan kesehatan dari klinik tersebut.

Sementara itu, Kepala desa Karangsewu, Anton Hermawn mengatakan bahwa seluruh masyarakat karangsewu menyambut gembira dan mengucapkan terima kasih kepada pengelolan klinik ini. Menurutnya klinik ini dengan beberapa proses perkembangannya hingga hari ini menjadi Klinik Pratama ‘Aisyiyah terus berusaha membangun dan berkiprah di bidang kesehatan, tidak hanya kesehatan ibu dan anak namun juga membantu menjaga kesehatan dan memberikan pengobatan umum kepada seluruh masyarakat Galur.

Lebih lanjut Anton mengatakan klinik pratama ini adalah satu-satunya klinik swasta di Galur yang tekun mendampingi kesehatan para lansia. Harapannya dengan segera direalisasikan BPJS di klinik ini mampu membantu warga miskin di wilayah Galur.

Dalam persemian tersebut digelar juga pengobatan gratis dan pembagian hewan kurban untuk 200 warga Karangsewu.

Pelatihan Pekerti Tingkatkan Profesionalisme Pendidik

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Untuk dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pendidik dan pembelajar setiap dosen perlu memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Oleh karena itu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi mahasiswa DIV Bidan Pendidik. Pelatihan bersertifikasi ini merupakan kerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Pusat Pengembangan Kurikulum, Instuksional dan Sumber Belajar UNY, resmi dibuka pada Senin, (21/9) di Kantor LPPMP UNY.

Dalam sambutan pembukaan pelatihan Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan rutin program studi DIV Bidan Pendidik sebagai upaya meningkatkan profesionalisme seorang pendidik/dosen. Harapannya, para alumni/lulusan prodi DIV Bidan Pendidik mampu memahami dasar dalam mengajar, mengembangkan teknik-teknik dasar instruksional sehingga ketika mengajar nantinya akan lebih terstruktur.

Sementara itu menurut kepala LPPMP UNY, Prof. Dr. Wawan S Suherman, MID., yang paling penting pada pelatihan ini adalah bagaimana semua peserta dapat mengimplementasikan dalam tugas keseharian kita. Proses pembelajaran itu tidak hanya di kelas, sehingga nanti kalaupun tidak jadi pengajar, bekal pendidik bisa dilakukan untuk tugas-tugas keseharian lainnya . Harapannya melalui pelatihan ini, proses pendidikan dan proses pembinaan semakin meghasilkan insan Indonesia cerdas, bertaqwa dan mandiri.

Sejumlah 135 peserta mengikuti pelatihan yang di laksanakan pada 21 September – Oktober dan terbagi dalam 5 gelombang. Para peserta akan mendapatkan beberapa sajian materi antara lain analisis instruksional, strategi peningkatan mutu pendidikan tinggi, kebijakan pendidikan tinggi, pendidikan orang dewasa, konsep dasar kurikulum, media pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pembelajaran yang memberdayakan, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, persiapan simulasi dan tugas akhir, pembelajaran praktek dan laboatorium, pengembangan dosesn berkelanjutan, ketrampilan dasar mengajar.

Kesempatan Pelatihan di TIHTC Taiwan

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta bekerjasama dengan Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC) membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti pelatihan selama 1 bulan di Taipei Hospital, Taiwan, R.O.C berupa: Nursing Training – Emergency Room and General Ward Patient Management and Perinatal Care management pada tahun 2016. Pelatihan ini guna mendukung VISI STIKES Aisyiyah Yogyakarta “Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Indonesia pada tahun 2016”.

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 periode yaitu Maret-April-Mei 2016. Adapun persyaratan sebagai berikut:

a.Mahasiswa aktif profesi Ners (Reguler/Aanvullen)/D4 Bidan Pendidik Aanvullen atau Fisioterapi Aanvullen

b.Memiliki Skill Bahasa Inggris yang baik

STIKES ‘Aisyiyah memberikan subsidi pembiayaan berupa GRATIS biaya akomodasi, biaya pelatihan dan pembuatan visa. Bagi mahasiswa yang berminat, silakan mendaftar ke Kantor Urusan Internasional (KUI) atau Bagian Pengembangan Mahasiswa & Pemberdayaan Peran Alumni di Kampus Terpadu.

Pendaftaran dibuka mulai 21 September – 30 Oktober 2015 .

Unduh Berkas

Evaluasi Butir Soal Merupakan Keharusan

Sebagai upaya meraih akreditasi A, Badan Penjaminan Mutu melaksanakan kegiatan sosialisasi analisa butir soal dan pengembangan bank soal, di Hall 4 Kampus Terpadu, Sabtu (12/9).

Menurut Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan (BPMP) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY), Syaifudin, M.Kes., butir soal merupakan alat untuk evaluasi. Untuk melihat keberhasilan alat tersebut harus bermutu. Untuk melihat mutu soal dan membuat soal yang bermutu, evaluasi butir soal merupakan sebuah keharusan.

Bila kualitas evaluasi meningkat maka target-target akan tercapai dan akreditasi A bisa terwujud. Harapannya kita bersama-sama melakukan kegiatan ini dengan baik dan BPMP akan mengawal serangkaian prosesnya.

SAY Gelar Baitul Arqam Dasar

Baitul Arqam Dasar (BAD) merupakan salah satu bentuk perkaderan yang bertujuan untuk meneguhkan ideology dan pelaksanaan ibadah praktis (ibadah mahdhah sehari-hari). Kegiatan ini dilaksanakan pada September-Oktober 2015.

Tugas Mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah untuk meningkatkan perannya sebagai kader di lingkungan amal usaha ‘Aisyiyah maupun di masyarakat sangat penting. Oleh karena itu, PP ‘Aisyiyah Majelis Pembinaan Kader perlu melakukan kegiatan Baitul Arqam Dasar bagi mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hal tersebut di katakan oleh koordinator unit Perkaderan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Yekti Satyandari, M.Kes.

Seluruh mahasiswa baru mengikuti beberapa materi yang disampaikan pada acara tersebut antara lain aqidah, thaharah, shalat dan akhlak. Metode dan strategi yang digunakan yaitu ceramah dan diskusi, dinamika kelompok, refleksi, studi kasus.