• Link to X
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
  • Link to Facebook
  • www.unisayogya.ac.id
  • Update Covid-19 Unisa Yogya
TELP.: (0274) 4469199; FAX.: (0274) 4469204
Berita-berita Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Home
  • Berita Utama
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita2 / UNISA Support Pendidikan Inklusi di Yogyakarta Melalui Pelatihan Guru ...
Processed with VSCO with al1 preset

UNISA Support Pendidikan Inklusi di Yogyakarta Melalui Pelatihan Guru Reguler

2022-07-19-4/0 Comments/in Berita/by biro humas admisi

Istilah inklusi menggambarkan suatu filosofi pendidikan dan sosial, yaitu kepercayaan bahwa semua orang merupakan bagian yang berharga dalam kebersamaan masyarakat (apapun keadaannya). Jika dikaitan dengan pendidikan, dapat diartikan bahwa semua anak berhak menyatu dalam komunitas sekolah yang sama (apapun latar belakangnya). Dalam filosofi inklusi penuh, tidak dipermasalahkan apakah anak dapat mengikuti program pendidikan regular / umum, akan tetapi lebih melihat pada guru dan sekolah beserta sistemnya untuk mau dan mampu melakukan adaptasi atau modifikasi program pendidikan sesuai dengan kebutuhan anak tersebut (Mangunsong, 2009).

Di Indonesia, penerapan pendidikan inklusi dilandasi oleh nilai – nilai luhur Pancasila yang dimanifestasikan dalam wujud Bhineka Tunggal Ika. Filosofi ini sebagai wujud pengakuan kebhinekaan manusia, baik secara vertical maupun horizontal yang mengembang misi sebagai umat Tuhan di muka bumi (Abdurrahman, 2003). Penyelenggaraan pendidikan inklusi dijamin oleh Undang Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 51:“Anak penyandang cacat fisik dan/atau mental diberikan kesempatan yang sama dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa”.

Sementara di Yogyakarta penyelenggaraan pendidikan inklusi dipayungi oleh Peraturan Gubernur DIY Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Pasal 1 ayat 2, “Sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya”.

Undang-undang dan Peraturan Daerah tersebut telah menggerakkan masyarakat, terutama orangtua yang memiliki ABK untuk menyekolahkan anaknya di sekolah reguler di berbagai jenjang pendidikan, termasuk pada jenjang pendidikan nonformal Taman Kanak-Kanak. Dari 1,6 juta ABK di Indonesia, 18 % sudah mendapatkan layanan pendidikan. Sekitar 115 ribu ABK sekolah di SLB dan 299 ribu sekolah di sekolah reguler / inklusi (www.kemendikbud.go.id, 2017). Jumlah tersebut cukup banyak, namun belum dibarengi dengan penyiapan SDM terutama guru yang memahami tentang pendidikan inklusi. Guru regular banyak yang belum memiliki basic pendidikan inklusi, sehingga belum mampu menemu kenali / mendeteksi siswa berkebutuhan khusus, sehingga dapat menimbulkan judgement ke siswa. Selain itu, kurangnya kompetensi pedagogik sebagai guru inklusi menjadikan guru kelas cenderung menangani siswa berkebutuhan khusus masih disamakan dengan siswa reguler lainnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui program pengabdian kepada masyarakat memberikan “Pelatihan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Inklusi” yang diselenggarakan di SD 2 Petir yang merupakan salah satu sekolah penyelenggara pendidikan inklusi di Yogyakarta. Pelatihan ini dilaksanakan 2 hari tanggal 7- 8 Juli 2022.

Pelatihan diawali dengan pretest untuk mengetahui wawasan guru terkait dengan pendidikan inklusi dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber. David Sulistyawan Aditya, S.Pd.,M.Hum selaku narasumber pertama memaparkan mengenai konsep pendidikan inklusi dan karakterstik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Narasumber menjelaskan tentang konsep pendidikan di Iindonesia yang sampai detik ini masih berada di equality (persamaan) bukan equity (keadilan). Apabila kita terus memberikan hak yang sama kepada individu yang berbeda, tentu tidak sama atau adil. Akan tetapi, jika kita memberikan hak yang sesuai dengan keadaan setiap individu yang berhak menerima, tentu akan memberikan keadilan diantara yang berbeda. ABK merupakan bagian terpenting dari sistem penyelenggaraan pendidikan inkusi. ABK bukan lagi sebagai objek pendidikan melainkan sebagai subjek pendidikan, sehingga harus diperlakukan seperti siswa pada umumnya dan mendapatkan hak yang sesuai kebutuhan ABK tersebut. Berdasarkan kategorisasi yang ditinjau dari sudut pandang psikologi dan layanan pendidikan, maka ABK terdiri dari tunanetra, tunarungu-wicara, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autis, tunaganda, ADHD, gangguan belajar spesifik, CIBI, indigo, dan anak kurang beruntung.

Setelah guru memahami secara teoritis mengenai konsep pendidikan inklusi dan juga karakteristik ABK, narasumber kedua Komarudin, M.Psi.,Psikolog mengajarkan guru untuk melakukan deteksi dini terhadap siswa yang dicurigai sebagai ABK dengan menggunakan instrument observasi yang sudah terstadardisasi. Guru – guru tampak autusias dalam mengisi lembar observasi dengan membayangkan siswa yang diamati saat proses pembelajaran di kelas. Selanjutnya para peserta berhasil menyusun profile siswa yang dicurigai sebagai ABK sebagai bentuk deteksi dini. Hasil deteksi dini ini diharapkan dapat digunakan pihak sekolah dalam merekomendasikan siswa untuk diasesmen lebih lanjut oleh pihak yang kompeten, sehingga tidak akan muncul lagi justifikasi terhadap siswa di sekolah inklusi.

Reaksi guru-guru ketika diberikan pelatihan tentang pendidikan inklusi dan praktik pendeteksian dini ABK sangat bersemangat dan mereka bertukar cerita kepada narasumber tentang siswa-siswa yang menunjukkan gejala-gejala ABK. Beberapa guru, mengatakan bahwa penjelasan narasumber mengenai pendidikan inklusi dan praktik deteksi dini ABK sangat bermanfaat bagi mereka karena dengan adanya pelatihan tersebut, para guru menjadi lebih paham bukan hanya tentang pendidikan inklusi tetapi memahami karakteristik ABK, menjadi paham apa langkah selanjutnya untuk menindak lanjuti pelayanan terhadap ABK, dan menghasilkan asesmen ABK yang baru untuk menambah ilmu mereka tentang ABK. Kepala sekolah SD 2 Petir, Ibu Ekowati Purwaningsih, S.Pd mengatakan bahwa suasana workshop yang tidak tegang tetapi hidup seperti sedang diskusi serius tetapi dibalut dengan kehangatan didalamnya. Beliau berharap adanya pelatihan ini terus dilaksanakan karena meberikan kebermanfaatan antara UNISA Yogyakarta dengan SD 2 Petir. Peneyelenggaraan pelatihan ini juga didukung oleh pengawas SD kapanewon Piyungan Bapak Muhammad Jamroni, S.Pd yang turut hadir dan memberikan motivasi kepada tim penyelenggara dan peserta. Beliau juga berharap UNISA Yogyakarta semakin maju dan selalu menjadi pilihan masyarakat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Processed with VSCO with al1 preset
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share by Mail
https://www.unisayogya.ac.id/berita/wp-content/uploads/sites/5/2022/07/20220707_083634-scaled.jpg 1920 2560 biro humas admisi https://www.unisayogya.ac.id/berita/wp-content/uploads/sites/5/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png biro humas admisi2022-07-19 13:27:522022-07-19 13:27:54UNISA Support Pendidikan Inklusi di Yogyakarta Melalui Pelatihan Guru Reguler
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X Logo X Logo Followon X RSS Feed Logo RSS Feed Logo Subscribeto RSS Feed

Facebook

Berita Terkini

  • Grassroot Football 1 579x1030
    UNISA Yogyakarta Dukung Pembinaan Atlet Sepakbola Usia Dini di Grassroot Football Festival2023-09-04-4 - 11:37 am
  • Humas Unisa 2 1030x579
    Humas UNISA Yogyakarta Raih Penghargaan MPKU Award 20232023-09-04-4 - 9:27 am
  • AMI 2023 3 1030x579
    Menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul : UNISA Yogyakarta Gelar AMI 20232023-08-31-4 - 10:02 am
  • Saxion University 3 1030x686
    UNISA Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah International Internship Program 20232023-08-30-4 - 2:20 pm
  • IMG
    Tingkatkan Peran Remaja Mencegah Stunting, UNISA Yogyakarta adakan  program  PEDE PENTING di PIK-R SAHAJA SMPN 1 Gamping2023-08-30-4 - 9:49 am

MEDIA SOSIAL

Selalu ikuti berita terbaru dari Unisa Yogya

Berita Terbaru

  • Grassroot Football 1 579x1030
    UNISA Yogyakarta Dukung Pembinaan Atlet Sepakbola Usia Dini di Grassroot Football Festival2023-09-04-4 - 11:37 am
  • Humas Unisa 2 1030x579
    Humas UNISA Yogyakarta Raih Penghargaan MPKU Award 20232023-09-04-4 - 9:27 am
  • AMI 2023 3 1030x579
    Menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul : UNISA Yogyakarta Gelar AMI 20232023-08-31-4 - 10:02 am
  • Saxion University 3 1030x686
    UNISA Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah International Internship Program 20232023-08-30-4 - 2:20 pm
  • IMG
    Tingkatkan Peran Remaja Mencegah Stunting, UNISA Yogyakarta adakan  program  PEDE PENTING di PIK-R SAHAJA SMPN 1 Gamping2023-08-30-4 - 9:49 am

Tag

aisyiyah alumni alumni unisa alumni unisa yogyakarta bangga jadi unisa bangga menajdi unisa bangga menjadi unisa banggamenjadiunisa banggamenjadi unisa beasiswa BEASISWA UNISA berita bidan info jogja kampus kebidanan kerja kesehatan kuliah kursus lowongan lowongan bidan lowongan kerja tenaga kesehatan lowongan nakes mahasiswa muhammadiyah nasional pelatihan pengalaman perawat pmb rekruitment rekrutmen sarjana sekolah seminar unisa UNISA YK unisa yogya unisayogya unisa yogyakarta universitas universitas aisyiyah yogyakarta
Unisa Yogya

Kampus Terpadu:

Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199, Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - powered by Enfold WordPress Theme
  • Link to X
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
  • Link to Facebook
Link to: Komitmen Tingkatkan Mutu, Program Studi Fisioterapi UNISA Yogyakarta Mendapatkan Monev dari LAMPTKES Link to: Komitmen Tingkatkan Mutu, Program Studi Fisioterapi UNISA Yogyakarta Mendapatkan Monev dari LAMPTKES Komitmen Tingkatkan Mutu, Program Studi Fisioterapi UNISA Yogyakarta Mendapatkan...Komitmen Tingkatkan Mutu, Program Studi Fisioterapi UNISA Yogyakarta Mendapatkan Monev dari LAMPTKES Link to: FEISHum Unisa Yogyakarta Adakan Workshop Penelitian Lintas Disiplin Ilmu Link to: FEISHum Unisa Yogyakarta Adakan Workshop Penelitian Lintas Disiplin Ilmu FEISHum Unisa Yogyakarta Adakan Workshop Penelitian Lintas Disiplin IlmuFEISHum Unisa Yogyakarta Adakan Workshop Penelitian Lintas Disiplin Ilmu
Scroll to top Scroll to top Scroll to top