Diagnosis Infeksi Bakteri Respiratori di Studium General TLM UNISA
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan Studium Generale dengan tema “Pendekatan Molekuler dalam Patofisiologi dan Diagnosis Infeksi Bakteri Respiratori” secara hybrid di Gedung Siti Moendjijah Lantai 4 Ruang SM 4.14 dan melalui Zoom Meeting, Jumat (26/6).
TLM
Studium Generale ini menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Emida Binti Mohamed, Senior Lecturer Faculty of Health Sciences Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, dan dr. Yolanda Pitra Kusumadewi, dosen Fakultas Kedokteran Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Anjarwati dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan ilmu diagnostik laboratorium menuntut mahasiswa untuk terus mengikuti kemajuan teknologi berbasis molekuler.
“Pendekatan molekuler telah menjadi bagian penting dalam pelayanan laboratorium kesehatan modern. Melalui kegiatan ini kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki wawasan global mengenai inovasi diagnostik yang berkembang sehingga siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun penelitian di masa depan,” kara Anjarwati.
Diaa menambahkan, kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri menjadi salah satu langkah strategis UNISA Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas jejaring internasional bagi sivitas akademika.
Dalam pemaparannya, Emida Binti Mohamed menjelaskan bahwa perkembangan teknologi molekuler telah membawa perubahan besar dalam proses identifikasi bakteri penyebab infeksi respiratori. Menurutnya, metode berbasis molekuler mampu memberikan hasil yang lebih cepat, sensitif, dan akurat dibandingkan metode konvensional, sehingga dapat mendukung penanganan pasien secara lebih tepat.
“Teknik molekuler memungkinkan deteksi patogen secara lebih dini, bahkan ketika jumlah bakteri masih sangat sedikit. Selain itu, pemanfaatan biomarker dapat membantu tenaga kesehatan membedakan infeksi bakteri dengan penyebab lainnya sehingga keputusan terapi menjadi lebih tepat sasaran,” kata Emida.
Sementara itu, Yolanda Pitra Kusumadewi, memaparkan berbagai bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan beserta karakteristiknya, sekaligus menjelaskan mekanisme patofisiologi infeksi bakteri yang menjadi dasar dalam menentukan metode pemeriksaan laboratorium.
“Pemahaman mengenai karakteristik bakteri dan mekanisme patofisiologi infeksi merupakan fondasi bagi seorang tenaga laboratorium medis. Dengan memahami proses penyakit secara menyeluruh, pemilihan metode pemeriksaan dapat dilakukan secara tepat sehingga mendukung diagnosis yang akurat dan penatalaksanaan pasien yang optimal,” ujar dr. Yolanda.
Melalui penyelenggaraan Studium Generale ini, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis UNISA Yogyakarta berharap mahasiswa semakin memahami penerapan teknologi diagnostik molekuler dalam praktik laboratorium klinik serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berkembang di tingkat nasional maupun internasional.









































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!