STIKES 'Aisyiyah Kembangkan Unggulan Kebencanaan

Melihat potensi, peluang dan kapasits institusi STIKES Aisyiyah Yogyakarta untuk mengembangkan unggulan kebencanaan, dan untuk membangun kesadaran, pengetahuan tentang bencana, pendidikan bencana dan kebutuhan khusus kaum diffable, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar workshop manajemen disaster, Sabtu (31/5).

Menggandeng Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC), STIKES ‘Aisyiyah ingin menjadi pelopor unggulan kebencanaan di perguruan tinggi muhammadiyah. Kepala MDMC, Dr. Rahmawati Husein mengatakan bahwa perlu adanya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) khususnya PTM bidang kesehatan memiliki keunggulan berkaitan dengan kebencanaan. Pendidikan kebencanaan di lembaga kedokteran dan keperawatan di Indonesia amatlah kurang. Selain itu perlunya kesadaran , kepekaan dan gerakan pengurangan resiko bencana di lingkungan Muhammadiyah.

Workshop ini diikuti oleh semua program studi di STIKES ‘Aisyiyah yaitu prodi Ilmu Kebidanan Program Magister (s2), Ilmu Keperawatan (s1), Fisioterapi (s1), Bidan Pendidik (D4), Kebidanan (D3).

100 Tahun 'Aisyiyah Berkaya Nyata

Sejak awal berdiri hingga berusia 100 tahun, gerakan ‘Aisyiyah tetap istiqomah berpihak pada kaum marjinal melalui berbagai kegiatan pemberdayaan di masyarakatmaupun amal usaha. Kegiatan pemberdayaan maupun amal usaha itu pun terus berkembang sejalan dengan tantangan zaman yang terus berubah. Meskipun demikian, paham Islam berkemajuan dan spirit al-Ma’un tetap menjiwai setiap gerakan ‘Aisyiyah untuk mencerahkan bangsa. Sedikt diantara kiprah ‘Aisyiyah selama 100 tahun itu ialah sebagai berikut.

a. Mendirikan Frobel/Taman Kanak-kanak (1919)

b. Meningkatkan mushala perempuan (1922)

c.  Pemberantasan buta huruf latin dan arab (1923)

d. Menerbitkan majalah SA (1926)

e. Pemrakarsa terbentuknya KOWANI (1928)

f.  Membentuk pengajian Wal’asri (1930)

g. Mendirikan pengajian Adzakirat (1930) dan berkembang menjadi Pembinaan Wanita Desa (PWD) (1974) dan BUEKA

h. Mengadakan Baby Show (1934)

 

sumber: Suara ‘Aisyiyah

STIKES Aisyiyah Yogyakarta mengirimkan delegasi dalam INSF 2014

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mengikuti event International Nursing Student Forum di Pontianak Kalimantan Barat (13-15/5).

Dengan tema “Implication of MDGs 2015 in to Nursing Practice”. INSF 2014 diikuti oleh 77 delegasi dari 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan China. STIKES ‘Aisyiyah mengirimkan 4 delegasinya yang terdiri dari 1 mahasiswa semester 2 DIV Bidan Pendidik Aanvullen dan 3 mahasiswa semester 8 S1 Ilmu Keperawatan untuk mengikuti kegiatan kompetisi berupa oral presentation dan poster presentation serta kegiatan non-kompetisi berupa Symposium, Field Trip & Discussion serta Tour City.

Dalam INSF 2014 diantara delegasi-delegasi Indonesia, salah satu delegasi STIKES Aisyiyah Yogyakarta yakni Alfikadesna Gusmitasari, ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia dalam membacakan Students Declaration INSF 2014. Pada ajang Poster Presentation, Devi Setyowati membawa penelitian yang berjudul Description Of Nutritional Status Of Grade 10th Students in Preparation of Reproductive Health at Vocational High School 1 Muhammadiyah Bantul Yogyakarta 2103. Sedangkan dalam ajang Oral Presentation, Alfikadesna Gusmitasari membawa penelitian berjudul The Impact of Do in Shiatsu Massage and Gym Toward Risk for Injury Falls on Elderly in PSTW Yogyakarta Unit Budhi Luhur dan Nahdatuz Zainiah membawa penelitian yang berjudul Correlation Between the Frequency of Training and Skill Levels Among Cadres in Posyandu Balita Services at Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta. Serta Joko Yunianto  sebagai passive participant dalam INSF 2014.

Beberapa delegasi dalam ajang ini antara lain STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, STIK Muhammadiyah Pontianak, STIKES Muhammadiyah Gombong, STIKES Muhammadiyah Samarinda, STIKES Muhammadiyah Pekajangan, STIKES Muhammadiyah Palembang, STIKES Yarsi Pontianak, Nakhon Phanam Thailand, Suratthani Rajabhat University Thailand, Universitas Malaysia Serawak, Khon Kaen University Thailand, School Of Nursing Guangzhou University of Chienese Medicine China, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Unand Padang Sumbar, Universitas Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Gorontalo.

STIKES 'Aisyiyah Launching Program Ilmu Kebidanan Program Magister (S2)

 

Masalah kesehatan ibu, infertilitas, aborsi dan lansia menjadi isu yang penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan reproduksi terutama pada kesehatan reproduksi perempuan. Data tahun 2012 bahwa 17.950 kematian ibu pertahunnya atau 33-65 kematian ibu setiap hari. Hal ini disebabkan karena kesehatan perempuan/ibu yang kurang baik. Kesehatan ibu mencakup kesehatan reproduksi sejak remaja, sebelum hamil, hamil, melahirkan dan pasca melahirkan. Hal tersebut dijelaskan oleh Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Julianto Witjaksono saat menjadi Key-note speech Seminar Health Technology Assessment Dalam Praktik Asuhan Kebidanan dan Pembukaan Program Studi Ilmu Kebidanan Program Magister (S2) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, (17/5.

Lebih lanjut Julianto menjelaskan bahwa penyebab kematian ibu di Indonesia disebabkan karena 3 T yaitu TERLAMBAT dalam pengambilan keputusan, TERLAMBAT sampai di fasilitas kesehatan pada saat dalam keadaan emergensi, TERLAMBAT dalam memperoleh pelayanan persalinan dari tenaga kesehatan.Dan penyebab kematian tidak langsung antara lain melahirkan terlalu tua (>34 th), melahirkan terlalu muda ( 3 anak).

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dra. Noordjanah Djohantini, MM. M.Si., mengatakan bahwa pembukaan S2 Kebidanan ini mengembangkan dakwah amal ma’ruf nahi mungkar. Di usia 50 th, hal ini merupakan salah satu prestasi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Sementara itu Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, M.Kep.,Sp.Mat berharap dengan seminar ini para peserta mendapatkan pengetahuan tentang penggunaan teknologi kebidanan secara efisien dan efektif.

Seminar ini turut mengundang beberapa narasumber antara lain TIM HTA KEMENKES,Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, M.Si, Sp.F (K), POGI DIY dr. Rukmono S., SpOG (K) dan Ketua Umum PP IBI, Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes

Baitul Arqam Membentuk Pimpinan Transformatif

Baitul Arqam (BA) bukan saja program dari STIKES ‘Aisyiyah namun merupakan mandat muktamar untuk menjadikan pusat-pusat pergerakan Muhammadiyah/’Aisyiyah dalam konteks mengimplementasikan misi gerakan melalui amal usaha. Hal tersebut di katakan oleh Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dra. Noordjanah Djohantini, MM.,M.Si., saat membuka acara Baitul Arqam pimpinan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jumat(9/5).

Lebih lanjut Noordjanah menjelaskan bahwa kegiata BA ini khusus pimpinan karena STIKES ‘Aisyiyah akan membentuk pemimpin yang transformatif. Peran dan tanggung jawabnya tidak bisa dipisahkan dari amal usaha. Sebagai pemimpin harus terus berpikir agar lembaga ini bisa menjadi lebih besar.

Sementara itu Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat mengungkapkan rasa bersyukurnya atas kegiatan ini bisa dilaksanakan karena tujuannya untuk menguatkan diri kita dalam mengelola amal usaha Muhammadiyah/ ‘Aisyiyah.

Kegiatan ini difasilitasi oleh MPK PPA (Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah). Beberapa materi antara lain Peneguhan Ideologi Muhammadiyah, Revitalisasi Ideologi (Khittah Perjuangan, Kepribadian Muhammadiyah), Paham Islam yang Berkemajuan, Penguatan Tauhid dan Praksis Al-Maun.

STIKES Aisyiyah Melaju Semifinal INAMSC 2014

Mahasiswa DIV Bidan Pendidik STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Devi Setyowati lolos dalam semifinal Research Paper and Poster Competition sebagai active participant, Indonesia International (bio)Medical Students’ Congress (INAMSC).

(INAMSC) adalah salah satu event terbesar berskala internasional yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Event tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial dan publik masalah kesehatan tertentu yang perlu dikelola tidak hanya oleh mahasiswa kedokteran, tetapi juga interdisipliner mahasiswa jurusan kesehatan lainnya. Tahun ini, INAMSC yang diadakan pada tanggal 28 April – 3 Mei 2014 membawa masalah kesehatan mengenai obesitas. INAMSC memiliki sub-program yaitu kompetisi dan non-kompetisi.

Devi bersaing dengan 20 tim lainnya yang dibagi dalam 3 clusters yaitu biomedical research, clinical research dan epidemiology and public health research. Dengan membawa judul penelitian “Factors that influence the occurrence of caesarean section on maternal”, Devi bersaing dengan 5 tim lainnya dalam clinical research cluster. Latar belakang penelitian tersebut didasari fenomena sekarang para ibu-ibu hamil yang akan menghadapi persalinan mulai bergeser dari persalinan normal ke persalinan cesar. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian karena faktor medis dan ada sebagian pula karena faktor non medis dalam pengambilan keputusan tindakan persalinan cesar. Berawal dari fenomena tersebut, devi ingin melihat faktor apa saja yang menjadi pengaruh dilakukan tindakan persalinan cesar.

Dalam INAMSC 2014 tersebut, STIKES ‘Aisyiyah merupakan satu-satunya partisipasi dari jurusan Bidan Pendidik yang bertanding diantara jurusan Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Gigi dan Keperawatan. Event ini juga diikuti tiga passive participant yang mewakili organisasi kampus yaitu Indah Yulianti dari DIII Kebidanan, Adningtyas dan Baik Dysa dari DIV Bidan Pendidik. Selain kompetisi, INAMSC memiliki kegiatan non-kompetisi antara lain panel discussion, workshops, social program, amazing race dan Jakarta Conference.

INAMSC 2014 diikuti oleh participant yang berasal dari Univ. Cendrawasih, Univ. Indonesia, Univ. Gadjah Mada, Univ. Atma Jaya, Univ. Sumatera Utara, Univ. Muhammadiyah Yogyakarta, Univ. Sam Ratulangi, Univ. Jenderal Soedirman, Univ. Padjajaran, Univ. Hasanuddin, Univ. Negeri Jember, Univ. Brawijaya, Univ. Airlangga, Univ. Sebelas Maret, Univ. Tadulako, Univ. Malahayati Lampung, Univ. Udayana, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Medical University Lublin Poland dan Jagiellonian University Cracow Poland.

STIKES 'Aisyiyah Juara I LKTI

Berawal dari ketertarikan dengan issue HIV/AIDS dan kesehatan komplementer dalam asuhan kebidanan, Efi A Safitri berhasil meraih juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Bidan Indonesia (IKAMABI) wilayah III DIY-Jateng, ( 26/3). Mahasiswa Bidan Pendidik STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta ini menulis KTI dengan judul Pendekatan H-Core (Holistic Complementer Care) Sebagai Upaya Nurturing Gentle Mothering. Tema tersebut merupakan upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kebidanan. Terapi kesehatan komplementer dapat diberikan dari awal persiapan kehamilan dan persalinan dengan cara nurturing (mengarahkan) agar ibu siap menghadapu persalinan dengan percaya diri ( gentle mothering). Menurut Efi, berdasarkan hasil studi pustaka didapatkan aplikasi penerapan kesehatan komplementer dalam asuhan kebidanan berupa perinatal education, yoga dalam kehamilan, dan hypnobirthing. Intervensi yang diberikan secara dini pada sebelum kehamilan, selama kehamilan dan dalam menghadapi proses persalinan memberikan manfaat yang positif karena telah diarahkan (nurture) agar tubuh, raga, spiritual menyatu dan seimbang sehingga dalam menjalani kehamilan dan persalinan klien akan merasa lebih tenang, rileks dan percaya diri karena klien menyadari bahwa proses kehamilan dan persalinan yang akan dilewati merupakan proses yang alami. Melalui KTI ini diharapkan bidan dapat menerapkan terapi kesehatan komplementer dalam memberikan asuhan kebidanan tanpa meninggalkan standar asuhan kebidanan yang telah ditetapkan.

MILAD KE 50 IMM STIKES 'AISYIYAH BERSAMA OKY SETIANA DEWI

Kali ini artis Oky Setiana Dewi, hadir di tengah-tengah mahasiswa STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta (SAY). Minggu (27/04), Oky Setiana Dewi (OSD) menjadi pembicara dalam acara motivation corner yang bertajuk “Hijab more than just a viel and inspiration for my enterpreneurship”. Acara ini di selenggarakan oleh organisasi IMM STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Salah satu pemeran utama film Ketika Cinta Bertasbih ini mengungkapkan bahwa “Menjadi soleh itu tidak mudah karena muda mudi adalah puncaknya hawa nafsu. Muda mudi yang taubat itu jauh lebih hebat di banding dengan orang tua yang taubat karena muda mudi itu sedang berada di puncaknya hawa nafsu.” Perempuan santun ini dengan detail mengungkapkan makna jilbab yang sesungguhnya bagi kaum wanita. Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya ialah menjaga kehormatan, membersihkan hati, melahirkan akhlaq yg mulia, tanda kesucian, menjaga rasa malu, mencegah dari keinginan syaithoniah, dan menjaga ghirah.

Wanita yang sejak smp mengenakan jilbab ini mengaku melalui proses panjang dalam mencari ilmu Allah. Salah satu alasan ia berjilbab adalah pada suatu ketika ibunya sedang sakit keras ia berkata “ibu, saya bisa apa untuk membantu ibu?” lalu ibunda beliau menjawab “cukup bantu ibu untuk menjadi anak yang soleha” ujar perempuan yang telah lama mengenakan jilbab ini.

Mengenakan jilbab bukanlah suatu halangan untuk kaum muslimah dalam berkreasi, berinovasi, dan tentunya berprestasi. Buktinya di tahun 2010, Oky Setiana Dewi mendapat penghargaan Indonesia Movie Award 2010 sebagai pendatang baru wanita terbaik dan pendatang baru wanita terfavorit. Dari situ Oky Setiana Dewi membuktikan bahwa wanita berjilbab bisa berprestasi. Perempuan yang menulis buku “Melukis Pelangi” ini berpesan “jangan pernah takut untuk tidak mendapatkan pekerjaan atau rizki bila kita berjilbab, karena Allah itu tidak akan pernah tertukar dalam memberikan rizki kepada setiap hamba-Nya”.(misi_noni)

MENGENALKAN PROFESI PERAWAT, BIDAN, FISIOTERAPI, DOSEN, DAN PUSTAKAWAN MELALUI KELAS INSPIRASI

Bagi segelintir orang, pendidikan masih menjadi sesuatu yang mahal harganya. Keterbatan ekonomi, letak geografis, kurangnya dukungan, dan malas, menjadi faktor penghambatnya. Pendidikan yang layak belum merata di negeri ini. Akibatnya banyak generasi-generasi yang masih dalam usia sekolah meninggalkan bangku pendidikan. Hal itu menjadi bahan pemikiran serius yang berhubungan dengan nasib generasi penerus bangsa. Berbagai upaya dilakukan untuk menyadarkan pentingnya pendidikan sejak tingkat dasar. Tanggung jawab ini menjadi tanggung jawab berbagai elemen untuk turut berkontribusi dalam pendidikan. Oleh karena itu, sudah selayaknya berbagai elemen saling berinisiasi mengambil peran memajukan pendidikan bersama-sama.

“Kelas Inspirasi” mengambil peran di sini. Konsep itu berawal dari teman-teman Indonesia Mengajar yang ingin berkontribusi pada pendidikan Indonesia. Melalui program ini, para profesional pengajar dari berbagai latar belakang profesi, secara serentak mengunjungi dan mengajar di Sekolah dasar (SD), yaitu pada Hari Inspirasi. Kamis, 24 April 2014. Kami ditugaskan di SDN Ngempak Sari, Margomulyo, Seyegan Sleman DIY. Para fotografer bertugas mendokumentasikan kegiatan. Apel bersama mengawali kegiatan, sebagai perkenalan relawan dengan guru dan murid. Acara dikemas sedemikian rupa diselingi permainan edukatif untuk menarik minat anak-anak. Tugas kami adalah membangun mimpi anak-anak dengan berbagai metode dan alat peraga. Kami mengenalkan berbagai profesi untuk memotivasi cita-cita mereka. Di sanalah peran kami sebagai inspirator dibuktikan, untuk membangun mimpi anak-anak Indonesia. Melalui berbagai cerita dan pengalaman dari berbagai profesi yang ada, menjadi bibit para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tinggi pada diri mereka. Tujuan lain diselenggarakannya Kelas Inspirasi adalah terjalinnya relasi yang dapat dilakukan antara pihak relawan dengan pihak sekolahan, untuk bisa andil membangun pendidikan di sekolah tersebut.

Salah satu pengajar, Irkhamiyati (pustakawan), menggunakan buku-buku cerita menarik yang berisi motivasi dalam mengenyam pendidikan. Pengenalan perpustakaan dan upaya menumbuhkan gemar membaca juga diberikan. Karena dia bekerja di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, lembaga yang bertujuan mencetak para profesioanl bidang perawat, bidan, fisioterapi, dan dosen, maka profesi-profesi tersebut juga dikenalkannya. Anak-anak berpraktek sebagai dokter, perawat, dan bidan yang sedang memeriksa pasiennya dengan alat kesehatan. Praktik tersebut sangat menginspirasi akan cita-cita mereka.

Di akhir sesi, semua murid, guru, dan relawan bergabung di halaman. Betapa senangnya mereka menuliskan cita-citanya, dengan bolpen yang dibagikan oleh relawan. Sebagai penutupan Kelas Inspirasi, diterbangkanlah puluhan balon gas ke udara, sebagai lambang untuk menggantungkan mimpi setinggi mungkin dan kelak bisa mewujudkannya. Tak disangka dan tak diduga, sambutan anak-anak SDN Ngemplak Sari akan Kelas Inspirasi ini sangat luar biasa. Dimulai dari beberapa murid kelas enam yang sangat terharu dan senang, lalu yang menangis. Dalam hitungan menit saja, puluhan murid dari berbagai kelas ikut menangis sebagai wujud haru, senang, dan sedih karena harus berpisah dengan guru baru dari Kelas Inspirasi ini. Begitulah serunya Kelas Inspirasi di SDN Ngemplak Sari.

(irkhamiyati/Pustakawan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakart)

STIKES 'Aisyiyah Tingkatkan Pelayanan Keuangan

Guna meningkatkan pelayanan keuangan kepada mahasiswa, STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mengadakan pertemuan dengan BRI Syariah Cabang Yogyakarta, di kampus terpadu, Jumat (25/4). Dalam pertemuan itu dibahas mengenai evaluasi kerjasama yang terjalin sejak tahun 2010, salah satunya adalah pelayanan pembayaran mahasiswa secara on line. Melalui pertemuan ini diharapkan pelayanan keuangan kepada mahasiswa menjadi lebih baik dan memuaskan.