{"id":13645,"date":"2021-04-28T12:11:31","date_gmt":"2021-04-28T05:11:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/?p=13471"},"modified":"2021-04-28T12:11:31","modified_gmt":"2021-04-28T05:11:31","slug":"muhammadiyah-gerakan-wasathiyah-islam-berkemajuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/muhammadiyah-gerakan-wasathiyah-islam-berkemajuan\/","title":{"rendered":"Muhammadiyah Gerakan Wasathiyah Islam Berkemajuan"},"content":{"rendered":"<p>Wasathiyah Islam Muhammadiyah adalah Gerakan wasathiyah Islam yang berdasarkan kepada ajaran dan nilai-nilai Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah. Unsur-unsur peradaban seperti keindahan, kebersihan, ketinggian ilmu terkandung dalam ajaran Islam di dalam Alquran maupun di dalam hadis Nabi Muhammad. Hal tersebut di sampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, dalam kegiatan Pengajian Ramadhan 1442 H di Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta (UNISA),\u00a0 Selasa (27\/4).<br \/>\nMu&#8217;ti mengatakan, tujuh nilai Islam Wasatiyah yang tertuang dalam &#8216;Bogor Message on Wasatiyah Islam&#8217; dapat menjadi prioritas. Bogor Message atau deklarasi Pesan Bogor merupakan hasil kesepakatan para ulama, yang merumuskan tujuh nilai universal yang diterima di seluruh dunia Islam.<br \/>\nDalam Pesan Bogor tersebut ditekankan tujuh nilai utama dalam Islam Wasatiyah, di antaranya <em>Tawazun\u00a0 <\/em>(seimbang dalam meraih hal yang material dan spiritual), <em>I&#8217;tidal<\/em> (berperilaku proporsional dan adil dengan penuh tanggung jawab), <em>Tasamuh<\/em>(memahami dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan), <em>Shura<\/em> (bermusyawarah dan berusaha menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan Bersama-sama ), <em>Islah<\/em> (senantiasa meningkatkan\u00a0 dan memperbaharui perilaku untuk kebaikan bersama ), <em>Qudwah<\/em> (menjadi teladan, pelopor dan senantiasa mengambil prakarsa untuk menciptakan kesejahteraan Bersama ), dan <em>Muwathanah <\/em>\u00a0(mengakui eksistensi negara dan menjadi warga negara yang patuh terhadap hukum dan peraturan).<br \/>\nMu&#8217;ti menambahkan, seyogyanya umat muslim memahami posisi mereka sebagai khairu ummah (umat terbaik) dan umat tengahan (wasathiyah) dengan menghadirkan apa yang dirasakan oleh orang lain sebagai bagian dari ciri peradaban. Cirinya antara lain umat terbaik yang keindahan dan kebaikannya teramati secara fisik; berilmu dan bertindak bijaksana dengan ilmunya; mengamalkan ajaran agama secara wajar, sesuai yang diajarkan, tidak berlebih-lebihan; melaksanakan dan menegakkan hukum secara adil; mengambil jalan tengah dalam menyelesaikan masalah; moderat dalam menyikapi perbedaan.<br \/>\n\u201cMaka dengan pengertian ini, Islam yang sempurna itu yang tampilan lahiriahnya indah, menyenangkan, dan mempunyai daya tariknya sendiri karena keindahan itu. Karena Islam wasathiyah harus menampilkan Islam yang membuat orang senang dengan apa yang dilakukan oleh kaum muslimin itu apakah dari perilakunya, atau secara fisik bisa diamati,\u201d jelasnya.<br \/>\n&nbsp;<br \/>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wasathiyah Islam Muhammadiyah adalah Gerakan wasathiyah Islam yang berdasarkan kepada ajaran dan nilai-nilai Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah. Unsur-unsur peradaban seperti keindahan, kebersihan, ketinggian ilmu terkandung dalam ajaran Islam di dalam Alquran maupun di dalam hadis Nabi Muhammad. Hal tersebut di sampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, dalam kegiatan Pengajian Ramadhan 1442 H [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14086,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"slim_seo":{"title":"Muhammadiyah Gerakan Wasathiyah Islam Berkemajuan - News Universitas &#039;Aisyiyah Yogyakarta","description":"Wasathiyah Islam Muhammadiyah adalah Gerakan wasathiyah Islam yang berdasarkan kepada ajaran dan nilai-nilai Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah. Unsur-unsur peradaban sepe"},"footnotes":""},"categories":[25,61],"tags":[],"class_list":["post-13645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-update"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}