Gandeng Gojek, UNISA Yogyakarta Luncurkan Layanan Fisioterapi Digital Gratis
Dalam upaya memperluas akses layanan kesehatan promotif dan preventif berbasis teknologi, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta), Lumira Link Finlandia, dan Gojek berkolaborasi dalam pengembangan program wellness terintegrasi yang menghadirkan layanan cek kesehatan gratis serta penguatan akses fisioterapi bagi masyarakat Indonesia, Kamis (25/06/2026).
Fisioterapi
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, khususnya pada aspek pencegahan gangguan muskuloskeletal, pengelolaan kelelahan (fatigue management), serta peningkatan kualitas hidup melalui pendekatan berbasis digital.
Dalam inisiatif ini, Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta berperan sebagai mitra pengembangan konten aplikasi bersama Lumira Link Finlandia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan pengembangan platform dilakukan berdasarkan evidence-based practice dan kebutuhan pengguna di lapangan.
Keterlibatan akademisi dan praktisi fisioterapi menjadi salah satu penguatan utama dalam pengembangan program. Muh. Irfan, M.Fis, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat IFI sekaligus dosen Program Studi Fisioterapi FIKes UNISA Yogyakarta, turut berkontribusi dalam penguatan arah strategis dan pengembangan substansi layanan fisioterapi pada program ini.
Sementara itu, Hilmi Zadah Faidullah, M.Sc., Ph.D (PT), COESp berperan sebagai konsultan fatigue management dengan fokus pada penyusunan pendekatan pengelolaan kelelahan yang adaptif, edukatif, dan berbasis kebutuhan pengguna untuk mendukung kesehatan dan produktivitas masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, seluruh pihak berharap dapat:
* meningkatkan literasi kesehatan masyarakat,
* memperluas akses layanan fisioterapi secara nasional,
* mendukung deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan,
* menghadirkan solusi digital yang lebih inklusif,
* serta memperkuat transformasi layanan kesehatan berkelanjutan di Indonesia.
Kemitraan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, industri teknologi kesehatan, dan sektor layanan digital dalam membangun ekosistem wellness yang lebih mudah diakses, terukur, dan berdampak.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, preventif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tutup pernyataan bersama para mitra.









































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!