Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Profil UNISA Yogya
  • Kuliah di UNISA Yogya
  • SDG`s UNISA Yogya
  • Kemahasiswaan & Alumni
  • PMB Unisa Yogya
  • Perpustakaan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Archive for category: 4 Quality Education

You are here: Home1 / Berita dan Informasi2 / 4 Quality Education
Atlet perempuan

Dukung Performa Atlet Perempuan, Tiga Prodi UNISA Yogyakarta Gelar Studium Generale “Women in Sport Science”

22/05/2026/0 Comments/in 3 Good Health and Well Being, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Guna merespons kebutuhan spesifik atlet perempuan dalam dunia olahraga modern, tiga program studi (Prodi) di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi menggelar studium generale bertajuk “Women in Sport Science: Kolaborasi Profesi Kesehatan untuk Performa Atlet Perempuan”. Acara lintas disiplin ini dilangsungkan di Hall Baroroh Baried, pada Rabu (20/05/2026).

Atlet Perempuan

Kolaborasi strategis ini diinisiasi oleh Prodi S1 Gizi, S1 Fisioterapi, dan S1 Kedokteran UNISA Yogyakarta. Pendekatan multidisiplin dalam sport science dinilai kian krusial, mengingat atlet perempuan memiliki karakteristik fisiologis, hormonal, dan psikososial yang berbeda dari atlet laki-laki. Oleh karena itu, pembinaan performa menuntut pendekatan yang lebih spesifik dan komprehensif. Menariknya, inisiatif akademik ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia poin ke-4, yakni penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.

Untuk membedah isu tersebut dari berbagai kepakaran, acara ini menghadirkan tiga narasumber kompeten: Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., RD., MPH. (Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association/ISNA), Dr. Lailatuz Zaidah, M.Or. (Ketua Prodi Magister Fisioterapi UNISA Yogyakarta), serta dr. Reza Setyono Ashari, M.Biomed. (Dosen S1 Kedokteran UNISA Yogyakarta).

Sekretaris Prodi Gizi UNISA Yogyakarta, Dittasari Putriana, S.Gz., M.Gz., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman lintas profesi merupakan kunci keberhasilan pembinaan atlet.

“Dengan adanya studium generale ini, kami berharap mahasiswa memperoleh pemahaman komprehensif terkait gizi, fisiologi, dan fisioterapi. Mahasiswa harus mampu memahami pentingnya kolaborasi lintas profesi kesehatan dalam mendukung performa sekaligus kesehatan atlet perempuan,” ujar Dita.

Acara ini mendapat sambutan antusias dan dihadiri oleh total 271 peserta, yang terdiri dari 121 mahasiswa semester 6 Prodi S1 Gizi, 100 mahasiswa semester 6 Prodi S1 Fisioterapi, dan 50 mahasiswa Prodi S1 Kedokteran UNISA Yogyakarta.

Atlet perempuan
Atlet perempuan
Atlet perempuan
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/atlet-perempuan-1.jpeg 960 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-22 11:33:472026-05-22 11:33:50Dukung Performa Atlet Perempuan, Tiga Prodi UNISA Yogyakarta Gelar Studium Generale “Women in Sport Science”
Sumpah profesi

188 Lulusan Tenaga Kesehatan UNISA Yogyakarta Ikuti Sumpah Profesi, Siap Mengabdi dengan Etika dan Profesionalisme

21/05/2026/0 Comments/in 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Sumpah Profesi bagi lulusan Ners, Bidan, Fisioterapis, Tenaga Teknologi Laboratorium Medik, dan Radiografer di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 188 lulusan tenaga kesehatan yang siap memasuki dunia profesional dan mengabdikan diri bagi masyarakat.

Dalam laporan pendidikan yang disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., disebutkan bahwa peserta sumpah profesi terdiri dari 83 lulusan Profesi Ners, 71 lulusan Profesi Bidan, 28 lulusan Fisioterapis, 5 lulusan D4 Teknologi Laboratorium Medik, dan 1 lulusan D3 Radiologi.  Sebanyak 177 lulusan atau 94 persen di antaranya meraih predikat pujian. Selain itu, capaian rata-rata Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) mencapai 92,89 persen.

Sumpah Profesi

Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., menyampaikan bahwa sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, tetapi tonggak penting perjalanan lulusan sebagai tenaga kesehatan profesional. Ia menegaskan bahwa para lulusan harus siap menghadapi perubahan dunia kesehatan yang bergerak sangat cepat, mulai dari transformasi digital, artificial intelligence (AI), telemedicine, hingga pelayanan kesehatan berbasis data.

“Saat ini masyarakat tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang pintar, tetapi juga tenaga kesehatan yang berintegritas, mampu bekerja dalam tim interprofesional, menjunjung etika profesi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta empati yang tinggi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa lulusan UNISA Yogyakarta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat melalui dedikasi dan pengabdian di dunia kesehatan. Selain itu, UNISA Yogyakarta terus berkomitmen mengembangkan kualitas pendidikan dengan membuka program magister hingga pengembangan program doktoral dan profesi baru di bidang kesehatan.

Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan para lulusan menyelesaikan pendidikan profesi. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa dunia kesehatan saat ini membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif, tangguh, serta mampu terus belajar mengikuti perkembangan zaman.

“Tenaga kesehatan yang mampu berkolaborasi, berkomunikasi dengan empati, berpikir kritis, dan mampu bekerja dalam tekanan dengan tetap menjaga profesionalisme akan menentukan seberapa jauh dapat bertahan dan bertumbuh,” ujarnya.

Rektor juga mendorong para lulusan untuk berani mengambil peluang kerja di tingkat internasional. Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai negara terus meningkat, sehingga menjadi kesempatan besar bagi lulusan UNISA Yogyakarta untuk berkiprah di dunia global melalui fasilitas UNISA Abroad Career Empowerment (U-ACE).

“Ke mana pun langkah kalian pergi, tetap jaga amanah, martabat, dan almamater tercinta,” pesannya kepada para lulusan.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris DPW PPNI DIY, Sri Rejeki Arum Wahyuni, SKM., MM., menegaskan bahwa sumpah profesi merupakan janji penting yang diucapkan kepada Tuhan dan negara. Ia juga mengingatkan bahwa setiap tenaga kesehatan yang akan praktik wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

“Pegang teguh kode etik profesi. Jangan hanya menjadi tenaga kesehatan yang terampil, tetapi juga beretika,” ujarnya.

Ia turut mendorong seluruh lulusan untuk aktif bergabung dengan organisasi profesi di mana pun nantinya bertugas sebagai bentuk penguatan profesionalisme dan jejaring pengembangan karier.

Suasana haru juga terasa saat sambutan perwakilan peserta sumpah profesi disampaikan oleh mahasiswa internasional asal India, Muhammad Arman. Ia mengungkapkan apresiasinya terhadap UNISA Yogyakarta yang dinilai tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang menghadirkan rasa nyaman dan kekeluargaan.

“Di tengah perbedaan bahasa, budaya, agama, suku, dan negara, kami tidak pernah merasa dibedakan. Kami justru merasakan kepedulian, penghormatan, dan dukungan yang begitu besar dari lingkungan kampus,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman belajar di UNISA Yogyakarta tidak hanya membentuk kemampuan akademik dan keterampilan klinik, tetapi juga menanamkan nilai empati, kemanusiaan, dan pelayanan kepada pasien. Ia menyebut UNISA Yogyakarta sebagai kampus yang membuka ruang kebermanfaatan secara global dan mengajarkan nilai kemanusiaan untuk seluruh semesta.

Kegiatan sumpah profesi ditutup dengan prosesi pengucapan sumpah yang dipandu rohaniwan serta doa bersama sebagai simbol dimulainya pengabdian para lulusan sebagai tenaga kesehatan profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sumpah profesi
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/sumpah-profesi.jpg 1333 2000 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-21 14:14:502026-05-21 14:14:53188 Lulusan Tenaga Kesehatan UNISA Yogyakarta Ikuti Sumpah Profesi, Siap Mengabdi dengan Etika dan Profesionalisme
Sekolah rakyat

UNISA Yogyakarta Hadirkan Appreciative Inquiry Coaching Untuk Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Rakyat

20/05/2026/0 Comments/in 13 Climate Action, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Di tengah meningkatnya tantangan krisi motivasi belajar pada kalangan remaja, khususnya anak-anak dari kelompok marjinal, Program Studi S1 Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menghadirkan langkah nyata melalui program Appreciative Inquairy Coaching (AIC) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul.

Sekolah Rakyat

Kegiatan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Psikologi Pendidikan yang digagas oleh Dr.Komarudin,M.Psi.,Psikolog, dengan melibatkan mahasiswa S1 Psikologi UNISA secara langsung dalam pengabdian berbasis ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Program tersebut tidak hanya menjadi ruang praktik akademik, namun juga sarana membangun kebermaknaan pendidikan di tengah realitas sosial yang kompleks.

“ilmu psikologi tidak boleh berhenti sebagai diskusi teoritis di ruang kelas. Mahasiswa harus hadir menjadi bagian dari solusi sosial, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan motivasi dan harapan masa depan, “ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Puti Alifia Artalani, M.Pd., mengungkapkan bahwa banyak siswa di sekolah rakyat sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya menyadari makna pentind pendidikan bagi masa depan mereka.

“sebagian siswa belajar hanya karena tuntutan keluarga, bukan karena kesadaran pribadi. Motivasi mereka terlihat masih labil; karena itu program AIC dari UNISA menjadi pendekatan relevan untuk membantu mereka menemukan kembali semangat belajarnya,’jelasnya

Pendekatan AIC sendiri dikenal sebagai metode pengembangan diri yang berfokus pada kekuatan dan potensi individu, bukan pada kelemahan dan kekurangan. Melalui tahapan 5 D, Define, Discover, Dream, Design, dan Destiny, siswa diajak mengenali pengalaman positif, membangun impian, hingga merancang masa depan yang ingin mereka capai.

Metode ini memberikan dampak nyata bagi para peserta. Salah satunya dirasakan oleh Fino, siswa peserta coaching yang mengaku pelatihan tersebut membantunya menata ulang pola pikir dana rah hidupnya.

“Saya jadi sadar kalua mimpi besar tidak cukup hanya dipikirkan, saya harus mulai membangun diri, belajar lebih serius, dan mencari pengalaman baru supaya bisa mencapai tujuan yang saya impikan,”ungkapnya.

Namun, pelaksanaan program yang hanya dilakukan sehari ini masih perlu diuji validitas dan dampaknya karena merubah sebuah perilaku belajar itu butuh proses yang tidak singkat. AIC yang berangkat dari filosofi positif education sebagai pemantik siswa untuk menemukan potensi diri, sehingga motivasi belajarnya pun akan ikut meningkat.

Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa S1 Psikologi UNISA dengan pihak sekolah, program ini menunjukkan bahwa keterbatasan latar belakang sosial bukan penghalang untuk memiliki mimpi besar dan masa depan yang lebih baik. Pendidikan diposisikan bukan sekedar kewajiban formal, melainkan jalan untuk membangun kemandirian, harga diri, dan kesejahteraan hidup.

Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai gerakan pengabdian bidang pendidikan berbasis psikologi positif, sekaligus menjadi inspirasi perubahan sosial dapat dimulai dari keberanian melihat potensi di balik keterbatasan.

Sekolah rakyat
Sekolah rakyat
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/sekolah-rakyat.jpeg 720 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-20 22:07:122026-05-20 22:07:30UNISA Yogyakarta Hadirkan Appreciative Inquiry Coaching Untuk Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Rakyat
Bayi

Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita

18/05/2026/0 Comments/in 1 No Poverty, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Kelahiran seorang bayi biasanya disambut dengan rasa syukur dan harapan. Namun kenyataannya, tidak semua bayi lahir dalam situasi yang diinginkan. Ada bayi yang hadir di tengah ketakutan, tekanan sosial, kemiskinan, trauma, atau konflik keluarga. Bahkan, tidak sedikit kasus ketika ibu yang baru melahirkan menolak untuk mengasuh bayinya sendiri. Pada titik inilah muncul pertanyaan yang menggugah nurani: siapakah yang bertanggung jawab atas keselamatan, pengasuhan, dan tumbuh kembang bayi tersebut?

Bayi

Menurut saya, bayi yang tidak diinginkan justru menjadi ujian paling nyata bagi etika profesi dan nilai kemanusiaan kita. Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan, apakah itu terjadi karena hubungan yang tidak direncanakan, kekerasan seksual, perselingkuhan, atau ketidakmampuan ekonomi. Karena itu, status “tidak diinginkan” sama sekali tidak mengurangi martabatnya sebagai manusia. Setiap bayi memiliki hak untuk hidup, memperoleh perlindungan, mendapatkan nutrisi, kasih sayang, dan kesempatan tumbuh berkembang secara optimal. Prinsip ini ditegaskan oleh World Health Organization dan United Nations Children’s Fund yang menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, perkembangan, dan perlindungan.

Dalam praktik kebidanan dan pelayanan kesehatan, situasi ini menimbulkan dilema etik yang kompleks. Bidan dan dokter wajib menyelamatkan bayi yang lahir, tetapi pada saat yang sama mereka juga harus menghormati kondisi psikologis ibu. Ibu mungkin mengalami depresi, trauma, ketakutan terhadap stigma, atau merasa tidak sanggup membesarkan anaknya. Di sinilah prinsip etika profesi bekerja. Prinsip beneficence menuntut tenaga kesehatan untuk melakukan yang terbaik bagi bayi. Prinsip non-maleficence mengingatkan agar tidak membiarkan bayi terlantar. Prinsip justice menegaskan bahwa setiap anak berhak atas perlakuan yang adil. Sementara prinsip penghormatan terhadap martabat manusia mengharuskan kita memperlakukan bayi sebagai individu yang bernilai.

Saya meyakini bahwa ketika ibu menolak mengasuh bayinya, tanggung jawab tidak boleh berhenti pada ibu seorang. Orang tua biologis memang merupakan pihak pertama yang bertanggung jawab. Namun jika ibu menolak dan ayah tidak hadir atau tidak mau terlibat, maka kewajiban tersebut harus diambil alih oleh sistem yang lebih luas. Rumah sakit harus memastikan bayi tetap dirawat. Pekerja sosial dan dinas sosial perlu melakukan asesmen dan menyediakan pengasuhan sementara. Negara memiliki kewajiban hukum untuk menjamin hak anak. Lembaga pengasuhan dan adopsi resmi dapat menjadi solusi yang aman dan legal. Organisasi masyarakat dan lembaga keagamaan, seperti Aisyiyah, juga dapat berperan melalui pendampingan psikologis, spiritual, dan bantuan sosial.

Namun, penting untuk dipahami bahwa ibu yang menolak bukan selalu sosok yang kejam. Banyak ibu yang berada dalam tekanan mental yang sangat berat. Sebagian merasa takut, malu, atau tidak memiliki dukungan keluarga. Oleh sebab itu, mereka juga membutuhkan pertolongan. Empati kepada ibu dan perlindungan kepada bayi harus berjalan bersama. Menolong bayi tidak berarti menyalahkan ibu, melainkan memastikan bahwa keduanya memperoleh hak untuk hidup dengan bermartabat.

Menurut saya, ukuran peradaban suatu bangsa tidak terletak pada kemajuan teknologi atau pertumbuhan ekonomi, melainkan pada cara bangsa tersebut memperlakukan anggota yang paling rentan. Bayi yang baru lahir dan ditolak oleh keluarganya adalah simbol kerentanan yang paling nyata. Jika kita mampu melindungi mereka, maka kita telah menjaga nilai kemanusiaan. Sebaliknya, jika kita membiarkan mereka terlantar, kita sesungguhnya sedang gagal sebagai masyarakat yang beretika.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas bayi yang tidak diinginkan memiliki jawaban yang tegas: kita semua. Orang tua, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan bahwa setiap bayi memperoleh kesempatan hidup, tumbuh, dan berkembang dengan layak. Bayi tersebut mungkin tidak diinginkan oleh seseorang, tetapi ia tetap layak dicintai dan dilindungi oleh kemanusiaan kita bersama.

Oleh: Prof. Dr.Mufdlilah, S.Pd., S.SiT., M.Sc.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam, Kemuhammadiyahan- Ke `Aisyiyahan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Dosen Program Studi Kebidanan Unisa Yogyakarta.

Bayi
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/bayi.jpg 768 1376 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-18 08:25:162026-05-18 08:25:28Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
juara nasional

Inovasi Ibu Hamil Bawa Mahasiswa UNISA Juara Nasional

15/05/2026/0 Comments/in 3 Good Health and Well Being, 4 Quality Education, Berita, News, Prestasi Mahasiswa/by admin

Mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan juara nasional. Della Adelia, mahasiswa Sarjana Kebidanan angkatan 6, berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang FAPERTA FAIR 2026 pada kategori Essay Competition subtema kesehatan.

Juara Nasional

Kompetisi berskala nasional tersebut diikuti oleh 148 peserta yang tergabung dalam 85 tim dari 47 perguruan tinggi di 15 provinsi di Indonesia. FAPERTA FAIR 2026 sendiri menghadirkan dua cabang perlombaan, yakni lomba esai dengan sembilan subtema dan business plan. Rangkaian kegiatan dimulai sejak Januari 2026, mulai dari tahap pendaftaran, seleksi karya, hingga presentasi finalis yang dilaksanakan pada 9–11 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Mataram.

Pada kompetisi ini, Della mengangkat karya berjudul “Ruang Kreatif Ibu Hamil (RUKMI): Optimalisasi Kelas Ibu Hamil Melalui Model Layanan Holistik Berdaya Berbasis Komunitas.” Melalui gagasan tersebut, ia menawarkan inovasi pengembangan kelas ibu hamil yang tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga membangun pemberdayaan komunitas secara holistik untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan keluarga.

Ketertarikan Della mengikuti kompetisi ini berawal dari keinginannya untuk mencoba pengalaman baru sekaligus memperdalam kemampuan menulis ilmiah. Menurutnya, mengikuti lomba esai menjadi salah satu cara efektif untuk belajar menyusun gagasan berbasis data dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

“Lomba ini membuat saya belajar banyak hal, mulai dari mencari masalah, menyusun novelty, hingga mengemas ide menjadi solusi yang sistematis dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses penyusunan karya, Della mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait biaya serta rasa takut untuk bersaing di tingkat nasional. Selain itu, ia juga harus membagi waktu di tengah padatnya aktivitas akademik. Meski demikian, proses tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang melatih konsistensi, keberanian, dan kemampuan public speaking, terutama saat mempresentasikan karya di hadapan dewan juri.

Keberhasilan meraih Bronze Medal menjadi pencapaian yang bermakna bagi Della. Ia mengungkapkan bahwa prestasi tersebut menghadirkan semangat baru untuk terus berkembang dan mencoba berbagai kompetisi ilmiah lainnya.

“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa ide sederhana yang ditulis dengan hati dan logika yang kuat tetap memiliki daya tawar besar untuk membawa perubahan nyata,” tuturnya.

Selain menjadi bentuk pencapaian pribadi, prestasi ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa UNISA lainnya agar lebih berani keluar dari zona nyaman dan aktif mengikuti kompetisi nasional maupun internasional. Menurut Della, budaya kompetitif yang sehat penting untuk mendorong mahasiswa terus meningkatkan kualitas diri dan keberanian dalam menyuarakan inovasi.

Della juga menekankan bahwa karya ilmiah mahasiswa memiliki kontribusi besar bagi masyarakat karena mampu menghadirkan solusi berbasis pengetahuan dan penelitian terhadap berbagai persoalan kesehatan. Melalui pengalaman ini, ia berharap dapat terus mengembangkan ide-ide kreatif yang berdampak nyata, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan keluarga.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama keluarga yang selalu memberikan motivasi serta doa selama proses perlombaan. Selain itu, dukungan dosen pembimbing akademik, Ibu Abel dan Ibu Solaikhah, turut berperan penting dalam memberikan arahan dan pendampingan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Lingkungan akademik UNISA juga dinilai memberikan dukungan positif bagi mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. Fasilitas kampus yang kondusif serta apresiasi terhadap capaian mahasiswa menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi dan semangat kompetisi di kalangan mahasiswa.

Della berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang karya tulis ilmiah dan menargetkan prestasi yang lebih tinggi, termasuk mengikuti kompetisi esai tingkat internasional. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk tidak takut mencoba peluang baru.

“Jangan pernah ragu mengambil setiap peluang yang ada, karena kita tidak pernah tahu di titik mana usaha tersebut akan membawa kita pada keberhasilan,” pesannya.

juara nasional
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/prestasi.jpeg 554 720 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-15 13:46:292026-05-15 13:46:31Inovasi Ibu Hamil Bawa Mahasiswa UNISA Juara Nasional
Page 1 of 19123›»
Advertise hereAdvertise here

Berita Terbaru

  • Idul adha
    Idul Adha, Menyelami Makna Pengorbanan Nabi Ibrahim26/05/2026 - 09:49
  • Puasa Arafah
    Ini Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha yang Sayang Dilewatkan25/05/2026 - 10:02
  • Feishum
    Meriahkan Milad ke-109 ‘Aisyiyah, FEISHum UNISA Yogyakarta Gelar “SAE: Fresh with FEISHum”25/05/2026 - 05:57
  • Atlet perempuan
    Dukung Performa Atlet Perempuan, Tiga Prodi UNISA Yogyakarta Gelar Studium Generale “Women in Sport Science”22/05/2026 - 11:33
  • Mahasiswa internasional
    Mahasiswa Internasional Asal India Sebut UNISA Yogyakarta Jadi Rumah Kedua21/05/2026 - 14:35
  • Sumpah profesi
    188 Lulusan Tenaga Kesehatan UNISA Yogyakarta Ikuti Sumpah Profesi, Siap Mengabdi dengan Etika dan Profesionalisme21/05/2026 - 14:14
  • Milad 109 `aisyiyah
    Milad 109 ‘Aisyiyah Perkuat Dakwah Kemanusiaan, Launching 116 Posbakum Gratis dan TK ABA Semesta21/05/2026 - 10:12
  • Sekolah rakyat
    UNISA Yogyakarta Hadirkan Appreciative Inquiry Coaching Untuk Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Rakyat20/05/2026 - 22:07
  • Ulama `aisyiyah
    Respons Tantangan Zaman, Ulama ‘Aisyiyah Rancang Konstruksi Pemikiran Keumatan dan Kebangsaan19/05/2026 - 09:24
  • Bayi
    Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita18/05/2026 - 08:25

Alamat

Kampus Terpadu:
Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199
Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
Kampus I:
Jl. Munir 267 Serangan, Ngampilan, Yogyakarta.
Telepon: (0274) 374427

UNISA Virtual Tour

Jam Kerja Kantor

Senin-Jumat: 08:00-16:30 WIB

Sertifikasi oleh

Iso logoIso logo

Kolaborasi

Asia logos1    Cropped 2 removebg preview

Images removebg preview

Images 1 removebg preview

Saxion university of applied sciences logo.svgLogo la trobe university

Unikl1Uitm universiti teknologi mara logo png transparent

Logo umam offical 04   Logo left 1024x385

Unital removebg preview  Logo unishams full d142d40f Umpsa bangunan 1764x719

Logo uthm web removebg preview   Usm logoUtm logo full  Dhurakij pundit university feature img removebg preview

A3cfc8d10cdc0e37b8f43686c84e10cb56c9336a7b658aa3eb9a1270c28ef533  Logo jawi umk 1 cptnh9jvdwaz

Nowhiring 01 removebg preview  University of leeds

Ibaraki removebg preview   1284 logo 1280 removebg preview

Segi logo Mahidol u

Iium logo 2019.svg

 

© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - Enfold WordPress Theme by Kriesi
Scroll to top Scroll to top Scroll to top
  • ←
  • Contact Us
    Contact Form

  • WhatsApp