Pembukaan Audit Mutu Internal 2026, UNISA Perkuat Budaya Mutu Berkelanjutan
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta secara resmi membuka kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 pada Kamis (2/7/2026) di Ruang Meeting Gedung Siti Moendjiyah. Mengusung tema “AMI 2026: Penguatan Budaya Mutu Berkelanjutan dan Tata Kelola Mewujudkan UNISA Yogyakarta sebagai Kampus Berdampak”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan struktural di lingkungan UNISA Yogyakarta.
Audit Mutu
Audit Mutu Internal merupakan agenda strategis universitas untuk memastikan sistem penjaminan mutu berjalan secara efektif sekaligus menjadi instrumen evaluasi dalam mendorong budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Melalui AMI, universitas juga memastikan ketercapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT), pemenuhan standar akreditasi, serta implementasi standar ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018.
Dalam sambutannya, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., mengajak seluruh pimpinan untuk menjadikan AMI bukan sekadar agenda administratif, tetapi sebagai momentum refleksi dan transformasi organisasi.
“Satu hal yang perlu kita renungkan bersama, setiap hari energi para pimpinan kita habiskan untuk apa? Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas. Energi kita juga harus digunakan untuk berdiskusi dan mendialogkan bagaimana mengembangkan kampus agar semakin unggul,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap program studi dan unit kerja perlu terus mengidentifikasi serta memperkuat keunggulan yang dimiliki. Keunggulan tersebut tidak hanya harus terlihat secara administratif, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, masyarakat, maupun para pemangku kepentingan.
“Apakah keunggulan itu sudah tampak? Apakah sudah dirasakan? Hal-hal seperti ini harus terus kita dialogkan. UNISA memiliki modal besar berupa ekosistem Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Namun, modal tersebut juga dimiliki oleh perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah lainnya. Karena itu kita harus memiliki keunggulan kompetitif yang menjadi ciri khas UNISA,” tegasnya.
Rektor juga menekankan bahwa Audit Mutu Internal harus menjadi ruang evaluasi yang dilakukan secara objektif dan jujur. Melalui proses audit, setiap unit diharapkan mampu melihat kondisi riil organisasi, mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan, serta menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata.
“AMI adalah wahana untuk mengevaluasi diri secara jujur. Apakah yang kita lakukan sudah benar-benar baik? Apakah sudah memberikan dampak? Apa inovasi yang sudah kita hadirkan? Harapan saya, AMI menjadi wahana perubahan menuju kondisi yang lebih baik,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Warsiti juga menyampaikan perkembangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Hingga awal Juli 2026, jumlah mahasiswa baru yang telah diterima mencapai 1.635 orang atau sekitar 60 persen dari target universitas sebanyak 2.340 mahasiswa. Ia mengajak seluruh unit untuk terus bersinergi dalam mendukung pencapaian target tersebut.
Kepada para auditor internal, Rektor berpesan agar proses audit tidak hanya berfokus pada temuan, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi konstruktif yang dapat menjadi peluang perbaikan bagi setiap unit.
“Saya berharap para auditor dapat melakukan evaluasi secara objektif sekaligus memberikan masukan yang membuka peluang-peluang perbaikan bagi unit yang diaudit,” pesannya.
Di akhir sambutan, Rektor juga menginformasikan bahwa Rencana Strategis (Renstra) UNISA Yogyakarta yang baru akan mulai disosialisasikan pada Rapat Kerja Akhir Tahun (RKAT) bulan Agustus mendatang sebagai arah baru pengembangan universitas.






































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!