Welcome Party Pemilihan Duta Mahasiswa Genre

Akhirnya hari yang ditunggu datang. Tepat hari Senin (20/4) bertempat di Ruang Prof. Dra. Hj. Siti Baroroh Baried atau lebih dikenal dengan Hall 4 Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta berlangsung acara Welcome Party untuk seluruh peserta Duta Mahasiswa Generasi Berencana 2015. Dalam acara tersebut undangan yang hadir adalah perwakilan dari STIKES baik bidang kemahasiswaan dan perkaderan yang diwakili oleh Ibu Dra. Hj. Umu Hani Edi Nawangsih, M.Kes, Koordinator Pengembangan Mahasiswa dan Pemberdayaan Alumni yaitu Ibu Dwi Prihatiningsih, S.Kep., Ns., MN. serta perwakilan prodi. Selain itu acara penyambutan ini diwakili oleh BKKBN DIY yaitu Bapak Ewang Sewoko, S.Psi., M.Psi. serta seluruh peserta 70 besar Duta Mahasiswa Generasi Berencana dan panitia penyelenggara.

Welcome Party merupakan acara penyambutan sekaligus pengumuman 40 besar finalis Duta Mahasiswa Generasi Berencana yang akan mengikuti serangkaian seleksi berikutnya. Sebelum disampaikan pengumuman finalis, sambutan disampaikan oleh perwakilan BKKBN yaitu Bapak Ewang Sewoko yang menyampaikan bahwa dalam kompetisi ini harus tetap semangat dan tetap sportif. Sambutan yang disampaikan oleh BKKBN sejalan dengan sambutan yang diberikan oleh Ibu Umu Hani yaitu seluruh peserta yang akan terpilih menjadi finalis Duta Mahasiswa Generasi Berencana harus menjadi panutan bagi remaja sehingga dapat menjadi role model.

Saat pengumuman 40 besar finalis, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta selaku tuan rumah penyelenggara berhasil mengirimkan perwakilannya sebanyak satu pasang finalis yaitu Ilham Cahyo Nugroho (PSIK Semester 2) dan Nurul Fatimah Susanti (DIV Bidan Pendidik Semester 4). Seluruh finalis akan mengikuti karantina dan beberapa kelas untuk mengasah kepribadian dan pengetahuan.

SAY International Summer Program 2015

Kantor Kerjasama Internasional dan Humas (KKIH) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) akan menggelar International Summer Program (SAY ISP 2015) pada 17-26 Agustus 2015 mendatang. Kegiatan rutin tahunan ini mengusung tema Empowering the Health Sciences Students Through Community, Culture and Social Program.

Koordinator Kerjasama Internasional dan Humas, Indriani, M.Sc, menjelaskan para peserta Summer Program dari luar negeri dan dalam negeri ini akan bergabung dengan mahasiswa SAY mengikuti pembelajaran akademik (sistem kesehatan Indonesia/puskesmas, posyandu, dasar bahasa Indonesia dan obat tradisional) dan non akademik (budaya, program sosial, kunjungan lapangan).

Program ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang benar tentang Indonesia khususnya Yogyakarta dan tentang penyelenggaraan kesehatan dasar di Yogyakarta. Para mahasiswa dari NTUNHS ini akan terjun dalam kesehatan komunitas dan melihat langsung tentang praktek pembelajaran komunitas tentang kesehatan ibu dan anak, dan kunjungan ke beberapa rumah sakit Muhammadiyah. Selain itu mereka mengikuti kuliah selama 3 hari dan melaksanakan praktikum di Puskesmas Piyungan dan berkunjung ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

Di samping itu mereka juga melaksanakan cultural trip ke Kraton Yogyakarta, Candi Borobudur, menyaksikan ballet Ramayana di Candi Prambanan dan lava tour. Mereka juga akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu desa di Yogyakarta. KKIH SAY akan mengundang beberapa universitas mitra luar negeri seperti NTUNHS Taiwan, Mahidol University Thailand, Ngee Ann Polytechnic Singapura serta mahasiswa Indonesia di lingkungan Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah/Muhammadiyah.

Syiar Muktamar ke-47 Satu Abad 'Aisyiyah

Muktamar ‘Aisyiyah ke-47 Satu Abad ‘Aisyiyah akan dilaksanakan tanggal 3 s/d 7 Agustus 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan dengan tema “Gerakan Perempuan Muslim Untuk Mencerahkan Bangsa”. Muktamar yang dilaksanakan bersamaan dengan Muktamar ke-47 Muhammadiyah adalah muktamar yang monumental karena menjadi tonggak untuk mengawali abad ke-2 sebuah organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang dalam menjalani kiprahnya melakukan pencerahan, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan menjadikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin bagi kehidupan manusia, umat/masyarakat dan bangsa.

‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan dalam seluruh aspek kehidupan, memiliki sumberdaya yang cukup besar, amal usaha dalam berbagai bidang kehidupan yang berjumlah puluhan ribu tersebar di seluruh pelosok tanah air, dan kekuatan organisasi berjenjang dari tingkat nasional sampai di tingkat desa atau ranting, bahkan sekarang telah berkembang ke luar negeri dengan berdirinya beberapa pimpinan cabang istimewa ‘Aisyiyah di beberapa negara. Seluruh kekuatan, potensi dan amal usaha tersebut digerakkan oleh para pimpinan dari tingkat pusat hingga ranting yang memiliki semangat dan komitmen yang tinggi, sikap hidup para pimpinan yang sederhana, kemampuan dan keahlian yang sangat bervariasi saling melengkapi, keikhlasan yang tinggi dalam menggerakkan organisasi semata-mata mencari keridloan Allah SWT. Selain kiprah para pimpinan, keberhasilan dan kebesaran organisasi karena selama ini didukung oleh para simpatisan masyarakat luas, dan kerjasama Aisyiyah dengan berbagai pihak baik instansi pemerintah maupun lembaga mitra lainnya.

(sumber: http://www.aisyiyah.or.id/unduh-panduan-syiar-mukatamar-aisyiyah-ke-47/)

Untuk menyemarakkan muktamar, ‘Aisyiyah mengajak seluruh pimpinan menyiarkan semangat muktamar di berbagai level pimpinan. Silahkan unduh file Panduan Syiar Mukatamar ‘Aisyiyah di sini dan Logo Muktamar ‘Aisyiyah ke 47 di sini. Mari sukseskan Muktamar ‘Aisyiyah ke 47 di Makassar.

SAY Tuan Rumah Dumas Genre BKKBN 2015

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) akan menjadi tuan rumah pemilihan Duta Mahasiswa (Dumas) Generasi Berencana (Genre) BKKBN 2015. Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, M.Kep., Sp.Mat. saat penerimaan tamu dari BKKBN, Jumat (10/4).

Event besar se-DIY yang digelar 18 April-9 Mei 2015 ini, mengusung tema ”Hamemayu Bagas Waras Lan Moral Lare Muda”. Salah satu tujuannya adalah menyiapkan figur mahasiswa untuk menjadi model contoh dan teladan teman mahasiswa sebaya dalam mensosialisasikan program Genre di kalangan mahasiswa. Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku mahasiswa untuk berperilaku sehat dan berakhlak. Rencananya kegiatan ini akan diikuti 14 perguruan tinggi se-DIY.

SAY Gelar Pelayanan Fisioterapi Gratis

Fisioterapi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar pelayanan gratis untuk masyarakat sekitar selama kurang lebih 1 bulan (30 Maret-25 April 2015).

Menurut Ketua Program Studi Fisioterapi SAY, Ali Imron M. Fis., kegiatan ini untuk memeriahkan dan merayakan Milad ke-3 Prodi Fisioterapi sekaligus Milad SAY yang ke-52. Beberapa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat antara lain pelayanan tumbuh kembang anak, stroke center, kesehatan wanita, gangguan pada tulang, otot dan syaraf, cidera olahraga dan konsultasi performa olahraga.

Pelayanan dilakukan setiap Senin-Sabtu, pagi pukul 09.30-11.30 dan siang pukul 13.00-15.00 WIB.

Pendaftaran bisa datang langsung atau via sms ke 085799200290.

10 Mahasiswa SAY Pelatihan di Taiwan

Sebanyak 10 mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) mengikuti training di Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC), Taipei Hospital Departement Of Health Taiwan, ROC. Mereka dijadwalkan mengikuti pelatihan selama 1 bulan. Term I (29 Maret- 29 April), Term II (29 April-29 Mei). Sepuluh mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa keperawatan S1 dan kebidanan D4.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, M.Kep., Sp.Mat. saat pelepasan mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu realisasi kerjasama antara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC) yang telah disepakati tahun 2011 lalu. Mahasiswa mengikuti pelatihan ini tujuannya untuk memperluas wawasan terkait perawatan di negara maju. Beberapa kegiatan yang diikuti antara lain mengikuti perkuliahan/kelas tentang keperawatan, kunjungan ke beberapa sektor kesehatan di Taiwan, culture tour dan final presentation. Materi pelatihan untuk keperawatan memfokuskan pada materi Surgical Nursing, Nursing Emergency Management (NEMS), General Ward. Sedangkan Kebidanan memfokuskan pada Perinatal Care dan diberi kesempatan untuk praktik di Rumah Sakit atau klinik kebidanan selama 1 minggu.

Warsiti mengharapkan, mahasiswa yang menjadi delegasi ke Taiwan ini mampu membawa nama baik kampus dan menjalin networking dengan mahasiswa dari negara lain. Sehingga dapat bertukar mengenai gambaran, pengalaman dari negara lain baik budaya dan bidang kesehatan. Selain itu ketika kembali ke STIKES ‘Aisyiyah, mampu memberikan warna positif bagi teman-teman lainnya. “Sebagai perawat dan bidan tidak hanya melakukan hal-hal yang sifatnya rutinitas saja namun dilandasi asuhan keperawatan dengan kemampuan berpikir kritis”, tuturnya menutup pertemuan dengan mahasiswa.

SAY Cetak Lulusan Kreatif dan Inovatif

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) mewisuda 139 wisudawan, Rabu (25/3). Dalam wisuda tersebut SAY perdana mewisuda 9 orang sarjana fisioterapi. Selain Fisioterapi, SAY juga mewisuda Kebidanan D3, D4 Bidan Pendidik dan Ilmu Keperawatan.

Ketua SAY, Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat. mengatakan bahwa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta sudah menapaki perjalanan menjadi penyelenggara pendidikan kesehatan sejak 52 tahun yang lalu. Pengalamannya yang lama ini tentunya modal utama untuk bisa mengembangkan kampus ini menjadi lebih baik. Visi STIKES terbaik di tahun 2016 sudah mulai ditunjukkan pencapaiannya dengan beberapa prestasi yang sudah diraih oleh kampus ini. Di samping status akreditasi institusi dan prodi yang sudah diraih dengan nilai B, awal tahun 2015 ini Perpustakaan STIKES Aisyiyah Yogyakarta juga telah terakreditasi oleh Perpustakaan Nasional RI, berdasarkan Sertifikat Akreditasi No.29/1/ee/XII.2014, dengan Nilai A.

First taker uji kompetensi untuk lulusan tahun akademik 2013-2014 pada prodi kebidanan 100% (361 lulusan), dan prodi ners 86 % (90 lulusan). Upaya pengembangan dan peningkatan kualitas mutu seluruh proses bisnis yang ada tetap terus dilakukan. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-PT) akan menjadi dasar perumusan kebijakan, standar peraturan akademik, pedoman dan evaluasi tentang standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran dan standar kriteria dosen yang harus dipenuhi selambat lambatnya Juli 2016.

Lebih lanjut Warsiti berpesan kepada para lulusan agar menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif menciptakan solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa khususnya di bidang kesehatan (kader problem solver) dan mengimplementasikan ilmu yang sudah diperoleh selama kuliah untuk membantu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai lulusan STIKES Aisyiyah, selain memiliki kompetensi yang sesuai dengan profesi, juga dituntut untuk menjadi panutan (leader) dan sekaligus sebagai kader persyarikatan Muhammadiyah/’Aisyiyah yang akan mengemban amanah dakwah amar ma’ruf nahi mungkar melalui profesi kesehatan.

Koordinator KOPERTIS Wilayah V dalam sambutannya menjelaskan bahwa tidak dapat dielakkan bahwa pada tahun 2015 kita akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN atau dikenal dengan ASEAN Economic Community (AEC ). Singkatnya, AEC akan mengubah ASEAN menjadi wilayah dengan pergerakan barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan aliran modal yang lebih bebas. Perguruan Tinggi diharapkan dapat berperan aktif sebagai pencetak SDM di berbagai bidang keahlian yang unggul sehingga lulusannya akan lebih mudah berkiprah di dalam maupun di luar negeri, khususnya di lingkungan ASEAN. Diketahui bersama bahwa lingkup kerjasama AEC meliputi di antaranya: pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia; pengakuan kualifikasi tenaga profesional; peningkatan infrastruktur dan konektivitas komunikasi; pengintegrasian industri di seluruh wilayah ASEAN untuk mempromosikan penggunaan sumber daya daerah; dan peningkatan keterlibatan sektor swasta untuk membangun AEC. Sejalan dengan rencana tersebut, lulusan perguruan tinggi harus dipersiapkan untuk menghadapi AEC 2015, dengan cara mengidentifikasi tantangan dan peluang bagi SDM Indonesia sehingga SDM Indonesia memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015 tersebut.

Mahasiswa S2 Kebidanan SAY Praktik di Taiwan

Sebanyak 39 mahasiswa S2 Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) melakukan kegiatan International Practice Project di National Taipei University Of Nursing and Health Sciences (NTUNHS) Taiwan, (15-20 Maret 2015). Kegiatan ini merupakan bagian dari modul pembelajaran yang harus ditempuh mahasiswa S2 Kebidanan, dan mempererat jalinan kerjasama antara SAY dan NTUNHS.

Menurut Ketua Program Studi S2 Kebidanan, Evi Nurhidayati, M.Keb., kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan kesehatan, khususnya pada ibu dan anak di Taipei, melihat sistem pendidikan kebidanan di Taipei, melihat praktek baik pelayanan dalam asuhan ibu dan anak yang dapat diterapkan/ diadopsi serta Kajian Health Technology Assessment tentang kesehatan ibu dan anak. Misi penting lainnya yang diemban adalah menjalin hubungan kerjasama antara SAY dengan NTUNHS. MoU yang telah terjalin lama dengan NTUNHS, saat ini dikembangkan dengan kerjasama dengan Prodi Ilmu Kebidanan Program Magister, sebagai prodi yang paling baru.

Ketua Program Studi  S2 Kebidanan NTUNHS Prof. Cheh Huei Kao menyampaikan bahwa topik-topik riset S2 Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta sejalan dengan konsep kebidanan di NTUNHS. Kerjasama yang telah disepakati adalah joint research yang akan diawali dengan pemetaan topik dan dosen yang akan meneliti, sit in programme seperti prodi keperawatan dan kebidanan yang telah terjalin selama ini. Selain itu Cheh Huei Kao juga memberikan materi Prenatal and Gentle Birth Class in Taiwan and Prenatal Class Practices in NTUNHS Clinic.

Beberapa klinik yang dikunjungi antara lain Binggun’s Mother and Child Care Clinic NTUNHS yang memiliki konsep persalinan di rumah sakit serasa bersalin di rumah sebab pasien dapat memilih ruangan sesuai keinginannya mulai dari desain wallpaper, perabot dan sebagainya. Klinik kedua yang dikunjungi adalah BEST Midwives Clinic Support yang melayani persalinan normal di Taiwan.

Materi yang diberikan sangat memuaskan dan sesuai dengan harapan mahasiswa dan tujuan prodi yaitu berkaitan dengan Health Technology Assessment, selaras dengan keunggulan Prodi S2 Kebidanan. Pada akhir kegiatan mahasiswa mendapatkan sertifikat dari NTUNHS.

Para pemateri pada kegiatan international practice project ini adalah pemateri-pemateri yang sangat expert di bidang kebidanan seperti Prof. Meei Ling Gau (President of Taiwan Midwifery Association) memberikan materi tentang Taiwan Midwifery Association, Ministry of Health’s Policy regarding Midwifery, Maternity and Neonate Practice in Taiwan, Midwifery Services System in Taiwan, and How to Measure the Quality of Midwifery Care, Birth Ball Technique During Labour.

Prof. Su Chen Kuo (Research Methodology Lecturer), dr. Yang seorang dokter Obstetri dan Ginekologi memberikan materi Midwifery Performance Test by Using OSCE : shoulder dystocia, breech birth, and NB resuscitation.

Workshop Penulisan Buku Ajar Bagi Dosen SAY

Lembaga Pengembangan Ilmu, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) menggelar kegiatan “Workshop Penulisan Buku Ajar” bagi dosen. Workshop dilaksanakan di Ruang 3A Kampus I SAY, Selasa (10/3). Workshop ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para dosen tentang liku-liku penerbitan buku/bahan ajar.

Menurut narasumber workshop, Jozep Edyanto, direktur Penerbit Graha Ilmu, bahwa mengenai prosedur penerbitan buku, dosen harus mengetahui beberapa kriteria memilih penerbit. Antara lain mengenai kepercayaan, kontrak/perjanjian, hak cipta, sistem pembayaran, pangsa pasar, pricing, ISBN dan bidang ilmu terbitan.

Koordinator LP3M, Sarwinanti, M.Kep., berharap dengan adanya workshop ini dapat membangkitkan motivasi para dosen untuk mulai mencoba menulis, tidak hanya artikel ilmiah tetapi juga menulis buku. Banyak potensi dosen dalam hal menulis buku, tetapi belum terealisasi karena ketidaktahuan dalam hal penerbitan, sehingga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai langkah awal bagi dosen untuk kembali membangkitkan niat menulis dan menghasilkan karya-karya ilmiah dalam bentuk buku.

Lebih lanjut Sarwi menjelaskan bahwa dengan semakin banyaknya karya yang dihasilkan dosen SAY, khususnya buku-buku/bahan ajar, tentunya akan menambah poin positif bagi SAY yang sedang berbenah menjadi Perguruan Tinggi Kesehatan terbaik.

Calon Komite Etik Penelitian Kesehatan SAY Ikuti Pelatihan

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) terus meningkatkan diri, termasuk di dalamnya peningkatan mutu pelaksanaan penelitian. Untuk menunjang hal tersebut, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mengirimkan 8 pesertanya dalam Pelatihan Etik Dasar dan Good Clinical Practice (GCP) di Universitas Ahmad Dahlan, Kamis-Sabtu(26-28/2).

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas Ahmad Dahlan (KEPK-UAD) bekerjasama dengan Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan (KNEPK). Dalam kegiatan tersebut, diberikan materi Etik Dasar sebagai bekal bagi calon anggota komite etik, dan materi Good Clinical Practice dimana peserta yang lulus dalam materi ini berhak untuk ikut dalam tim Penelitian Uji Klinik.

Menurut Koordinator Lembaga Pengembangan Ilmu, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) SAY, Sarwinanti, M.Kep., Pelatihan Etik Dasar dan Good Clinical Practice bertujuan untuk memberi bekal kepada peserta yang nantinya akan menjadi Tim Komite Etik Penelitian Kesehatan. Ini adalah kali kedua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mengirimkan peserta dalam pelatihan serupa. Dalam pelatihan ini semua peserta dari SAY dinyatakan lulus dalam materi Good Clinical Practice.

Sarwi berharap melalui pelatihan tersebut para calon tim Komite Etik SAY memiliki kompetensi yang sesuai dan dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan segera terbentuknya Komite Penelitian Kesehatan di SAY. Beberapa narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain dr. Suriadi Gunawan, DPH; Prof. dr. Siti Fatimah, SpG(K); Dr. Ir. Inswiasri, M.Kes; Dr. drg. Magdarina Desti Agtini, M.Kes; Prof. Dr. Drh. Puji Astuti; dr. Noor Wijayahadi, M.Kes., PhD.