UNISA Yogyakarta Hadir di GSDC 2026
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta memperkuat kiprahnya sebagai kampus berwawasan keberlanjutan melalui partisipasi aktif pada Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Kehadiran UNISA Yogyakarta dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Urusan Internasional, Dr. Moh Ali Imron, menghadirkan juga Kepala Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI), Hilmi Zadah Faidullah, M.Sc., Ph.D (PT), COESp, Koordinator Kerjasama Internasioal, Sharfina Mutia Syarifah, B.Sc., M.EngTech dan Inventor Paten dari Prodi Radiologi, Fisnandya Meita Astari, S. Tr.Rad., M.Tr.ID yang mewakili universitas dalam forum internasional yang dihadiri lebih dari 5.000 delegasi dari 120 negara.
GSDC
GSDC 2026 yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, menjadi wadah strategis bagi pemimpin perguruan tinggi dunia, pembuat kebijakan, akademisi, dan industri global untuk merumuskan langkah percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). UNISA Yogyakarta turut berpartisipasi dalam pameran perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dengan membuka booth bersama 28 PTMA dari seluruh Indonesia. Kehadiran booth ini menjadi ruang strategis untuk menampilkan inovasi, riset unggulan, program SDGs, serta jejaring internasional yang telah dibangun UNISA.
UNISA Yogyakarta Bawa Fokus SDGs Unggulan ke Panggung Global
UNISA Yogyakarta menampilkan kontribusi nyata terhadap beberapa SDGs prioritas yang menjadi kekuatan institusi, sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi kampus:
SDG 3 – Good Health and Well-Being
UNISA Yogyakarta dikenal sebagai kampus kesehatan dengan pendekatan holistik dan berbasis komunitas. Program Kedokteran, Kebidanan, Keperawatan, Fisioterapi, Gizi, dan Radiologi berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu-anak, epidemiologi, promosi kesehatan, rehabilitasi, hingga regenerative medicine. Kegiatan health campaigns, pemeriksaan kesehatan rutin, dan intervensi berbasis komunitas melalui KKN menjadi fondasi kontribusi UNISA pada kesehatan masyarakat.
SDG 4 – Quality Education
UNISA Yogyakarta mengusung sistem penjaminan mutu pendidikan yang kuat, didukung akreditasi institusi Unggul BAN-PT dan ISO 21001:2018. Platform LENSA e-Learning memperkuat pembelajaran digital, sementara beasiswa seperti Sleman Pintar, KIP Kuliah, dan Global Scholarship Aisyiyah memastikan akses pendidikan yang inklusif dan merata.
SDG 2 – Zero Hunger
Melalui Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Sains & Teknologi, UNISA aktif dalam riset penurunan stunting, peningkatan nutrisi ibu-anak, dan inovasi pangan berbasis bioteknologi. Program unggulan UNISA Yogya seperti SANGAJI dan SAE mengintegrasikan distribusi sayur gratis, edukasi gizi, kampanye green campus, olahraga, dan pemeriksaan kesehatan untuk memperkuat ketahanan pangan komunitas.
SDG 8 – Decent Work and Economic Growth
UNISA memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan digital marketing, literasi finansial, dan inovasi produk, terutama bagi perempuan melalui jaringan Aisyiyah. Riset mengenai Gen Z dan peluang kerja pariwisata berkelanjutan dari Fakultas Ekonomi, Sosial Sains dan Humaniora membantu kampus merancang kurikulum kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
SDG 11 – Sustainable Cities and Communities
UNISA berkontribusi pada pembangunan kota berkelanjutan melalui riset X-Ray Radiation-Resistant Concrete, teknologi ventilasi pintar, edukasi pemilahan sampah, kampanye pengurangan plastik, dan workshop gaya hidup hijau. Kampus membangun climate-responsive infrastructure dan komunitas yang resilien melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
UNISA Siap Menjadi Sustainable University Berkelas Dunia
Dalam berbagai sesi diskusi, Dr. Moh Ali Imron menegaskan bahwa kehadiran UNISA di GSDC 2026 merupakan komitmen strategis untuk memperkuat kerja sama global, hilirisasi riset, dan integrasi SDGs dalam seluruh aspek pendidikan. Beliau menekankan bahwa inovasi seperti Batako Anti-Radiasi, Teknologi Ventilasi Pintar dan paten lainnya perlu di tingkatkan dengan kontribusi lintas fakultas yang menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi motor perubahan dalam kesehatan, teknologi, ekonomi, dan keberlanjutan.
UNISA Yogyakarta Melangkah ke Masa Depan Berkelanjutan
Partisipasi UNISA Yogyakarta dalam GSDC 2026 memperkuat posisi kampus sebagai Sustainable University yang berkomitmen pada kesehatan, pendidikan berkualitas, lifelong learning, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan kota berkelanjutan. Melalui kepemimpinan Rektor Dr. Warsiti, S.Kep., M.Kep. Sp.Mat dan sinergi seluruh fakultas, UNISA Yogyakarta siap mencetak generasi profesional kesehatan dan ilmuwan masa depan yang unggul secara teknologi, berdaya saing global, dan memiliki kesadaran ekologis tinggi demi masa depan bumi.







































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!