Dalam rangka memonitor kinerja Perguruan Tinggi penerima bantuan dana Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud) Republik Indonesia, Universitas `Aisyiyah Yogyakarta mendapatkan kunjungan dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kemendikbud, Jumat (01/10).

Monev yang dilakukan oleh tim Kemendikbud, diselenggarakan di ruang 3.02 kampus Unisa Yogyakarta, yang dihadiri oleh Rektor Unisa Yogyakarta beserta jajaranya dan juga tim taskforce.

Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat selaku Rektor Unisa Yogyakarta mengatakan dana yang diperoleh program studi Fisioterapi dari hibah PKKM tentunya akan terus mendorong dan berkomitmen dalam pelaksanaan kampus merdeka dengan melaksanakan monev internal.

“Kami disini akan senantiasa mendampingi tim monev untuk melakukan klarifikasi  dan juga konfirmasi terhadap laporan dan dokumen yang pada kegiatan monev tahap pertama ini,” tuturnya. Didi Rustam, S.Si., M.T.I selaku perwakilan dari tim monev Kemendikbud berujar tujuan monev bukan untuk mengaudit dan menilai salah atau benar, akan tetapi tujuan monev untuk melihat keselarasan antara apa yang direncanakan didalam proposal dan pelaksanaan yang sudah dilaksanakan oleh penerima hibah.

Berikut Dokumen Skirining untuk Vaksinasi Covid-19 Dosis ke-2 di UNISA Yogyakarta.

SILAHKAN DOWNLOAD 2 (DUA) FILE DI BAWAH :

Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) mengirimkan lima belas mahasiswa untuk magang di Akademi Sepakbola Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (ASHW UMY). Selama ini, Unisa telah melalukan kerja sama dengan PSS Sleman untuk fisioterapi.

Lima belas mahasiswa Fisioterapi yang magang akan menjadi bagian dari PSHW UMY dalam menjalani Liga 3 dan Piala Suratin. “Dengan adanya fisioterapis, kami berharap kebugaran pemain akan terus terjaga,” jelas Koco Pramono, pelatih PSHW UMY.

Kerjasama ini sekaligus menunjukan soliditas Muhammadiyah – ‘Aisyiyah dalam pengembangan sepakbola.

Sumber : https://ashw.umy.ac.id/mahasiswa-fisioterapi-unisa-magang-di-ashw-umy/

5 Pemain Hizbul Wathan Football Club (HWFC) Jawa Timur yang akan berkompetisi di Liga 2 berkunjung ke Klinik Fisioterapi Universitas `Aisyiyah Yogyakarta untuk melakukan Screening, Rabu (22/09).

Setelah kemenangan telak 8-1 atas PS Satria Adikarta dalam laga persahabatan untuk persiapan perhelatan Liga 2, lima pemain HWFC mengalami sedikit gangguan di lututnya. Presiden HWFC Suli Da`im segera mengintruksikan kelima pemainya untuk melakukan screening ke klinik Fisioterapi Unisa Yogyakarta.

“Bersyukur kita mempunyai banyak jejaring di persyarikatan, salah satunya Unisa Yogyakarta ini yang bisa membantu pemain dalam penanganan cedera,” ucap Suli Da`im.

Mohammad Ali Jafar, S.Ftr.,Ftr. selaku dosen Fisoterapi Unisa Yogya menjelaskan dari 5 pemain yang datang melakukan screening, mengalami gangguan dibagian otot hamstring, akan tetapi tidak begitu parah dan dapat ditangani oleh tim fisioterapi dari Unisa Yogya.

Menurut Wimba Sutan salah satu pemain dari HWFC mengatakan setelah mendapatkan screening dari para fisioterapis Unisa Yogyakarta, merasakan berkurang sakit yang dialami pada otot bagian belakang paha.

“Sudah mendingan daripada tadi sebelum mendapatkan perawatan disini, dan sakitnya sudah agak berkurang,” tuturnya. Jafar berharap bukan kali ini saja HWFC datang ke Unisa Yogyakarta, akan tetapi nantinya akan ada kerjasama yang terjalin antara Unisa Yogyakarta dengan HWFC melalui fisioterapi ini.

Universitas `Aisyiyah Yogyakarta kembali menggelar prosesi wisuda Pascasarjana, Sarjana, Diploma secara Offline dan Online di Hall gedung B, Selasa (21/09).

Wisuda yang diikuti 369 wisudawan dan wisudawati dari 3 fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat selaku Rektor Unisa Yogyakarta mengatakan merasa bersukur dapat melaksanakan wisuda periode September 2020/2021 untuk pertama kali secara hybrid terbatas secara online dan secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk tetap melakukan pencegahan penyebaran covid-19, serta sekaligus  untuk memulai mengadaptasikan kebiasaan baru pada kegiatan wisuda periode ini,” ucap Warsiti.

Ketua Umum Pimpinan Pusat `Aisyiyah Dr. Hj. Siti Noordjanah Djohantini, M.M., M.Si. yang juga sekaligus ketua pembina harian Unisa Yogya dalam sambutanya menyampaikan berkat ikhtiar dan jerih payah para wisudawan dimasa kondisi pandemi seperti ini, tetap bisa menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa dan akhirnya dapat merasakan kebahagiaan di hari ini. “Dengan gelar yang sudah didapatkan hari ini, jangan lupa untuk selalu berucap syukur kepada Allah SWT, semoga menjadi bisa bermanfaat bagi diri sendiri juga bagi orang lain,” tutur Noordjanah.