UNISA Yogyakarta Kukuhkan Komitmen Moral Melalui Janji Pra Ners
Dengan balutan seragam berwarna putih, sebanyak 176 mahasiswa keperawatan Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta angkatan 21 telah resmi mengucapkan janji pra ners dengan penuh tekad dan tanggung jawab sebagai langkah awal untuk melakukan penerapan ilmu secara langsung dalam pengabdian kepada masyarakat melalui instansi mitra terkait, pada Jumat, 17 April 2026.
Janji Pra Ners
Selama sepuluh bulan ke depan, mahasiswa akan melakukan tahapan praktik di berbagai pelayanan kesehatan mitra UNISA yang tersebar di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Lokasi praktik tersebut meliputi: RSUP Dr. Sardjito, RS PKU Muhammadiyah Gamping, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS Bagas Waras Klaten, dan sejumlah instansi kesehatan lainnya.
Ketua Program Studi Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners FIKes UNISA Yogyakarta, Dr. Sarwinanti, S.Kep., Ners, M.Kep., Sp.Mat. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan sebuah kegiatan sakral akademik, etik, serta komitmen moral.
“Tujuannya adalah untuk menanamkan komitmen terhadap kode etik, kerahasiaan pasien, serta integritas profesional yang berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam setiap tindakan medis yang dilakukan. Hal tersebut menjadi ciri khas almamater UNISA diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis dan religius,” ujar Sarwinanti.
Ia juga berpesan dengan penuh harap agar para mahasiswa senantiasa mengasah empati di samping keterampilan klinis. Selain itu, mahasiswa diminta untuk melayani masyarakat dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin dan menjadikan setiap tindakan medis sebagai ladang ibadah sekaligus ruang untuk terus mengembangkan diri.
Momentum ini meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa. Ketua angkatan profesi keperawatan, Dedi Darmawan, mengakui adanya beban moral besar kini telah dipikul di pundak mereka.
“Ketika mulut mulai mengikrarkan janji dan sumpah, tentunya saya pribadi merasa gugup, karena beban yang akan kami tanggung itu untuk seumur hidup. Namun, setelah selesai, rasa lega dan syukur menyelimuti diri saya karena akhirnya bisa mencapai titik ini,” ujar Dedi dengan penuh haru.
Sebagai penutup acara, mahasiswa menerima pembekalan teori terkait etika profesi, komunikasi efektif, serta kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja di bidang kesehatan yang dibawakan oleh Bapak Tri Prabowo, S.Kep., Ns., M.SC selaku ketua DPW PPNI DIY. Pembekalan ini dinilai penting karena sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan di lapangan.














Leave a Reply
Want to join the discussionFeel free to contribute!