Silaturrahim Idul fitri 1442 H Keluarga Besar Universitas `Aisyiyah Yogyakarta

Silaturrahim Idul fitri 1442 H Keluarga Besar Universitas `Aisyiyah Yogyakarta

Silaturrahim Idul fitri 1442 H Keluarga Besar Universitas `Aisyiyah Yogyakarta secara daring, dalam rangka syawalan jajaran pimpinan dengan seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Unisa Yogya, Senin (25/5).
Silaturrahim dengan tema Semangat Tajdid Perguruan Tinggi `Aisyiyah Dalam Mengelola Perubahan, turut menghadirkan Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai narasumber.
Ketua Umum Pimpinan Pusat `Aisyiyah Dr. Siti Noordjannah Djohantini, MM, M.Si dalam sambutanya menyampaikan perjalanan Unisa Yogyakarta selama bulan Ramadhan kemarin telah dilalui oleh banyak kegiatan dan hal- hal yang positif, dan harapanya semoga memberikan dampak positif juga kepada para dosen dan karyawan  dengan lebih gigih dan semangat dalam bekerja dan beridabah setelah Ramadhan.
“Mari kita aktualisasikan dengan membesarkan Unisa Yogyakarta ini dengan niat ibadah,” ucap Noordjannah.
Haedar Nashir sebelumnya mengucapkan selamat hari raya idul fitri kepada seluruh keluarga besar Unisa Yogya, setelah itu Haedar menyampaikan mengenai persaingan perguruan tinggi Muhammadiyah `Aisyiyah (PTMA) dalam persaingan global, dengan meningkatkan mentalitas SDM yang dimiliki saat ini. perlunya PTMA menjadi bagian dari center of excellenet (pusat keunggulan).
“Syarat PTMA unggul adalah mampu berkompetisi dan siap dikomparasikan dengan Perguruan Tinggi yang lain. Semisal Unisa Yogyakarta dengan keunggulan pada bidang kesehatan, mampukah bersaing dengan Pergurutan Tinggi diluar PTMA yang sama unggulnya dalam bidang kesehatan,” tutur Haedar.
Lebih lanjut Haedar berpesan, untuk menjadi universitas unggul, perlu dikembangkan beberapa hal dalam kehidupan di Unisa Yogyakarta antara lain  semangat tajdid harus senantiasa hidup pada setiap orang sesuai tugas masing-masing, menata dan memperbaharui sistem, semangat kolaborasi yang efektif dan dan produktif, mengembangkan koneksi dengan persyarikatan.
Silaturrahim ini diikuti 223 yang terdiri dari dosen,tenaga kependidikan, dan seluruh karyawan Unisa Yogyakarta, pimpinan Perguruan Tinggi Aisyiyah seluruh Indonesia dan purna bakti  yang diakhiri dengan pembagian 10 doorprise bagi yang beruntung.

Persiapkan Tim Menghadapi Liga 1, PS Sleman mengunjungi Klinik Fisioterapi UNISA Yogyakarta

Persiapkan Tim Menghadapi Liga 1, PS Sleman mengunjungi Klinik Fisioterapi UNISA Yogyakarta

Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 Tahun 2021, PS Sleman mengunjungi Klinik Fisioterapi UNISA Yogyakarta (20/3). Kunjungan ini dilakukan untuk pemeriksaan kebugaran pemain yang tergabung ke dalam skuad PS Sleman.
“Hari ini kami melakukan screening lima komponen dasar. Ada 24 pemain yang kami cek kondisinya” Ujar Andry Ariyanto, Tim Klinik Fisioterapi UNISA Yogyakarta.
Pemeriksaan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi kebugaran atlet sebelum bertanding. Hasil pemeriksaan tersebut akan memberi masukan kepada pelatih mengenai situasi dan kondisi dari seorang pemain.
“Fasilitas yang dimiliki oleh klinik fisioterapi UNISA sangat lengkap. Hasil pemeriksaan yang saya dapatkan juga sangat memuaskan karena kita dapat mengetahui kondisi sebelum menghadapi Liga 1” Ujar Irfan Jaya, pemain PS Sleman.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama UNISA Yogyakarta dan PS Sleman sejak tahun 2019. UNISA memberikan layanan screening dan  pemeriksaan kesehatan pemain PSS sesuai dengan PCMA ( Precompetion Medical Assesment) bagi para atlet. Tak hanya itu, UNISA juga memberikan beasiswa bagi para atlet dan supporter PS Sleman untuk mengenyam pendidikan di UNISA Yogyakarta.
Dika Rizki Imania, Ketua Program Studi Fisioterapi berharap bisa mengembangkan kerjasama dengan PSS Sleman untuk menjadikan Fisioterapi UNISA Yogyakarta lebih dikenal oleh masyarakat luas. Sekaligus menumbuhkan semangat para calon fisioterapi muda untuk belajar dan berkarya pada bidang fisioterapi sesuai peminatan masing-masing. Salah satunya adalah sport physiotherapy.

Kelas Perancangan Tapak Arsitektur UNISA Yogya, Undang Professor Universiti Teknologi Malaysia

Kelas Perancangan Tapak Arsitektur UNISA Yogya, Undang Professor Universiti Teknologi Malaysia

Program Studi (Prodi) S1 Arsitektur, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, menggelar Visiting Professor yang bekerjasama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kegiatan berlangsung dari Selasa (4/05), hingga 30 Juni 2021, via aplikasi konferensi jarak jauh.
UNISA Yogyakarta menghadirkan 2 pemateri handal dari UTM, yaitu Prof. Dr. Ismail Said dan Dr. Lee Yoke Lai. Materi pertama tentang “Design Process in Landscape Architecture”, Visiting Professor kali ini diperuntukan bagi mahasiswa semester 2 tahun ajar 2020/2021, yang mengambil kelas Perancangan Tapak.
Aprodita Emma Yetti, S.T., M.Sc, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa Arsitektur UNISA Yogyakarta memiliki wawasan dari dosen dan pakar Arsitektur lanskap berpengalaman. Selain itu, agar mendapatkan pengalaman kegiatan belajar mengajar yang berbeda dari kelas regular.
“Semoga program kerjasama kedua belah pihak antara program studi Arsitektur UNISA Yogyakarta dan Landscape Architecture UTM Malaysia dapat memberi banyak manfaat terutama bagi mahasiswa.” Ujar Aprodita selaku Ketua Prodi Arsitektur UNISA Yogyakarta.
 

Agenda Sosialisasi dan Aktualisasi Pandangan Islam Wasathiyah Berkemajuan di PTMA

Membangun Jejaring Global untuk Pengembangan Organisasi yang Kompetitif

Globalisasi adalah suatu proses integrase internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek kebudayaan lainnya. Fenomena globalisasi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, demikian juga pendidikan tinggi atau universitas. Kesadaran ini menjadi pendorong bagi banyak universitas untuk membuka diri kepada dunia global. Mengapa kerjasama global menjadi penting? Karena jaringan kerjasama global bertujuan untuk meningkatkan kualitas organisasi dan kualitas akademis universitas secara menyeluruh. Hal ini disampaikan oleh Supriyatiningsih, kandidat doctor yang sedang studi doktoralnya di Jerman dalam Pengajian Ramadhan UNISA Yogyakarta (28/4).
Apa tiga isu pokok dalam dunia global? 1. Inovasi, 2. Penguatan motivasi intrinsic (empowerment) pada karyawan, 3. Tonjolkan kekuatan organisasi kita sebagai organisasi yang siap berkolaborasi. Hindari isu-isu yang mempertajam perbedaan. Kesehatan reproduksi, menolong kaum miskin, adalah nilai-nilai yang bisa kita sinergikan. Mulailah dari starting poin “berpikir positif”. Lambat atau cepat, kita akan berada di era persaingan. Demikian papar dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta siang itu.
“Jangan pernah sejengkal pun merasa tidak ingin maju ke depan. Majulah dan lakukan terobosan yang luar biasa,” tutur perempuan yang akrab disapa Dokter Upi. “Apa  tantangannya?” tanya beliau. “Tantangannya adalah teknologi informasi, teknologi komunikasi dan teknologi industri, Tantangannya ada yang negative, ada pula tantangan positif,” jawabnya.
“Apa yang harus disiapkan?” tanya beliau lagi. Beliau pun menjelaskan, “Change your mind! Perubahan mendasar yang ditimbulkan oleh globalisasi ialah keterbukaan. Karena itu jangan menutup diri, jangan apriori, dan belajarlah untuk menghargai orang lain. Apabila manusia menutup dirinya, pergaulannya akan terbatas dan pengalaman solidaritasnya sulit berkembang.

Agenda Sosialisasi dan Aktualisasi Pandangan Islam Wasathiyah Berkemajuan di PTMA

Peliharalah Tempatmu Bekerja, Jaga Nama Baiknya

Sumber Daya Manusia yang berkompeten merupakan aset penting yang dimiliki oleh Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Oleh karenanya, dalam proses bekerja perlu dilandasi oleh spirit rasa syukur, ibadah dan amanah. Hal ini disampaikan oleh dr. H. Agus Taufiqqurahman, M. Kes., Sp.OG pada momen Pengajian Ramadhan UNISA Yogyakarta (29/4).
“Mari kita ingat bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyuur. Tetapi bersyukur yang membuat kita bahagia. Maka marilah senantiasa bersyukur dengan nikmat bisa kerja. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama seperti kita” Agus Taufiqqurahman menambahkan.
Perlu dicermati bahwa terdapat relasi antara agama (mencari Ridho Allah) dan etos kerja sehingga dapat membentuk pola pikir SDM yang unggul. Bekerja dengan ikhlas dengan senantiasa dilandasi oleh etos kerja yang tinggi. Maka hakikatnya akan membawa manfaat bagi tempat kita bekerja.
“Peliharalah tempat kamu bekerja, jagalah nama baiknya. Walaupun tidak membuat kaya tapi setidaknya dari sanalah kalian hidup. Maka, mari bekerja dengan senang hati seperti piknik yang dibayar” tutup Agus Taufiqqurahman dalam paparan materinya.

Agenda Sosialisasi dan Aktualisasi Pandangan Islam Wasathiyah Berkemajuan di PTMA

Kampus Harusnya Menjadi Pusat Pengembangan Kepribadian Muslim yang Berwawasan Kebangsaan

Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA) merupakan amal usaha yang dijiwai dan dilandasi oleh nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam tatanan Ideologis, filosofis dan praksis-aplikatif. Nilai-nilai tersebut menjadi menjadi salah satu kekuatan untuk kelangsungan dan kesinambungan ‘Aisyiyah sebagai Gerakan dakwah dan tajdid yang melintasi jaman.
Dalam kegiatan Pengajian Ramadhan (28/4) yang diselenggarakan oleh Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Shoimah Kastolani menyampaikan bahwa semua Civitas Akademika punya tugas untuk menjadikan Kampus sebagai pusat pengembangan kepribadian muslim yg ber-Muhammadiyah dan berwawasan kebangsaan dengan mengintegrasikan  ilmu dan amal.
PTA khususnya UNISA Yogyakarta mempunyai ikatan struktural, fungsional, dan kultural langsung maupun tidak langsung dengan visi ‘Aisyiyah. Oleh karenanya, PTA perlu menumbuhkan nuansa keislaman di kampus. Misalnya dengan menggemakan Al Quran, melaksanakan Pengajian secara rutin dan tetap menjaga Kebersihan kampus.
“Untuk mendukung pengembangan kepribadian Muslim, seluruh elemen Kampus juga perlu memiliki loyalitas. Merasa bagian dari sistem, taat pada regulasi dan memberi kontribusi nyata bukan hanya sekedar menuntut” Ujar Shoimah Kastolani. Selain nilai akademik, juga perlu ditumbuhkan nilai kepribadian muslim pada seluruh Civitas. Sehingga PTA sebagai Amal Usaha dapat tetap terawatt dan terjaga.
 
 

Agenda Sosialisasi dan Aktualisasi Pandangan Islam Wasathiyah Berkemajuan di PTMA

Praksis Sosial Gerakan Perempuan dan Media

Di antara problematika perempuan dan media adalah citra perempuan dalam media, kekerasan berbasis gender online, akses perempuan dalam dunia digital, kurangnya literasi digital, maraknya hoaks dan fakes news dan problem influencer Islam Wasathiyah. Media mereproduksi stereotype perempuan, melakukan pelabelan feminitas dan maskulinitas dan perempuan sebagai penggoda. Media juga mengukuhkan domestifikasi perempuan. Adapun kekerasan berbasis gender online meningkat 300 persen di masa pandemi. Hal ini disampaikan oleh Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si., Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, dalam Pengajian Ramadhan UNISA Yogyakarta (28/4).
Pentingnya influencer Islam Wasathiyah mengingat wacana Islam Liberal mendominasi dunia media social, minimnya influencer perempuan dengan pandangan Islam Wasathiyah, dan pengelolaan media social pandangan Islam Wasathiyah secara lebih professional. Demikian penjelasan Tri Hastuti yang pernah menjabat sebagai Dekan FEISHum Unisa Yogyakarta tahun 2017-2019.
Strategi yang bisa digunakan adalah kritis terhadap media, meningkatkan pengetahuan digital dan ketrampilan digital. Adapun tantangan yang dihadapi perempuan antara lain: (1) fenomena Buzzer, (2) kemampuan (biaya dan SDM) dan kompetensi (content creator) untuk mengelola dakwah Islam Wasathiyah menggunakan media social secara professional, (3) kolaborasi, (4) implementasi kebijakan pemerintah mendukung literasi digital perempuan.

Agenda Sosialisasi dan Aktualisasi Pandangan Islam Wasathiyah Berkemajuan di PTMA

Agenda Sosialisasi dan Aktualisasi Pandangan Islam Wasathiyah Berkemajuan di PTMA

Islam Wasathiyah yaitu: (1) Tawasuth (jalan tengah), (2) Tawazun (berkeseimbangan), (3) I’tidal (lurus dan tegas, proporsional), (4) Tasamuh (toleransi), (5) Musawah (egaliter non diskriminatif), (6) Syura (musyawarah), (7) Ishlah (reformasi), (8) Aulawiyah (mendahulukan yang prioritas), (9) Tathawur wa ibtikar (dinamis dan inovatif), (10) Tahadhdhur (berkeadaban). Hal ini disampaikan oleh Bapak Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di hari kedua Pengajian Ramadhan 1442 H Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Rabu (28/4).
Lebih lanjut dijelaskan Islam Berkemajuan: (1) Memiliki spirit untuk maju, (2) Membawa masyarakat kepada era yang lebih modern dan lebih maju, (3) Selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) Memiliki etos masyarakat modern: professional, disiplin, kerja keras, rasional, team work, jejaring dan sinergi, open mind, demokratis, memanfaatkan kemampuan teknologi, (5) Memberikan manfaat untuk masyarakat luas: etos “Rohmah” untuk menyelamatkan umat manusia, etos “al-Ma’un” untuk kepedulian kepada masyarakat dhuafa, keterpaduan iman dan amal shalih, (6). Mentradisikan amal shalih.
Adapun agenda aktualisasi Islam Wasathiyah Berkemajuan di PTMA antara lain: (1) PTMA sebagai pusat pendidikan unggul. Tidak bisa ditawar lagi, kita semua harus berbenah, (2) PTMA sebagai pusat keunggulan saintek. Kita perlu menyiapkan pakar, dan menyiapkan riset centre, (3) Tatakelola PTMA yang baik (good governance), (4) Laboratorium Pengembangan Persyarikatan di PTMA, (5) PTMA sebagai Pusat Pengembangan Masyarakat, (6) Pengembangan unit bisnis untuk menopang pembiayaan., (7) Pembinaan AIK yang intensif di kampus, di asrama/ kost dan di masyarakat untuk mahasiswa, karyawan dan dosen, (8) Pengarusutamaan paham Islam Wasathiyah Berkemajuan di kampus melalui seminar, kajian, pengajian, baitul arqam, peraturan, kurikulum AIK.

Agenda Sosialisasi dan Aktualisasi Pandangan Islam Wasathiyah Berkemajuan di PTMA

Pengembangan Keilmuan Bagi Perempuan Berkemajuan di Era Klasik dan Kontemporer

Kalau kita ingin mengetahui transisi era klasik ke era  modern, maka lihatlah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau dikenal Hamka. Tahun 1930-an Hamka sudah jadi tokoh Muhammadiyah di Bukit Tinggi, Padang Panjang. Dia telah menulis “Tenggelamnya Kapal van der Wijck”. Pergumulan klasik – modern ada di diri Hamka. Hal tersebut di sampaikan oleh Prof. Dr. HM Amin Abdullah, dalam kegiatan Pengajian Ramadhan 1442 H di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA),  Rabu (28/4).
Muhammadiyah hadir abad ke-20 (1912) setelah mengenal model pendidikan agama saja (pesantren, dayah, surau) dan pendidikan umum saja (sekolah), Zending-Kristen bersama kehadiran Portugis-Belanda. Kemudian, Muhammadiyah memadukannya menjadi agama-umum (madrasah).
Pandangan keilmuan keislaman di era disruptif yaitu cara atau model pembelajaran, berpikir dan beragama yang mampu: (1) menyatupadukan informasi, data, teknik, alat-alat, perspektif, konsep, (2) untuk memajukan pemahaman fundamental atau (3) untuk memecahkan “permasalahan tertentu” yang pemecahannya berada di luar wilayah jangkauan satu disiplin tertentu atau wilayah praktik penelitian tertentu.
Adapun cara berpikir dan beragama yang bercorak multidisiplin, interdisiplin dan transdisiplin yaitu: (1) Melibatkan berbagai pendekatan, (2) Mampu memecah kebekuan dan kejenuhan disiplin ilmu (sains, social, humaniora, agama) yang berdiri sendiri-sendiri, (3) Mampu melunakkan batas-batas kaku antara berbagai disiplin ilmu, (4) Menciptakan ruang intelektual-spiritual baru.

Refreshing Spiritual via Virtual, UNISA Yogya Gelar Pengajian Ramadhan 1442 H

Refreshing Spiritual via Virtual, UNISA Yogya Gelar Pengajian Ramadhan 1442 H

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Pengajian Ramadhan 1442 H dengan tema “Agenda Praksis Perempuan Berkemajuan”. Pengajian resmi dibuka oleh Rektor UNISA Yogya, Warsiti,S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Senin (27/04). Pengajian diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan selama 3 hari, 27-29 April 2021.
Warsiti dalam pembukaan menjelaskan, topik-topik pengajian sangat relevan untuk mewujudkan misi UNISA Yogya, yaitu mengembangkan kajian dan pemberdayaan perempuan dalam kerangka Islam berkemajuan. Isu-isu yang akan dibahas seperti Islam Wasathiyah Berkemajuan di Tengah Paham Lain, Spiritual Beauty, Pandangan Fiqih Perempuan Berkemajuan, Perempuan dan Spiritual Beauty, dan lain sebagainya pada hari selanjutnya.
Hadir pula Dr.Siti Noordjannah Djohantini.,M.M.,M.Si, selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, yang juga memberikan keynote speech tentang Agenda Praksis Perempuan Berkemajuan. “Pengajian Ramadhan ini menjadi kegiatan untuk  bisa merefleksikan bagaimana kehidupan kita di dalam menjalankan amanah di UNISA Yogya yang dibutuhkan komitmen bersama.” Ujar Siti Noordjannah.
Noordjanah mengatakan bahwa, visi yang akan dicapai adalah berkembangnya perempuan berkemajuan di lngkungan umat islam dan bangsa insan pelaku perubahan menuju peradaban utama. Unisa Yogyakarta merupakan amal usaha sebagai pilar strategis bagi Aisyiyah dan pimpinan serta civitas akademika ini sebagai pelaku Gerakan Dakwah Aisyiyah.
‘’Unisa Yogyakarta merupakan amal usaha Aisyiyah yang unggul sehingga harapannya mampu menopang tercapainya perempuan berkemajuan’’, jelas Noordjanah.
Diantara keynote speech dan materi pengajian, UNISA Yogya juga meluncurkan logo Milad UNISA Yogya ke-30 yang mengusung tema “Gerakan Inovatof Kolektif dalam Adaptasi Kebiasaan Baru”. Logo yang melambangkan usia ke-30 dan New Normal ini diresmikan oleh Rektor UNISA Yogyakarta.