Komitmen Anti Merokok Semarakan Peringatan HKN

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY ) peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN ) dengan menggelar senam sehat dan pencanangan komitmen anti merokok, jumat (14/11).

Kegiatan yang dilaksanakan di kampus terpadu SAY ini didukung oleh mahasiswa dari beberapa program studi yang ada di SAY, yaitu Prodi Kebidanan D3, Kebidanan D4, Fisioterapi S1 dan Keperawatan S1.

Berjumlah kurang lebih 50 mahasiswa melakukan senam sehat bugar dan melakukan cap tangan di spanduk yang berukuran 15 x 20 m sebagai simbol komitmen anti merokok.  Harapannya melalui kegiatan ini generasi muda semakin sehat dan tidak merokok.

Visitasi Akreditasi Perpustakaan SAY

Perpustakaan merupakan jantungnya perguruan tinggi seharusnya memenuhi standar. Melalui akreditasi diharapkan perpustakaan yang ada di perguruan tinggi akan semakin baik dan terstandar. Bagi yang belum terstandar agar segera berbenah. Hal tersebut dikemukakan oleh Nurcahyo, M.Si., Ketua Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional RI.

Tim asesor akreditasi perpustakaan yang terdiri dari Nurcahyo, M.Si., Sudarto, M.Si dan Agung Sujatmiko, M.Si mengunjungi perpustakaan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) dalam rangka asesment lapangan akreditasi perpustakaan pada Kamis (13/11).

Akreditasi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas perpustakaan SAY serta untuk menuju visi SAY yaitu menjadi STIKES terbaik di Indonesia. Dalam akreditasi ini perpustakaan dipotret dari 9 unsur antara lain layanan, koleksi, pengorganisasian, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, anggaran, manajemen perpustakaan dan perawatan koleksi.

 

 

Selamat Datang Tim Akreditasi Perpustakaan

Selamat Datang Tim Akreditasi Perpustakaan dari Perpustakaan RI di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta.

SAY Tingkatkan Mutu Tim Promosi

Kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat luas dan pemahaman terhadap fungsi pemasaran adalah syarat utama yang harus dimiliki dalam mempromosikan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY). Dalam persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, fungsi promosi perguruan tinggi perlu didukung dengan konsep pemasaran dan komunikasi yang matang dan terencana. Inilah inti dari pelatihan tim promosi SAY yang dilaksanakan pada Selasa, (4/11).

Koordinator Kerjasama Internasional dan Humas, Indriani, M.Sc menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan pelatihan tim promosi ini untuk menambah wawasan bagaimana strategi berpromosi yang efektif dan persuasif. Tim berjumlah 70 orang yang beranggotakan dosen, alumni dan mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas promosi sekaligus menjalankan fungsi hubungan masyarakat. “Tim promosi ini merekrut alumni dan mahasiswa dengan maksud untuk mempermudah menjalin komunikasi dengan calon mahasiswa karena jarak usia tidak begitu jauh sehingga diharapkan komunikasi lebih efektif.,” ungkap Indriani.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, Dra. Umu Hani., M.Kes dalam sambutannya menjelaskan pelatihan ini sebagai salah satu upaya untuk menarik minat masyarakat memilih SAY sebagai tempat untuk menuntut ilmu dan diharapkan ke depan SAY akan semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi STIKES terbaik di Indonesia. Umu Hani menambahkan, Tim Promosi juga dituntut untuk menguasai product knowledge tentang SAY secara rinci dan keseluruhan. “Tim tidak boleh hanya memahami informasi tentang program studi masing-masing saja, namun juga harus mampu menjawab setiap pertanyaan masyarakat tentang program studi lain yang ada di SAY,” tegasnya.

Beberapa narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan diantaranya Kepala Biro Penmaru UMY, Dr. Siti Dyah Handayani., MM dan Praktisi Public Speaking, Tika Yusuf. Salah satu narasumber, Tika Yusuf, menguraikan 5 teknik memikat audiens diantaranya penampilan yang menarik, kesan pertama yang menyenangkan, tampil dengan energi yang tinggi, berikan motivasi dan tawarkan produk anda. ”63% sampai 70% orang didunia menilai kesuksesan dari penampilan seseorang,”ungkapnya.

Selain narasumber tersebut dihadirkan pula para ketua program studi untuk menjelaskan profil masing-masing program studi yang ada di SAY.

STUDY BANDING DIGITAL LIBRARY KE PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYARTA

Tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan/STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, mengadakan kunjungan study banding ke Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa lalu. Kunjungan diterima langsung dengan penuh respon dan bersahabat oleh Kepala Perpustakaan, Bapak M. Solihin Arianto, S. Ag, SIP, M.LIS, Ibu Wakil Kepala Perpustakaan, Ibu Widyastuti, Kepala Bagian Digital Library, Suharyanta, SE, S.IPI, staff bagian Digital Library, Miftakhul Yazid F, SIP, dan beberapa staff pustakawan lainnya. Pak Ari, panggilan untuk Kepala Perpustakaan UIN SUKA, dalam sambutannya menyampaikan sejarah dibangunnya perpustakaan digital dan institusional repository sejak tahun 2007 yang lalu. Membangun Digital Library memerlukan waktu dan keseriusan. Awalnya Perpustakaan UIN SUKA menggunakan softwere GDL/Ganesha Digital Library. Seiring perkembangan waktu dan kebutuhan di UIN SUKA, maka softwere tersebut diganti dengan menginstal sendiri “eprints” hingga saat ini. Buah manis ini pula yang mengantarkan Perpustakaan UIN SUKA Yogyakarta, menempati urutan k3 dalam peringkat webo metriknya. Lebih lanjut Pak Ari menyampaikan, ada beberapa hal yang harus ada dalam membangun perpustakaan digital, antara lain yaitu: SDM, infrastruktur teknologi yang akan digunakan, mencakup hardwere, softwere, jaringan, dll. Syarat lain yang dibutuhkan dalam perpustakaan digital yaitu: manual/panduan yang mengatur kebijakan dalam perpustakaan digital, panduan instalasi, panduan pengisian meta data, serta informasi yang berkaitan dengan koleksi digital. Study banding diikuti oleh jajaran pustakawan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, yaitu Khairun Nisak, SIP., Irkhamiyati, SIP., Agung Suyudi, A. Md., dan Bagian Pengembangan Teknologi Informasi, yaitu Basit Adhi Prabowo, ST. Dalam sesi tanya jawab, Irkhamiyati, menanyakan akan kelebihan dan kekurangan softwere “eprints”, support dari pimpinan lembaga, serta kaitan webo metrik dengan content digital library. Banyak penjelasan yang diperoleh selama study banding ini. Selain tambahan penjelasan dari Bp.Suharyanta, peserta study banding juga diajak berkeliling ke seluruh ruang Perpustakaan UIN SUKA. Ruang yang dikunjungi antara lain ke bagian pengolahan dan digitalisasi, sirkulasi, referensi, server, layanan tas dan loker, presensi pengunjung, dsb. Harapan terbesar setelah study banding ini adalah diperolehnya gambaran apa-apa dan bagaimanakah konsep peprustakaan digital yang akan dibangun di Perpustakaan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Tujuannya adalah untuk lebih memberikan layanan yang terbaik bagi para civitas akademika, dan pengguna pada umumnya. Study banding diakhiri dengan saling bertukar cindera mata, sebagai simbul kerja sama antar lembaga.

Menteri Kesehatan RI 'Blusukan' ke Kampus STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta

Tepat lima hari sejak pelantikan para menteri Kabinet Kerja Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek ‘blusukan’ atau Silaturahmi dan dialog ke kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta, Mlangi, Gamping, Sleman, DIY, kemarin (31/10).

Hadir pula para anggota PP ‘Aisyiyah dan para pimpinan ortom serta Amal Usaha kesehatan Muhammadiyah untuk menjamu Menkes RI di Kampus STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta ini. Dalam acara ini Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mempresentasikan kondisi amal usaha yang berkaitan dengan kesehatan. Hal itu di sampaikan langsung oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Noordjanah Djohantini saat sebelum Menkes memberikan arahan.

Menteri Kesehatan juga sangat mengapresiasi amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berperan dalam kemasyarakatan dan kesehatan di republik ini. “Banyak sekali amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bidang kesehatan di seluruh Indonesia yang senantiasa meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya bagi masyarakat miskin” ujarnya.

Di sela-sela acara juga diberikan jajak rekam kondisi kehidupan masyarakat di seluruh pelosok nusantara dari pihak PP ‘Aisyiyah kepada Menteri Kesehatan dalam bentuk Film dokumentasi guna melaporkan kepada Menkes RI tentang kondisi masyarakat Indonesia yang berada di pelosok. Selesai dialog di ruang pertemuan, Menkes RI diajak berkeliling kampus bersama para pimpinan Kampus STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta.

(www.muhammadiyah.or.id)

STIKES AISYIYAH MENJADI TEMPAT TRY OUT UJI KOMPETENSI BIDAN INDONESIA DENGAN METODE OSCE

Program studi diploma III kebidanan adalah pendidikan vokasi yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan kebidanan. Lulusan yang dihasilkan harus sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi minimal mencakup pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Berdasarkan hasil kajian tahun 2012 terhadap 30 sample institusi D III kebidanan yang mewakili lokasi di Indonesia, memberikan rekomendasi adanya standarisasi ujian ketrampilan secara nasional untuk menjamin kompetensi lulusan terstandar secara nasional.

Komponen 2 HPEQ Project mempunyai fokus kegiatan pada upaya manajemen ujian berbasis standar nasional. HPEQ telah menetapkan tiga sentral awal tempat penyelenggaraan Try out Uji Kompetensi Bidan Indonesia (UKBI) dengan metode Obyective Structured Clinical Examination (OSCE). Regio Barat dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Padang, Regio Timur diselenggarakan di Poltekkes Kemenkes Makassar dan Regio Tengah ditetapkan di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta karena dianggap telah memiliki SDM dan sarana prasarana yang mencukupi dan sesuai standard OSCE centre.

Pelaksanaan Try out akan dilakukan pada tanggal 7-8 November 2014. Sebelum dilakukan Try Out pada tanggal 21-22 Oktober 2014 yang lalu telah dilaksanakan pelatihan bagi 30 calon penguji OSCE nasional dan pelatihan bagi 10 calon pelatih pasien standard. Pelatihan ini diisi oleh Ibu Lisma Evariny, Ibu Juli Oktalia dan Ibu Jehanara dari AIPKIND. Diharapkan ke 3 sentral tempat pelaksanaan Try Out UKBI dengan metode OSCE ini akan menjadi pusat pelatihan calon penguji OSCE nasional dan pelatih pasien standard serta menjadi centre OSCE.

Direncanakan, setelah dilakukan Try Out UKBI dengan metode OSCE di 3 sentral ini, kemudian akan dilakukan sosialisasi dan try out di sentral lain secara bertahap. Sehingga setelah dilakukan evaluasi dan perbaikan, diharapkan UKBI dengan metode OSCE ini dapat diterapkan secara nasional dalam 2-3 tahun mendatang untuk melakukan standardisasi bagi lulusan Bidan.

Praktik Kebidanan Komunitas Kebidanan D4 :120 Warga Mengikuti Pemeriksaan IVA Gratis

Angka kejadian dan angka kematian akibat kanker serviks di dunia menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Sementara itu dinegara berkembang masih menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian akibat kanker di usia produktif. Di Indonesia setiap hari ditemukan 41 kasus baru dan 20 kematian sekaligus. Berdasar fenomena tersebut, Praktik Kebidanan Komunitas (PKK) Kebidanan D4 menggelar deteksi dini kanker serviks untuk warga desa Tirtohargo dan Parangtritis, Sabtu lalu (18/10).

Menurut Ketua Komunitas, Annisa Nur Fitriana, rangkaian kegiatan yang dilakukan pada acara tersebut antara lain penyuluhan dan pemeriksaan IVA gratis. Penyuluhan dimaksudkan agar ibu-ibu memiliki pengetahuan terkait kanker serviks dan pemeriksaan IVA, selain itu juga memotivasi agar para ibu memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan IVA secara berkala.

Pemeriksaan IVA gratis dihadiri oleh 120 warga desa, hal tersebut membuktikan antusiasme warga untuk memeriksakan keadaan kesehatan masing-masing. Harapannya kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar derajat kesehatan masyarakat khususnya kaum ibu meningkat dan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) mampu meningkatkan kualitasnya menjadi STIKES terbaik di Indonesia.

Tingkatkan mutu SDM menjadi Item Writer

Sebagai upaya pendukung bagi peningkatan system uji kompetensi nasional pada pendidikan kesehatan di Indonesia melalui penguatan institusi pendidikan tinggi kesehatan dan upaya menjadi STIKES terbaik di Indonesia, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY) menggelar workshop item development, di kampus terpadu SAY, Jumat-Sabtu (17-18/10).

Workshop item development merupakan tindaklanjut dari kegiatan workshop serupa yang telah diselenggarakan oleh Health Professional Education Quality(HPEQ) Project. Workshop di SAY ini difokuskan pada proses pembuatan soal ujian yang berkualitas dan komprehensif sesuai dengan tingkat kompetensi yang ditetapkan oleh masing-masing profesi. Salah satu metode uji kompetensi yang akan digunakan adalah ujian tertulis dengan dukungan teknologi berbasiskan computer atau disebut juga sebagai computer-based testing (CBT). Pengembangan metode uji kompetensi tersebut memerlukan suatu bank soal yang sangat kredibel baik dari segi sistemnya maupun soal–soal yang terkandung di dalamnya. Upaya peningkatan metode uji kompetensi nasional dimulai dengan mengikuti proses pembuatan soal berkualitas. Soal diharapkan dapat terjadi bukan hanya ditingkat nasional, tapi lebih jauh sampai ke tingkat institusi pendidikan. Oleh karena itu maka diperlukan keterlibatan seluruh institusi pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan sumberdaya manusia dalam hal ini staf pengajar dalam pembuatan soal yang berkualitas.

Melalui workshop ini diharapkan bahwa para peserta workshop yang terpilih dapat menjadi Item Writer, pengembang soal untuk peningkatan mutu internal dan penyumbang soal nasional. Dengan demikian upaya percepatan pembuatan soal yang berkualitas ini dapat berjalan dengan baik dan memiliki dampak yang lebih luas baik untuk institusi maupun nasional. Pada akhirnya berdampak pada peningkatan mutu lulusan tenaga kesehatan di Indonesia.

Workshop yang diikuti oleh 54 dosen SAY di laksanakan dalan beberapa bentuk antara lain penyampaian materi oleh Narasumber I Made Kariasa, SKp.,MM.,MKep.,Sp.KMB.,PG.Cert (AIPNI/FIK UI) , latihan penyusunan soal dan review soal berbasis komputer, latihan Item Bank Administrator (IBA) penggunaan SIM item development (SIPEMA) dan penyusunan bank soal oleh tim pokja masing-masing kelompok ilmu.

Dusun Duwuran Parangtritis di Goyang Senam dan Jalan Sehat Mahasiswa Bidan D4 SAY

Sebagai upaya menumbuhkan jiwa kesadaran akan pentingnya kesehatan pada diri sendiri dan meningkatkan kebersamaam warga dusun Duwuran Parangtritis, Praktek Kerja Lapangan Program Studi Bidan Pendidik D4 menggelar acara jalan dan senam sehat, Minggu lalu.

Menurut Ketua PKL, Dwi Muharrama menjelaskan kemasan kegiatan ini membawa nuansa yang sederhana namun ramai peserta. Selain jalan dan senam sehat kegiatan lain yang dilakukan antara lain lomba anak soleh (TPA) dan gerakan cuci tangan warga Duwuran. Melalui kegiatan ini diharapkan warga Duwuran sadar akan pentingnya kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sehingga dapat terwujud derajat kesehatan yang optimal.