{"id":12344,"date":"2020-06-29T14:07:46","date_gmt":"2020-06-29T07:07:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/?p=12344"},"modified":"2020-06-29T14:07:46","modified_gmt":"2020-06-29T07:07:46","slug":"dosen-arsitek-unisa-sampaikan-konsep-guidlene-urban-design-berbasis-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/dosen-arsitek-unisa-sampaikan-konsep-guidlene-urban-design-berbasis-kesehatan\/","title":{"rendered":"Dosen Arsitek UNISA Sampaikan Konsep Guidlene Urban Design Berbasis Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p><span lang=\"IN\">Dosen Arsitektur Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta, Indah Pujiyanti, M.Sc, di masa new norml ini berbagi konsep guidline design berbasis kesehatan. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk \u201cArchitect as a Mayor in Indonesian Cities: What\u2019s Impact on Urban Design Policy?\u201d yang diselenggarakan oleh Architecture 04 Connection bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (UII), UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Aisyiyah (Unisa) serta Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), pada Kamis (25\/5).<\/span><br \/>\n<span lang=\"IN\">Indah Pujiyanti, M.Sc, menjelaskan bahwa desain perkotaan diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sebagai contoh dalam peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Panduan Arsitektur Bangunan Baru Bernuansa Budaya Daerah. Selain itu, juga diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06\/ PRT\/ M\/2007 Tanggal 16 Maret 2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.<\/span><br \/>\n<span lang=\"IN\">Himbauan mencuci tangan sebagai langkah pencegahan Pandemi Covid-19 telah menimbulkan kebiasaan baru, yaitu munculnya berbagai macam tempat cuci tangan portable. Tidak jarang tempat cuci tangan ini menggunakan barang seadanya seperti tempat minum,<\/span> <span lang=\"IN\">tempat<\/span> <span lang=\"IN\">makanan<\/span> <span lang=\"IN\">dan<\/span> <span lang=\"IN\">sebagainya.<\/span> <span lang=\"IN\">Indah Pujiyanti berpendapat munculnya tempat-tempat cuci tangan portable di ruang publik juga harus memperhatikan kelayakan terutama dalam hal kesehatan.<\/span><br \/>\n<span lang=\"IN\">\u201cTempat cuci tangan idealnya bersifat permanen, sesuai karakter lokal, dan lebih baik lagi jika penggunaannya tanpa sentuhan.\u201d Jelasnya.<\/span><br \/>\n<span lang=\"IN\">Lain hanya pada bangunan. Tempat cuci tangan pada bangunan menurut Indah, wajib ada di setiap pintu masuk utama, serta memperhatikan ketentuan sebagaimana panduan tempat cuci tangan yang ada di ruang publik.<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0<\/span><br \/>\n<span lang=\"IN\">Himbauan mengenakan masker pun tidak luput dari perhatiannya. Menumpuknya limbah masker misalnya perlu disikapi dengan adanya tempat pengelolaan limbah masker. Seperti penyediaan tempat sampah tertutup, di berbagai tempat baik di ruang publik maupun di salah satu bangunan, serta menyediakan sistem pengelolaan limbah \u201cinfeksius\u201d skala kawasan.<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0<\/span><br \/>\n<span lang=\"IN\">Di samping itu, menjaga jarak fisik tidak kalah penting. Kursi-kursi yang sebelumnya berdekatan dibuat berjarak. Jarak diantara kursi tersebut akan cantik jika dimanfaatkan sebagai meja atau dibuat menyerupai pot tanaman. Begitu halnya pada bangunan. Menurut Indah, kapasitas bangunan perlu dibatasi, presentasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) diperbesar, menyediakan tempat antrian di luar ruangan, serta menyediakan area drivethru untuk banguna komersil.<\/span><br \/>\n<span lang=\"IN\">\u201cPenting menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti jaringan internet, ruang serbaguna dengan tetap menjaga jarak. Ruang terbuka hijau, minimal 30% untuk berjemur, berolahraga, bercocok tanam, dan lain-lain.\u201d Terang Indah.<\/span><br \/>\n&nbsp;<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-12345\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian-300x300.png 300w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian-1030x1030.png 1030w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian-80x80.png 80w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian-768x768.png 768w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian-36x36.png 36w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian-180x180.png 180w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian-705x705.png 705w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Template-IG-Harian.png 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a> <a href=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-12346\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20-300x300.png 300w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20-1030x1030.png 1030w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20-80x80.png 80w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20-768x768.png 768w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20-36x36.png 36w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20-180x180.png 180w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20-705x705.png 705w, https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-content\/uploads\/sites\/14\/2020\/06\/Screen-Shot-2020-06-29-at-14.06.20.png 1244w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen Arsitektur Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta, Indah Pujiyanti, M.Sc, di masa new norml ini berbagi konsep guidline design berbasis kesehatan. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk \u201cArchitect as a Mayor in Indonesian Cities: What\u2019s Impact on Urban Design Policy?\u201d yang diselenggarakan oleh Architecture 04 Connection bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (UII), UIN Sunan Ampel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":12346,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"slim_seo":{"title":"Dosen Arsitek UNISA Sampaikan Konsep Guidlene Urban Design Berbasis Kesehatan - News Universitas &#039;Aisyiyah Yogyakarta","description":"Dosen Arsitektur Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta, Indah Pujiyanti, M.Sc, di masa new norml ini berbagi konsep guidline design berbasis kesehatan. Hal tersebut"},"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-12344","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12344"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12344\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12346"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}