Tag Archive for: ilmu

Program Studi Magister Ilmu Kebidanan UNISA Raih Akreditasi B

Program Studi  Magister Ilmu Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta meraih akreditasi B.
Hal tersebut berdasarkan  Surat Keputusan Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia Nomor 0124/LAM-PTKes/Akr/Mag/III/2017, tentang Status, Nilai dan Peringkat Akreditasi.
Terima kasih atas doa dan dukungan seluruh civitas akademika UNISA Yogyakarta.

UNISA Bersinergi Dengan Warga Kelurahan Nogotirto Mengadakan Edukasi Gizi

Memperingati Hari Gizi Nasional ke-57, Biro Humas dan Admisi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengadakan Edukasi Gizi “Higiene Sanitasi Makanan dan Pengolahan Makanan Sehat” dengan mengundang warga  sekitar Kampus Terpadu UNISA khususnya para pemilik warung makanan dan pengelola kantin UNISA, Rabu (1/2). Read more

PENGUJI SKRIPSI D4 BIDAN PENDIDIK TAHUN AKADEMIK 2016/2017

[gview file=”http://www.unisayogya.ac.id/wordpress_unisa/wp-content/uploads/2016/12/PENGUJI-SKRIPSI-D4-BIDAN-PENDIDIK-TAHUN-AKADEMIK-2016-2017.pdf”]

UNISA Menggelar Studium General, Berjudul “Ilmu Keperawatan dan Teknologi Untuk Perawatan Manusia”

              Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan International Conference On Maternal, Child, and Family Health 2016 pada Rabu-Kamis 19-20 Oktober 2016. Sebagai fasilitas penunjang bagian dari International Conference, mahasiswa UNISA yang tidak menjadi peserta konferensi, mengikuti studium general (kuliah umum) dengan tema Ilmu Keperawatan dan Teknologi Dalam Pemanfaatannya Untuk Perawatan Manusia. Studium general dilaksanakan pukul 10.00 WIB di tempat terpisah dari konferensi internasional yaitu di Auditorium Gedung B, Kampus Terpadu UNISA. Studium general dihadiri oleh 350 mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan, khususnya kesehatan yaitu: S1 Ilmu Keperawatan, S1 Fisioterapi, D3 Kebidanan, dan D4 Bidan Pendidik. Narasumber utama stadium general adalah Prof. Dr. Tetsuya Tanioka dari Tokushima University (Jepang). Tetsuya memamparkan bahwa kebutuhan mesin pendukung aktifitas keperawatan semakin meningkat hingga hari ini, meskipun penggunaan teknologi robotic sudah digunakan manusia di beberapa hal.

                 Perkembangan zaman mempengaruhi percepatan perkembangan teknologi mesin dari analog ke digital. Teknologi digital tersebut kemudian berkembang menjadi mesin pembantu manusia yang kemudian disebut “humanoid robots”. Hal ini membuat para ilmuwan khususnya yang  berorientasi bisnis industri berlomba-lomba menciptakan robot yang mampu menjalankan program selayaknya manusia dalam kehidupan sehari-hari. Humanoid robot tersebut berkembang pesat dengan munculnya teknologi Artificial Intelligent (AI) yang dijadikan sebagai program komputer yang mampu meniru aktitifas manusia. Perkembangan ilmu keperawatan juga dipengaruhi perkembangan humanoid robots tersebut, hal ini berdasarkan pada fakta di lapangan muncul “Robot Perawat” yang bertugas sebagai perawat di Rumah Sakit dengan menjalankan tugas-tugas keperawatan seperti yang dilakukan perawat manusia. Robot Perawat di Jepang sudah mulai digunakan dalam praktek klinik medis di berbagai instansi kesehatan. Lain halnya dengan Indonesia, penggunaan Robot Perawat masih menjadi kontroversi. Robot Perawat masih perlu dikaji ulang tentunya dalam hal isu etika dan rasa empati buatan pada robot yang dianggap tidak bisa sepenuhnya memahami kondisi dan situasi pasien.