{"id":13647,"date":"2021-04-29T08:31:22","date_gmt":"2021-04-29T01:31:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/?p=13482"},"modified":"2021-04-29T08:31:22","modified_gmt":"2021-04-29T01:31:22","slug":"pengembangan-keilmuan-bagi-perempuan-berkemajuan-di-era-klasik-dan-kontemporer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/pengembangan-keilmuan-bagi-perempuan-berkemajuan-di-era-klasik-dan-kontemporer\/","title":{"rendered":"Pengembangan Keilmuan Bagi Perempuan Berkemajuan di Era Klasik dan Kontemporer"},"content":{"rendered":"<p>Kalau kita ingin mengetahui transisi era klasik ke era\u00a0 modern, maka lihatlah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau dikenal Hamka. Tahun 1930-an Hamka sudah jadi tokoh Muhammadiyah di Bukit Tinggi, Padang Panjang. Dia telah menulis \u201cTenggelamnya Kapal van der Wijck\u201d. Pergumulan klasik \u2013 modern ada di diri Hamka. Hal tersebut di sampaikan oleh Prof. Dr. HM Amin Abdullah, dalam kegiatan Pengajian Ramadhan 1442 H di Universitas \u2018Aisyiyah Yogyakarta (UNISA),\u00a0 Rabu (28\/4).<br \/>\nMuhammadiyah hadir abad ke-20 (1912) setelah mengenal model pendidikan agama saja (pesantren, dayah, surau) dan pendidikan umum saja (sekolah), Zending-Kristen bersama kehadiran Portugis-Belanda. Kemudian, Muhammadiyah memadukannya menjadi agama-umum (madrasah).<br \/>\nPandangan keilmuan keislaman di era disruptif yaitu cara atau model pembelajaran, berpikir dan beragama yang mampu: (1) menyatupadukan informasi, data, teknik, alat-alat, perspektif, konsep, (2) untuk memajukan pemahaman fundamental atau (3) untuk memecahkan \u201cpermasalahan tertentu\u201d yang pemecahannya berada di luar wilayah jangkauan satu disiplin tertentu atau wilayah praktik penelitian tertentu.<br \/>\nAdapun cara berpikir dan beragama yang bercorak multidisiplin, interdisiplin dan transdisiplin yaitu: (1) Melibatkan berbagai pendekatan, (2) Mampu memecah kebekuan dan kejenuhan disiplin ilmu (sains, social, humaniora, agama) yang berdiri sendiri-sendiri, (3) Mampu melunakkan batas-batas kaku antara berbagai disiplin ilmu, (4) Menciptakan ruang intelektual-spiritual baru.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau kita ingin mengetahui transisi era klasik ke era\u00a0 modern, maka lihatlah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau dikenal Hamka. Tahun 1930-an Hamka sudah jadi tokoh Muhammadiyah di Bukit Tinggi, Padang Panjang. Dia telah menulis \u201cTenggelamnya Kapal van der Wijck\u201d. Pergumulan klasik \u2013 modern ada di diri Hamka. Hal tersebut di sampaikan oleh Prof. Dr. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14092,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"slim_seo":{"title":"Pengembangan Keilmuan Bagi Perempuan Berkemajuan di Era Klasik dan Kontemporer - News Universitas &#039;Aisyiyah Yogyakarta","description":"Kalau kita ingin mengetahui transisi era klasik ke era\u00a0 modern, maka lihatlah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau dikenal Hamka. Tahun 1930-an Hamka sudah jadi"},"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-13647","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13647"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13647\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}