Peran Konkrit Mahasiswa UNISA Yogyakarta dalam Membangun Sektor Pariwisata di Masa Pandemi melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D)

Himpunan Mahasiswa Bioteknologi (Himabitek) Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta berhasil meraih Hibah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) untuk pendanaan tahun 2021. Pelaksanaan hibah ini resmi dimulai sejak sosialisasi awal pada Senin (16/8). Judul yang diusung oleh tim HIMABITEK adalah Provesi Mantap : Program Diversifikasi Produk Olahan Salak dan Manajemen Tata Kelola Pariwisata Berbasis Lingkungan sebagai Upaya Revitalisasi Desa Agrowisata Salak Ledoknongko, Desa Bangunkerto, Kabupaten Sleman Yogyakarta.

“Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak pada berbagai sektor pembangunan salah satunya sektor pariwisata, termasuk Desa Agrowisata Salak Ledoknongko ini. Hal tersebut tentunya mempengaruhi kondisi perekonomian masyarakat sekitarnya,” jelas Viko Aldi Putra, ketua tim PHP2D HIMABITEK Unisa Yogyakarta. Viko menambahkan bahwa kebijakan untuk mematuhi protokol kesehatan mengakibatkan turunnya angka kunjungan wisatawan di desa yang mengunggulkan produk salak organiknya ini. Hal ini diperburuk dengan harga salak yang tidak stabil bahkan mencapai Rp1.000,00 per kilogram untuk harga terendahnya ketika musim panen. Kegiatan PHP2D yang dilaksanakan akan berfokus pada dua hal yaitu yang pertama peningkatan nilai jual salak melalui diversifikasi produk olahannya. Kemudian yang kedua adalah peningkatan manajemen tata kelola pariwisata berbasis lingkungan termasuk upaya sertifikasi CHSE yang dikeluarkan oleh Kemenparekraf untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

“Keberhasilan tim Himabitek dalam meraih hibah ini akan menjadi peluang yang luar biasa bagi mahasiswa untuk pengembangan dirinya. Terlebih lagi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang terintegrasi dalam hibah ini juga semakin menambah kebermanfaatannya bagi mahasiswa,” jelas Arif Bimantara, pembimbing tim PHP2D Himabitek Unisa Yogyakarta, saat ditemui menyampaikan. Arif menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi konkrit kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat sekitar akibat pandemi COVID-19 yang tertuang dalam kreatifitas inovasi yang aplikatif. Keterlibatan anak muda yang produktif dan kreatif, khususnya mahasiswa, mutlak dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi ini. Unisa Yogyakarta selama ini dikenal sebagai kampus yang sangat memberikan perhatian kepada mahasiswa untuk memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat serta mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi. Hal ini didukung dengan dosen-dosen yang sangat peduli mendampingi mahasiswa dalam kompetisi yang sedang diikuti (ab).

Undang Pengusaha Eksportir Handycraft, 10 Persen Lulusan UNISA Yogya Ditarget Jadi Entrepreneur

Sabtu, 20 November 2021, Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogakarta, mengadakan Workshop UNISA Preneur dengan tema “Manajemen Usaha dan Quality Control”. Bersama narasumber Ali Riza,M.H.,MAP.,M.Ak., selaku pemilik perusahaan Maza Deco. Diikuti oleh Mahasiswa lolos hibah UNISA Preneur dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan UNISA Yogya secara hybrid.

Ali Riza dalam pemaparannya menjelaskan salah satu hal penting dalam berwirausaha adalah membangun relasi. “Karena kekuatan bisnis itu adalah jaringan”, ucap Ali Riza. Jaringan tersebut bisa bermanfaat untuk kita mendapatkan suplai bahan, customer, dan juga promosi.

Hal yang cukup menarik dalam agenda ini, seluruh mahasiswa telah memiliki atau memulai usahanya masig-masing, secara individu maupun bersama rekan dan latar belakang Program Studi tidak hanya dari Manajamen ataupun Akuntansi, namun ada dari Prodi Gizi, Bioteknologi, Arsitektur, Keperawatan hingga Kebidanan.

Rencananya Workshop UNISA Preneur tidak berhenti disini, namun masih ada 3 sesi selanjutnya dengan tema yang berbeda.

Kolaborasi dengan La Trobe University, UNISA Yogyakarta raih Australia Indonesia Institute Grants

Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali meraih hibah pendanaan dari Lembaga Internasional (19/11/2021). Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh Dr Dina Afrianty dari La Trobe University. Hibah tersebut diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Hon Marise Payne. Program Kerja sama antara La Trobe University dan UNISA Yogyakarta termasuk dalam 13 proposal yang berhasil menerima hibah.

“Dengan senang hati saya mengabarkan bahwa proposal yang diajukan La Trobe dinyatakan berhasil! Alhamdulillah. Semoga ini menjadi awal dari berbagai kegiatan dan kerjasama lain antara UNISA Yogyakarta dan La Trobe” Ujar Dina melalui pesan email.

La Trobe dan UNISA Yogyakarta bermitra dalam proyek bertajuk “Fostering inclusive approaches to health equity in Indonesia”. Proyek ini didukung oleh Australia-Indonesia Institute, Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri Australia. Total besar grant yang diterima adalah 49.000 AUD (sekitar 490 juta).

“Proyek ini sangat relevan dengan  visi Unisa Yogyakarta sebagai kampus yang berwawasan kesehatan. Unisa Yogyakarta berkomitmen  mengembangkan kampus sehat (health promoting university/HPU), yang  salah satu tema dari implementasi HPU adalah pembentukan lingkungan hidup sehat, aman dan ramah disabilitas. Oleh karenanya,  kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh proyek ini. Kami berharap Kerjasama dengan LTU ini akan terus dapat ditingkatkan untuk kepentingan kepentingan yang lebih luas lagi” Ujar Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat,.

La Trobe University (LTU) Australia merupakan salah satu mitra internasional UNISA Yogyakarta yang secara langsung pernah dikunjungi oleh Rektor Unisa dan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah di awal tahun 2019 saat rombongan melakukan kunjungan ke Australia. Dengan diterimanya grant ini, diharapkan kebermanfaatan kerjasama antara Unisa Yogyakarta dan LTU dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak, termasuk oleh kaum difabel.

“Proyek ini akan memberikan informasi kepada mahasiswa keperawatan dan kebidanan serta pendidik tentang hak-hak penyandang disabilitas atas layanan kesehatan, dan prinsip-prinsip praktik kesehatan inklusif.” Ujar oleh Dr Dina Afrianty.

Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu training untuk dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan dan Program Studi Kebidanan dalam memberikan layanan kesehatan asuhan  asuhan yang ramah bagi orang dengan disabilitas. Rencananya, Proyek ini akan melibatkan program pelatihan pada Mei 2022 dan bersifat multidisiplin, berkolaborasi dengan Associate Provost (Internasional) Sonia Reisenhofer dan Profesor Lisa McKenna (Keperawatan dan Kebidanan). Harapannya, dosen dan mahasiswa yang berpartisipasi dalam program training dapat menjadi advokat serta menjadi teladan dalam memberikan asuhan keperawatan dan kebidanan yang bersifat inklusif, ramah dan sensitif terhadap kebutuhan kaum difabel. Kami juga berharap jangka Panjang dari kerjasama dengan LTU ini bisa diperluas dalam bentuk kegiatan lainnya yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh seluruh dosen dan sivitas akademik di UNISA Yogyakarta” Ujar Cesa Pratiwi, Kepala Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI).

Kunjungi Unisa Yogyakarta, Menteri PPPA Apresiasi Kampus Perempuan Berkemajuan

Universitas `Aisyiyah Yogyakarta mendapatkan kunjungan dari I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si, selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Kamis (18/11).

Merupakan agenda dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta, salah satunya untuk bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat `Aisyiyah (PPA) Dr.Hj. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si beserta jajaranya ,di kampus Unisa Yogyakarta.

Noordjannah mengatakan kunjungan Menteri PPPA ke Unisa Yogyakarta mendiskusikan banyak hal yang terkait dengan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan perempuan serta anak secara substantif.

“Selain itu Menteri PPPA berharap ada sinergi dengan `Aisyiyah, karena program- program PP `Aisyiyah sangat mendukung apa yang juga sedang di agendakan oleh Kementrian PPPA,” ucap Noordjannah.

I Gusti Ayu menyampaikan apresiasinya kepada Unisa Yogyakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang digerakkan oleh organisasi perempuan, karena sangat konsisten terhadap persoalan perempuan dan anak.

“Semoga Unisa Yogyakarta menjadi kampus yang dapat memberdayakan perempuan,” tutur I Gusti Ayu.

Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat Rektor Unisa Yogyakarta mengatakan beberapa pesan dari Menteri PPPA kepada Unisa Yogyakarta untuk bisa menjadi kampus yang ramah terhadap perempuan. “Kami diminta bu Menteri untuk terus mengkampanyekan kesehatan perempuan, serta pengembangan kajian dan pemberdayaan perempuan berkemajuan karena itu menjadi salah satu misi Unisa Yogyakarta,” kata Warsiti.

DNS A Course Hadir di UNISA Yogyakarta

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, hadirkan instruktur resmi dari The Prague School and Dynamic Neuromuscular Stabilization regional Asia Tenggara, Lim Yi Lin. Pelatihan Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) berlangsung selama empat hari, 17 – 20 November 2021, dengan jumlah peserta 20 orang, di Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta.

Taufiqur Rahman,Ph.D., selaku Wakil Rektor I UNISA Yogyakarta menyambut dengan hangat kehadiran Lim Yi Lin di UNISA Yogyakarta dan berterimakasih telah berkenan memberikan pelatihan kepada rekan-rekan Fisioterapi, secara tatap muka meski harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Lim Yi Lin, dalam sambutannya mengungkapkan rasa senang dapat hadir di Indonesia dan memberikan pelatihan secara langsung. Lim juga menjelaskan bahwa pelatihan DNS A Course merupakan tahap awal untuk menjadi praktisi DNS bersertifikasi internasional.

Beberapa tujuan yang dicapai dari pelatihan ini mengidentifikasi dan menjelaskan tonggak penting dalam pertumbuhan manusia, mengevaluasi dan memperbaiki pola pernapasan dan postur yang buruk, dan menjelaskan bagaimana latihan korektif DNS dapat diintegrasikan dengan strategi latihan lainnya.

Pasca pelatihan seluruh peserta akan tersertifikasi internasional DNS A Course. Animo peserta tergolong tinggi, menilik yang terdaftar dari Fisioterapis beberapa Rumah Sakit. Sebelum kegiatan, UNISA Yogyakarta memfasilitasi Swab Antigenuntuk seluruh peserta dan panitia.