Tingkatkan Mutu Pendidikan, Unisa Yogyakarta dan AIPTLMI Gelar Workshop
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar Workshop Item Development dan Item Review Kompetensi Imunoserologi di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Kamis (7/5/2026). Agenda ini bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tenaga Tinggi Laboratorium Medis Indonesia (AIPTLMI) Regional IV.
Workshop
Kegiatan tersebut diikuti dosen dan akademisi Teknologi Laboratorium Medis dari berbagai perguruan tinggi di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Workshop dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan mutu penyusunan soal dan evaluasi pembelajaran, khususnya pada bidang imunoserologi.
Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Anjarwati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian asosiasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tenaga laboratorium medik.
“Kami dari Fakultas Ilmu Kesehatan tentunya sangat mengapresiasi kegiatan workshop ini, karena menunjukkan semangat asosiasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mutu lulusan tidak bisa hanya dilihat saat uji kompetensi, tetapi harus dipersiapkan sejak sekarang, termasuk melalui penyiapan soal-soal yang berkualitas,” kata Anjarwati.
Dia menilai kegiatan tersebut penting untuk memastikan lulusan Teknologi Laboratorium Medis memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. “Harapannya, soal-soal yang dihasilkan dari seluruh institusi dapat mewakili mutu pendidikan di semua lini dalam rangka mencetak tenaga laboratorium medik yang kompeten,” tambahnya.
Ketua AIPTLMI Regional IV wilayah DIY–Jawa Tengah, Herlisa Anggraini mengatakan workshop tersebut merupakan kegiatan keempat dari tujuh bidang kompetensi yang ada di Teknologi Laboratorium Medis. “Di dunia TLM ada tujuh bidang kompetensi dan ini merupakan kegiatan keempat. Kegiatan berikutnya akan dilaksanakan di Solo untuk bidang patologi, serta di Kudus untuk toksikologi dan sitologi,” ujarnya. Menurut Anggraini, workshop tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun soal uji kompetensi nasional yang berkualitas dan sesuai standar. “Harapan kami, dosen-dosen di Regional IV memiliki kompetensi lebih dalam penyusunan soal uji kompetensi. Ke depan, siapa pun dosen yang mampu membuat soal berkualitas harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi,” pungkasnya.














Leave a Reply
Want to join the discussionFeel free to contribute!