Skip to main content
PMB UNISA

Kerjasama KID DIY,BPSDMP Kemenkominfo dengan Unisa Yogya

Komisi Informasi Daerah (KID) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) menjalin kerjasama dengan Universitas `Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Jumat (18/5).

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Diskominfo DIY, kerjasama trilateral ini tentang Evaluasi dan Monitoring Badan Publik dalam rangka implementasi keterbukaan informasi publik di DIY.

Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat selaku rektor Unisa Yogya mengatakan rasa terimakasihnya atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh KID DIY dan BPSDMP Kominfo kepada Unisa, yaitu tentang dilibatkannya salah satu dosen prodi Administrasi Publik Unisa dalam kegiatan monev prestasi badan publik di DIY.

“Kami sangat mengharapkan dalam kegiatan monev ini akan terlibat aktif, mulai dari tahap persiapan sampai hasil akhirnya,” ucap Warsiti.

Rektor Unisa Yogya menambahkan bahwa kegiatan monev yang diadakan oleh KID DIY dan BPSDMP Kominfo akan menjadi pengalaman pertama dan proses pembelajaran yang sangat berarti bagi dosen yang terlibat.

Ketua Komisi Informasi Daerah DIY Hazwan Iskandar Jaya, SP mengutarakan bahwa moment kali ini sangat penting bagi tiga lembaga institusi untuk bergerak ke depan terkait dengan kegiatan monitoring dan evaluasi badan publik terbuka di DIY, dalam rangka mendorong implementasi undang- undang keterbukaan informasi publik baik untuk badan publiknya maupun kepada masyarakat DIY secara umum.

“Saya kira ini menjadi hal yang baik bagi kita dalam rangka mendorong keterbukaan informasi publik tersebut, dan ini menjadi landasan yang baik pula bagi KID karena mendapat supporting dari dua lembaga yang cukup representative, satu dibidang lembaga akademis dan yang satu lembaga yang memiliki peneliti handal,” terang Hazwan.

Mahasiswa FST Unisa Borong Medali Kompetisi Internasional

Tiga tim mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta meraih medali di ajang International Festival of Innovation On Green Technology 2018 (i-finog) di Malaysia, Sabtu (21/4).

International Festival of Innovation On Green Technology 2018 (i-finog) yang diadakan oleh Universiti Malaysia Pahang (UMP) ini diikuti perwakilan dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Dari Indonesia mendelegasikan beberapa perguruan tinggi negri maupun swasta salah satunya dari Unisa yang mengirimkan 3 tim dari 3 prodi yang berada dalam fakultas sains dan teknologi atau disingkat FST.

Program studi yang mengikuti ajang internasional ini yaitu prodi Arsitektur, prodi Teknologi Informasi dan prodi Bioteknologi, masing – masing tim beranggotakan 3 sampai 4 orang. Mereka berangkat ke Malaysia berbekal persiapan yang matang dan melalui seleksi yang cukup ketat.

Iwan Darmawan, ST.,M.Sc selaku dosen arsitek Unisa sekaligus pembina persiapan mahasiswa yang mengikuti perlombaan tersebut, menuturkan bahwa dari dosen masing- masing tim selalu memberikan masukan, semangat, serta suport kepada anak didiknya, salah satunya membagikan timeline agar antara kuliah dan persiapan dalam mengikuti ajang internasional tidak saling mengganggu.

“Mereka membuat ide sendiri, proposal sendiri, dan membuat bahan serta presentasi sendiri jadi dosen hanya menjadi asistensi saja ya kalau ada yang kurang ini atau kurang itu tolong ditambahkan,” tambahnya.

Dari persiapan yang sudah dilakukan akhirnya membuahkan hasil dengan prestasi yang dicapai dari ketiga tim yang dikirim mengikuti ajang i-finog, tim Prodi Arsitek yang beranggotakan Deri Sulung Palwaguna, Erma Julkrismi dan Nabila Fachry Nadhifah berhasil membawa pulang medali perak di Class D (Building, Architecture,Civil Engineering Construction and Materials).

Mereka meraih medali perak dengan karyanya yang bernama Tahado Space, Deri memberikan penjelasan fungsi dari alat tersebut yaitu untuk meningkatkan relationship antar tetangga dalam suatu komplek perumahan, yang mana di suatu perumahan atau komplek orang sangat jarang berinteraksi karena kesibukan dari masing- masing orang, jadi untuk menghubungkan itu Tahado Space jadi salah satu solusinya untuk berbagi makanan ataupun oleh- oleh.

“Penempatanya ada diantara rumah yang bersebelahan, jadi kalau ada yang memasukkan makanan nanti akan ada alarm atau lampu yang menyala,” ungkap Deri.

Selain itu tim dari Prodi Teknologi Informasi yang beranggotakan Amalia Nur Afifah, Zaenal Achmad Raihan, Muhammad Nur Kamil Almubaroq juga membawa pulang medali perak Class E (ICT, Multimedia, Telecommunication, Computer Sciences, Electricity and Electronic & games) dengan karyanya yang berjudul Healthcare Geo Information System.

Berikutnya di kategori Class C (Biotechnology, Life Sciences, Health and Chemicals) program studi Bioteknologi Unisa yang beranggotakan Hamiyati Qoimatu Dini Al Faruqi, Raden Rara Dinda Larasati, Wahyuni Wulansari, Baiq Annisa Fatona berhasil meraih medali perunggu.

Selain mengikuti International Festival of Innovation On Green Technology 2018, pada tanggal 23 April mereka juga melakukan kegiatan pengabdian Internasional dengan tema Khidmat Komuniti Highly Immersive Programme, yang diadakan di Sekolah Kebangsaan Gambang Kuantan, Pahang, Malaysia. Dengan program media ajar bahasa Inggris untuk siswa.

Dosen Unisa Dampingi Pelatihan Produksi MP-ASI

Dosen Universitas `Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta memberikan pelatihan produksi dan promosi Makanan Pendamping ASI di dusun Mejing Lor Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta, Sabtu (12/5).

Tim dosen Unisa yang terdiri dari Yuni Purwati, S.Kep., Ns.M.Kep sebagai ketua tim dan anggotanya Suri Salmiyati, S.Kep.,Ns., M.Kes, Rosiana Nur Imalah, S.Kep.,Ns., M.Kep, dari program studi keperawatan berhasil meraih hibah pengabdian masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Dikti, program yang diajukan oleh mereka yaitu tentang Pelatihan Pembuatan dan Promosi Makanan Pendamping ASI (MP ASI).

Sebagai bentuk implementasi mereka mengadakan pelatihan produksi dan promosi MP ASI di dusun Mejing Lor yang berada di Kabupaten Sleman, dan dihadiri oleh ibu- ibu kader serta Dukuh Mejing Lor Yamtini dan perwakilan Puskesmas Gamping I Sekti Riyantina.

Yuni selaku ketua tim mengungkapkan alasan memilih dusun Mejing Lor sebagai tujuan pelatihan karena dilatar belakangi oleh mahasiswa Unisa pada tahun 2017 telah melakukan praktek komunitas di Mejing Lor, dan dari data yang didapat mahasiswa terdapat masalah di Mejing Lor bahwa terdapat balita di wilayah Posyandu setempat dalam kondisi di bawah garis merah pada pemantauan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita.

Fenomena yang terjadi pada masyarakat di dusun Mejing Lor dalam pemberian MP-ASI bahwa ibu cenderung lebih memilih memberikan MP-ASI instan yang telah tersedia berbagai rasa dan digunakan untuk berbagai tingkat usia anak. Hal ini dianggap lebih praktis, murah dan mencukupi kandungan gizinya karena tertera jelas di kemasan MP-ASI instan. Ibu cenderung menjadi korban iklan MP-ASI instan yang menawarkan keunggulan bahwa anak akan menjadi lebih pintar dan sehat karena komponen gizi didalamnya serta dibuat dengan tehnologi canggih yang tidak mereka fahami. Disamping itu, dengan alasan kesibukan, ekonomi dan kepraktisan dalam penyajian, MP-ASI pada anak usia 6 bulan ke atas diberikan dengan produk- produk MP-ASI instan yang banyak diiklankan ataupun diberikan makanan dewasa seadanya seperti nasi lembek, bubur diberikan kuah dengan atau tanpa sayur dan lauk yang tidak sesuai dengan usia anak dan nilai gizi berdasarkan kebutuhan anak. Selain itu, terdapat juga bayi yang mendapat makanan padat seperti pisang atau roti bayi walaupun usia belum mencukupi 6 bulan. Ibu kurang memahami bahwa pemberian MP-ASI pada saat sebelum 6 bulan dapat mengganggu sistem pencernaan.

Program Kemitraan Masyarakat ini disambut baik oleh Pihak Puskesmas Gamping I Sleman dan Dusun Mejing Lor Ambarketawang, untuk mengentaskan masalah gizi dan tumbuh kembang Balita, terlebih sangat bermanfaat untuk meningkatkan taraf penghasilan kader kesehatan di wilayah Dusun Mejing Lor Ambarketawang Gamping Sleman pada khususnya.

 

Rosiana mengutarakan nantinya akan ada beberapa tahapan setelah pelatihan dilakukan, yaitu pendampingan sampai launching produk tersebut.

Tahap awal implementasi Program Kemitraan Masyarakat yaitu dilaksanakannya pelatihan produksi dan promosi MP-ASI. Kader Posyandu. Pada materi pertama dikenalkan jenis-jenis bahan makanan, nilai gizi, cara pengolahan, tekstur dan pemberian MP-ASI berdasarkan tingkat usia Bayi dan Anak. Selanjutnya materi kedua, kader posyandu dikenalkan jenis-jenis MP-ASI sesuai dengan tingkat usia bayi, praktek pemilihan bahan makanan, pengolahan dan penyajiannya. Pada materi ketiga peserta diajarkan strategi promosi dalam pemasaran MP-ASI.

Setelah kegiatan Program kemitraan masyakarakat ini diharapkan, kegiatan produksi dan pemasaran MP-ASI dapat berlangsung secara terus menerus setiap hari dengan menu yang bervariasi dan sesuai dengan tingkat usia bayi. Dengan demikian harapan bayi dan balita sehat dengan status gizi dan tumbuh kembang yang optimal. Disamping itu kader posyandu berhasil memasarkan produk MP-ASI sehat dan bergizi dan dapat produktif secara ekonomi.

Mahasiswa UNISA Raih Banyak Prestasi

Bulan April dan Mei ini menjadi ajang unjuk gigi mahasiswa Universitas `Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta dalam berbagai turnamen dan perlombaan yang diikuti oleh tim maupun individu dari mahasiswa Unisa.

Di bulan April sendiri tercatat 6 prestasi sudah dikumpulkan oleh mahasiswa Unisa, seperti Muhammad Syahroni mahasiswa program studi Administrasi Publik Unisa berhasil meraih juara 3 lomba penulisan opini regional DIY, yang diselenggarakan universitas respati Yogyakarta dalam rangka komunikasi festival 2018. Syahroni berhasil mempresentasikan karyanya didepan dewan juri, adapun Opini yang dipresentasikan berjudul Generasi Perunduk Pencari Sensasi.

Lalu berikutnya disusul oleh Surahman Sukron mahasiswa program studi Fisioterapi Unisa, yang berhasil membawa pulang juara 3 lomba poster tingkat Nasional dalam rangka hari jadi Persatuan Fisioterapi Neurologi Indonesia (PFNI) ke 3 di Bali. Rahman akan otomatis diikutkan dalam lomba tingkat Internasional yang akan diadakan kembali di Bali, kali ini dalam rangka hari jadi Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) di Nusa Dua pada bulan Agustus.

Bicara di ajang Internasional pada gelaran International Festival of Innovation On Green Technology 2018 (i-finog) yang diadakan oleh Universiti Malaysia Pahang (UMP) di Negri Jiran, Sabtu (21/4). Tidak tanggung tanggung mahasiswa Unisa yang terdiri dari 3 tim Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unisa dari program studi yang berbeda, semuanya meraih masing- masing 1 medali di 3 kategori perlombaan. Tim dari program studi Arsitektur yang beranggotakan 3 orang yaitu Deri Sulung Palwaguna, Erma Julkrismi dan Nabila Fachry Nadhifah meraih medali perak.

Sama halnya dengan tim prodi arsitek, tim dari program studi Teknologi Informasi yaitu Amalia Nur Afifah, Zaenal Achmad Raihan, Muhammad Nur Kamil Almubaroq juga membawa pulang medali perak. Tim dari program studi Bioteknologi yang beranggotakan 4 orang juga meraih hasil maksimal dengan medali perunggunya.

Bulan April ditutup dengan prestasi mahasiswa atas nama Kiranti Ariska dari program studi Teknik Radiodiagnostik Radioterapi dengan meraih juara 3 lomba poster tingkat Nasional, Sabtu (28/4).

Lomba yang diadakan dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) di Pontianak Kalimantan Barat.

Awal Bulan Mei tim basket Putra dan Putri Unisa berhasil memborong Juara 1 (Putri) dan Juara 2 (Putra) kompetisi Basket WH (Widya Husada) Cup 2018 tingkat DIY dan Jateng di Gor Satria Semarang, Jumat (5/5).

Muhamad Rifandi, SE., A.Ak. selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni menghimbau kepada seluruh civitas akademika Unisa untuk terus bersama sama mendukung prestasi mahasiswa, dan perlahan untuk mencoba memberikan layanan serta sarana dan prasarana untuk menunjang prestasi mahasiswa Unisa.