Kolaborasi UNISA Yogyakarta dan PS Sleman Hadirkan Beasiswa Suporter

Kolaborasi UNISA Yogyakarta dan PS Sleman Hadirkan Beasiswa Suporter

Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta luncurkan program beasiswa yang ditujukan untuk kalangan supporter kreatif PS Sleman (20/3). Langkah ini diambil untuk mendukung kemajuan sepakbola khususnya di Kabupaten Sleman. Beasiswa supporter tersebut nantinya akan hadir melalui skema beasiswa peduli Covid-19.
Total anggaran yang disediakan untuk beasiswa supporter mencapai angka 400jt an. Dana tersebut mencakup potongan 25% biaya Pendidikan awal. Nilai tersebut akan dialokasi pada 100 suporter terpilih berdasarkan seleksi yang dilakukan oleh Biro Admisi UNISA Yogyakarta.
“Ini merupakan bentuk dukungan UNISA Yogyakarta untuk kemajuan sepakbola Indonesia dengan memberikan bantuan dana pendidikan kepada supporter militan PS Sleman khususnya di masa Pandemi Covid-19” Ujar Komaruddin, Kepala Biro Admisi UNISA Yogyakarta.
Syarat pengajuan beasiswa supporter yaitu memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) atau surat rekomendasi dari komunitas. Jika kedua syarat tersebut tidak, maka bisa menggunakan bukti potongan tiket pertandingan sebanyak lima buah. Syarat administrative lain yang dipenuhi untuk mengajukan skema beasiswa ini yaitu, Fotocopy KTP, Foto Terbaru, Surat Keterangan Sehat dan tidak Buta warna serta Ijazah dan SKHUN atau nilai Raport Semester 1-5.
Kerja sama UNISA Yogyakarta dan PS Sleman sudah dimulai sejak tahun 2018. Di masa Pandemi Covid-19, kerja sama tersebut terus berlanjut hingga melahirkan beberapa program strategis. Mulai dari penyediaan lapangan latihan untuk PS Sleman Academy. Hingga penyediaan tenaga fisioterapi dan fasilitas pendukung lainnya.

Tim PengabMas FEISHum Unisa Yogya Buka Sekolah UMKM Giri Sembada

Tim PengabMas FEISHum Unisa Yogya Buka Sekolah UMKM Giri Sembada

Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sekolah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Giri Sembada, Selasa (16/03).
Pembukaan Sekolah UMKM ini menghadirkan Lurah Girikerto H. Sudibya, S.Pd, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Dekan FEISHum UNISA Yogyakarta, Mega Ardina,S.P, M.Sc.
“Satu harapan kami mudah-mudahan kerja sama yang baik bisa selalu terjalin untuk kedepan, dan atas perhatian dan kerja sama yang baik ibu dan bapak sekalian kami menyusut harapan diharapkan bisa memajukan masyarakat girikerto,” jelas Sudibya.
Sudibya menambahkan bahwa UMKM ini adalah suatu potensi yang nanti bisa mendukung adanya sentra wisata. Mengenai tujuan Sekolah UMKM Giri Sembada ialalh mewujudkan wirausaha mandiri dan mengembangkan potensi lokal yang berdaya saing.
“Berkaitan dengan UMKM ini diharapkan adanya kerja sama bagaimana bisa kedepannya memunculkan hal yang baru. Dengan produk yang dihasilkan bisa disukai oleh pasar seperti salak yang di olah manisan dimanapun orang bisa membuat manisan salak, bahan yang sama tapi bagaimana nanti bisa di inovasikan agar menarik di pasaran maka dengan adanya Sekolah UMKM ini bisa dapat membantu,” tutur Mega.
Pembukaan sekolah UMKM ini dihadiri oleh masyarakat Desa Girikerto. Hadirnya Sekolah UMKM disambut baik dan antusias masyarakat Desa Girikerto. Harapannya, Sekolah UMKM dapat mendukung upaya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Girikerto.

Prodi Arsitektur UNISA Yogya Gelar Kuliah Umum Mengenai Renovasi Masjid Istiqlal

Prodi Arsitektur UNISA Yogya Gelar Kuliah Umum Mengenai Renovasi Masjid Istiqlal

Program Studi Arsitektur Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil menggelar kuliah umum yang membahas mengenai “Renovasi Istiqlal dari Aspek Pendekatan Filosofis yang Sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah” yang digelar melalui via Zoom,  Rabu ( 17/03 ). Kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab Program Studi (Prodi) terhadap kurikulum Prodi Arsitektur UNISA Yogyakarta khususnya Mata Kuliah Arsitektur Islami.
Kuliah umum pada kali ini membahas mengenai bagaimana Masjid tidak hanya menjadi pusat peradaban umat atau dalam konteks ekonomi, ibadah dan kesejahteraan namun juga dapat menyentuh konteks arsitektur yang memiliki penciri adanya arsitek islam yang mengikuti perkembangan jaman. Dalam Kuliah umum kali ini sangat relevan dengan program studi Arsitektur UNISA Yogyakarta yang memiliki penciri yaitu arsitektur islam dan arsitektur berwawasan Kesehatan.
“Cagar budaya itu kalau bisa dilestarikan jangan di owah owah (diubah), jangan ditambal sulam namun hanya dikinclongkan, diremajakan atau dibuat terlahir kembali tanpa menghilangkan keaslian dari cagar budaya tersebut” ucap Munichy.
Tidak hanya sebagai cagar budaya, Masjid Istiqlal ini juga wujud dari lambang kemerdekaan Indonesia dan ada beberapa wujud arsitek yang menjadi monumental yaitu Gereja Katedral, Patung Tugu Tani, Monas dan masih banyak lagi. Dalam setiap renovasi yang dilakukan terhadap bangunan arsitektur cagar budaya sebisa mungkin tidak mengubah sebuah eksistensinya pada cagar budaya tersebut.
Kemudian, selalu menerapkan konsep yang ada pada Al-quran dan Sunnah dalam setiap pembuatan baik desain bagunan biasa sampai fasilitas umum semua harus seimbang. Dengan mewujudkan dan mempertahankan 3 pilar utama yaitu toleransi, keindahan dan kebersihan seperti ayat yang terdapat pada Al-quran yaitu Hablum Minallah wa Hablum Minannas. (Dilla/Ryan)
 

Putuskan Awal Waktu Subuh Ditambah 8 Menit, Muhammadiyah Ketok Palu

Putuskan Awal Waktu Subuh Ditambah 8 Menit, Muhammadiyah Ketok Palu

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui pembahasan yang dilakukan pada Musyawarah Nasional Tarjih ke-13 tahun 2020, yaitu mengenai titik ketinggian matahari di bawah ufuk pada saat fajar.
Penentuan waktu terbitnya fajar merupakan persoalan yang sangat penting. Hal tersebut lantaran berkaitan dengan empat jenis ibadah yang meliputi: penentuan awal salat subuh, akhir salat witir, awal ibadah puasa, dan akhir wukuf di Arafah.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar mengungkapkan bahwa penentuan awal subuh harus akurat berdasarkan penelaahan teks Al-Quran dan Hadits, maupun realitas objektif di alam raya.
“Mengapa Majelis Tarjih mengangkat persoalan ini karena banyaknya pertanyaan, bukan hanya di Indonesia melainkan juga di berbagai belahan dunia. Misalnya di Maroko sejumlah pemuda dengan sengaja menyantap makanan di bulan Ramadan pada saat adzan subuh berkumandang sebagai sikap protes bahwa jadwal resmi masih terlalu pagi,” tutur Syamsul dalam Pengajian PP Muhammadiyah pada Jumat (12/03).
Di Indonesia masalah awal waktu subuh baru bergulir saat kedatangan seorang pendakwah asal Timur Tengah. Da`i tersebut heran dengan kondisi subuh yang masih gelap namun azan telah berkumandang. Akhirnya masalah ini melahirkan perdebatan di kalangan para ahli dan keresahan di hati masyarakat.
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga turut menyumbang gagasan ihwal parameter terbit fajar dan memutuskan bahwa dip atau ketinggian matahari berada di -18 derajat di bawah ufuk. Hal ini juga menjadi koreksi dari yang sebelumnya -20 derajat berubah jadi -18 derajat. Artinya, waktu subuh yang selama ini dipakai terlalu pagi sekitar 8 menit.
Pandangan ini didukung dengan pandangan mayoritas para ulama ahli astronomi yang sejauh yang bisa diakses Majelis Tarjih. Selain itu, sejumlah negara juga menggunakan kriteria awal waktu Subuh pada ketinggian matahari -18 derajat seperti Malaysia, Turki, Inggris, Prancis, Australia, dan Nigeria.
Sumber : muhammadiyah.or.id

Program Magang Prodi Manajemen Unisa di Masa Pandemi Covid

Program Magang Prodi Manajemen Unisa di Masa Pandemi Covid-19

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menyelenggarakan Magang secara online dan offline dimasa Pandemi Covid 19.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya magang kali ini dilaksanakan di berbagai instansi maupun perusahaan yang lokasinya berada di daerah asal mahasiswa, dimana ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Teti Anggita Saviri, S.E., M.Sc selaku Dosen prodi Manajemen Unisa Yogya menjelaskan penyelenggaraan magang yang berjalan saat ini disesuaikan dengan permintaan dari masing – masing instansi tempat mahasiswa magang, dimana beberapa instansi mengharapkan mahasiswa magang online, maka mahasiswa diharapkan mengikuti prosedur dari instansi yang dituju, begitu juga sebaliknya apabila instansi menghendaki offline maka mahasiswa melakukan magang secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, salah satu contohnya yaitu sebelum magang mahasiswa melakukan rapid test.
Mahasiswa Prodi Manajemen UNISA melakukan magang di wilayah DIY diantaranya Dinas Koperasi dan UKM Prov. DIY, Depkominfo Kab. Sleman, Depkominfo kab. Kulon Progo, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kab. Sleman, Perpustakaan Kab. Sleman, Dukcapil Kab. Sleman, PT. Mandiri Jogja Internasional dan PT. Ramoti Indonesia. Sedangkan lokasi magang di wilayah luar DIY diantaranya Dukcapil Kupang, BRI Syariah Cab. Lombok, BTPN Kec. Lubuklinggau, Dinas Kependidikan Kepemudaan dan Olahraga kab, Kuantan Singingi Riau, PT. Bangun Beton Indonesia, PTPN VIII Bandung, Kesbangpol Kab. Rembang, BPN Cab. Madiun, BUMDES Podho Joyo Kab. Gresik, dan Light and Bright Group.
“Walaupun di masa pandemi, tidak menyurutkan antusias mahasiswa kami untuk tetap melaksanakan magang, justru dengan tetap adanya program magang ini menambah optimisme mahasiswa untuk menimba ilmu di dunia kerja serta menambah pengalaman yang berharga selama melaksanakan magang,” ucap Teti.

Prodi AP Unisa Menggelar Webinar Bersama Duta Besar RI Untuk Lebanon

Prodi AP Unisa Menggelar Webinar Bersama Duta Besar RI Untuk Lebanon

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar disemua lini kehidupan manusia, salah satunya dalam bidang pendidikan. Berhubungan dengan hal itu Fakultas Ilmu Ekonomi, Sosial, dan Humaniora (FEISHum) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, khususnya program studi Administrasi Publik berkomitmen mengadakan kuliah umum maupun webinar secara berkelanjutan baik Nasional maupun Internasional, tentunya dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19 yang mengharuskan untuk tidak membuat kerumuman dan mengindahkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Pada kesempatan kali ini Senin (15/3), program studi Administrasi Publik Unisa Yogya kembali mengadakan Webinar Seri Kepemimpinan dengan tajuk “Peran Diplomatik pada Tatanan Dunia Baru” dengan menghadirkan narasumber Hajriyanto Y. Thohari yang menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Beirut, Lebanon yang dihadiri oleh seratus lebih partisipan dari kalangan mahasiswa, dosen, dan umum.
Awal sesi Webinar Seri Kepemimpinan ini dibuka oleh Dekan FEISHum Unisa Yogya Mega Ardina, S.P., M.Sc dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya webinar ini semoga dapat membuka wawasan luas masyarakat Unisa terhadap dunia Internasional, dan juga berharap supaya program-program seperti ini dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini Hajriyanto menyampaikan materi tentang Peran Diplomasi Dalam Dinamika Tata Baru Hubungan Internasional. Terkait tema tersebut paparan yang disampaikan Hajriyanto mengenai Dinamika Hubungan Internasional, mengenai sejarah kenapa sebuah diplomasi sangat penting untuk dilakukan sejak berakhirnya perang dingin yang dianggap sebagai titik balik perubahan rezim Internasional yang ditandai dengan berakhirnya komunisme, kemunduran Uni-Soviet sebagai salah satu negara super power sehingga tidak mampu mempertahankan kekuatan militer globalnya dan menyaingi Amerika Serikat yang kini menjadi negara adidaya dunia.
Hajriyanto mengungkapkan bahwa dinamika hubungan Internasional telah banyak berubah dari berbagai kecenderungan secara substansi sangat berbeda dari masa sebelumnya. Mulai dari perubahan aktor hubungan Internasional, arus globalisasi dan interdenpendensi semakin menguat, saling keterkaitan antara berbagai masalah-masalah global, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, keamanan, lingkungan hidup dan lain sebagainya. Tidak terlepas juga dari timbulnya masalah-masalah transnasional, seperti Hak Asasi Manusia (HAM), demokrasi, good governance, dan lingkungan hidup dalam agenda Internasional.
Inti dari materi yang disampaikan mengerucut pada Diplomasi Dalam Tatanan Baru Hubungan Internasional, seperti diketahui praktik diplomasi semakin dibutuhkan dan sangat penting dalam tatanan baru hubungan Internasional.
“Pada era baru ini diplomasi tidak lagi hanya identik dengan pertemuan atau perundingan yang dilakukan antar negara sebagaimana diplomasi yang berkembang pada era tradisional. Diplomasi menunjukkan peningkatan peran  yang sangat signifikan seiring dengan semakin kompleksnya isu-isu dalam hubungan internasional. Diplomasi menjadi lebih fleksibel karena dapat dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan dalam bentuk apapun,” Ungkap Hajriyanto.
Hajriyanto untuk pertama kalinya membeberkan tentang Multi Track Diplomacy yang didalamnya terdapat delapan poin penting yaitu diplomasi oleh pemerintah, diplomasi oleh aktor professional atau aktor non pemerintah, diplomasi melalui jalur bisnis dan perdagangan, diplomas oleh masyarakat (citizen diplomacy), diplomasi melalui pendidikan dan pelatihan, diplomasi oleh aktivis dari berbagai bidang, diplomasi agama, diplomasi melalui jalur pendanaan atau penyelesaian konflik melalui ketersediaan aset, dan diplomasi melalui media massa dengan menmanfaatkan teknologi komunikasi dan infomasi untuk membangaun infomasi public.
Sesi terkahir dalam rangkain acara ini yaitu tanya jawab yang diberikan kesempatn kepada beberapa partisipan. Salah satu pertyanyaan yang memilik jawaban menarik dari Hajriyanto tentang diplomasi bidang pendidikan, Hajriyanto memberikan tips kepada Unisa Yogya untuk membangun jaringan dsn komunikasi yang luas supaya dapat melaksanakan student exchange untuk skala yang lebih luas jangkauannya, Hajriyanto menyatakan siap membantu ketika suatu saat Unisa Yogya akan mekakukan kerja sama dengnan Universitas yang ada di Lebanon.
*Muhammad Syahroni

BKA Unisa Yogyakarta Selenggarakan Pelantikan Ormawa Secara Daring

BKA Unisa Yogyakarta Selenggarakan Pelantikan Ormawa Secara Daring

Sebanyak 39 Ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta mengikuti pelantikan akbar yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), Sabtu (13/3).
Pelantikan yang digelar di Auditorium gedung B Unisa Yogya diadakan secara daring melalui platform Zoom, serta disiarkan secara live di kanal Youtube Unisa Yogya. Adapun yang hadir secara offline yaitu 39 ketua Lembaga Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2021/2022.
Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam dan KeMuhammadiyahan-Ke`Aisyiyahan secara langsung melantik para ketua Ormawa dan UKM yang hadir secara Offline.
Setelah seremoni pelantikan Mufdlilah juga mengatakan dalam sambutanya kepada para pengurus ormawa dan UKM untuk mengemban amanah yang diberikan ini dengan sebaik baiknya, dan menjalankanya dengan sungguh-sungguh.
“Saudara terpilih karena saudara dianggap orang yang amanah, empat sifat Rasulullah yang harus ditekankan pada diri saudara yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah. Harapan saya kalian bisa membawa nama harum Unisa Yogya dengan raihan prestasi,” ucap Mufdlilah.
Acara ini dihadiri oleh 633 partisipan yang terdiri dari para anggota serta pembina Ormawa dan UKM.

Unisa Yogyakarta Siap Bangun Masjid 4 Lantai

Unisa Yogyakarta Siap Bangun Masjid 4 Lantai

Dalam dua bulan kedepan Universitas `Aisyiyah Yogyakarta akan melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan masjid, yang rencananya akan dibangun 4 lantai untuk menampung para mahasiswa didalam menjalankan ibadah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Hj. Siti Noordjanah Djohantini, M.M., M.Si. selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat `Aisyiyah dan juga sebagai Ketua Badan Pembina Harian Unisa Yogya pada acara wisuda Unisa Yogya periode Maret 2021, Sabtu (13/3).
Noordjanah juga mengatakan selain untuk tempat beribadah bagi mahasiswa, juga akan digunakan sebagai tempat untuk memperkokoh keimanan dan juga kajian-kajian keislaman serta kajian-kajian tentang kemanusiaan.
Sebelumnya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si. pernah mengatakan kepada media pada saat peresemian Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah, bahwa Presiden melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan membantu pembangunan Masjid Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
“Kami mendapatkan bocoran bahwa Pak Erick tidak cukup hanya membantu pembangunan Masjid At-Tanwir. Namun, atas mandat Presiden, beliau akan membangunkan Masjid `Aisyiyah di Unisa Yogyakarta,” ujar Haedar.

Psikologi UNISA Yogyakarta Sukses Gelar Workshop Online “Menulis Artikel Dan Buku”

Psikologi UNISA Yogyakarta Sukses Gelar Workshop Online “Menulis Artikel Dan Buku”

Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menyelenggarakan workshop dengan tema “Sukses Menulis Artikel Dan Buku”.  Kegiatan ini dilaksanakan via aplikasi Zoom Meeting , Kamis (12/03). Peserta workshop hanya dibatasi sebanyak 50 orang untuk efektifitas karena adanya Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang harus dilaksanakan.
Ratna Yunita, M.Psi.Psikolog., selaku Dosen Prodi Psikologi UNISA Yogya menjelaskan, RTL akan berupa menulis artikel bebas dan akan dikompetiskan. Naskah yang sesuai dengan kriteria akan direview terlebih dahulu dan akan diterbitkan di website masa kini pasca lolos review. Kedepannya naskah-naskah yang bagus akan dikompilasi menjadi buku.
“Untuk menjadi penulis atau menghasilkan karya tulis, kita  harus memiliki kemauan, motivasi, pengetahuan, dan kemampuan” jelas Ratna. Selain itu Ratna Yunita juga memberikan tips bahwa menulis bisa diawali dari menulis status rutin setiap hari.
Menulis tidak hanya menuangkan ide-ide, namun bisa sebagai ajang terapi diri untuk melepaskan beban dalam hati dan membebaskan pikiran kita.
“Saat ini saya sedang menyiapkan buku ke sebelas untuk terbit, mohon do’anya.” tambah Ratna.

Unisa Laksanakan Wisuda Periode Maret 2021 Secara Daring

Unisa Laksanakan Wisuda Periode Maret 2021 Secara Daring

Universitas `Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan Wisuda secara daring periode Maret 2021 dengan tetap mengusung tema Wisuda Sehat Dari Rumah, Sabtu (13/3).
Wisuda kali ini diikuti oleh 216 wisudawan dan wisudawati, yang terdiri dari fakultas ilmu kesehatan (FIKes), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) Unisa Yogya.
Ini kali ketiga Unisa Yogya mengadakan wisuda secara daring memalui Zoom, menurut Istri Utami,S.ST.,M.Keb selaku ketua panitia wisuda mengatakan karena kondisi dan situasi pandemi Covid-19 yang masih belum stabil, maka pihak Unisa Yogya memutuskan untuk tetap melaksanakan wisuda periode Maret 2021 ini secara online.
Warsiti,S.Kp., M.Kep., Sp.Mat. Selaku Rektor Unisa Yogya dalam sambutanya menyampaikan kepada seluruh para wisudawan dan wisudawati yang hadir Online saat itu bahwa sebuah prestasi bisa diukir dengan karya nyata, akan tetapi sebagai alumni dituntut untuk menguasai kecerdasan, tidak hanya kecerdasan intelektual serta skill, namun kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual, karena merupakan aspek penting yang harus dikuasai.
“Sebagai lulusan Unisa Yogyakarta, Saudara tidak hanya memiliki kompetensi profesional di bidang masing-masing, tetapi anda mengemban amanat dakwah amar ma`ruf nahi munkar sebagai kader persarikatan Muhammadiyah dan `Aisyiyah yang senantiasa bisa menjadi teladan dan motor penggerak dalam menciptakan solusi bagi bangsa dan umat,” Ucap Warsiti.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unisa Yogya Dra. Hj. Siti Noordjanah Djohantini, M.M., M.Si. mengatakan bahwa Unisa Yogya merupakan salah satu dari tiga universitas yang dimiliki oleh `Aisyiyah, dan dari 167 perguruan tinggi `Aisyiyah Muhammadiyah. Orang Tua atau wali yang mempercayakan Unisa Yogya sebagai tempat proses pembelajaran putra putrinya pasti sudah penuh dengan pertimbangan dan keyakinan, bahwa lembaga ini adalah lembaga yang bisa dipertanggung jawabkan karena lembaga ini ada dibawah naungan organisasi perempuan terbesar yang usianya masuk di abad ke 2.