Kajian Sabtu Unisa Bahas Vaksin dan Pencegahan Penyebaran Covid-19

Universitas `Aisyiyah Yogyakarta melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), rutin mengadakan kajian keislaman kepada para dosen dan tenaga pendidik dilingkungan kampus Unisa Yogya, sesuai dengan tagline yang diusung oleh kampus yaitu Profesional Qur`ani.

Selama pandemi, kajian rutin diadakan setiap hari Sabtu secara virtual dengan menggunakan media Zoom. Kali ini kajian keislaman mengangkat tema Vaksin dan Upaya Pencegahan Penyebaran dan Imunitas Covid-19, Sabtu (16/01) dengan Arif Yusuf Wicaksana, M.Sc., Apt selaku dosen program studi Teknologi Laboratorium Medis sebagai narasumber.

“Seperti kita ketahui bahwa kondisi terkini dari pandemi Covid-19 di wilayah pulau Jawa, bahkan di Jogjakarta sendiri terbilang meningkat, tidak ada penurunan dalam jumlah kasus,” tutur Arif.

Arif juga mengatakan bahwa dalam menghadapi situasi seperti saat ini, bukan hanya 3M saja yang wajib dilakukan, tetapi menuntut kita semuanya untuk berkolaborasi bersama dalam menyelesaikan masalah pandemi Covid-19.

“Dalam hal ini beredar berita hoax mengenai vaksin, dimana di banyak grup whatsapp mengatakan bahwa vaksin ini berbahaya dan mengandung bahan yang diharamkan,” kata Arif.

Sedangkan Arif sendiri menjelaskan bahwa vaksin yang berjenis Sinovac ini sudah dinyatakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) kehalalanya, dan aman sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).

(Indonesia) 80 Civitas UNISA Yogya Bekerjasama Meningkatkan Kualitas Konten Website

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Biro Humas Protokol dan Biro Pemberdayaan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, menyelenggarakan workshop via daring dengan tema “Pembaharuan dan Pengisian Konten Website UNISA Yogyakarta”, Sabtu (16/1). Menghadirkan Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si. (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dan Ikhwan Hawariyanta, S.T. (BPSTI UNISA Yogyakarta).

Sinergi antar unit tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas situs resmi UNISA Yogyakarta, dimana saat ini situs atau website menjadi salah satu indikator penilaian standar mutu dari suatu Perguruan Tinggi. Sebanyak 80 civitas akademika UNISA Yogyakarta, meliputi Dekan, Wakil Dekan, Dosen, Tenaga Pendidik, dan Mahasiswa mengikuti dengan antusias.

Fajar Junaedi menjelaskan bahwa kita sebagai civitas akademika telah menjadi influencer bagi institusi, sehingga dengan kegiatan sederhana seperti mengunggah ulang atau mengunggah tentang institusi kita dapat membantu meningkatkan traffic website.

Dalam kesempatan ini, Ikhwan Hawariyanta juga memberikan pelatihan tentang pengunggahan konten di situs resmi UNISA Yogyakarta dengan memperhatikan poin-poin yang dapat meningkatkan traffic website. Diantara seluruh peserta, sekitar 19 mahasiwa siap menjadi orang dibalik layar situs resmi UNISA Yogyakarta.

 

(Indonesia) Kontribusi Nyata UNISA Yogyakarta, Bantu Dekontaminasi di LLDIKTI Wilayah V

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Tim Satgas Covid-19 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, laksanakan dekontaminasi di kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Sabtu (16/1). Sebanyak empat orang dikerahkan untuk melakukan penyemprotan.

 

Penyemprotan dilaksanakan berdasarkan koordinasi antara LLDIKTI Wilayah V dengan UNISA Yogyakarta dalam mengantisipasi penularan Covid-19. Tim Satgas Covid-19 UNISA Yogyakarta disambut dengan hangat oleh stakeholderLLDIKTI Wilayah V, serta didampingi dalam proses dekontaminasi.

 

Kurang lebih 50 liter disinfektekan berhasil disemprotkan diseluruh sudut ruangan kantor LLDIKTI Wilayah V. Mulai dari halaman depan, Masjid, hingga ruang pertemuan.

 

Sebagai kampus berwawasan kesehatan, UNISA Yogyakarta berikhtiar akan tanggap dan gerak cepat dalam membantu menekan angka penularan Covid-19.

 

Demi Menjaga Kebersihan dimasa Pandemi, Unisa Lakukan General Cleanup

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh wilayah Indonesia ini, membuat seluruh instansi yang ada harus membuat kebijakan protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan anjuran pemerintah, apabila ingin tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Universitas `Aisyiyah Yogyakarta sebagai intitusi pendidikan yang masih menjalankan kegiatan pembelajaran secara offline juga selalu menerapkan prokes ketat, Demi menjamin kenyamanan dalam menjalankan kegiatan bagi seluruh civitas Unisa Yogya, Biro Aset dan Umum bekerjasama dengan satgas Covid-19 Unisa Yogya, melaksanakan general cleanup dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19 di kampus 1 dan kampus terpadu Unisa Yogya.
Suprihatin Wijayanti, M.Sc selaku kepala biro aset dan umum Unisa Yogya menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan selama 4 hari, berfokus pada dekontaminasi pada ruangan- ruangan yang digunakan sehari- hari untuk kegiatan pembelajaran dan perkantoran.
“Kami memiliki 1 tim yang terdiri dari 40 orang tenaga cleaning service yang sudah dibekali protap, untuk membersihkan ruangan dengan melakukan penyemprotan di gedung A, B dan C yang dipakai untuk aktivitas kegiatan, termasuk kampus 1,” ucap Suprihatin.
Selain ruangan dan fasilitas- fasilitas yang ada di Unisa Yogya, Suprihatin menambahkan bahwa aset yang dimiliki Unisa Yogya seperti Mobil dan Bis juga masuk dalam dekontaminasi.
Kegiatan general cleanup ini dilakukan oleh Unisa Yogya setiap bulan, dan dipantau oleh tim satgas Covid-19 Unisa Yogya.

(Adi Humas)

Pemimpin Muda Energik Dalam Webinar Nasional Administrasi Publik Unisa

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki energi dan semangat yang tinggi, serta tidak kalah dengan generasi sebelumnya dalam hal kepemimpinan. Inilah kesempatan besar para pemimpin bangsa untuk memanfaatkan daya ungkit kaum muda dalam kancah pemerintahan untuk menopang pembangunan nasional, apalagi permasalahan bangsa kita yang sedang dihadapi saat ini kian kompleks dan menantang.
Melihat hal tersebut Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta menggelar Webinar Nasional bertemakan Kiprah Pemimpin Muda di Masa Pandemi, Sabtu (9/1).
Sigit Purnomo Sa`id, S.AP Wakil Walikota Palu yang biasa kita kenal sebagai Pasha vokalis dari band Ungu, diundang sebagai narasumber dalam webinar nasional ini, dan juga Ketua Prodi Administrasi Publik Unisa Yogya Gerry Katon Mahendra, S.I.P., M.I.P.
Dekan FEISHum Unisa Yogya Mega Ardina,S.P, M.Sc. mengatakan peran pemimpin muda itu sangat besar karena pemimpin muda masih mempunyai semangat yang luar biasa, selain itu lebih melek teknologi, lebih kreatif dan inovatif.
“Bersama bapak Sigit Purnomo dan bapak Gerry, kita akan mengetahui bagaimana para pemimpin muda ini menjadi agen of chance dimasa pandemi Covid-19 ini,” ucap Mega.
Gerry dalam paparanya menyampaikan faktor kepemimpinan sangat berpengaruh dalam mementukan arah kebijakan dalam mengatasi pandemi Covid-19, karena dapat berdampak kepada semua masyarakat yang ada.
“Kita bisa lihat contohnya sebelum pemilu bulan Desember lalu bahwa pandemi ini trennya menurun, secara momentum bukan secara data ilmiah, dimana pemberitaan agak turun dan informasi tidak semasif biasanya,” ujar Gerry.
Kepemimpinan muda di masa pandemi yang dipaparkan oleh Sigit Purnomo mengutarakan bahwa pemimpin muda cenderung produktif, agresif dan juga mempunyai pemikiran baru, pemimpin pemipin yang tua atau yang usianya diatas 50 dan 60 juga sama, akan tetapi perbedaanya pemimpin muda memiliki energi yang lebih dibandingkan dengan pemimpin usia lanjut.
“Salah satu pemikiran pemimpin muda yaitu cara bertindak dan tanggap, harus berani bertanggung jawab dan berani mengambil resiko, karena seorang pemimpin tidak akan lari dari tanggung jawab,” ucap Sigit mengenai dirinya yang siap jadi orang pertama yang diberi vaksin.
Webinar Nasional yang diadakan melalui platform Zoom ini dihadiri 160 peserta, dan para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya kepada para narasumber mengenai tema yang ada dalam webinar.

(Adi Humas)