Green campus

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta kembali menghadirkan Sport & Art Every Month (SAE) pada Jumat, 17 April 2026 di Halaman Parkir Gedung Siti Bariyah. Mengusung semangat keberlanjutan, kegiatan kali ini menitikberatkan pada kampanye green campus melalui gerakan kreatif “Buat Kantong Belanjamu Sendiri” dengan metode eco print.

Green Campus

Sejak pagi hari, dosen dan tenaga kependidikan mengikuti senam bersama yang dilanjutkan dengan sarapan bersama dalam suasana penuh keakraban. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah aktivitas eco print, di mana para peserta diajak memanfaatkan dedaunan yang tersedia di lingkungan kampus untuk menciptakan tas belanja ramah lingkungan.

Kepala Biro Humas dan Protokol UNISA Yogyakarta, Sinta Maharani, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kebersamaan, tetapi juga sebagai langkah nyata membangun kesadaran lingkungan di lingkungan kampus.

“Melalui SAE, kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Salah satunya dengan mengajak seluruh pegawai untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui gerakan membuat kantong belanja sendiri berbasis eco print,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan kreatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan alami di sekitar kampus, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana.

Selain eco print, SAE juga diramaikan dengan berbagai kegiatan lain seperti pemeriksaan kesehatan dan BIA, PA Day FIKES, konsultasi Coretax, test drive kendaraan listrik dari BYD, serta Grand Re-Opening kantin kampus. Beragam aktivitas olahraga dan seni seperti voli, basket, bulu tangkis, dan tenis meja turut memberikan ruang bagi peserta untuk tetap aktif dan produktif.

Melalui integrasi antara aktivitas fisik, kreativitas, dan kepedulian lingkungan, SAE tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga memperkuat komitmen UNISA Yogyakarta sebagai kampus yang peduli terhadap keberlanjutan. Gerakan sederhana seperti membawa kantong belanja sendiri pun diharapkan dapat menjadi budaya baru yang berdampak luas, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Greenmetric

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan meraih peringkat 398 dunia dalam UI GreenMetric World University Ranking 2025. Capaian ini menempatkan UNISA Yogyakarta pada peringkat 46 nasional, peringkat 3 perguruan tinggi swasta di DIY, serta peringkat 4 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

GreenMetric

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP)  UNISA Yogyakarta, Suryani, S.Kep., Ns., M.Med.Ed., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan UNISA Yogyakarta dalam mengembangkan kampus yang berwawasan lingkungan, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Peringkat ini menunjukkan bahwa UNISA Yogyakarta konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan kampus, mulai dari kebijakan, infrastruktur, hingga budaya civitas akademika,” ujar Suryani.

UI GreenMetric menilai perguruan tinggi berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya setting and infrastructure, energy and climate change, waste, water, transportation, serta education and research. Menurut Suryani, UNISA Yogyakarta terus memperkuat implementasi green campus melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah terpadu, konservasi air, transportasi ramah lingkungan, serta integrasi isu keberlanjutan dalam pendidikan dan riset.

Ia menambahkan, pencapaian ini juga sejalan dengan arah pengembangan UNISA Yogyakarta sebagai kampus sehat, kampus hijau, dan kampus Islami yang berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Green campus bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan di kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa,” katanya.

Capaian peringkat UI GreenMetric 2025 ini sekaligus memperkuat posisi UNISA Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendukung program Diktisaintek Berdampak, GreenMetric, serta pengakuan internasional melalui berbagai pemeringkatan global.

Ke depan, UNISA Yogyakarta menargetkan peningkatan capaian melalui penguatan inovasi lingkungan, kolaborasi riset berkelanjutan, serta keterlibatan aktif sivitas akademika dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Lahan

Lahan pertanian di perkotaan yang semakin sempit? Tantangan itu coba dijawab tuntas oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Melalui Focus Group Discussion (FGD) “FST Integrated Laboratory”, UNISA menggodok strategi ‘perang’ melawan keterbatasan lahan melalui program inovatif bernama TETANEN.

Gebrakan yang digelar pada Kamis (30/10/25) ini tak main-main. FST UNISA Yogyakarta mengumpulkan lintas sektor, mulai dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Magelang, Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), hingga praktisi media industri.

Lahan Pertanian

Dekan FST UNISA Yogyakarta, Tika Ainunnisa Fitria, ST, MT, Ph.D , menjelaskan Tetanen adalah model inovasi pertanian terpadu berbasis microspace. Program ini menyulap ruang sempit seperti balkon, atap, atau pekarangan untuk menghasilkan pangan.

“Program Tetanen kami rancang untuk mengubah ruang kecil menjadi ruang hidup yang produktif. Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian masa depan tidak harus luas, tetapi harus cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Tika dalam sambutanya.

Inovasi ini menggabungkan teknologi hidroponik, biokompos mini, sensor IoT (Internet of Things), serta sumber energi terbarukan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, SE., M.Si , menyambut dengan antusias. Menurutnya, Tetanen bukan sekedar program akademik, tapi gerakan sosial.

“Microspace bisa menjadi jawaban untuk memperkuat pangan lokal. Hal ini sejalan dengan visi kami mewujudkan kota yang tangguh pangan,” ungkap Sukidi.

Dukungan tak terduga datang dari Dinas PUPR Kota Magelang. Rizqi Dwi Herawati, ST, M.BA (Koordinator Bidang Teknik Tata Bangunan) menyebut Tetanen sebagai paradigma baru yang relevan dengan tata ruang.

“Konsep microspace farming sangat relevan di perkotaan. Kami melihat potensi besar Tetanen menjadi model percontohan Green Building dan Eco Housing ,” puji Rizqi.

Dari sisi komunitas, Ketua JATAM, Hadi Sutrisno, S.IP., M.Si , menegaskan Tetanen adalah wujud Islam yang berkemajuan.

“JATAM siap bersinergi. Model seperti ini bisa memperkuat ekonomi keluarga,” tegasnya.

FGD ini menyepakati beberapa tindak lanjut, termasuk pengembangan prototipe berbasis sensor dan pembentukan jejaring kolaborasi hijau.

Fun run 2025

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Unisa Charity Fun Run 2025, di sekitaran kampus Unisa Yogyakarta, Minggu (12/10/2025). Agenda Unisa Charity Fun Run 2025 ini sebagai wujud komitmen Unisa Yogyakarta sebagai kampus berwawasan kesehatan sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

“Kegiatan Unisa Charity Fun Run 2025 ini memang kami kemas sebagai upaya untuk mencerminkan bagaimana komitmen Unisa menjadi kampus yang berwawasan kesehatan. Kami ingin mendorong sivitas akademika dan juga masyarakat umum untuk mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat,” ujar Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti.

Fun Run 2025

Warsiti menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar acara lari semata, tetapi juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. “Sebagai kampus yang berwawasan kesehatan, kami akan terus mendorong masyarakat dan seluruh sivitas akademika untuk senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat,” ungkap Warsiti.

Warsiti mengatakan tercatat 500 peserta mengikuti kegiatan Unisa Charity Fun Run 2025 ini. Namun, antusiasme masyarakat yang tinggi, sehingga banyak peserta tambahan yang ikut bergabung secara spontan.

Sebagai bagian kepedulian Unisa Yogyakarta terhadap pendidikan, dalam acara ini juga disalurkan donasi sebesar Rp20 juta. Donasi tersebut diserahkan kepada anak-anak berprestasi di Panti Asuhan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat berbagi, sejalan dengan nilai-nilai sosial dan semangat Al-Ma’un yang menjadi spirit universitas ini. Harapannya bantuan ini bisa menjadi stimulus agar mereka terus bersemangat dan berprestasi di masa depan,” jelas Warsiti.

Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWA DIY), Sri Handayani menyampaikan apresiasi atas perhatian Unisa Yogyakarta terhadap pendidikan anak-anak panti asuhan. 

“Kami sangat bahagia atas perhatian yang diberikan Unisa Yogyakarta kepada anak-anak kami yang memang membutuhkan dukungan. Mereka tinggal di asrama, jauh dari orang tua, dan bahkan beberapa di antara mereka tidak memiliki keluarga yang dapat hadir atau membantu,” kata Sri.

Sri mengungkapkan bahwa bantuan dari Unisa Yogyakarta ini sangat bermanfaat bagi generasi muda. “Pendidikan merupakan penopang masa depan dan menjadi kunci bagi kehidupan yang lebih baik dan sukses. Terutama bagi anak-anak yang selama ini mungkin terabaikan,” kata Sri.

Sri juga mengharapkan Unisa Yogyakarta dapat semakin maju dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat. “Harapannya juga ke depan panti-panti yang lain mendapat pendampingan dari Unisa Yogyakarta,” harap Sri.

Diketahui kegiatan Unisa Charity Fun Run 2025 ini bagian dari Unisa Festival, yang merupakan rangkaian Milad Unisa Yogyakarta ke-34. Sebelumnya berbagai kegiatan juga digelar seperti penanaman pohon, Internasional Culture Festival, dan Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Makan bergizi gratis

Ribuan siswa di Kapanewon Kasihan, Bantul, bakal segera menikmati program makan bergizi gratis. Hal ini menyusul langkah Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kasihan yang turun tangan mendukung program pemerintah, dengan menggandeng Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sebagai mitra utama.

Makan Bergizi Gratis di Bantul

Dalam sosialisasi yang digelar di Masjid Husnul Khotimah, Kasihan, Senin (29/9) lalu, terungkap bahwa program ini akan menyasar 4.014 anak. Sasarannya pun luas, mulai dari siswa PAUD dan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) hingga siswa SD, SMP, dan SMA, baik dari sekolah Muhammadiyah maupun negeri.

Wakil Rektor II UNISA Yogyakarta, Dr. Yuli Isnaeni, menyatakan bahwa UNISA mendapat mandat langsung dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah untuk membantu realisasi program ini. Menurutnya, ini bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari dakwah.

“Kegiatan pemberian makanan bergizi gratis ini merupakan bagian dari da’wah ‘Aisyiyah,” ujar Yuli.

Untuk menyukseskan program masif ini, saat ini tengah disiapkan sebuah dapur pusat atau Satuan Penanganan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan dijalankan oleh para relawan.

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Siti Noordjannah Djohantini, yang hadir sebagai pembicara kunci menegaskan bahwa tujuan ‘Aisyiyah bukanlah mencari keuntungan. “‘Aisyiyah dalam mendorong program ini bukan bertujuan untuk mencari untung, tapi justru turut menyumbangkan materi maupun tenaga untuk berjuang memberikan makanan bergizi bagi anak-anak,” tegasnya. Tujuannya satu, yakni turut mencerdaskan generasi penerus bangsa melalui gizi yang baik.