Dunia kerja

Dunia kerja era digital tak lagi ramah bagi lulusan yang hanya bermodal ijazah. Menjawab tantangan global tersebut, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengambil langkah proaktif dengan membekali 330 calon wisudawannya keterampilan esensial sebelum terjun ke masyarakat.

Dunia Kerja

Melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), ratusan mahasiswa ini digembleng dalam ajang Pembekalan Alumni dan Pengembangan Karir 2026. Mengusung tema besar “Mencetak Alumni Sukses, Unggul, Berkarakter dan Profesional”, kegiatan ini digelar di Hall Baroroh Baried pada Selasa (14/4/2026).

Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc., tak main-main dalam menaruh harapan. Ia menegaskan agar para lulusan segera membangun daya saing global di tengah gempuran disrupsi teknologi yang berjalan sangat cepat.

“Saya berharap para alumni mampu menambah keterampilan yang diiringi dengan kemampuan berpikir kritis. Saya ingin kalian mampu membangun kesiapan mental, profesionalisme, tanggung jawab, dan komitmen melalui kegiatan ini,” tegas Mufdlilah memotivasi para peserta.

Untuk memastikan peserta siap tarung merebut peluang karier impian, acara pamungkas jelang wisuda bulan ini mendatangkan sederet narasumber pakar langsung dari Tim Brofesional, KAPA UNISA, hingga jajaran CDC UNISA Yogyakarta.

Unisa

Kabar membanggakan datang dari UNISA Yogyakarta. Tiga mahasiswa inovatif dari Program Studi (Prodi) Bioteknologi sukses mengharumkan nama kampus dengan menyabet medali perak (Silver Medal) di ajang bergengsi The 6th Youth International Science Fair (YISF) 2026.

Mahasiswa UNISA

Tim tangguh yang digawangi oleh Fahmi Febriansah, Alfareza Ahmad, dan Alfia Nur Faiza ini menyoroti tingginya kasus diare di Indonesia akibat infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli). Berangkat dari keresahan tersebut, ketiganya menyulap tanaman liar yakni daun senduduk bulu (Clidemia hirta) menjadi sabun padat antibakteri yang ampuh.

Melalui riset bertajuk “Development of Solid Soap Formulation Antibacterial From Senduduk Bulu Leaf Extract”, mereka menguji ekstrak daun ini dalam berbagai konsentrasi (0% hingga 7%). Hasilnya sangat memuaskan! Sabun racikan mereka terbukti memiliki daya hambat kuat terhadap bakteri E. coli, di mana efektivitasnya makin meningkat seiring penambahan konsentrasi ekstrak.

Tak sekedar ampuh, formula sabun karya mahasiswa UNISA Yogyakarta ini juga dipastikan aman karena telah memenuhi standar mutu fisik dan kimia, meliputi uji pH, homogenitas, hingga stabilitas busa. Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa inovasi herbal lokal mahasiswa Indonesia mampu bersaing tajam di kancah sains global!

Relawan

Guna memperkuat barisan relawan di bidang medis dan kegawatdaruratan, Federation Rescue Health Team (FRESHT) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar regenerasi kepengurusan. Organisasi kemahasiswaan ini resmi melantik Dewan Pembimbing Organisasi (DPO) Angkatan 11 sekaligus mengukuhkan Anggota Baru Angkatan 14.

Relawan

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran pembina, pengurus FRESHT, Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, serta jajaran Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UNISA Yogyakarta.

Kepala BKA UNISA Yogyakarta, Yekti Satriyandari, S.ST., M.Kes., menekankan bahwa penyegaraan kelembagaan ini adalah langkah vital.

“Pelantikan Dewan Pembimbing ini merupakan langkah strategis. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberi arahan, masukan, dan dukungan konkret agar FRESHT berjalan lebih terarah dan profesional,” jelas Yekti.

Tidak hanya DPO, anggota baru angkatan 14 yang dikukuhkan pun merupakan kader tangguh yang telah digembleng lewat proses seleksi dan pembinaan ketat. Lewat pelantikan ini, FRESHT kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai organisasi yang responsif, sigap, dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian masyarakat. Rangkaian kegiatan pelantikan ini ditutup dengan kehangatan sesi foto bersama seluruh peserta.

Kaum rebahan

Masih terjebak zona nyaman kasur setelah libur panjang usai? Hati-hati, gaya hidup kaum rebahan alias kurang gerak bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Di pertengahan tahun 2026 ini, saatnya Sahabat UNISA Yogyakarta mengucapkan selamat tinggal pada status kaum rebahan dan mulai bergerak aktif!

Kaum Rebahan

Saat ini, tren olahraga di kalangan masyarakat tak lagi sekadar rutinitas membosankan, melainkan sudah menjelma menjadi lifestyle yang seru dan menyehatkan. Dua primadona yang kini merajai tren adalah olahraga Padel dan gowes santai.

Bagi pecinta roda dua, gowes santai menyusuri sudut kota menggunakan sepeda lipat andalan seperti Brompton kini menjadi pilihan favorit. Tak butuh persiapan berat, cukup kenakan athletic wear yang nyaman, Sahabat UNISA Yogyakarta bisa membakar kalori sembari menikmati udara segar pagi hari.

Sementara itu, Padel sukses merebut hati anak muda hingga eksekutif. Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini sangat dinamis. Bermain ganda di lapangan tertutup berbahan kaca tak hanya mengasah kelincahan dan kardio, tapi juga menjadi ajang networking dan seru-seruan bareng sahabat.

Yuk, segera siapkan sepatu olahragamu! Pilih gowes santai atau serunya ayunan raket Padel, dan rasakan lonjakan kebugaran tubuh Sahabat UNISA Yogyakarta hari ini juga.

lolos pendanaan

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, sebanyak 25 dosen berhasil lolos pendanaan hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, yang terdiri dari 14 dosen pada skema penelitiandan11 dosen pada skema pengabdian kepada masyarakat.

Lolos Pendanaan

Program hibah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan ini merupakan salah satu instrumen strategis nasional untuk meningkatkan kualitas riset dan pengabdian dosen di perguruan tinggi. Seleksi dilakukan secara ketat melalui proses evaluasi proposal berbasis kualitas, relevansi, serta potensi dampak bagi masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISA Yogyakarta, Dinar Mindrati Fardhani, SP, M.Biotech., Ph.D  menyampaikan bahwa capaian ini menjadi indikator positif meningkatnya daya saing dosen UNISA di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa dosen UNISA Yogyakarta semakin produktif dalam menghasilkan proposal penelitian dan pengabdian yang berkualitas. Ini juga mencerminkan keseriusan kami dalam membangun budaya riset yang kuat dan berdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hibah penelitian yang diperoleh mencakup berbagai bidang unggulan, terutama kesehatan, teknologi, dan sosial humaniora, sejalan dengan positioning UNISA sebagai kampus berbasis kesehatan yang unggul dan berkemajuan.

Sementara itu, pada skema pengabdian kepada masyarakat, program-program yang didanai berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan, edukasi, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Melalui hibah ini, kami berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Begitu pula dengan program pengabdian, harus mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan,” tambah Dinar.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan institusi melalui pendampingan intensif, mulai dari penyusunan proposal hingga proses review internal sebelum diajukan ke tingkat nasional.

Dengan diraihnya pendanaan hibah Kemdiktisaintek 2026 ini, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta semakin memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UNISA untuk terus berinovasi, menghasilkan karya ilmiah berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.