Himpunan Mahaiswa Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta  (24/03) mengadakan seminar yang menghadirkan 4 orang pembicara ( dr. Ryan Thamrin, Ali Imron, M.Fis, Piyiwai Ganap, Sp.OG., Ulti D, M.Kep., Sp.Mat) sesuai dengan tema seminar nasional  ”Yoga Untuk Kesejahteraan Wanita Hail”. Beliau -beliau ini memaparkan materi-materi yang berkaitan sesuai dengan profesinya , karena peserta yang hadir ini tenaga kesehatan yang bervariasi. “Peserta pada seminar nasional kali ini sengaja mengundang mahasiswa kesehatan mulai dari Dokter, Bidan, Perawat, Ahli Gizi dan Fisioterapi”, ujar Viky Kharisma seusai memberikan sambutan ketua panitia.

Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari bantuan pihak institusi yang selalu memberikan dukungan. Acara seminar ini merupakan kelanjutan dari acara Milad STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta yang ke 50 setelah sebelumnya banyak sekali acara yang diadakan institusi untuk memeriahkan acara tersebut. Dra. Ummu Hani selaku Wakil ketua III Bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk kelanjutan dari acara Milad ‘Aisyiyah yang ke 50 terbilang sukses karena ini merupakan kali pertama Himabida mapu menyelenggarakan acara seminar seperti ini. Umu juga menyampaikan beberapa hal diantaranya manfaat tema seinar bagi calon-calon tenaga kesehatan yang akan datang.

Salah satu pembicara, Ali Imron, M.Fis juga menyampaikan bahwa panitia pintar sekali mengambil tema yoga pada acara seminar ini karena selain baru ngetrend, yoga ini juga bisa dipelajari oleh macam-macam profesi.

Acara yang diselenggarakan di Sportorium UMY tersebut terlihat megah dengan design ruangan yang minimalis dan elegan mampu menarik perhatian para peserta yang kebanyakan dari luar kota. Seminar ini diikuti oleh 840 peserta baik umum maupun mahasiswa.

Alasan mahasiswa mengikuti semniar nasional ini cukup beragam. Mahasiswa dari Purworejo menyampaikan bahwa tema acara seminar ini cukup menarok karena baru-baru ini yoga merupakan salah satu bentu pelayanan yang banyak digemari oleh wanita hamil.

Dari seluruh panitia mengucapkan terima kasih kepada para pembicara yang telah hadir memberikan materi yang sangat luar biasa, kepda moderator, para peserta diberbagai wilayah, para sponsor dan khususnya STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta atas dukungannya sehingga acara seinar ini sangat meriah sekali. Panitia berharap untuk selanjutnya acara seminar ini dapat diselenggarakan lagi dengan tema dan acara yang lebih luar biasa lagi. (Himabida)

Dalam rangka memperingati hari lahir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang ke-49 dan menyongsong ulang tahun emas (50 tahun) Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta, IMM komisariat Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta insya Allah akan mengadakan suatu kegiatan berupa pojok motivasi yang mengundang Andi Arsyil sebagai motivator. Tujuan acara ini adalah agar dapat menambah dan memunculkan lagi semangat atau motivasi bagi diri sendiri yang berawal dari mimpi.

Sifat kegiatan: Terbuka Untuk Umum

Hari : Ahad
Tanggal : 7 April 2013
Tempat

: Hall 4, lantai 4 kampus  Terpadu Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta

  Jalan Ring Road Barat No 63 Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman

Pemateri : Andi Arsyil Rahman Putra
Peserta : Kader IMM Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta, kader IMM A.R. Fachruddin dan terbuka untuk umum

Sebanyak empat belas mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah (STIKES) Yogyakarta mengikuti Training   di Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC), Taipei Hospital Departement Of Health Taiwan, ROC. Mereka dijadwalkan mengikuti pelatihan selama 1 bulan. Term I (1-30 Maret), Term II (1-30 April), Term III (1-30 Mei) . Sebelas mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa keperawatan dan kebidanan.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, M.Kep.,Sp.Mat  menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu realisasi kerjasama antara STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Taiwan International Healthcare Training Center (TIHTC) yang telah disepakati tahun 2011 lalu.

Mahasiswa  mengikuti pelatihan ini  tujuannya untuk memperluas wawasan terkait perawatan di negara maju. Beberapa kegiatan yang diikuti antara lain mengikuti perkuliahan/kelas tentang keperawatan, kunjungan ke beberapa sektor kesehatan di Taiwan, culture tour dan final presentation. Materi Pelatihan untuk keperawatan memfokuskan pada materi Surgical Nursing, Nursing Emergency Management (NEMS), General Ward. Sedangkan Kebidanan memfokuskan pada Perinatal Care dan diberi kesempatan untuk praktik di Rumah Sakit atau klinik kebidanan selama 1 minggu.

Warsiti mengharapkan, mahasiswa yang menjadi delegasi ke Taiwan ini mampu membawa nama baik kampus dan menjalin networking dengan mahasiswa dari negara lain. Sehingga dapat bertukar mengenai gambaran, pengalaman dari negara lain baik budaya dan bidang kesehatan.  Selain itu ketika kembali ke STIKES ‘Aisyiyah, mampu memberikan warna positif bagi teman-teman lainnya.

“Sebagai perawat dan bidan tidak hanya melakukan hal-hal yang sifatnya rutinitas saja namun di landasi asuhan keperawatan dengan kemampuan berpikir kritis,” tuturnya menutup pertemuan dengan mahasiswa.

 

Rumah Sakit Permata Cibubur menggelar perekrutan tenaga bidan dan perawat bagi alumni STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kegiatan yang digelar pada Rabu (22/2) di kampus STIKES ‘Aisyiyah ini merupakan realisasi dari perjanjian kerjasama STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan RS Permata Cibubur tentang pemberdayaan alumni dan penyaluran alumni.

Ketua STIKES ‘Aisyiyah, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.Sp.Mat., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi para alumni sehingga harapannya kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Dalam proses pembelajaran para alumni ini sudah dibekali aspek soft skill antara lain mengenai berhubungan dengan klien (pasien), tim kesehatan lain dan pimpinan. Warsiti berharap, kegiatan ini bisa menjadi awal kerjasama dan mampu memberikan warna yang baik untuk RS Permata Cibubur. Dan para alumni mampu mengembangkan diri dan mengimplementasikan skill sesuai profesi masing-masing.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 Lulusan STIKES ‘Aisyiyah yang terdiri dari Program Studi Kebidanan D3 (15 alumni) dan Program Studi Ilmu Keperawatan S1 (12 alumni). Tes seleksi meliputi tes tertulis, psikotes, wawancara dan praktik.

 

Program konselor pendamping baik sekali dilakukan di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, karena kuantitas mahasiswa yang banyak dan berasal dari seluruh pelosok tanah air, demikian yang di ungkapkan Dosen Psikologi, Sofia Retnowati saat menjadi narasumber pada workshop Pembimbing Akademik (PA) STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, (2/2).

Lebih lanjut Sofi menjelaskan program ini baik sekali karena mahasiswa dalam hal ini usia remaja rentan masalah dan banyak mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah berasal dari seluruh pelosok tanah air, luar jawa, dan baru pertama kali mandiri. Melihat realita tersebut dosen harus mempunyai pemahaman yang dalam terhadap mahasiswa. Mahasiswa dalam usia remaja memiliki beberapa permasalahan antara lain masalah lingkungan, adaptasi, sosial, hormonal dan sebagainya. Dengan demikian tugas pembimbing akademik antara lain memberikan bimbingan akademik ( memantau studi mahasiswa setiap semester, terutama saat sebelum tahap evaluasi pertama & akhir, mahasiswa yg IPK nya kurang perlu diingatkan & dibimbing ) dan masalah non akademik ( memberikan waktu konsultasi/konseling )

Upaya pembinaan mahasiswa bisa dijadikan program preventif . Program preventif di berikan kepada mahasiswa-mahasiswa normal yng tidak memiliki gejala gangguan psikologis. Bentuknya macam-macam, hrs ada identifikasi sosial dan observasi. Misalnya bentuk pengembangan potensi, pengembangan pribadi dan kompetensi. Pengembangan potensi meliputi potensi essential skills dan potensi soft skills.

Essential skills meliputi kecakapan akademik dan kecakapan vokasional/ kecakapan teknis. Sedangkan Soft Skills adalah kemampuan yang tidak berkaitan langsung dengan jenis keahlian pekerjaan akan tetapi menjadi faktor kesuksesan dalam bekerja. Soft Skills tidak sama dengan technical skills. Sebagai satu contoh pengembangan soft skill yaitu komitmen/disiplin hadir tepat pada waktunya, kerjasama, komunikasi, managing/organishing. Pembimbing akademik yg berperan sebagai konselor pendamping harus memiliki kemampuan antara lain kemampuan hadir dalam percakapan, mendengarkan secara aktif (memahami perilaku/komunikasi klien), kemampuan untuk empati.

Workshop yang diikuti oleh para dosen STIKES ‘Aisyiyah ini harapannya mampu memberikan pencerahan dalam pembimbingan terhadap mahasiswa. Dan mampu mengantarkan mahasiswa menjadi pelayan medis yang profesional dan qur’ani.