Ilmu Komunikasi Unisa Terima Kunjungan dari UiTM Malaysia
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menerima kunjungan akademik dan pertukaran budaya (International Academic Visit and Cultural Exchange) dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia pada Senin, 22 Juni 2026. Kunjungan tersebut merupakan program inisiasi mahasiswa semester akhir UiTM yang bertajuk SIKAP (Siri Kembara Akademik Penerbitan).
Ilmu Komunikasi
SIKAP merupakan Proyek Akhir Tahun dua tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa program Penerbitan (Publishing) UiTM, dengan tujuan menjadi pembelajaran akademik dan eksperiensial untuk mempelajari serta menjelajahi dunia penerbitan di luar konteks lokal. Sebelum berkunjung ke UNISA Yogyakarta, mereka telah berkunjung ke berbagai kampus dan penerbitan yang ada di kota pendidikan tersebut.
“Tujuan utama SIKAP adalah membangun kolaborasi dan melihat bagaimana universitas di sini beroperasi. Sebagai bagian dari mata kuliah self-publishing, kami juga diwajibkan menyusun sebuah travelogue. Melalui proyek ini, kami belajar mengenai manajemen acara (event management). Oleh karena itu, seluruh rangkaian acara dan tempat yang kami kunjungi di sini murni dipilih dan dikelola secara mandiri oleh kami sendiri,” ujar ketua delegasi mahasiswa dari UiTM, Ain Nadhira, Senin (22/6/2026).
Sambutan Hangat
Kedatangan rombongan mahasiswa UiTM ke Unisa Yogyakarta mendapat sambutan hangat dari Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum), Annisa Warastri. Dalam sambutannya, ia berharap kolaborasi antara kedua institusi ini dapat menjadi wadah untuk saling berbagi aktivitas positif dan adaptasi program antar-universitas.
“Di Program Studi Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta, kita bisa saling berbagi lebih banyak aktivitas dan berbagai topik. Kami memiliki proyek unggulan seperti Galaksi dan Antariksa, yang merupakan proyek kolaboratif lintas angkatan mahasiswa. Melalui momentum ini, saya rasa kita bisa mengambil keuntungan untuk saling belajar satu sama lain, baik dari Malaysia maupun Indonesia, untuk mengadopsi, mengadaptasi, dan memodifikasi proyek-proyek ini melalui pendekatan kolaboratif,” kata Annisa.
Perwakilan dosen pengajar dari UiTM, Nora binti Nordin, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan luar biasa dari Unisa Yogyakarta. Ia memaparkan berbagai tujuan strategis program ini, yang salah satunya adalah harapan terciptanya kerja sama formal yang berkelanjutan.
“Melihat potensi kolaborasi kita, kami ingin mengetahui lebih banyak dan mungkin ada hal yang bisa kami pelajari dari Anda. Itulah alasan mengapa kami melakukan kunjungan ke luar negeri dan ingin mengekspos mahasiswa kami pada hal-hal tersebut. Ketika berkunjung ke universitas lain, niat kami setidaknya adalah untuk menginisiasi Surat Intensi (Letter of Intent/LoI), yang mungkin bisa berlanjut ke langkah berikutnya seperti MoU atau sejenisnya, InsyaAllah. Melalui program ini, kami juga ingin melihat bagaimana dunia dan industri penerbitan sebenarnya bekerja secara global, sembari mempelajari budaya setempat,” ucap Nora menjelaskan.
Berbagi Proyek Kreatif dan Campus Tour
Kegiatan kunjungan akademik dan budaya itu kemudian diisi dengan berbagai agenda yang menarik. Mahasiswa dari kedua universitas secara bergantian mempresentasikan aneka kegiatan dan proyek yang mereka lakukan.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta pada kesempatan itu menceritakan proyek Manajemen Public Relations (PR) yang sedang mereka kerjakan saat ini, yaitu ANTARIKSA 2026. ANTARIKSA merupakan akronim dari Ajang Kreativitas Mahasiswa Komunikasi yang dilakukan dengan membuat proyek kampanye ke-PR-an. Pada tahun ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta mengangkat tema “Stop Clicking, Start Living”.
“Stop Clicking, Start Living’ berfungsi sebagai kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya judi online. Apa yang berawal sebagai aktivitas sederhana, seperti mengklik layar, dapat dengan cepat berkembang menjadi kecanduan yang menyia-nyiakan waktu, sumber daya keuangan, dan kehidupan nyata. Inisiatif ini mendorong setiap individu untuk melepaskan ilusi kemenangan dan berjuang menuju kehidupan yang lebih sehat, lebih sadar, dan lebih bermakna,” ujar Kiran dan Fany dalam presentasinya.
Agenda kunjungan tersebut juga diiringi dengan sesi campus tour Unisa Yogyakarta. Mahasiswa dari UiTM diajak mengunjungi perpustakaan, laboratorium studio Ilmu Komunikasi, hingga Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta.
Para mahasiswa UiTM merasa kagum selama melakukan kunjungan di Unisa Yogyakarta. Afifah dan Azlin, dua di antara mahasiswa UiTM, mengaku merasa sangat senang karena mendapatkan sambutan hangat di UNISA Yogyakarta.
“Sangat happy sebab kita bisa melihat perbedaan dengan apa yang ada di Malaysia. Di sini ada masjid yang besar dan sangat cantik. Orang-orang dekat sini pun baik-baik dan sangat menerima kedatangan kita orang,” ujar Afifah dengan antusias.







































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!