Audit Eksternal 24-25 September 2014: Surveillance ISO 9001:2008 Dan IWA 2:2007

Kegiatan Surveillance ISO 9001:2008 Dan IWA 2:2007 oleh BSI (British Standard Institution) secara resmi dibuka, di Kampus Terpadu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Rabu (24/9).

Opening Meeting dihadiri oleh pimpinan, Program Studi dan unsur penunjang yang unitnya akan diaudit. Sebagai Auditor adalah Bapak Budi Siswanto dan Bapak Danang.

Audit dilaksanakan tanggal 24-25 September 2014. Unit yang diaudit sebagai surveillance sebanyak 9 unit yaitu jajaran pimpinan, Badan Pemjaminan Mutu-Pengembangan, Program Studi Keperawatan S1, Program Studi Bidan Pendidik D4, Perpustakaan, Laboratorium, Akdemik, Kemahasiswaan dan alumni dan Kerjasama Internasional-Humas. Tujuan  surveillance adalah untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang sudah dicanangkan telah dilaksanakan secara konsisten.

Audit mutu merupakan proses yang sistematis, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit dipenuhi. Jadi bukan untuk mencari-cari kesalahan atau investigasi, tetapi lebih pada upaya mendapatkan umpan balik sebagai masukan dalam melakukan perbaikan  berkelanjutan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai visi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta yaitu menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan terbaik di Indonesia.

KEGIATAN ASRAMA Pelatihan Menghias Mahar

     Salah satu bentuk kegiatan perkuliahan di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Asrama. Kegiatan di asrama ini, mahasiswa selama satu bulan akan di gembleng dengan berbagai kegiatan keagamaan dan ketrampilan. Mahasiswa diwajibkan bangun pagi sholat tahajud, shubuh tadarus, kuliah, kajian aqidah, kemuhammadiyahan, akhlak, pelatihan-pelatihan dsb. Selain rutinitas materi kajian keagamaan, mahasiswa juga diberikan berbagai ketrampilan.
       Salah satunya “pelatihan menghias mahar” yang diadakan pada hari ahad (20/09/2014) kemarin. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajarkan bagaimana menghias seperangkat alat sholat yang akan digunakan sebagai mahar pernikahan. Hanya berupa mukena, sajadah, bisa di hias menarik dan unik. Para mahasiswa antusias melakukan kegiatan ini, “ini kan bermanfaat mas, selain mengasah ketrampilan, besok sapa tahu kalo kakak atau saudara saya menikah bisa menghiaskan” kata sasah satu peserta sembari tersenyum.
        Selama satu bulan mahasiswa tidak boleh meninggalkan asrama, kuliah juga diadakan disana.
Sehingga setelah satu bulan, diharapkan mahasiswa sudah membuyai ilmu keagamaan sebagai bekal hidup, dan dapat menjadi kader Muhammadiyah ‘Aisyiyah yang dapat memberikan manfaat bagi umat.

 

Badan Penjaminan Mutu STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta Gelar Refreshing Sasaran Mutu

Sebagai upaya meningkatkan mutu STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan (BPM-P) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar refreshing sasaran mutu pada Senin (22/9).

Mengundang Narasumber, Ir. Faishol AM., MS, BPM-P mengundang semua unit yang ada untuk merefresh kembali mengenai penyusunan, pengukuran sasaran mutu dan sebagainya. Sasaran mutu merupakan standar mutu yang diturunkan dari kebijakan mutu, bersifat strategis, spesifik, dapat diukur, realistik dan dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu.

Melalui kegiatan ini diharapkan semua unit yang ada di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dapat menyusun sasaran mutu dengan baik dan bisa mengukurnya, sehingga peningkatan mutu dapat dilihat dari tahun ke tahun.

Muhammadiyah: Hari Raya Idul Adha Jatuh pada 4 Oktober 2014

Pengurus Pusat PP Muhammadiyah menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha Jatuh Pada Sabtu, 4 Oktober 2014. Penentuan hari raya tersebut dilakukan melalui metode Hisab. “PP Muhammadiyah telah sepakat Idul Adha jatuh pada tanggal 4 Oktober 2014,” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas kepada ROL, Rabu (17/9).

Untuk itu ia mengimbau kepada umat Islam, khususnya warga Muhammasdiyah untuk melakukan shalat Idul Adha pada tanggal tersebut. Selain itu, umat Islam disunnahkan untuk melakukan puasa sunnah ‘Arofah sehari sebelumnya.

Yunahar berharap agar ketetapan Hari Raya Idul Adha tersebut bersamaan dengan hari raya yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Menurut dia, Pemerintah Arab Saudi baru akan memutuskan jatuhnya hari raya Idul Adha pada Kamis (25/9) nanti. Ia juga mengimbau warga Muhammadiyah dan umat Islam secara keseluruhan untuk berqurban. “Silahkan berqurban, bagi yang mampu untuk berqurban. Minimal satu keluarga satu kambing. Atau sepertujuh dari satu ekor sapi,” ujar Yunahar.

Selanjutnya, kata Yunahar, hewan kurban yang disembelih sebaiknya dibagi secara merata, dan mengutamakan orang yang berhak menerimanya. Hal itu itujukan agar terjadi pembagian secara merata. “Jangan sampai di satu desa kelebihan daging qurban, sementara di desa lain ada yang kekurangan,” ujar dia. Yunahar menyatakan, momentum hari raya qurban ini merupakan saat yang membahagiakan bagi umat Islam, terutama kaum miskin dan duafa’ untuk menyantap daging kurban yang tidak biasa dikonsumsi setiap saat.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/14/09/17/nc1cvk-muhammadiyah-hari-raya-idul-adha-

Perpustakaan Berikan Wawasan Dunia Tulis Baca

Guna memberikan tambahan wawasan tentang dunia tulis dan baca kepada mahasiswa, Perpustakaan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar Workshop Penulisan Artikel dan Resensi Buku, Senin (15/9).

Pustakawan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Irkhamiyati, SIP., menjelaskan bahwa workhsop tersebut sangat menunjang perkuliahan misalnya dalam menyusun makalah dan kegiatan non akademik seperti lomba penulisan karya tulis ilmiah yang sering diikuti oleh mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah. Selain itu dalam waktu dekat perpustakaan akan menggelar lomba penulisan resensi buku sehingga sebelum lomba, mahasiswa dibekali dengan pelatihan. Hal tersebut sebagai upaya untuk memotivasi mahasiswa mengikuti lomba resensi buku.

Lebih lanjut Irkhamiyati menambahkan, tujuan lain digelarnya workshop ini adalah agar para mahasiswa mampu menulis resensi buku dan dimuat dimedia massa. Dalam workshop yang diikuti oleh 80 mahasiswa tersebut di ulas mengenai tips dan triks menulis di media massa.

Dosen dan penulis, Gugun L Guyanaie dalam kesempatan menjadi narasumber workshop, menyatakan bahwa mahasiswa memiliki imajinasi dan tulisan sudah layak terbit minimal di buletin internal. Mahasiswa yang mempunyai basic baca tulis tinggal dikembangkan dengan mengintegrasikan dengan isu-isu yang lebih aktual sehingga gagasan mereka di dunia medis di baca banyak orang. ”Tradisi tulis dan baca adalah soal motivasi. Kegiatan workshop seperti ini baiknya dilakukan setiap semester”, tuturnya.

Pelantikan Federation of Rescue Health Team (FRESHT) STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta

Sebanyak 44 mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dilantik secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dalam acara Pelantikan Federation of Rescue Health Team (FRESHT) yang digelar di kampus terpadu, Selasa (9/9).

FRESHT merupakan organisasi yang berwenang mengkoordinasi Tim Kesehatan Stikes Aisyiyah Yogyakarta yang bergerak dibidang Disaster Management. Anggota FRESHT merupakan tim kesehatan gabungan dari semua prodi meliputi Keperawatan, D4 Bidan Pendidik, D3 kebidanan dan Fisioterapi.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, Dra. Umu Hani EN, M.Kes menghimbau kepada anggota FRESHT yang telah dilantik agar dapat mejalankan tugas dan kewajiban sebagai anggota FRESHT agar mampu bertanggung jawab sesuai dengan janji yang telah diikrarkan.

Sementara itu Wakil Ketua MDMC PMW DIY, Irfan Bahtiar menyatakan sangat mengapresiasi kepada Stikes Aisyiyah Yogyakarta karena telah membentuk tim kesehatan berbasis disaster management.

Pelantikan Generasi pertama FRESHT mengusung tema “Kokohkan Pondasi Generasi FRESHT dengan Solidaritas dan Totalitas Tinggi” diharapkan bisa menyiapkan anggota FRESHT agar bisa siap siaga dan tanggap bencana dalam situasi apapun saat di butuhkan untuk bertugas dan mengabdi.

SEMINAR NASIONAL Pembelajaran Interpersonal Menuju Pelayanan Kesehatan Berkualitas

       Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat seharusnya merupakan pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien, saat ini mulai berkembang pola kolaborasi antar beberapa profesi dalam merawat seorang pasien. Dengan cara tersebut, akan ada komunikasi yang efektif antar profesi dalam menangani pasien, sehingga penanganan yang diberikan tidak akan tumpang tindih dan bisa meminimalkan kesalahan.  Untuk dapat melaksanakan kolaborasi pelayanan dengan kolaborasi antar profesi, maka seluruh tenaga kesehatan harus memiliki kesiapan dan kemampuan.
       Seminar nasional ini diselenggarakan sebagai suatu media untuk bertukar informasi, ilmu pengetahuan dan hasil penelitian. Tujuannya agar peserta dapat memahami akan pentingnya inter profesional collaboration dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, dapat memberikan wawasan tentang pentingnya peran perguruan tinggi kesehatan dalam implementasi inter profesional education.

Kuatkan Keahlian Menuju Ners Profesional

Profesi dunia kesehatan sangat kompleks, manfaatkan waktu praktek profesi ners 1 tahun dengan menguatkan skill/keahlian sesuai profesinya. Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur RSU PKU Muhammadiyah Bantul, dr. Danang Prabowo, MPH saat memberikan pengarahan pengambilan sumpah co ners (calon ners) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, di kampus terpadu, Sabtu (13/9).

Lebih lanjut Danang menjelaskan bahwa untuk menguatkan skill para calon ners harus sering berlatih misalnya latihan pasang infus, fisioterapi dan sebagainya. Pada intinya jangan membatasi diri untuk berlatih. Selain itu menurut Danang, perawat harus bisa belajar mandiri dan beradaptasi mengikuti ritme rumah sakit. Misalnya bila praktek di RS PKU Muhammadiyah Bantul, mahasiswa co ners bisa melakukan cuci tangan yang benar, menggunakan alat pemadam kebakaran, melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan sebagainya.

Sementara itu pada acara yang sama, Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, M.Kep.,Sp.Mat menjelaskan profesi ners tahun ini mahasiswa yng mengikuti pembelajaran ners sejumlah 118 orang. Sebelum praktek profesi ners dilakukan Kepaniteraan Umum (panum) . Kegiatan ini untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki lahan praktik baik di klinik maupun komunitas. Antara lain workshop bagi perceptor (pembimbing di klinik), praktikum mandiri, ujian kompetensi tulis, tutorial kasus dan praktik, ujian praktik dengan metode OSCA, pembekalan dan penjelasan stase, orientasi rumah sakit dan pengambilan janji pra ners.

Selanjutnya Warsiti menjelaskan bahwa mahasiswa praktek profesi Ners akan menempuh 38 SKS yang terdiri dari pengalaman belajar klinik mencakup 11 bidang keperawatan yaitu ketrampilan dasar klinik/profesi, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatanmaternitas, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan jiwa, keperawatan gawat darurat, manajemen keperawatan dan pemintan klinik. Metode pembelajaran dan evaluasi yang akan digunakan meliputi konfrens klinik, penugasan tertulis, penugasan klinik, bedside teaching-tutorial, ronde keperawatan, direct observed procedural skills (DOPS), presentasi kasus, presentasi artikel jurnal ilmiah, meet the expert dan kegiatan mandiri.

Kegiatan pembelajaran program pendidikan ners tahap profesi ini juga dilakukan di beberapa amal usaha kesehatan Muhammadiyah/’Aisyiyah. Harapannya ada rasa kebanggaan sebagai bagian dari persyarikatan dan bisa terjun langsung mengikuti aktivitas persyarikatan.

Rapat Kerja Anggaran Tahunan STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta

Guna meningkatkan program kerja dan pengembangan institusi tahun 2015, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar Rapat Kerja Anggaran Tahunan, Selasa-Rabu (9-10/9) di Ruang Meeting STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Dalam rapat tersebut semua unit yang ada di STIKES ‘Aisyiyah mempresentasikan laporan kinerja dan rencana anggaran kerja untuk tahun berikutnya.  Pada forum tersebut unit dan pimpinan berdiskusi mengenai rencana program kerja masing-masing. Melalui diskusi akan menghasilkan beberapa hal untuk kemajuan institusi ini.

Rapat Tinjauan Manajemen

Dalam rangka menuju surveilance ISO 9001:2008, Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan menggelar  Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), Jumat (12/9). RTM dilakukan guna membahas hasil Audit Mutu Internal (AMI). Keputusan RTM adalah membahas temuan, akar masalah dan rekomendasi untuk disetujui menjadi keputusan RTM. 

Audit Mutu Internal dilakukan rutin setiap semester untuk semua unit yang ada di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. AMI adalah tahapan penting dari siklus sistem penjaminan mutu yang mengevaluasi tahapan siklus sebelumnya serta memberikan gambaran untuk pengambilan langkah-langkah yang tepat bagi tahapan siklus berikutnya.