Kartini masa kini

Suasana wisuda Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Kamis (16/4/2026) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan terasa berbeda, di balik prosesi akademik yang khidmat, terselip sebuah gerakan reflektif yang menyentuh: kampanye “Kartini Masa Kini”.

Kartini Masa Kini

Dalam momen tersebut, para wisudawan tidak hanya menerima gelar akademik, tetapi juga menyuarakan harapan, komitmen, dan cita-cita mereka melalui lembaran kertas yang mereka angkat bersama. Dengan kalimat pembuka sederhana namun bermakna, “Aku sebagai Kartini masa kini, akan…”, setiap lulusan menuliskan peran yang ingin mereka jalankan di tengah masyarakat.

Berbagai pesan tertulis pun muncul, mulai dari komitmen memberikan pelayanan kesehatan dengan sepenuh hati, menjadi pribadi yang tangguh dan terus bertumbuh, hingga harapan untuk tetap menjadi cahaya di tengah tantangan kehidupan. Ungkapan-ungkapan tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang yang telah mereka lalui selama menempuh pendidikan.

Kampanye ini mengusung semangat “Kartini Masa Kini: Berdaya untuk Sesama, Peduli untuk Bumi”, yang menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian. Para lulusan diajak untuk memahami bahwa ilmu yang mereka miliki harus memberi dampak nyata, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.

Inspirasi dari sosok R.A. Kartini menjadi benang merah dalam kampanye ini. Kartini tidak hanya dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai simbol keberanian berpikir, bersuara, dan memperjuangkan perubahan. Nilai tersebut selaras dengan semangat ‘Aisyiyah yang mendorong perempuan untuk berilmu, berakhlak, dan berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial.

Melalui tayangan refleksi yang ditampilkan dalam prosesi wisuda, para hadirin diajak menyelami perjalanan para wisudawan tentang perjuangan, keraguan, hingga keteguhan yang akhirnya mengantarkan mereka pada hari bersejarah ini. Suara hati para lulusan menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan memiliki cerita dan makna yang mendalam.

Wisudawan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menyelenggarakan acara wisuda bagi 345 wisudawan di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Kamis (16/4/2026). Prosesi berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, tamu undangan, serta orang tua wisudawan.

Wisudawan

Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti,S.Kp., M.Kep., Sp.Mat.,  dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian para lulusan merupakan hasil kerja keras yang patut diapresiasi. Dari total 345 wisudawan, sebanyak 77 persen di antaranya meraih predikat cumlaude. Ia menegaskan bahwa keberhasilan akademik tersebut harus diiringi dengan kesiapan menghadapi dunia nyata.

“Di dunia kerja, yang ditanya bukan hanya IPK, tetapi apa yang bisa dilakukan, bagaimana kemampuan berkolaborasi, daya juang saat menghadapi kegagalan, serta integritas saat tidak ada yang melihat,” ungkapnya.

Rektor juga menambahkan bahwa UNISA Yogyakarta terus berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif melalui berbagai program penguatan kompetensi, seperti pelatihan tersertifikasi, pembelajaran kolaboratif interprofesi (IPE), hingga penanaman nilai integritas berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Selain itu, UNISA tengah mengembangkan program studi baru, termasuk S2 Fisioterapi dan rencana program doktoral kebidanan.

Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D, dalam sambutannya memberikan pesan penting kepada para lulusan. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan almamater serta menjaga nama baik UNISA di tengah masyarakat.

“Setelah wisuda ini, saudara memiliki tugas baru, yaitu menjaga nama baik almamater. Teruslah berkomunikasi dengan UNISA Yogyakarta, karena jejaring alumni sangat penting untuk perkembangan karier,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih UNISA, mulai dari capaian pengembangan program studi baru yaitu program Magister Fisioterapi, profesi arsitek, hingga keberhasilan dosen sebagai guru besar dan dalam meraih pendanaan hibah serta prestasi tenaga kependidikan.

Sementara itu, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Dr. apt., Salmah Orbayinah, M.Kes., mengajak para wisudawan untuk menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, lulusan tidak hanya dituntut kompeten, tetapi juga harus mampu memberikan dampak.

“Kini saatnya kalian menyebarkan manfaat sesuai keilmuan. Pertanyaannya, apakah ilmu yang diperoleh benar-benar bisa menyelesaikan persoalan di masyarakat?” tuturnya.

Ia juga mengangkat inspirasi dari sosok R.A. Kartini sebagai pelopor pemikiran kemajuan perempuan, serta Nyai Walidah Dahlan sebagai penggerak dakwah melalui aksi nyata di ‘Aisyiyah. Keduanya menjadi simbol penting antara gagasan dan gerakan dalam memajukan perempuan dan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan era Industri 5.0 yang menuntut kolaborasi antara manusia dan teknologi. Oleh karena itu, lulusan diharapkan memiliki empat kompetensi utama, yaitu kompetensi teknis (termasuk literasi digital dan AI), kompetensi perilaku (soft skills dan etika), kemampuan kolaborasi lintas disiplin, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Prosesi wisuda ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu, nilai, dan integritas, para wisudawan UNISA Yogyakarta diharapkan mampu menjadi insan yang membawa manfaat luas.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam penutup sambutan Rektor, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

Desain

Di era disrupsi teknologi, skill desain visual tak lagi eksklusif milik desainer profesional. Siapapun kini dituntut kreatif menyajikan informasi publik. Menjawab tantangan tersebut, Biro Humas dan Protokol (BHP) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar pelatihan desain grafis bertajuk “Semua Bisa dengan Canva”.

Desain Canva dan PPT

Acara yang berlangsung interaktif ini digelar di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah, Selasa (14/04/2026). Sebanyak 50 peserta tampak antusias mengikuti arahan langsung dari dua narasumber ahli, yakni Safrilul Ulum dan Rian Revinaldi.

Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. M. Ali Imron, M.Fis., dalam sambutannya menyoroti pesatnya arus informasi yang memaksa setiap individu untuk terus upgrade keahlian demi menjaga daya saing di dunia kerja.

“Belajar Canva pada hari ini akan lebih meningkatkan sustainability. Sekarang perangnya adalah perang karya digital, dan anda semua sedang menuju ke dunia yang membuka luas peluang untuk berkarya,” tegas Imron memberi semangat para peserta.

Pelatihan ini didesain anti-bosan dan tanpa basa-basi. Tak sekadar duduk mendengarkan teori, puluhan peserta langsung diajak turun gunung mempraktikkan bedah ide, meracik visual, hingga membuat layout presentasi (PPT) yang estetis dan profesional. Lewat pelatihan ini, BHP UNISA Yogyakarta siap mencetak ahli digital yang lebih kreatif!

Unisa

Kabar membanggakan datang dari UNISA Yogyakarta. Tiga mahasiswa inovatif dari Program Studi (Prodi) Bioteknologi sukses mengharumkan nama kampus dengan menyabet medali perak (Silver Medal) di ajang bergengsi The 6th Youth International Science Fair (YISF) 2026.

Mahasiswa UNISA

Tim tangguh yang digawangi oleh Fahmi Febriansah, Alfareza Ahmad, dan Alfia Nur Faiza ini menyoroti tingginya kasus diare di Indonesia akibat infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli). Berangkat dari keresahan tersebut, ketiganya menyulap tanaman liar yakni daun senduduk bulu (Clidemia hirta) menjadi sabun padat antibakteri yang ampuh.

Melalui riset bertajuk “Development of Solid Soap Formulation Antibacterial From Senduduk Bulu Leaf Extract”, mereka menguji ekstrak daun ini dalam berbagai konsentrasi (0% hingga 7%). Hasilnya sangat memuaskan! Sabun racikan mereka terbukti memiliki daya hambat kuat terhadap bakteri E. coli, di mana efektivitasnya makin meningkat seiring penambahan konsentrasi ekstrak.

Tak sekedar ampuh, formula sabun karya mahasiswa UNISA Yogyakarta ini juga dipastikan aman karena telah memenuhi standar mutu fisik dan kimia, meliputi uji pH, homogenitas, hingga stabilitas busa. Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa inovasi herbal lokal mahasiswa Indonesia mampu bersaing tajam di kancah sains global!

Relawan

Guna memperkuat barisan relawan di bidang medis dan kegawatdaruratan, Federation Rescue Health Team (FRESHT) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar regenerasi kepengurusan. Organisasi kemahasiswaan ini resmi melantik Dewan Pembimbing Organisasi (DPO) Angkatan 11 sekaligus mengukuhkan Anggota Baru Angkatan 14.

Relawan

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran pembina, pengurus FRESHT, Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, serta jajaran Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UNISA Yogyakarta.

Kepala BKA UNISA Yogyakarta, Yekti Satriyandari, S.ST., M.Kes., menekankan bahwa penyegaraan kelembagaan ini adalah langkah vital.

“Pelantikan Dewan Pembimbing ini merupakan langkah strategis. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberi arahan, masukan, dan dukungan konkret agar FRESHT berjalan lebih terarah dan profesional,” jelas Yekti.

Tidak hanya DPO, anggota baru angkatan 14 yang dikukuhkan pun merupakan kader tangguh yang telah digembleng lewat proses seleksi dan pembinaan ketat. Lewat pelantikan ini, FRESHT kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai organisasi yang responsif, sigap, dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian masyarakat. Rangkaian kegiatan pelantikan ini ditutup dengan kehangatan sesi foto bersama seluruh peserta.