Syauqi: Kampus Perlu Peneguhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

Sebagai upaya menuju STIKES Terbaik di Indonesia 2016 diperlukan komitmen seluruh civitas akademika STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY). Salah satunya komitmen ber Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Apalah gunanya bila suatu kampus Aisyiyah berkembang pesat secara fisik bila nila Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pudar. Hal tersebut dikemukakan oleh Ir. Ahmad Syauqi Soeratno,MM,saat pengajian jelang kegiatan belajar mengajar di kampus terpadu SAY, Selasa(1/9).

Lebih lanjut Syauqi menjelaskan tugas para dosen SAY adalah membina orang dalam hal ini mahasiswa agar memiliki jati diri sehingga bisa melayani dengan baik. Mendidik tenaga kesehatan tidaklah mudah, perlu peneguhan nilai-nilai Kemuhammadiyahan disamping ilmu kesehatan itu sendiri. ‘’Binalah diri sendiri untuk memiliki sense ownership terhadap Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah’’, tuturnya.

Tantangan menjadi universitas tidak mudah, perlu pengembangan manajemen sumber daya dan organisasi. Selain itu budaya survey hendaknya dilakukan secara periodic untuk mengetahui kepuasan pengguna terhadap SAY. Pengajian ini diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan SAY. Melalui kajian ini diharapkan para pegawai memiliki komitmen untuk membawa SAY menjadi STIKES yang terbaik.

Pengajian ini diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan SAY. Melalui kajian ini diharapkan para pegawai memiliki komitmen untuk membawa SAY menjadi STIKES yang terbaik.

Pertemuan Wali Mahasiswa Baru

SAY Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) dipenuhi warna yang beragam dari berbagai penjuru Nusantara, dari Sabang hingga Merauke. Para Orang tua wali mahasiswa baru datang ke SAY untuk bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan pimpinan dan para dosen, Sabtu (29/8).

Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat., menjelaskan bahwa tahun ini terseleksi 943 mahasiswa dari 1912 pendaftar. Mereka berasal dari 33 propinsi di Indonesia. Lebih lanjut Warsiti, menyampaikan beberapa prestasi SAY diantaranya akreditasi institusi B dan semua program studi yang ada di SAY juga sudah terakreditasi B.

Silaturahmi yang diadakan SAY sangatlah efektif. Karena banyak orang tua yang tidak paham tentang perkuliahan anaknya. Dengan silaturrahmi ini semua dapat dipahami dan SAY telah berhasil menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua/wali mahasiswa.

Lulusan SAY Siap Hadapi MEA

Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah didepan mata, Yang bekerja di Indonesia tidak hanya tenaga kerja dari Indonesia, demikian pula sebaliknya. Dengan perkembangan fisik serta di dukung dengan SDM yang mumpunii, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) harus siap menghadapi era MEA. Hal tersebut di ungkapkan oleh Koordinator KOPERTIS Wilayah V DIY, Dr. Ir Bambang Supriyadi, CES., DEA saat wisuda SAY,di auditorium baru SAY, Sabtu (29/8).

Senada dengan hal tersebut, Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.Sp.Mat, berpesan kepada para lulusan bahwa untuk memenangkan persaingan di era MEA, para lulusan harus meningkatkan kompetensi, karena ilmu yang sekarang akan dirasa usang 4-5 tahun mendatang. Dan tingkatkan kemampuan menjadi tenaga kesehatan professional qurani, karena itu yang akan menjadi pembeda dengan lulusan sekolah tinggi kesehatan lainnya.

Lebih lanjut Warsiti berharap agar para lulusan menjadi pribadi inovatif dan kreatif serta menjadi kader persyarikatan Muhammadiyah/’Aisyiyah.

Pada wisuda tahun ajaran 2014-2015 ini tercatat jumlah lulusan 681 orang yang terdiri dari program sarjana 124 orang dan diploma 517 serta program profesi ners sejumlah 40 orang. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh adalah 3.32 dan 3.35 untuk program diploma. Rata-rata masa studi tepat waktu adalah 88%. Total jumlah lulusan dengan predikat dengan pujian (cumlaude) adalah 142 (20.8%).

Wawasan Bekerja di Jepang untuk Alumni SAY

Unit kemahasiswaan dan alumni STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar pembekalan untuk para alumni yang akan wisuda 29 Agustus mendatang. Pembekalan yang diisi oleh BP3TKI Yogyakarta ini dilaksanakan di hall 4 SAY, Selasa(25/8).

Ari Roesmayani, Kasi Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program BP3TKI ini menjelaskan kepada alumni SAY mengenai peluang kerja TKI nurse dan careworker di Jepang. Dalam kesempatan itu secara rinci Roesmayani menjelaskan tentang jenjang karier kerja di jepang, gaji dan tunjangan dan prosedur penempatan. 

Sejumlah 700 alumni SAY yang terdiri dari prodi kebidanan D3, Kebidanan D4, Keperawatan S1 dan Fisioterapi S1 mengikuti acara tersebut. Harapannya para alumni mendapat wawasan dan gambaran bekerja di luar negeri khususnya Jepang.

Rosalia: Bidan Harus Tingkatkan Mutu

Fenomena yang ada saat ini tentang pendidikan Kebidananadalah jumlah institusi yang terlalu banyak, lulusan DIII Kebidanan yang sulit mencari pekerjaan dan animo masyarakat yang menurun terhadap pendidikan Kebidanan. Sedangkan situasi dipelayanan adalah lulusan tidak terampil, lulusan tidak terserap, bargaining gaji menjadi sulit, upah gaji dibawah minimum, lulusan banyak melamar di Rumah Bersalin, Rumah Sakit dan yang mempengaruhi dipelayanan adalah perubahan sistem Jaminan Kesehatan nasional berupa BPJS, hal ini menjadi kunjungan pasien ke bidan menurun drastis. Berdasarkan hal tersebut, Program Magister Kebidanan SAY menggelar diskusi terbatas tentang bidan di era JKN dalam perspektif antropologi kesehatan, di Kampus terpadu SAY, Senin (24/8).

Wakil Ketua bidang akademik, Ismarwati, MPH., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dari beberapa aspek perlu kesiapan tersendiri. Secara kuantitas tenaga kesehatan kita khususnya bidan sudah cukup banyak dan era MEA persaingan semakin ketat. Melalui diskusi ini diharapkan bisa dipaparkan berbagai permasalahan dan mendapatkan strategi menghadapi era JKN bagi bidan.

Dalam kesempatan tersebut Associate Profesor Rosalia Sciortino dari Mahidol Universty Thailand memaparkan bahwa perspektif antropologi kesehatan tentang tantangan tenaga kesehatan di era JKN berkaitan dengan ketersediaan kualitas dan akuntabilitas. Indonesia masih jauh tertinggal dari Vietnam dan Filipina. Kondisi tenaga kesehatan yang perlu dilirik lainnya adalah promosi kesehatan, ahli gizi dan lainnya. Perlu kajian ilmu sosial, analisis kebijakan dan advokasi kesehatan untuk mensikapi bagaiamanakah peran bidan di era JKN ini.

Lebih lanjut Rosalia menegaskan bahwa tantangan ke depan pelaksaan JKN bagi tenaga kesehatan bidan adalah mengintegrasikan pelayanan bidan dalam JKN. Bidan perlu mengidentifikasi peran dalam JKN dengan meningkatkan mutu,distribusi dan akuntabilitas. Selain itu bidan perlu merefresh kembali peran promotif dan preventif serta memperjuangkan dalam konsep JKN.

SAY International Summer Program 2015

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta ( SAY ) kembali menggelar International Summer Program 2015. Tahun ini adalah tahun ke 4 dilakukannya dengan mahasiswa dari National Taipei University of Nursing and Health Sciences (NTUNHS) Taiwan. Kegiatan Summer Program ini dilakukan selama 10 hari dari tanggal 17-26 Agustus 2015.

Koordinator Kerjasama Internasional dan Humas, Indriani, M.Sc, menjelaskan para peserta Summer Program dari NTUNHS ini akan bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, STIKES Muhammadiyah Samarinda dan STIKES Muhammadiyah Lamongan mengikuti pembelajaran tentang sistem kesehatan di Indonesia, budaya, dasar bahasa Indonesia dan sejarah tentang tanaman obat (jamu) dan membatik sebelum mereka memulai program mereka di lapangan. Program ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang benar tentang Indonesia khususnya Yogyakarta dan tentang penyelenggaraan kesehatan dasar di Yogyakarta. Para mahasiswa dari NTUNHS ini akan terjun dalam kesehatan komunitas dan melihat langsung tentang praktek pembelajaran komunitas tentang kesehatan ibu dan anak, dan kunjungan ke beberapa rumah sakit Muhammadiyah.

Lebih lanjut Indri menjelaskan, dengan adanya Summer Program ini, membantu dalam meningkatkan perspektif STIKES ‘Aisyiyah dan jalinan kerjasama lebih global, luas, pluralistik dalam hal bahasa dan budaya pola pikir. Dengan bergabung dalam program ini akan meningkatkan pengetahuan dalam hal aspek keperawatan teoritis dan praktis yang mungkin tidak tersedia di Taiwan. Dan para mahasiswa NTUNHS diharapkan menemukan pengalaman baru atau bahkan cara yang berbeda untuk dapat dibagikan dengan teman-teman mahasiswa keperawatan di Taiwan.

Dalam Summer Program ini para mahasiswa NTUNHS mengikuti kuliah selama 2 hari dan melaksanakan praktikum di Puskesmas Kasihan I,  berkunjung ke RS PKU Muhammadiyah Bantul dan mengikuti Posyandu Lansia di Giri Peni Wates. Di samping itu mereka juga melaksanakan cultural trip ke Kraton Yogyakarta, Tamansari Water Castle, Candi Borobudur dan menyaksikan ballet Ramayana di Candi Prambanan. Mereka juga tinggal di salah satu desa wisata dan lava tour.

SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KETUA PP MUHAMMADIYAH & PP 'AISYIYAH

Selamat atas terpilihnya Ketua Umum PP MUHAMMADIYAH Bpk. Dr.H.Haedar Nashir.,M.Si & Ketua Umum PP ‘AISYIYAH Ibu Hj. Siti Noorjannah Djohantini,M.M.,M.Si periode 2015-2020 semoga dapat mengemban Amanah, Istiqomah, Bermartabat dan Bermanfaat bagi Umat.

BKKBN Gelar Seminar Keluarga di SAY

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga ke XXII, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) DIY menggelar seminar bertajuk’’Kesiapan Pemerintah Dalam Menyiapkan Pendidikan Terkait Dengan Tingginya Angka Kelahiran’’ di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY), Selasa (12/8).

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Hitima Wardani, MPH menjelaskan tujuan diadakannya seminar ini untuk menyiapkan pendidikan terkait dengan tingginya angka kelahiran. Harapannya fungsi keluarga menjadi jawaban terbaik untuk tantangan kedepan yang semakin komplek.

Sementara itu, Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat menjelaskan bahwa SAY telah membuka program Studi Kebidanan S2 yang ke depannya diharapkan mampu mendukung program-program pemerintah dalam hal ini BKKBN.

Dalam kesempatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber antara lain Prof. Dr. Fasli Djalal, Ph.D., Sp.GK (Pakar Pendidikan), Dra Siti Noordjanah Djohantini, MM., M.Si (Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah) dan Dr. Sari Murti Widiyastuti, SH., M.Hum.

SAY Menerima Staff Exchange dari KKU Thailand

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menerima kunjungan magang 2 staf dari Khon Kaen University Thailand selama 1 minggu (3-8 Agustus 2015).

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi kerjasama antara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Faculty of Nursing Khon Kaen Universtiy Thailand. Dua staf tersebut adalah Benjawan Chumchatree dan Kulnasorn Ountrai. Mereka magang di unit public relation dan perpustakaan.

Beberapa kegiatan yang diikuti antara lain campus tour, pengenalan profile STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, kunjungan ke kantor Public Relation dan Perpustakaan. Melalui kegiatan ini masing-masing unit bisa membandingkan job description dan bertukar ilmu pengetahuan dan budaya.

Selain akademik program, mereka juga melakukan tour di yogyakarta seperti Merapi Lava tour, pasar bringharjo, candi prambanan dan sebagainya.

Komitmen Pegawai dalam Menjalankan Amal Usaha Muhammadiyah/’Aisyiyah

Nuansa Ramadhan hendaknya selalu menghiasi hari-hari kita semua untuk menjadi manusia yang bertakwa. Tantangan kedepan lebih keras, dalam bulan syawal ini marilah berbenah diri mengeratkan barisan sesuai tugas masing- masing untuk menuju visi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta yaitu menjadi perguruan tinggi kesehatan terbaik di Indonesia 2016. Hal tersebut diungkapkan Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat ketika memberi sambutan pada acara Syawalan, Selasa (28/7) di Auditorium Siti Baroroh Baried, kampus terpadu STIKES ‘Aisyiyah.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) STIKES ‘Aisyiyah, Dra. Siti Noordjanah Djohantini, MM., M.Si., menekankan pada bulan Syawal senantiasa meningkatkan ibadah. Komitmen civtas akademika untuk memberikan pengabdian kepada STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, merupakan ibadah. Kerja bapak ibu pegawai STIKES ‘Aisyiyah adalah ibadah sehingga diawali pada bulan syawal ini kinerja harus lebih ditingkatkan. Harapannya SAY berkembang menjadi lebih baik.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh ibu Soimah Kastolani yang tampil sebagai penceramah syawalan. Ia memaparkan tentang menjaga komitmen pegawai dalam menjalankan amal usaha Muhammadiyah & ‘Aisyiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIKES ‘Aisyiyah juga memberikan penghargaan berupa umroh kepada lima orang pegawai yang sudah purna tugas ( ibu hikmah, ibu syamsiah, bapak slamet muktamar, bapak purwoto dan bapak subarji).