{"id":184,"date":"2012-10-20T01:59:33","date_gmt":"2012-10-19T18:59:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/peserta-sidang-tanwir-diharapkan-mampu-menjalankan-dwifungsinya-secara-substansial-dan-kontekstual\/"},"modified":"2012-10-20T01:59:33","modified_gmt":"2012-10-19T18:59:33","slug":"peserta-sidang-tanwir-diharapkan-mampu-menjalankan-dwifungsinya-secara-substansial-dan-kontekstual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/peserta-sidang-tanwir-diharapkan-mampu-menjalankan-dwifungsinya-secara-substansial-dan-kontekstual\/","title":{"rendered":"Peserta Sidang Tanwir Diharapkan Mampu Menjalankan Dwifungsinya secara Substansial dan Kontekstual"},"content":{"rendered":"<p class=\"western\" style=\"text-indent: 0.5in;margin-bottom: 0.14in\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\">Pembukaan sidang Tanwir &lsquo;Aisyiyah 1 periode 2010-2015 hari ini (19\/10) secara resmi dibuka oleh Prof. DR. Dien Syamsuddin, bertempat di Kampus Terpadu STIKES &lsquo;Aisyiyah Yogyakarta. Pada pidato sambutan kali ini, Ia mengucapkan rasa syukur yang mendalam, atas terselenggarakannya Sidang Tanwir &lsquo;Aisyiyah 1 dan menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang diadakan oleh &lsquo;Aisyiyah selalu tertata rapi dan apik, ibarat rangkaian bunga yang harum. Pada kesempatan kali ini, Dien juga menjelaskan arti kata Tanwir yang merupakan nama lain dari permusyawaratan berarti pencerahan, penyinaran, pencahayaan. Tanwir merupakan suatu permusyawaratan tertinggi dibawah Muktamar Muhammadiyah. Dalam pidatonya kali ini, Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini di Indonesia tidak ada satu pun organisasi yang mempunyai istilah-istilah yang khas seperti halnya organisasi Muhammadiyah dan &lsquo;Aisyiyah. <\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"margin-bottom: 0.14in\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\"> Dien berharap<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\"><span style=\"text-decoration: none\"> para peserta Sidang Tanwir harus mampu menjalankan dwifungsinya yaitu mampu<\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"> melakukan substansiasi atau pemaknaan terhadap keputusan Muktamar &#8216;Aisyiyah serta mampu mengkontekstualisasikan dengan dinamika zaman dan kehidupan di masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa, k<\/span><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\">eberhasilan sidang Tanwir ini sangat ditentukan oleh kedua komponen tadi, yaitu penguatan dan pengaitan. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times new roman,serif\">Tema Tanwir &ldquo;&#8217;Aisyiyah Jelang Satu Abad: Gerakan Praksis Sosial Al-Ma&#8217;un untuk Kemajuan Bangsa&rdquo;, menurut Dien, semakin menegaskan kontribusi &#8216;Aisyiyah bagi kemajuan bangsa berbasis gerakan praksis Al-Ma&#8217;un yang merupakan watak gerakan &#8216;Aisyiyah-Muhammadiyah. Dari asal katanya, tambah Dien, Al-Ma&#8217;un berarti hal yang berguna, sehingga gerakan Al-Ma&#8217;un merupakan gerakan yang menyebarkan manfaat dengan membangun dan memperkuat landasan budaya kehidupan masyarakat. Itulah yang membedakan watak gerakan Muhammadiyah dengan gerakan struktural yang banyak dilakukan oleh partai politik. <\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"margin-bottom: 0.14in\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\"> Dien, menambahkan bahwa sifat dari gerakan Al-Ma&rsquo;un adalah bersifat Amaliah, yaitu sifat yang memadukan antara iman dan amal. Dien, menyampaikan bahwa tema Tanwir &ldquo;<\/span><\/span><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\"><strong>GERAKAN PRAKSIS SOSIAL AL-MA&rsquo;UN UNTUK KEMAJUAN BANGSA&rdquo;, <\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\"> mengambil kata Gerakan Praksis yang merupakan suatu kata mendalam maknanya, berarti suatu kelompok yang mengamalkan Islam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Praksis merupakan suatu kemampuan dalam berorientasi tidak hanya dalam tataran ide saja, tetapi juga memiliki aksi yang nyata. Pada akhir pidatonya, Ia menegaskan bahwa <\/span><\/span><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\"><span style=\"font-weight: normal\">&ldquo;&rsquo;Aisyiyah selama ini telah menunjukkan dinamika kemajuan yang signifikan sebagai organisasi perempuan di Indonesia dan &lsquo;Aisyiyah telah mampu mengimplementasikan gerakan praksis Al-Ma&#8217;un <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-family: Times new roman,serif\"><span style=\"font-size: medium\">melalui amalan-amalan usaha yang memberikan banyak manfaat di masyarakat.(www.aisyiyah.or.id)<\/span><\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/wordpress_unisa\/wp-content\/uploads\/export-unisa-files\/852520102012-0352495866.jpg\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembukaan sidang Tanwir &lsquo;Aisyiyah 1 periode 2010-2015 hari ini (19\/10) secara resmi dibuka oleh Prof. DR. Dien Syamsuddin, bertempat di Kampus Terpadu STIKES &lsquo;Aisyiyah Yogyakarta. Pada pidato sambutan kali ini, Ia mengucapkan rasa syukur yang mendalam, atas terselenggarakannya Sidang Tanwir &lsquo;Aisyiyah 1 dan menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang diadakan oleh &lsquo;Aisyiyah selalu tertata rapi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"slim_seo":{"title":"Peserta Sidang Tanwir Diharapkan Mampu Menjalankan Dwifungsinya secara Substansial dan Kontekstual - News Universitas &#039;Aisyiyah Yogyakarta","description":"Pembukaan sidang Tanwir &lsquo;Aisyiyah 1 periode 2010-2015 hari ini (19\/10) secara resmi dibuka oleh Prof. DR. Dien Syamsuddin, bertempat di Kampus Terpadu STI"},"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-184","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unisayogya.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}