Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui pelaksanaan ujian project miniatur modalitas kedokteran nuklir yang diselenggarakan di UNISA Yogyakarta, 30 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 4 Program Studi Radiologi Program Diploma Tiga (kelas A dan B) sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran berbasis proyek.
Miniatur Modalitas Kedokteran Nuklir
Ujian project ini menjadi salah satu komponen penilaian utama yang menekankan pada penguasaan materi sekaligus kemampuan kolaborasi tim. Melalui pendekatan Project Based Learning, mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan teori dengan praktik secara kreatif dan aplikatif.
Sebanyak 10 kelompok mahasiswa menampilkan karya yang terbagi dalam beberapa komponen utama. Di antaranya adalah pembuatan miniatur modalitas kedokteran nuklir yang mencakup PET Scan, SPECT Scan, Gamma Camera, dan Cyclotron, serta perancangan desain ruang fasilitas kedokteran nuklir yang memenuhi standar keamanan radiasi. Selain itu, mahasiswa juga menyusun poster edukasi dan menghadirkan kuis interaktif sebagai sarana komunikasi ilmu kepada masyarakat.
Dosen pengampu mata kuliah, Anisa Nur Istiqomah, S.Tr.Rad., M.T., Muhammad Za’im, M.Sc., dan Amril Mukmin, M.Si., hadir langsung sebagai dewan penguji. Penilaian dilakukan melalui sesi presentasi, pemaparan detail project, serta tanya jawab kritis guna mengukur kedalaman pemahaman mahasiswa.
Salah satu dosen pengampu, Anisa Nur Istiqomah, S.Tr.Rad., M.T., menyampaikan bahwa project ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif. “Project ini dirancang untuk menilai sejauh mana mahasiswa mampu memvisualisasikan teknologi nuklir yang kompleks ke dalam bentuk nyata. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menguasai materi secara akademis, tetapi juga mampu menyampaikan ilmu tersebut kepada publik dengan cara yang kreatif,” ujarnya.
Melalui peragaan miniatur dan media edukasi yang disusun, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran nyata mengenai operasional fasilitas kesehatan berbasis kedokteran nuklir di masa depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, kolaboratif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di bidang radiologi.























