UNISA Yogyakarta dan YKAKI Dorong Deteksi Dini Kanker Anak Melalui Sosialisasi Edukasi

, , ,
Kanker

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta bersama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Edukasi Periode II Serial 20 pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang bertajuk “Pengetahuan Gejala & Tanda Dini Kanker pada Anak serta Manajemen Paliatif Kanker pada Anak” ini diselenggarakan di Hall Siti Baroroh, Lantai 4, Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Kanker

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Cabang YKAKI Yogyakarta, Eka Wibawa, serta jajaran akademika Unisa Yogyakarta, di antaranya Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan. Kegiatan ini turut diikuti secara luas oleh peserta webinar dari berbagai cabang YKAKI di seluruh Indonesia, mahasiswa Unisa dari berbagai bidang studi khususnya Keperawatan dan Kebidanan, serta beberapa perwakilan dari Universitas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dua narasumber ahli hadir memberikan edukasi dalam kegiatan ini, yaitu Dokter Hermatologi Onkologi Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Alexandra Widita Swipratami Pangarso, dan Perawat Bangsal Kanker Anak Asoka RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Putry Nur Faidah.

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Yogyakarta, Wantonoro menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang sangat berarti, khususnya bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang kelak akan berhadapan langsung dengan pasien kanker. Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang hadir dan menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan potongan biaya bagi yang berminat melanjutkan studi ke jenjang S2 Keperawatan UNISA Yogyakarta.

Kepala Cabang YKAKI Yogyakarta, Eka Wibawa, menjelaskan bahwa YKAKI bergerak dalam bidang pendampingan dan bimbingan bagi anak-anak yang didiagnosis kanker. “Tentunya dukungan ini tak hanya bersifat dukungan dalam bentuk medis, namun kami juga berusaha memberikan dukungan dalam segi mental dan psikologis kepada pasien sehingga pasien dan keluarga dapat melewati penyakit ini bersama-sama,” ungkapnya.

Eka juga berharap agar para mahasiswa kesehatan yang kelak menjadi tenaga medis dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara menyeluruh, karena pasien tidak hanya membutuhkan penanganan dari sisi medis, tetapi juga dukungan dari sisi psikologis.

Dalam sesi pertama, Putry Nur Faidah menyampaikan pentingnya peran tenaga medis dalam pendampingan paliatif. “Ketika anak sudah terdiagnosis kanker, fokus penanganan bukan lagi semata-mata pada kesembuhan, melainkan pada bagaimana kita sebagai tenaga medis dapat membantu meringankan rasa sakit yang dialami pasien, memberikan semangat hidup, memberikan kenyamanan, serta menjaga kualitas hubungan pasien dengan keluarganya hingga akhir hayat,” tuturnya.

Sementara itu, dalam sesi kedua, Alexandra memaparkan bahwa kanker pada anak jauh lebih berbahaya dibandingkan kanker pada orang dewasa. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting. Beliau menjelaskan bahwa banyak orang tua yang terlambat mengetahui kondisi anaknya karena anak-anak cenderung tidak peka terhadap rasa sakit dan belum mampu mengungkapkan keluhannya secara jelas, sehingga penanganan sering kali terlambat dilakukan. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung antusias antara peserta dan narasumber, diikuti dengan sesi dokumentasi bersama.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *