345 Wisudawan UNISA Yogyakarta Resmi Dikukuhkan, Siap Hadapi Tantangan Era Industri 5.0
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menyelenggarakan acara wisuda bagi 345 wisudawan di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Kamis (16/4/2026). Prosesi berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, tamu undangan, serta orang tua wisudawan.
Wisudawan
Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti,S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian para lulusan merupakan hasil kerja keras yang patut diapresiasi. Dari total 345 wisudawan, sebanyak 77 persen di antaranya meraih predikat cumlaude. Ia menegaskan bahwa keberhasilan akademik tersebut harus diiringi dengan kesiapan menghadapi dunia nyata.
“Di dunia kerja, yang ditanya bukan hanya IPK, tetapi apa yang bisa dilakukan, bagaimana kemampuan berkolaborasi, daya juang saat menghadapi kegagalan, serta integritas saat tidak ada yang melihat,” ungkapnya.
Rektor juga menambahkan bahwa UNISA Yogyakarta terus berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif melalui berbagai program penguatan kompetensi, seperti pelatihan tersertifikasi, pembelajaran kolaboratif interprofesi (IPE), hingga penanaman nilai integritas berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Selain itu, UNISA tengah mengembangkan program studi baru, termasuk S2 Fisioterapi dan rencana program doktoral kebidanan.
Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D, dalam sambutannya memberikan pesan penting kepada para lulusan. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan almamater serta menjaga nama baik UNISA di tengah masyarakat.
“Setelah wisuda ini, saudara memiliki tugas baru, yaitu menjaga nama baik almamater. Teruslah berkomunikasi dengan UNISA Yogyakarta, karena jejaring alumni sangat penting untuk perkembangan karier,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih UNISA, mulai dari capaian pengembangan program studi baru yaitu program Magister Fisioterapi, profesi arsitek, hingga keberhasilan dosen sebagai guru besar dan dalam meraih pendanaan hibah serta prestasi tenaga kependidikan.
Sementara itu, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Dr. apt., Salmah Orbayinah, M.Kes., mengajak para wisudawan untuk menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, lulusan tidak hanya dituntut kompeten, tetapi juga harus mampu memberikan dampak.
“Kini saatnya kalian menyebarkan manfaat sesuai keilmuan. Pertanyaannya, apakah ilmu yang diperoleh benar-benar bisa menyelesaikan persoalan di masyarakat?” tuturnya.
Ia juga mengangkat inspirasi dari sosok R.A. Kartini sebagai pelopor pemikiran kemajuan perempuan, serta Nyai Walidah Dahlan sebagai penggerak dakwah melalui aksi nyata di ‘Aisyiyah. Keduanya menjadi simbol penting antara gagasan dan gerakan dalam memajukan perempuan dan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan era Industri 5.0 yang menuntut kolaborasi antara manusia dan teknologi. Oleh karena itu, lulusan diharapkan memiliki empat kompetensi utama, yaitu kompetensi teknis (termasuk literasi digital dan AI), kompetensi perilaku (soft skills dan etika), kemampuan kolaborasi lintas disiplin, serta semangat belajar sepanjang hayat.
Prosesi wisuda ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu, nilai, dan integritas, para wisudawan UNISA Yogyakarta diharapkan mampu menjadi insan yang membawa manfaat luas.
Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam penutup sambutan Rektor, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”














Leave a Reply
Want to join the discussionFeel free to contribute!