Tantangan Masa Depan Pariwisata Indonesia-Malaysia di Era Pandemi Covid-19

Krisis yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Berbagai daerah menerapkan kebijakan Lock Down atau pembatasan sosial berkskala besar. Hal ini ini kemudian berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan manusia.
Pariwasata menjadi salah satu sektor yang sangat terpukul akibat krisis yang ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19. Dampak krisis tersebut sangat dirasakan oleh seluruh pelaku pariwisata di berbagai belahan dunia.
Pada sesi Routine Talk yang diadakan oleh Program Studi Administrasi Publik UNISA Yogyakarta. Professor Dr. Ahmad Puad Mat Som, Dean of Graduate School Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia mengungkapkan bahwa dunia pariwisata telah mengalami perubahan besar akibat dampak krisis Pandemi Covid-19.
“Di masa depan pariwisata akan berjalan dengan kebiasaan baru. Akan ada penerapan berbagai macam prosedur baru seperti menjaga jarak dan higenitas. Hal ini perlu direspon dengan baik oleh para stakeholder pariwisata”. Ujar Prof Ahmad Ahmad Puad Mat Som.
Prof Ahmad Ahmad Puad Mat Som juga mengungkapkan bahwa penerapan virtual tourism belum bisa menjadi solusi penuh untuk menjawab tantangan pariwisata di masa Pandemi. Karena sifat dasar manusia tentu ingin mengunjungi langsung lokasi yang mereka tuju.
Covid-19 mengubah paradigma masyarakat dalam menjalani aktivitas pariwisata. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Nur Faidati, Dosen Program Studi Administrasi Publik UNISA Yogyakarta.
“Wisatawan akan memilih berlibur di tempat yang dapat memberikan mereka pengalaman “jauh. Misalnya staycation di hotel/villa yang jauh dari keramaian” Ujar Nur Faidati pada sesi Routine Talk.
The new normal era menjadi peluang besar bagi Pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam mendesain kebijakan untuk mendukung pariwisata pasca Pandemi. Untuk membantu sektor pariwisata, Pemerintah perlu membangun infrastruktur dan fasilitas pariwisata yang higenis untuk mencegah penyebaran Covid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.