(Indonesia) 1003 Paket Sembako Sehat Dibagi dalam Ta’awun Sosial UNISA Yogya

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

5 Perwakilan Kepala Dukuh dan 1 Bank Wakaf Mikro (BWM) hadir di seremonial penyerahan Sembako Sehat dalam agenda Ta’awun Sosial, di Lobi Gedung A Kampus Terpadu UNISA Yogya, Selasa (20/4). Dibuka oleh Wakil Rektor III UNISA Yogya, Dr. Mufdlilah, M.Sc., 1003 paket sembako sehat terbagi untuk Dukuh Sawahan, Dukuh Pundung, Dukuh Ponowaren, Dukuh Nogosaren, Dukuh Karangtengah, dan BWM LKMS.

Selain itu, juga terdistribusi di Binaan Klinik ‘Aisyiyah Sewugalur, Binaan Klinik ‘Aisyiyah Panjatan, dan Serangan. Pemberian sembako dari UNISA Yogya ini selanjutnya akan didistribusikan oleh tokoh masyarakat setempat kepada warga yang membutuhkan, sehingga tidak menimbulkan kerumunan

Mufdlilah menjelaskan, bahwa UNISA Yogya meniatkan hati dalam Ta’awun Sosial ini untuk mencari Ridho Allah dan mensyukuri pada Bulan Ramadhan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian UNISA Yogya terkait dampak Covid-19 terhadap warga masyarakat yang membutuhkan, yang berada di lingkungan kampus.

Nurcahyo selaku Kepala Dukuh Nogosaren yang mewakili seluruh warga sekitar Kampus Terpadu UNISA Yogya mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar UNISA Yogya semakin maju, serta mengucapkan selamat Milad ke-30 tahun.

 

(Indonesia) Dukung Mutu Kebidanan, UNISA Yogya Gelar T.O. UKOMNAS Kebidanan

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Salah satu upaya peningkatan mutu lulusan mahasiswa bidang kesehatan adalah dengan kelulusan Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS). Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatann (FIKES) Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, turut berpartisipasi dalam kegiatan Try Out Uji Kompetensi Kebidanan bagi Mahasiswa Vokasi dan Profesi Kebidanan yang diselenggarakan tanggal 17-18 April 2021 di Ruang Computer Based Test (CBT) UNISA Yogyakarta.

CBT UNISA Yogyakarta menjadi salah satu Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk kegiatan Try Out Uji Kompetensi Bidan Indonesia (TO UKBI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan (LPUK NAKES) bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND). Kegiatan TO UKBI dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

TO UKBI diikuti sebanyak 159 peserta dari Prodi D3 Kebidanan UNISA Yogya 36 peserta, Prodi Profesi Kebidanan UNISA Yogya 64 peserta, Poltekes Semarang 9 peserta, STIKes Akbidyo 49 peserta dan Universitas Respati Yogyakarta 1 peserta dengan dibagi menjadi 4 sesi dengan Pengawas Pusat Dr. Heni Puji Wahyuningsih, S.SiT., M.Keb. Seluruh proses kegiatan TO UKBI di CBT Center Universitas ‘Aisyiyah Yogyakara dilakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan COVID 19 yang ketat.

Wakil Dekan I FIKES UNISA Yogya, Anjarwati, S.SiT., MPH menyampaikan bahwa FIKES UNISA Yogya memberikan dukungan penuh dalam kegiatan Try Out (TO) uji kompetensi sebagai implementasi kerjasama dalam penyelenggaraan uji kompetensi nasional tenaga kesehatan. Selama ini sudah sering dilaksanakan TO dan Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan di UNISA Yogyakarta meliputi Profesi Ners, Fisioterapi, Teknologi Laboratorium Medis, dan lainnya. 

“Harapan untuk semua peserta TO UKBI adalah lebih siap menghadapi Uji Kompetensi Nasioanal Tenaga Kesehatan dan mencapai persentase kelulusan uji kompetensi yang lebih baik.”, kata Anjarwati.

Selanjutnya, Ketua Prodi D3 Kebidanan, Nurul Kurniati, S.ST., M. Keb., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan oleh Prodi Kebidanan. Selain melakukan pembekalan TO di internal prodi sebagai salah satu ikhtiar dalam  menyiapkan mahasiswa Program Studi Kebidanan yang akan menempuh UKOMNAS Bidang Kesehatan untuk menghadapi kebijakan terkait uji kompetensi exit exam yang sudah akan diberlakukan pada tahun ini.

 

UNISA Yogya Terjunkan Mahasiswa KKN Mubaligh Hijrah

Pada bulan Ramadhan 2021 Masehi/1442 H, ini UNISA Yogya menyelenggarkan KKN Muballigh Hijrah, sebanyak 37 mahasiswa diterjunkan, Selasa (13/04). Kegiatan tersebut difokuskan ke Masjid-Masjid di Kabupaten Sleman dan Bantul Yogyakarta. Mahasiswa dibagi menjadi 5 kelompok di Masjid daerah Kecamatan Gamping diantaranya di Desa Ambarketawang, Banyuraden, Nogotirto dan Trihanggo serta Masjid di dusun Beton, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Ditiap lokasi akan dibimbing oleh satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Islamiyatur Rokhmah, S.Ag., M.S.I., dari tim Lembaga Pengamalan dan Pengkajian Agama Islam (LPPI) UNISA Yogya dan selaku DPL di Desa Ambarketawang menjelaskan, KKN pada masa pandemi ini akan dilaksanakan dengan metode kombinasi online dan offline. Penerjunan mahasiswa dimulai pada Selasa, 13 April 2021 atau tepatnya pada tanggal 1 Ramadhan 1442 Hijriyah. Nantinya, kegiatan lebih difokuskan pada kegiatan keagamaan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi  yang dilakukan secara kelompok dan Individu. Mahasiswa wajib melaksankan kegiatan kelompok sebanyak 4 kali baik secara online atau offline, selain itu untuk 21 hari mahasiswa juga wajib melakukan kegiatan individu di masjid tempat tinggalnya masing-masing.

Pembekalan telah dilaksanakan pada hari sebelumnya kepada Mahasiswa oleh Ustadz Talqis Nuryanto dan Ustadz N. Satria Abadi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Luluk Rosida,MKM dan Fayakun Nur Rohmah,MPH dari Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyrakat (LPPM) UNISA Yogya, dan Royan Utsani, Lc, M.SI dari Lembaga Pengamalan dan Pengkajian Agama Islam (LPPI) UNISA Yogya.

Pembekalan meliputi materi Da’wah baik Aqidah, Akhlaq dan Kemuhamamdiyahan, selain itu materi tentang teknis pengisian log book dan pengarahan tentang teknis KKN dan lokasi KKN Mubaligh Hijrah.

Pembekalan KKN Mubaligh Hijrah Unisa Yk

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta mengadakan kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mubaligh Hijrah melalui daring, Sabtu (10/4).
KKN mubaligh hijrah ini adalah salah satu skema KKN di Unisa Yogya selain KKN reguler dan KKN Muhammadiyan ‘Aisyiyah.
Menurut Fayakun Nur Rohmah, S.ST., MPH selaku koordinator bidang pengabdian masyarakat LPPM unisa Yogya, kegiatan KKN mubaligh hijrah ini adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat oleh mahasiswa beserta dosen yang merupakan program rutin yang diagendakan setiap tahun oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY bekerjasama dengan instutusi perguruan tinggi Muhamadiyah `Aisyiyah.
Pembekalan KKN mubaligh hijrah ini mengundang Nurul Satria Abdi selaku sekretaris Majelis Tabligh PWM DIY sebagai narasumber.
Nurul mengatakan kepada para mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut bahwa KKN mubaligh hijrah nanti akan membawa konten al Islam (Aqidah, Syariah, Muamalah, Fiqih serta Akhlak), yang akan disampaikan dan diajarkan mengenai aqidah Islam kepada masyarakat.
“Nantinya kalian akan membuat program mengenai Al- Islam serta Kemuhammadiyahan. Kehadiran mubaligh hijrah yaitu untuk mencerahkan, bukan untuk menyesatkan masyarakat, yang mana kalian juga akan tetap dipantau dan didampingi oleh para pembimbing,” ucap Nurul.
Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh 37 mahasiswa peserta KKN mubaligh hijrah dan 5 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan dibuka oleh Wakil Rektor 1 Unisa Yogya Taufiqur Rahman, SIP., MA., Ph.D. Dalam sambutannya Taufiq berpesan untuk selalu menjaga nama baik Unisa Yogya dan Persyarikatan.
KKN mubalig hijrah akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sleman mulai tanggal 13 April 2021 dan akan berlangsung selama 21 hari selama bulan Ramadhan.

PengabMasy (dengan Prokes Covid-19) mulai dilaksanakan oleh BeM FIKes UNISA YK

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan secara langsung ke masyarakat. Kegiatan dilaksankan di desa Dowangan yang merupakan desa Binaan BeM FIkes UNISA YK, dengan mengusung tema “Mewujudkan dan mengoptimalisasikan tingkat kesadaran kesehatan masyarakat”. Kegitan ini direncanakan akan dilakukan selama 10 bulan kedepan dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19 dan berkoordinasi dengan aparatur desa dan satgas Covid-19 setempat.

Kegiatan di Desa Binaan Dowangan dilakukan dengan izin dari Bapak Sutarso selaku Kepala Dukuh dan seluruh komponen aparatur desa serta satgas Covid-19 setempat. Adapun kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan standar protokol kesehatan dan diawasi secara langsung oleh TIM satgas Covid-19 setempat. Kegiatan ini diawali dengan acara pembukaan di Desa Binaan Dowangan pada Minggu (11/04/2021), dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan senam pagi bersama warga, pemeriksaan tanda vital, kolesterol, gula darah dan asam urat serta penyuluhan terbatas yang dilakukan dalam tiga sesi oleh BeM FIkes Unisa YK.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FIKes UNISA YK. Wantonoro, M.Kep., Sp.Kep.M.B., PhD yang sekaligus pembina BEM FIKes UNISA YK menjelaskan bahwa kegiatan yang diadakan Desa Binaan Dowangan sebagai bentuk “kerinduan” peran active mahasiswa untuk mengabdikan diri dengan mengaplikasikan kemampuan yang dimiliki dan menjadi pelopor perubahan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setelah sekian lama vakum.

Lebih lanjut Wantonoro mengatakan dengan adanya Desa Binaan Dowangan menjadi tempat untuk mahasiswa dapat belajar dalam bersosialisasi, bermasyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang didapat serta memberikan kemanfaatan kepada masyarakat sekitar secara langsung

“Kegiatan kali ini dilaksanakan dengan persetujuan semua pihak, kesadaran masyarakat dan mahasiswa untuk selalu menerapkan ProKes sesuai aturan yang ada. Harapan kedepan, semua kegiatan harus selalu mengutamakan keselamatan dengan tetap menjaga dan mamatuhi ProKes Covid-19 dan mendukung semua regulasi pemerintah. Jangan sampai kegiatan yang baik dan bertujuan baik dilakukan dengan cara yang kurang tepat karena pandemic Covid-19 masih menjadi kewaspadaan kita bersama, dan kita wajib berperan aktive dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 ini”, kata Wantonoro.

Demikian, adaptasi kebiasaan baru dengan tetap mendukung regulasi pemerintah merupakan hal yang harus kita upayakan untuk mencegah penyebaran Covid-19.