112 Mahasiswa Fisioterapi UNISA Ikuti KKN

Sejumlah 112 mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisiyah (UNISA) Yogyakarta melakukan Kuliah Kerja Nyata ( KKN) di tiga kecamatan wilayah DIY (Panjatan, Galur dan Kasihan). Penyerahan mahasiswa ke masing-masing daerah di lakukan  secara bersamaan pada, Selasa (2/5).

Menurut  Ketua Program Studi Fisioterapi, Siti Khotimah, M.Fis., kegiatan ini merupakan implementasi yang menjembatani hasil perkuliahan yang telah didapatkan oleh mahasiswa di kampus dengan masalah-masalah yang ada didalam masyarakat.  Selain itu,  kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mendekatakan mahasiswa dengan masyarakat, karena mahasiswa disini berperan sebagai agen perubahan yang harus meperkenalkan perkembangan kesehatan pada masyarakat khususnya dalam bidang fisioterapi. Disamping itu mahasiswa bisa memandang perilaku yang ada dimasyarakat sebagai gambaran untuk pelaksaan kegiatan kesehatan pada nantinya khususnya fisioterapi.

Lebih lanjut khotimah menjelaskan bahwa fisioterapi membantu meningkatkan dan mempertahankan kesehatan individu, kelompok, keluarga dan masyarakat, serta memberikan motivasi kepada mereka untuk mencapai tingkat kesehatan setinggi-tingginya, dengan sasaran utama mengatasi gangguan dan fungsi.
KKN yang dilakukan selama 1 bulan ( 1-27 Mei ) di Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo; Desa Karang Sewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo dan
Desa Tirtonermolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul diharapkan mampu mampu menghasilkan Fisioterapis yang berkompeten, profesional dan mampu menerapkan nilai Qur’ani dalam pelayanan Fisioterapi kepada individu, kelompok dan komunitas masyarakat.
Pelaksanaan KKN Fisioterapi berupa kegiatan yang bersifat promotif  antara lain memberikan pengarahan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang petingnya menjaga kesehatan, memberikan pengarahan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat, memberikan pengarahan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan lingkungan, perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan, seperti : penyediaan air rumah tangga yang baik, perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran dan air limbah dan sebagainya serta pendidikan kesehatan kepada masyarakat sesuai kebutuhannya.
Kegiatan bersifat Preventif (pencegahan) antara lain Pemeriksaan kesehatan (balita, bumil, remaja, usia lanjut, dll) melalui posyandu, puskesmas, maupun kunjungan rumah, sosialisasi dan edukasi kesehatan wanita, geriatri dan wellness, mengajarkan senam; DM, Osteoporosis, nifas, jantung sehat, aerobik dan anaerobic, deteksi dini kasus dan faktor resiko (maternal, balita, penyakit).
Kegiatan bersifat kuratif (penyembuhan) antara lain dukungan penyembuhan, perawatan, contohnya : dukungan psikis penderita stroke. Fisioterapi orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari puskesmas atau rumah sakit. Fisioterapi ibu hamil dengan senam hamil, ibu bersalin dengan senam nifas. Fisioterapi pada maslah-masalah musculoskeletal. Fisioterapi pada tumbuh kembang anak.
Kegiatan bersifat Rehabilitasi (pemulihan) antara lain Latihan fisik dan pemulihan bagi yang mengalami gangguan fisik seperti, patah tulang, kelainan bawaan. Latihan fisik dan pemulihan bagi penderita penyakit tertentu misalnya stroke. Mengurangi resiko kecacatan dari suatu penyakit atau cidera. Memberikan konseling pada penderita yang mengalami kecacatan. Memberikan keyakinan dalam kesembuhan, menumbuhkan kepercayaan diri untuk bersosialisasi dgn masyarakat.
 
 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.