Melalui Pengabmas, Dosen Unisa Bantu Putus Penularan Covid-19 Melalui Exercise

Dosen Universitas Aisyiyah Yogyakarta melakukan pengabdian masyarakat (Pengabmas) dengan membantu ibu-ibu Pimpinan Ranting `Aisyiyah (PRA) Nogotirto Sleman dalam memutus rantai penularan covid-19 melalui exercise, Jumat (11/6).

Pemutusan rantai penularan Covid-19 merupakan salah satu cara atau upaya untuk menghentikan laju penularan virus Covid-19. Dengan exercise bagian kepala dan penguatan otot gerak bagian bawah merupakan metode atau latihan untuk mengurangi stress dan melancarkan peredaran darah sehingga latihan ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas seseorang.

Namun kendala yang ditemui adalah karena kondisi pandemi seperti ini dan kegiatan di lakukan secara offline sehingga peserta yang hadir tidak sesuai dengan jumlah undangannya. Maka perlu diagendakan untuk kegiatan selanjutnya menggunakan online dan offline.

Enny Fitriahadi selaku ketua pengabmas mengatakan tujuan dari PKM ini adalah memutus rantai penularan covid-19 melalui exercise bagian kepala dan penguatan otot gerak bagian bawah, mitra PKM adalah ibu-ibu pimpinan ranting `Aisyiyah Nogotirto Gamping Sleman, yang merupakan pengurus dari ranting `Aisyiyah yang harapannya dapat menjadi perpanjangan tangan untuk anggota nya di lingkungan masyarakat aisyiyah dan sekitarnya.

“Sosialisasi dan pemberian materi terkait exercise ini untuk memutus rantai penularan Covid-19, dan merupakan hal yang sangat penting di masa pandemi sekarang ini, gerakan atau latihan ini dapat dilakukan secara mandiri dan bisa di lakukan secara teratur di rumah. Gerakan ini sangat simpel dan tidak membutuhkan alat yang banyak cukup dengan minyak zaitun atau baby oil untuk melalukan pemijatan pada daerah kepala,” ucap Enny.

Enny menambahkan bahwa sebelumnya mereka juga sudah melakukan sebuah penelitian terlebih dahulu sebelum pengabmas. serta memutuskan menggunakan latihan ini untuk pengabdian masyarakat.

Tim pengabdi yang terdiri dari 2 dosen Enny Fitriahadi dan Yekti Satriyandari serta 2 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Yogyakarta, Hana dan Hani memberikan latihan ini tidak semata-mata untuk memutus rantai penularan virus Covid-19 tetapi sebagai bentuk upaya kami sebagai bidan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada wanita sejak mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, menyusui dan lansia. Tim Pengabdi Unisa Yogyakarta selain memberikan latihan tersebut, tim  juga meluncurkan buku panduan atau modul kesehatan serta video kegiatan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat. Dari hasil evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini, masyarakat atau ibu-ibu PRA Nogotirto bisa melakukan latihan ini secara mandiri di rumah dan merasakan manfaatnya seperti keluhan pusing dan kesemutan mulai berkurang.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.