Loading
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Profil UNISA Yogya
  • Kuliah di UNISA Yogya
  • SDG`s UNISA Yogya
  • Kemahasiswaan & Alumni
  • PMB Unisa Yogya
  • Perpustakaan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Archive for category: 1 No Poverty

You are here: Home1 / Berita dan Informasi2 / 1 No Poverty
Bayi

Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita

18/05/2026/in 1 No Poverty, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Kelahiran seorang bayi biasanya disambut dengan rasa syukur dan harapan. Namun kenyataannya, tidak semua bayi lahir dalam situasi yang diinginkan. Ada bayi yang hadir di tengah ketakutan, tekanan sosial, kemiskinan, trauma, atau konflik keluarga. Bahkan, tidak sedikit kasus ketika ibu yang baru melahirkan menolak untuk mengasuh bayinya sendiri. Pada titik inilah muncul pertanyaan yang menggugah nurani: siapakah yang bertanggung jawab atas keselamatan, pengasuhan, dan tumbuh kembang bayi tersebut?

Bayi

Menurut saya, bayi yang tidak diinginkan justru menjadi ujian paling nyata bagi etika profesi dan nilai kemanusiaan kita. Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan, apakah itu terjadi karena hubungan yang tidak direncanakan, kekerasan seksual, perselingkuhan, atau ketidakmampuan ekonomi. Karena itu, status “tidak diinginkan” sama sekali tidak mengurangi martabatnya sebagai manusia. Setiap bayi memiliki hak untuk hidup, memperoleh perlindungan, mendapatkan nutrisi, kasih sayang, dan kesempatan tumbuh berkembang secara optimal. Prinsip ini ditegaskan oleh World Health Organization dan United Nations Children’s Fund yang menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, perkembangan, dan perlindungan.

Dalam praktik kebidanan dan pelayanan kesehatan, situasi ini menimbulkan dilema etik yang kompleks. Bidan dan dokter wajib menyelamatkan bayi yang lahir, tetapi pada saat yang sama mereka juga harus menghormati kondisi psikologis ibu. Ibu mungkin mengalami depresi, trauma, ketakutan terhadap stigma, atau merasa tidak sanggup membesarkan anaknya. Di sinilah prinsip etika profesi bekerja. Prinsip beneficence menuntut tenaga kesehatan untuk melakukan yang terbaik bagi bayi. Prinsip non-maleficence mengingatkan agar tidak membiarkan bayi terlantar. Prinsip justice menegaskan bahwa setiap anak berhak atas perlakuan yang adil. Sementara prinsip penghormatan terhadap martabat manusia mengharuskan kita memperlakukan bayi sebagai individu yang bernilai.

Saya meyakini bahwa ketika ibu menolak mengasuh bayinya, tanggung jawab tidak boleh berhenti pada ibu seorang. Orang tua biologis memang merupakan pihak pertama yang bertanggung jawab. Namun jika ibu menolak dan ayah tidak hadir atau tidak mau terlibat, maka kewajiban tersebut harus diambil alih oleh sistem yang lebih luas. Rumah sakit harus memastikan bayi tetap dirawat. Pekerja sosial dan dinas sosial perlu melakukan asesmen dan menyediakan pengasuhan sementara. Negara memiliki kewajiban hukum untuk menjamin hak anak. Lembaga pengasuhan dan adopsi resmi dapat menjadi solusi yang aman dan legal. Organisasi masyarakat dan lembaga keagamaan, seperti Aisyiyah, juga dapat berperan melalui pendampingan psikologis, spiritual, dan bantuan sosial.

Namun, penting untuk dipahami bahwa ibu yang menolak bukan selalu sosok yang kejam. Banyak ibu yang berada dalam tekanan mental yang sangat berat. Sebagian merasa takut, malu, atau tidak memiliki dukungan keluarga. Oleh sebab itu, mereka juga membutuhkan pertolongan. Empati kepada ibu dan perlindungan kepada bayi harus berjalan bersama. Menolong bayi tidak berarti menyalahkan ibu, melainkan memastikan bahwa keduanya memperoleh hak untuk hidup dengan bermartabat.

Menurut saya, ukuran peradaban suatu bangsa tidak terletak pada kemajuan teknologi atau pertumbuhan ekonomi, melainkan pada cara bangsa tersebut memperlakukan anggota yang paling rentan. Bayi yang baru lahir dan ditolak oleh keluarganya adalah simbol kerentanan yang paling nyata. Jika kita mampu melindungi mereka, maka kita telah menjaga nilai kemanusiaan. Sebaliknya, jika kita membiarkan mereka terlantar, kita sesungguhnya sedang gagal sebagai masyarakat yang beretika.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas bayi yang tidak diinginkan memiliki jawaban yang tegas: kita semua. Orang tua, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan bahwa setiap bayi memperoleh kesempatan hidup, tumbuh, dan berkembang dengan layak. Bayi tersebut mungkin tidak diinginkan oleh seseorang, tetapi ia tetap layak dicintai dan dilindungi oleh kemanusiaan kita bersama.

Oleh: Prof. Dr.Mufdlilah, S.Pd., S.SiT., M.Sc.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam, Kemuhammadiyahan- Ke `Aisyiyahan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Dosen Program Studi Kebidanan Unisa Yogyakarta.

Bayi
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/bayi.jpg 768 1376 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-18 08:25:162026-05-18 08:25:28Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
korban

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

30/04/2026/in 1 No Poverty, 3 Good Health and Well Being, Berita, News/by admin

Kasus kekerasan yang terjadi di salah satu daycare di Yogyakarta menyisakan dampak mendalam, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban. Pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis yang kerap luput terlihat. Ketua Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Andhita Dyorita Khoiryasdien, menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah awal pemulihan.

Korban Kekerasan

Menurut Andhita, orang tua perlu peka terhadap perubahan perilaku anak. Salah satu tanda yang paling umum adalah regresi, yakni kemunduran kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai anak. “Misalnya anak yang sudah bisa ke toilet sendiri tiba-tiba kembali ngompol, atau yang sebelumnya lancar berbicara menjadi kesulitan berkomunikasi,” ujarnya, Kamis (30/4/2026)..

Selain itu, gangguan tidur seperti mimpi buruk, teriak saat tidur, hingga kesulitan beristirahat juga patut diwaspadai. Anak juga bisa menunjukkan perilaku menarik diri dari lingkungan sosial, menjadi lebih agresif, atau memainkan tema kekerasan secara berulang dalam aktivitas bermainnya. Reaksi ketakutan berlebihan, terutama saat berpisah dengan orang tua atau pengasuh  terdekatnya di rumah, juga menjadi indikator penting.

“Kalau tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera dibawa ke profesional,” kata Andhita.

Namun, jika gejala belum terlihat signifikan, orang tua tetap dapat berperan aktif dalam membantu pemulihan anak. Salah satu pendekatan yang dianjurkan adalah penggunaan media ekspresi non-verbal. Anak dapat diajak menggambar, bermain peran dengan boneka, atau bercerita melalui permainan.

“Anak-anak belum tentu bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, jadi kita bantu lewat cara lain. Dari gambar, misalnya, kita bisa melihat indikasi emosi, seperti penggunaan warna gelap atau merah yang dominan,” jelasnya.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah melakukan validasi emosi. Orang tua diimbau untuk tidak meremehkan ketakutan atau reaksi emosional anak. “Jangan bilang ‘jangan lebay’ atau ‘tidak apa-apa’. Sebaliknya, akui perasaan anak, misalnya dengan mengatakan ‘kamu takut ya, tidak nyaman ya, tidak apa-apa, ada ibu di sini’. Jadi pola pikir orang tua digeser, bukan kenapa anak ini jadi susah diatur, rewel, tapi menjadi apa yang sudah terjadi pada anak ini, kok begini,” ujarnya.

Sentuhan fisik seperti pelukan, usapan, dan kehadiran yang hangat juga berperan besar dalam mengembalikan rasa aman anak. Dalam teori kelekatan (attachment), kedekatan dengan figur yang memberikan rasa aman menjadi kunci regulasi emosi anak.

Selain itu, orang tua perlu membantu anak membangun kembali rasa kontrol atas dirinya. Pengalaman kekerasan seringkali membuat anak merasa tidak berdaya. Untuk itu, hal-hal sederhana seperti memberi pilihan, memilih pakaian atau makanan, dapat membantu memulihkan kepercayaan diri anak.

Dari sisi dampak, Andhita menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, perubahan perilaku dan emosi menjadi gejala yang paling terlihat. Namun, dampak jangka panjang justru perlu diwaspadai karena dapat muncul bertahun-tahun kemudian dalam bentuk gangguan psikologis.

“Trauma itu bukan tentang melupakan kejadian, tapi bagaimana membangun kembali rasa aman. Anak perlu memahami bahwa yang terjadi dulu itu tidak benar, dan yang benar adalah perlakuan aman yang dia terima sekarang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu panjang dan tidak bisa instan. Oleh karena itu, dukungan terhadap orang tua menjadi sama pentingnya. Unisa Yogyakarta, lanjut Andhita, membuka layanan pendampingan tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua. Hal ini penting mengingat banyak orang tua mengalami tekanan mental, rasa bersalah, hingga stres akibat kejadian tersebut.

“Kita tidak perlu saling menyalahkan. Orang tua juga butuh ruang aman. Jika mental mereka sudah jatuh, akan sulit mendampingi anak,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih empatik dan saling mendukung, terutama antar sesama orang tua. Menurutnya, pemulihan anak akan lebih optimal jika didukung oleh kondisi mental orang tua yang juga sehat. “Sekarang bukan waktunya menyalahkan diri, tapi bagaimana orang tua pulih dan siap mendampingi anak agar bisa kembali percaya diri dan merasa berdaya,” pungkasnya.

korban
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/kekerasan-1.jpg 663 880 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-30 15:37:422026-04-30 15:37:49Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua
Bedah buku

Unisa Yogyakarta Gelar Launching dan Bedah Buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan

22/04/2026/in 1 No Poverty, 5 Gender Equality, Berita, News/by admin

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta melalui Perpustakaan Unisa Yogyakarta bekerja sama dengan The Aisyiyah Center mengadakan launching dan bedah buku berjudul “Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan” pada di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Rabu (22/4/2026). Buku ini menjadi jembatan dalam mengaplikasikan manifesto tujuh karakter perempuan berkemajuan.

Launching dan Bedah Buku

Hadir membuka agenda tersebut Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, serta Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati. Sementara itu, acara bedah buku menghadirkan Pustakawan Unisa Yogyakarta, Irkhamiyati, sebagai moderator, serta Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI sekaligus Ketua PP ‘Aisyiyah, Siti Aisyah, dan Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Rof’ah, sebagai narasumber pembahas.

Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, menyambut baik peluncuran buku “Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan”. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar seremonial memperingati Hari Kartini, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menguatkan budaya literasi dan membangun ruang dialog intelektual di ranah akademik.

Warsiti juga menegaskan bahwa dalam perspektif ‘Aisyiyah, perempuan harus menjadi subjek yang berperan penting dalam peradaban. Sebagai perguruan tinggi yang lahir dari rahim ‘Aisyiyah, UNISA Yogyakarta memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Risalah Perempuan Berkemajuan dalam kehidupan akademik, sosial, dan kebangsaan.

“Di sinilah pentingnya kehadiran buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan. Buku ini tidak hanya menjelaskan risalah sebagai teks, tetapi membantu kita memahami risalah sebagai cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Ia menjadi jembatan antara nilai dan realitas, gagasan dan praksis, serta idealitas dan tantangan zaman,” ujar Warsiti.

Ketua PP ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, turut menyampaikan apresiasi kepada penulis, Askuri, yang telah menyusun buku syarah (penjelasan) Risalah Perempuan Berkemajuan. Risalah tersebut merupakan hasil Muktamar ‘Aisyiyah 2022 di Solo dan menjadi bukti komitmen persyarikatan dalam meninggikan harkat dan martabat perempuan. Hadirnya buku syarah ini, menurutnya, merupakan hal yang patut disyukuri bersama.

“Risalah Perempuan Berkemajuan ini salah satu tujuannya adalah memberikan arahan dalam bersikap, berpikir, dan bergerak. Namun karena sifatnya universal, risalah ini perlu diinternalisasi. Oleh karena itu, syarah ini memberikan spirit untuk menginternalisasikan karakter perempuan berkemajuan tersebut,” ujar Evi.

Panduan Aplikasi Risalah Perempuan Berkemajuan

Buku Syarah Perempuan Berkemajuan merupakan penjelasan dari Risalah Perempuan Berkemajuan yang diterbitkan PP ‘Aisyiyah pada 2022. Risalah tersebut menegaskan peran perempuan sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi, dengan tujuh karakter utama, yaitu iman, taat, berakhlak, tajdid, wasathiyah, amaliah, dan inklusif, serta sepuluh komitmen strategis, seperti kemandirian ekonomi, pendidikan, dan partisipasi publik.

Penulis buku, Askuri, menjelaskan alasan di balik penulisan buku ini. Menurutnya, buku ini bertujuan menjadi jembatan dalam mengaplikasikan manifesto tujuh karakter perempuan berkemajuan yang telah disusun oleh ‘Aisyiyah. Ia menilai bahwa jamaah di tingkat akar rumput membutuhkan penjelasan kontekstual agar nilai-nilai tersebut tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi menjadi sikap dan aksi nyata.

“Kenapa syarah ini penting? Karena ada banyak pertanyaan di tingkat grassroot. Perlu ada teks yang menjembatani antara normativitas Risalah Perempuan Berkemajuan dengan realitas. Risalah ini sejatinya adalah manifesto, sebuah deklarasi dan seruan untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Askuri.

Askuri menambahkan bahwa syarah yang ia tulis tidak hanya menjelaskan istilah dalam risalah, tetapi juga mengangkat berbagai persoalan yang dihadapi perempuan di akar rumput. Menurutnya, fenomena tersebut perlu dijawab, dan buku ini hadir sebagai panduan bagi perempuan untuk menjadi pribadi berkemajuan sesuai cita-cita ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Sementara itu, Siti Aisyah selaku pembedah memberikan apresiasi kepada penulis yang telah merampungkan buku ini. Ia menilai gaya penulisan Askuri mudah dipahami, namun tetap memiliki kekuatan akademik. Ia juga mendorong kader ‘Aisyiyah untuk membaca dan mengkaji buku tersebut.

“Syarah ini menjadi tradisi keilmuan yang penting. Ke depan, kami berharap akan lahir tafsir tematik (tafsir maudhu’i) dan fikih perempuan berkemajuan yang lebih mendalam. Syarah ini membuka ruang publik untuk memperkaya khazanah Risalah Perempuan Berkemajuan,” ujar Siti Aisyah.

Hal senada disampaikan oleh narasumber pembedah lainnya, Rof’ah. Dosen UIN Sunan Kalijaga tersebut menyambut baik terbitnya buku ini. Menurutnya, kehadiran buku ini menjadi panduan aksi sosial yang konkret bagi masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai risalah.

“Risalah Perempuan Berkemajuan harus dirasakan manfaatnya oleh perempuan di desa, perempuan miskin, dan mereka yang selama ini tidak bersuara. Buku setebal 700 halaman ini tidak terasa berat karena berisi jawaban atas realitas yang kita hadapi sehari-hari,” ujar Rof’ah. Rofáh berpendapat buku ini bukan sekadar penjelasan teks, melainkan manifesto keberpihakan. Penulis berhasil menunjukkan bahwa menjadi perempuan berkemajuan berarti memiliki keberanian meruntuhkan tembok patriarki melalui argumen teologis yang kokoh dan inklusif.

Bedah buku
Bedah buku
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/bedah-buku.jpg 1333 2000 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-22 16:33:462026-04-22 16:33:49Unisa Yogyakarta Gelar Launching dan Bedah Buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan
Warga Sleman

Warga Sleman Bisa Kuliah Gratis 100% di UNISA Yogyakarta Lewat Beasiswa Sleman Pintar

10/04/2026/in 1 No Poverty, 8 Decent Work and Economic Growth, Berita, News/by admin

Kabar menggembirakan datang bagi warga Sleman. Kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa biaya kini terbuka melalui program Beasiswa Sleman Pintar, yang memberikan pembebasan 100% biaya pendidikan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Warga Sleman

Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu dan rentan miskin.

Kepala Biro Admisi UNISA Yogyakarta, Intan Mutiara Putri, menyampaikan bahwa program ini menjadi peluang emas bagi generasi muda Sleman untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.

“Beasiswa Sleman Pintar ini memberikan kesempatan kuliah gratis 100% bagi warga Sleman yang memenuhi kriteria. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beasiswa ini terbuka untuk hampir seluruh program studi di UNISA Yogyakarta, kecuali D4 Keperawatan Anestesiologi dan S1 Kedokteran. Dengan banyaknya pilihan program studi, calon mahasiswa dapat menyesuaikan minat dan bakatnya di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial, hingga teknologi.

Lebih lanjut, Intan menambahkan bahwa sasaran program ini adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan pendidikan.

“Program ini ditujukan bagi warga Sleman yang memiliki KTP dan KK Sleman, serta termasuk dalam kategori keluarga miskin, rentan miskin, penerima PKH, atau anak dari orang tua disabilitas yang tidak mampu,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa semangat dan kemauan untuk belajar menjadi kunci utama dalam meraih kesempatan ini.

“Selama memiliki semangat, memenuhi syarat, dan siap berjuang, peluang ini bisa diraih. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak Sleman yang kehilangan kesempatan kuliah hanya karena keterbatasan ekonomi,” tambahnya.

Masyarakat yang berminat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Dinas Sosial Sleman di nomor 0895-0113-0696. Selain itu, informasi terkait penerimaan mahasiswa baru di UNISA Yogyakarta juga dapat diakses melalui:

  • Admin PMB: 0878-3941-1345
  • Website: pmb.unisayogya.ac.id
  • Instagram: @pmbunisayogya
  • TikTok: @unisa_cringe dan @unisa_yogya

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Sleman yang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan.

Warga Sleman
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/warga-Sleman.jpeg 1260 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-10 11:45:282026-04-10 11:45:30Warga Sleman Bisa Kuliah Gratis 100% di UNISA Yogyakarta Lewat Beasiswa Sleman Pintar
Halal center

Ajak UMKM di Bulan Ramadan Naik Kelas, Halal Center UNISA Gelar Kajian Halal

05/03/2026/in 1 No Poverty, 9 Industry, Innovation and Infrastructure, Berita, News/by admin

Menyambut bulan suci Ramadan, Halal Center Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi dengan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI DIY menggelar kajian strategis. Mengusung tema “Ramadan Naik Kelas”, acara ini tak sekadar membahas ibadah, tapi juga membeberkan jurus jitu agar UMKM makin cuan lewat ekosistem halal.

Halal Center

Kajian yang digelar di Masjid Walidah Dahlan pada Selasa (3/3/2026) ini berlangsung khidmat. Tercatat, 160 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM se-DIY hingga anggota Pimpinan Ranting dan Cabang `Aisyiyah memadati masjid Walidah Dahlan.

Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah perpaduan edukasi dan dakwah ekonomi.

“Kajian ini diharapkan tak hanya meningkatkan spiritualitas ibadah puasa, tapi juga mendorong pelaku usaha meningkatkan daya saing melalui penerapan prinsip halal yang kuat,” ujarnya.

Acara ini menghadirkan dua pakar, yakni Ketua PINBAS MUI DIY Ust. H. Jumarodin, M.M dan Hendrato S. Nugroho dari Halal Center UNISA. Peserta diajak membedah konsep puasa ala Imam Al-Ghazali, strategi penguatan bisnis syariah, hingga pentingnya sertifikasi halal.

Lewat pendampingan langsung dari Halal Center UNISA, produk UMKM lokal diharapkan makin dipercaya konsumen dan siap merajai pasar di bulan Ramadan tahun ini.

Halal center
Halal center
Halal center
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/halal-center.jpeg 960 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-03-05 15:59:512026-03-11 08:59:29Ajak UMKM di Bulan Ramadan Naik Kelas, Halal Center UNISA Gelar Kajian Halal
Page 1 of 41234
Advertise hereAdvertise here

Berita Terbaru

  • Diskusi internasional
    UNISA Yogyakarta Gelar Diskusi Internasional Bahas Peran Agama, Sains, dan Kearifan Lokal dalam Mengatasi Krisis Lingkungan08/06/2026 - 15:48
  • Fikih hijau
    Wujud Fikih Hijau, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Perluas Akses Air Bersih RO di Karanganyar08/06/2026 - 10:17
  • Stunting
    Cegah Stunting dan KEK, Profesi Bidan UNISA Yogyakarta Gelar Edukasi Olahan Pangan Lokal05/06/2026 - 14:32
  • Silaturahmi
    Songsong Milad Ke-35, UNISA Yogyakarta Luncurkan Logo Baru dan Perkuat Komitmen Pengabdian05/06/2026 - 10:59
  • Komunikasi unisa
    Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta Raih Juara Lomba Puisi Internasional di Malaysia04/06/2026 - 15:14
  • Bantuan
    Unisa Yogyakarta Terima Bantuan Sarana Laboratorium Komputer dan Z-Coffee dari Baznas03/06/2026 - 13:59
  • Kampus sehat
    Wujud Kampus Sehat, Unisa Yogyakarta Distribusikan 2.000 Paket Kurban Ramah Lingkungan02/06/2026 - 15:02
  • Khutbah idul adha
    Khutbah Idul Adha di UNISA Yogyakarta Angkat Kisah Keteguhan Iman Nabi Ibrahim02/06/2026 - 14:45
  • Idul adha
    Idul Adha, Menyelami Makna Pengorbanan Nabi Ibrahim26/05/2026 - 09:49
  • Puasa Arafah
    Ini Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha yang Sayang Dilewatkan25/05/2026 - 10:02

Alamat

Kampus Terpadu:
Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199
Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
Kampus I:
Jl. Munir 267 Serangan, Ngampilan, Yogyakarta.
Telepon: (0274) 374427

UNISA Virtual Tour

Jam Kerja Kantor

Senin-Jumat: 08:00-16:30 WIB

Sertifikasi oleh

Iso logoIso logo

Kolaborasi

Asia logos1    Cropped 2 removebg preview

Images removebg preview

Images 1 removebg preview

Saxion university of applied sciences logo.svgLogo la trobe university

Unikl1Uitm universiti teknologi mara logo png transparent

Logo umam offical 04   Logo left 1024x385

Unital removebg preview  Logo unishams full d142d40f Umpsa bangunan 1764x719

Logo uthm web removebg preview   Usm logoUtm logo full  Dhurakij pundit university feature img removebg preview

A3cfc8d10cdc0e37b8f43686c84e10cb56c9336a7b658aa3eb9a1270c28ef533  Logo jawi umk 1 cptnh9jvdwaz

Nowhiring 01 removebg preview  University of leeds

Ibaraki removebg preview   1284 logo 1280 removebg preview

Segi logo Mahidol u

Iium logo 2019.svg

 

© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - Enfold WordPress Theme by Kriesi
Scroll to top Scroll to top Scroll to top
  • ←
  • Contact Us
    Contact Form

  • WhatsApp